My sister my love

My sister my love
15. MSML15



"Apa yang anda lakukan disini?" ucap Dafa begitu dingin saat melihat seseorang yang masih berdiri di ambang pintu kamarnya.


"Dafa!" panggil orang itu saat dia sudah berada didekat Dafa.


"Pergi dari sini!" ucap Dafa tanpa melihat lawan bicaranya.


"Fa, Mama mohon maafkan Mama!" ucap orang itu lagi.


"Mama tau kalau kamu sangat terluka karna keegoisan Mama!"


"Mama mohon maafkan Mama! Tolong beri Mama kesempatan kedua!" ucap orang itu lagi dan air matanya sudah mulai menetes.


Saat melihat itu, Dafa merasakan nyeri di dada nya, Daf tidak bisa melihat wanita paruh baya itu menangis, bagaimana pun juga dia adalah ibu yang sudah mengandung dan melahirkan Dafa. Kontak batin mereka membuat Dafa ingin memberi kesempatan kedua untuk mamanya dan ini juga atas dasar keinginan kakaknya.


"Hmmm... Baiklah anda akan saya beri satu kesempatan!" ucap Dafa tapi masih dingin.


"Terima kasih nak!" seru Mama Nesa dan dia terlihat sangat bahagia, tetapi kebahagian yang ada pada dirinya masih terdapat luka dan penyesalan karna telah menelantarkan, bahkan melampiaskan kemarahannya dan keegoisannya pada putranya itu.


"Hmmm," sahut Dafa.


"Bisakah Dafa memanggil Mama seperti dulu lagi?" tanya Mama Nesa. Terlihat dari sorot mata nya yang sangat mengharapkan itu dari Dafa.


"Akan ku coba," sahut Dafa mulai melemah.


"Terima kasih nak! Dan maafkan semua kesalahan Mama!" ucap Mama Nesa dan memeluk Dafa.


Dafa merasakan hangatnya pelukan seorang Ibu, setelah kepergian kakaknya, Dafa tidak pernah lagi merasakan kasih sayang dari orang tuanya dan hangatnya keluarga. Perlahan-lahan tangan Dafa terangkat dan membalas pelukan dari mamanya. Saat merasa pelukannya di balas, Mama Nesa tersenyum bahagia.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Sudah tak terasa waktu begitu cepat berlalu, permasalahan Dafa dan Ria masih belum selesai karna Irwan yang selalu berada di dekat Ria dan hp Ria berada di tangan Irwan, bukannya Dafa tidak berusaha tapi karna Irwan yang selalu mengungkit hubungan Dafa selalu kalah di hadapannya. Entah kenapa semua usaha Dafa selalu sia-sia.


Sekarang hubungan Dafa dengan Mama Nesa sudah membaik dan Mama Nesa sekarang sudah tinggal bersama Dafa. Mama Nesa dulu tinggal di apartemen dekat perusahaan keluarga Mahendra agar memudahkannya untuk pergi ke perusahaan. Sekarang perusahaan dikelola oleh Dafa, mengingat dulu dia pernah belajar mengurus perusahaan bersama Dika yang di ajarkan langsung oleh Papa Bram, awalnya Mama Nesa tidak mengizinkannya karna mengingat anaknya sudah kelas 3 SMA semestar genap yang berarti tidak akan lama lagi dia akan menghadapi ujian nasional dan dia harus mengurus restoran yang sudah dibangun saat dia baru masuk SMA, tapi karna Dafa bersikeras ingin mengelola perusahaan agar Mama Nesa tidak bekerja dan hanya berdiam di rumah menikmati hasilnya, akhirnya Mama Nesa mengizinkannya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Tap... Tap... Tap...


Terdengar suara langkah kaki yang sedang menuruni anak tangga.


"Pagi Ma!" sapa Dafa saat dia sudah duduk di meja makan, sedangkan Mama Nesa masih sibuk dengan masakannya karna Bi Ijah sedang pulang kampung.


Setelah semua masakan selesai dibuat, Mama Nesa membawanya menuju meja makan.


"Rapi banget, bukannya entar siang ya meeting nya? Kenapa mengadakan meeting saat akhir pekan?" tanya Mama Nesa.


"Meeting nya dipercepat Ma! Karna investor yang ingin Dafa temui akan keluar negeri besok jadi dia mempercepat meeting nya Ma!" sahut Dafa.


"Ohhh... Ya udah, sarapan dulu!" ucap Mama Nesa karna Dafa masih asik mengotak atik laptop yang ada di hadapannya.


"Iya Ma," sahut Dafa dan mematikan laptopnya.


"Sebulan sebelum kamu UN, restoran sama kantor Mama yang urus!" seru Mama Nesa saat mereka sudah selesai sarapan.


"Dafa aja Ma yang urus! Mama di rumah aja, istirahat atau ke mall belanja atau ketemu teman-teman Mama!" sahut Dafa menolak.


"Keputusan Mama sudah bulat, gak boleh dibantah! Lagiankan cuman sebulan, nanti setelah kamu selesai UN, perusahaan dan restoran kamu yang urus lagi!" seru Mama Nesa tidak ingin dibantah.


"Iya Ma," sahut Dafa tidak lagi membantah perkataan mamanya.


"Dafa berangkat dulu ya Ma!" ucap Dafa dan mencium tangan mamanya.


"Iya, hati-hati di jalan! Jangan ngebut!" sahut Mama Nesa.


"Oke bosku!" ucap Dafa dengan tertawa dan berlalu pergi.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


Dafa sekarang sedang berada di ruang kerjanya, satu jam yang lalu meeting sudah selesai dan sekarang sudah waktunya makan siang. Dafa berjalan keluar kantor, menuju cafe yang ada di seberang kantor. Saat Dafa sampai di cafe itu, Dafa melihat wanita yang selama ini di rindukannya. Mata mereka bertemu dan Dafa mematung di tempat saat wanita itu menatap ke arah Dafa. Saat tersadar dari lamunannya Dafa tersentak kaget karna wanita itu sudah berada di hadapannya.


"Fa!" panggil wanita itu sambil tersenyum manis.


Jangan lupa tambahkan ke favorit❀, like, vote dan tinggalkan jejak. Semangat dan saran dari kalian sangat membantu😊


Semoga kalian sukaπŸ’•


Mohon maaf kalau ada banyak typo dan di part ini gak panjang karna author punya alasan tersendiri😊


Terima kasih😊