
Di rumah keluarga Mahendra
Saat sampai di rumah Dafa langsung memarkirkan motornya di tepat parkir khusus keluarga. Saat Dafa melewati ruang keluarga terdengar suara seorang wanita paruh baya memanggil namanya.
"Dafa! Dafa! Dafa!" ucap wanita paruh baya itu.
Dafa terus berjalan menuju kamarnya tanpa menghiraukan panggilan wanita paruh baya itu, bahkan dia tidak menoleh sedikitpun seakan-akan tidak ada orang di tempat itu.
Tokk...tokk..tokk...
"Dafa, buka pintunya sekarang! Mama mau bicara sama kamu" ucap Mama Nesa, mamanya Dafa.
Sudah berulang kali Mama Nesa memanggil Dafa dan mengetuk pintu kamarnya.
Namun, tidak ada sahutan dari dalam kamar itu, yang membuat Mama Nesa pergi dari depan pintu kamar berwarna abu-abu itu.
****
Di dalam kamar
Dafa sedang duduk di kursi balkon yang ada di kamarnya, yang menghadap ke arah taman belakang yang membuatnya teringat kenangan manis dan pahit yang ada di taman itu. Dia sedang menyesap rokok karna pikirannya sangat kalut dan memori masa lalu nya kembali berputar ditambah saat pulang dia melihat keberadaan wanita paruh baya yang selama ini selalu menyalahkannya atas kejadian buruk yang menimpa keluarganya dulu dan selalu mengatakan kalau Dafa hanyalah pembawa sial bagi keluarganya.
Sebenarnya Dafa adalah orang yang baik, hangat kepada keluarga dan sangat lembut, apa lagi terhadap wanita. Dia juga bukan seorang perokok. Tapi, karna masa lalunya yang telah mengubah seluruh kepribadiannya menjadi sangat dingin sedingin es dan bisa bertindak kejam.
******
Di SMA Wijaya
Dafa baru saja sampai di parkir sekolah. Saat dia berjalan menyusuri lorong dia berpapasan dengan Ria. Saat melihat Ria ke ingin tahuannya tentang Ria semakin bertambah apa lagi saat Dafa teringat kejadian beberapa hari yang lalu di kantin sekolah.
Flashback on
Bruuush.....
"Eh sorry, sengaja" ucap Zahwa dengan ekspresi menantang.
"Awas aja ya kalo loe masih berani deket-deket sama David, loe akan nanggung akibatnya yang lebih dari ini dan gue tau tentang rahasia keluarga loe itu. Jadi ingat baik-baik loe gak boleh deket-deket sama David karna dia cuman milik dan hanya akan jadi milik gue seorang" ucapnya lagi.
Sedangkan teman-temannya tertawa lebih tepatnya menertawakan Mia yang hanya diam saat diejek oleh Zahwa.
Tasya diam karna kaget sedangkan Mia, wajahnya sudah merah karna harus menahan rasa malu dan amarahnya yang sudah bercampur menjadi satu. Dan Ria dia sudah mengepalkan tangannya karna dia sudah tersulut emosi karna ucapan dari Zahwa.
Apa yang baru saja terjadi membuat Ria tidak bisa menahan emosi nya, apa lagi saat orang-orang yang disayanginya dalam masalah. Tanpa pikir panjang Ria langsung menjambak rambut Zahwa hingga rontok karna cengkraman yang sangat kuat. Zahwa hanya meringis kesakitan sambil menangis dan ikut terseret saat Ria melawan anak buah Zahwa yang ingin membantunya. Tetapi itu percuma saja karna kekuatan Ria bertambah dua kali lipat saat dia marah dan dia juga sudah memiliki sabuk hitam.
Sebelum terjadinya perkelahian itu Dafa dan Raka sudah berada di kantin di kursi pojok. Dan Dafa kagum melihat aksi Ria yang membela sahabatnya habis-habisan tanpa memikirkan apa yang akan terjadi pada dirinya selanjutnya.
"Berhentiii!!" teriak Bu Susi seorang guru BK.
Saat mendengar teriakan dari Bu Susi Ria berhenti mengamuk tetapi tangannya masih mencengkram rambut Zahwa.
"Ria, sekarang juga kamu ke ruangan saya!" ucap Bu Susi.
Kalian pergi ke uks untuk berobat! Dan kamu bersihkan pakaianmu!" ucapnya lagi pada Zahwa dan kedua anak buahnya, Tasya, dan Mia.
"Bersihin gih baju loe! Tasya bantuin Mia bersihin bajunya!" ucap Ria.
"Kalian gak usah khawatir gue baik-baik aja. Entar kalian tunggu gue di kelas aja gak usah nyusul ke ruang BK" ucapnya lagi.
"Tap..."ucapan Mia terhenti saat Ria menatapnya dan meletakkan jari telunjuknya ke bibir dan tersenyum yang menandakan bahwa dia akan baik-baik saja.
"Gue pergi dulu" ucap Ria pada Tasya dan Mia.
Di ruang BK
Tokk...tokk..tokk..
"Ya, masuk!" sahut seseorang dari dalam.
"Ria Reynalda paula, ini sudah panggilan kedua dengan kasus yang sama" ucap Bu Susi dengan muka yang sudah memerah karna menahan amarahnya.
"Kamu akan diskors selama 3 hari kedepan dan sekarang saya akan mengirimkan surat panggilan orang tua ke rumah mu" ucapnya lagi.
"Apa ada lagi bu? Kalau tidak ada saya permisi" ucap Ria acuh tak acuh.
"Hmm, kamu boleh kembali ke kelas" ucap Bu Susi.
Ria langsung beranjak dari duduknya dan pergi ke kelas menemui sahabatnya. Tanpa diketahui ada seseorang yang menguping pembicaraan Ria dan Bu Susi.
"Kau memang benar-benar mirip dengannya" ucap orang itu.
flashback off
***jangan lupa tambahkan ke favorit❤, like, vote dan tinggalkan jejak. Semangat dan saran dari kalian sangat membantu😊
mohon maaf kalau ada banyak typo😊***