
"Aku gak bisa!" ucap Ria.
Saat mendengar jawaban dari Ria, Dafa menjadi lemas dan hatinya begitu hancur saat mendengar penolakan yang Ria berikan.
"Kok ditolak?" tanya Dika.
"Iya, kenapa ditolak?" tanya Raka.
"Ria pasti punya alasan, kenapa dia menolak Dafa!" seru Tasya.
"Alasan loe apa, Ri? nolak Dafa," tanya Mia.
"Gue belum selesai ngomong," ucap Ria dengan ekspresi datar.
"Hah?" tanya mereka kaget, kecuali Dafa yang bingung dengan situasi yang ada.
"Maksud loe?" tanya Mia penasaran.
"Gue belum selesai ngomong! Makanya kalau orang ngomong jangan di potong!" ucap Ria yang masih memasang ekspresi datar nya.
"Kalau gitu lanjutin aja! Loe mau ngomong apa?" ucap Dika.
Ria menghela nafas panjang, sebelum melanjutkan perkataanya yang terpotong tadi.
"Aku gak bisa," ucap Ria lagi dan Dafa menatap manik mata Ria dalam dan begitu pun sebaliknya.
Dan kali ini tidak ada yang berbicara lagi, suasana sepi, hanya suara desiran ombak dan hembusan angin yang terdengar.
Pantai yang mereka pilih untuk liburan adalah pantai yang memang sepi dan tidak terlalu terkenal yang membuat suasana nya sangat sepi hanya ada beberapa orang selain mereka yang ada di pantai itu.
"Aku gak bisa, dan aku gak akan pernah bisa nolak cinta kamu, karna aku juga mencintaimu," ucap Ria sambil tersenyum manis.
Dafa masih mematung di tempat, dia masih tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh Ria barusan.
"Katakan sekali lagi!" ucap Dafa masih merasa tidak percaya dan entah kenapa telinganya mendadak tidak jelas untuk mendengar perkataan Ria.
"Katakan apa?" ucap Ria bingung.
"Katakan kalau kau mencintaiku!" ucap Dafa.
Pipi Ria tiba-tiba menjadi merona.
"I love you!" ucap Ria.
"I love you too!" sahut Dafa.
Dan saat itu juga Ria memeluk Dafa dan begitu sebaliknya. Sedangkan Mia, Tasya, dan Alice merasa terharu dan kagum dengan Ria yang sempat membuat mereka kaget. Irwan, dia tersenyum senang, Dika dan Raka melongo karna masih merasa kaget karna jawaban dari Ria.
****
Tuttt...tuttt...tuttt...
"Halo! Ada apa?" tanya Ria langsung saat panggilan sudah terhubung.
"Tidak ada apa-apa," sahut orang yang berada di seberang sana.
"Benarkah?"
"Iya, tidak ada apa-apa,"
"Kamu ingin mengatakan apa? Kata kan saja!"
"Kamu belum menjelaskan tentang semua yang terjadi saat ulang tahunku itu!"
"Oh, ya ampun! Aku melupakannya! Hehehe... Maafkan aku Fa!"
Yang menelpon Ria saat ini adalah Dafa, awalnya dia menelpon ingin menanyakan semua itu tapi dia merasa ragu untuk bertanya terlebih dahulu.
"Iya! Tidak apa-apa,"
"Aku akan menceritakannya besok setelah pulang sekolah!"
"Baiklah, aku akan menjemputmu besok!"
"Untuk apa?"
"Apakah kekasih mu ini tidak boleh menjumputmu?"
"Maksudku tidak seperti itu!"
"Baiklah kalau begitu nanti pulang sekolah kita mampir ke suatu tempat dulu dan sekaligus kamu menceritakan semuanya!"
"Baiklah,"
"Sekarang kamu tidur ya! Gute nacht meine Königin!"
Saat mendengar perkataan Dafa, pipi Ria berwarna merah seperti tomat.
"Gute nacht, mein König auch,"
Saat mendengar perkataan Ria, bibir Dafa terangkat dan membentuk lengkungan sempurna.
"Baiklah, aku tutup dulu ya?"
"Iya,"
Tuttt...tuttt...tuttt...
****
Keesokan harinya
Tap...tap...tap...
"Pagi semua!" ucap Ria saat dia sudah berada dimeja makan.
"Pagi sayang!" sahut Bunda Lusi.
"Pagi princess!" sahut Ayah Ferdi.
"Pagi juga Alda!" sahut Irwan.
Alda adalah penggalan dari Reynalda. Saat mereka kecil Irwan sering memanggil Ria dengan panggilan Alda, entah apa alasannya. Tapi sekarang dia memanggil Ria dengan semaunya, terkadang Ria, terkadang Alda,dan terkadang Rey.
Mereka sarapan dengan tenang sampai terdengar suara bel rumah berbunyi.
"Aku berangkat sekarang ya Bun! Yah!" pamit Ria pada Bunda Lusi dan Ayah Ferdi.
"Iya! Hati-hati ya!" ucap Bunda Lusi.
"Hati-hati ya cess!" ucap Ayah Ferdi.
"Iya Bun! Yah!" ucap Ria.
Setelah berpamitan kepada kedua orang tuanya Ria langsung keluar rumah untuk menemui Dafa.
"Maaf! Lama nunggu," ucap Ria saat dia sudah berada di luar rumah.
"Oke!" sahut Ria dan mengambil helm yang diberikan oleh Dafa.
Saat diperjalanan mereka berdua tidak mengeluarkan sepatah katapun karna ini pertama kalinya mereka berboncengan motor dengan status kekasih.
****
Parkir sekolah
"Ciee... Yang berangkat sekolah barengan," ucap Mia sambil menghampiri Ria dan Dafa.
"Ri, loe di kelas mana sekarang?" tanya Mia.
"Gak tau, gue belum liat. Kalau loe?" tanya Ria balik.
"Sama, gue juga belum liat," sahut Mia.
"Yuk! Liat berang!" ucap Dafa dan berjalan sambil menarik tangan Ria.
"Nyamuk! Nyamuk!" seru Mia saat dia sudah berjalan sejajar dengan Dafa dan Ria.
"Nasib jalan ama orang pacaran, begini jadinya," ucap Mia lagi.
Sedangkan Dafa dan Ria tertawa mendengar gerutuan Mia.
Saat sampai di depan mading ternyata Dika, Raka dan Tasya sudah berada di situ.
"Gimana? Kalian di kelas mana?" tanya Ria langsung saat mereka sudah berada di dekat mading.
"Nj*rrr... Ngagetin aja loe!" sahut Dika.
"Gimana?" tanya Ria lagi tanpa menggubris perkataan Dika.
"Gimana apanya?" tanya balik Raka.
"Kalian di kelas mana?" tanya Ria lagi.
"Gak ada perubahan di tahun ini!" sahut Tasya.
"Maksudnya?" tanya Dafa.
"Teman satu kelas yang sama dengan tahun kemaren!" jelas Tasya.
"Whattt!!" ucap Dafa kaget.
"Kenapa loe? Gak terima, gak bisa satu kelas sama Ria?" tanya Dika.
"Tau aja loe," ucap Dafa cengengesan.
"Girls! Ke kelas yuk!" ajak Mia.
"Gue ikut!" seru Dika.
"Kuy lah!" sahut Mia, lalu berjalan lebih dahulu.
"Aku ke kelas dulu ya!" pamit Ria pada Dafa.
"Iya!" sahut Dafa.
****
Di kelas Dafa dan Raka mendengar pembicaraan cewek-cewek yang mengatakan kalau ada murid baru.
"Girls! Kalian udah tau belum kalau ada murid baru di sekolah kita ini?"
"Beneran? Cowok atau cewek?"
"Cowok, dia ganteng banget,"
"Masuk kelas berapa dia?"
"Gue denger sih masuk kelas 12, tapi belum tau 12 apa!"
"Semoga dia di kelas sini!"
"Amin," seru yang lainnya.
"Dandan yang cantik guys! Kali aja dia terpesona sama salah satu di antara kita!"
"Iya, bener!"
"Lebai! Gantengan juga gue!" seru Raka.
"Iya ganteng, kalau liatnya dari atas Menara Eiffel pake sedotan!" seru Dafa dengan ekspresi datar.
"Nj*rrr... Dasar teman l*kn*t!" seru Raka.
"Btw siapa ya murid baru itu?" ucap Raka.
"Bukan urusan gue!" seru Dafa.
"Emang, kalau dia gak satu kelas ama si Ria, Mia dan Tasya!" seru Raka lagi.
"Nj*rrr... Iya juga ya!" ucap Dafa kaget.
"Si Dika mah enak satu kelas sama Mia, dia bisa pantau terus. Lah kita gak sekelas, terus jauh lagi letak kelasnya!" seru Raka mulai frustasi.
"Gak bisa di biarin nih!" gumam Dafa.
"Murid baru itu cantik gak kalah sama cewek cantik di sekolah ini!" seru seorang siswa yang sekelas dengan Dafa.
"Bukannya murid baru itu cowok ya?" tanya salah satu temannya.
"Gak tau gue soal itu tapi yang gue bilang barusan bukan hoax karna gue liat sendiri kalau murid baru itu cewek cantik!"
"Tapi kata cewek-cewek murid baru itu cowok!"
"Nj*rrr... Yang bener murid baru itu cowok atau cewek sih?" ucap Raka kesal.
"Gue juga gak tau! Kita liat aja entar murid baru itu cowok atau cewek!" ucap Dafa.
"Oke!" sahut Raka.
Translate :
• Gute nacht meine Königin(selamat tidur ratuku).
• Gute nacht, mein König auch(selamat tidur juga rajaku).
Jangan lupa tambahkan ke favorit❤, like, vote dan tinggalkan jejak. Semangat dan saran dari kalian sangat membantu😊
Semoga kalian suka💕
Mohon maaf kalau ada banyak typo😊
Terima kasih😊