My sister my love

My sister my love
8. MSML8



Di Rumah Keluarga Hendrico


Ceklek


"Njirrrrrrr....setannn, setan? Hwuaaa........"


"Aaaaaaaaaa......"


Brukkkk


Dika kaget saat membuka pintu kamarnya. Dia melihat sesosok perempuan berwajah putih pucat, berambut panjang yang terurai, memakai baju putih dan tangan yang mengepal tepat di depan wajahnya. Karna kaget Dika berteriak histeris dan membanting pintu kamarnya. Tapi, Dika merasakan ada hal yang menjanggal. Saat dia berteriak tadi, dia mendengar suara teriakan juga.


Karna rasa penasaran, Dika kembali membuka pintu dan mendapati perempuan itu masih berdiri di hadapannya. Dika merasa kalau dia mengenali perempuan itu.


Satu detik....


Dua detik....


Tiga detik....


"ALICE!" teriak Dika dan langsung memeluk perempuan yang ada di hadapan nya itu.


"Kapan pulang? Kenapa kau tidak memberitahu kakak? Bagaimana sekolahmu? Apakah kau senang tinggal di sana? Aku sangat kesepian tanpamu!" ucap Dika beruntun setelah dia melepas pelukannya dari adiknya.


Alice Leota Hendrico adalah anak kedua dari Bram Hendrico dan Almira Greta. Memiliki kulit putih bersih, rambut lurus dan wajah yang sangat cantik. Dia tinggal bersama neneknya di Negara Z sejak masuk sekolah menengah pertama, sedangkan orang tua dan kakaknya tinggal di negara L.


"Dan apa yang ada di muka mu itu? Kayak setan aja!" ucap Dika menyelidik.


"Ini masker kak!" ucap Alice cengengesan karna memakai masker di siang bolong.


Alice memiliki sifat yang baik dan agak bar-bar.


"Aku sampai di bandara tadi pagi, dan aku ingin memberikan surprise untukmu, jadi aku tidak memberitahukan kepulanganku" jawab Alice.


"Sekolah ku baik-baik saja dan aku senang di sana karna aku banyak mendapatkan teman-teman baru yang baik dan ramah" jawab Alice lagi.


"Aku sangat merindukanmu kak!" ucap Alice dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


Dan terjadilah drama di antara kakak beradik itu.


"Dika! Alice! Cepat kemari!" teriak Mama Mira dari dapur.


"Iya Ma!" teriak Dika dan Alice secara bersamaan.


Dan mereka turun menemui Mama Mira yang sedang berada di dapur.


"Ada apa Ma?" tanya Dika saat dia berada di dekat Mama Mira.


"Kamu ajak Alice jalan-jalan gih!" ucap Mama Mira.


"Ajak kemana Ma?" tanya Dika.


"Kak! Ke rumahnya kak Ria aja! Aku pengen ketemu sama dia!" sahut Alice dengan wajah yang berbinar.


"Iya! Ke rumah Tante Lusi aja! Udah lama kamu gak ke situ" sahut Mama Mira menimpali.


"Oke Ma!" ucap Dika.


"Ya udah, aku siap-siap dulu ya kak!" ucap Alice lalu berjalan menuju kamarnya yang terletak di lantai dua, di samping kamar Dika.


Dika mengejar adiknya dan mensejajarkan langkah mereka.


"Kak! Kita perginya naik motor atau mobil?" tanya Alice pada Dika.


"Naik motor aja!" sahut Dika.


"Jangan lupa tu masker dilepas, jangan dipake kalau mau pergi, entar orang kira aku yang sangat tampan ini lagi boncengan ama setan" ucap Dika bergidik ngeri.


"Idih! Sok ganteng kamu kak!" ucap Alice memutar bola matanya jengah.


"Emang ganteng kan!" ucap Dika sambil tertawa.


"Narsis mode on" gumam Alice.


"Tida ada apa-apa!" ucap Alice berkilah.


"Oh! Tapi aku emang ganteng banget!" ucap Dika tertawa.


"Terserah!" ucap Alice lalu masuk kedalam kamarnya karna mereka sudah berada di ambang pintu kamar Alice dari tadi.


*****


Tokkk...tokkk...tokkk....


"Iya kak! Tunggu!" teriakan dari dalam kamar.


"Cepet napa! Njirrr lama banget sih keluarnya!" ucap Dika yang terus menggedor pintu kama adiknya.


Ceklek


"Udah! Ayo!" ajak Alice yang langsung berjalan melewati Dika yang sudah sangat kesal, lalu dia berjalan menyusul adiknya dengan mulut yang komat kamit karna menggerutu dan Dika semakin kesal karna Alice mengabaikan gerutuannya itu.


"Ma! Kita pergi dulu ya!" pamit Alice pada Mama Mira.


"Iya! Hati-hati ya! Dika jangan ngebut-ngebut ya!" pesan Mama Mira pada kedua anaknya.


"Iya Ma! Kita pergi dulu ya!" ucap Dika.


"Lice kalau kakak kamu ngebut, bilang sama Mama ya!" ucap Mama Mira.


"Oke! Laksanakan!" ucap Alice sambil meletakkan tangannya di jidat seperti hormat.


****


Di Rumah Keluarga Paula


Dafa dan Bunda Lusi sudah terlihat sangat akrab, mungkin karna pembawaan diri Dafa yang sopan dan asik di ajak ngobrol atau karna kecerewetan Bunda Lusi yang membuat mereka akrab.


"Tant! aku mau minta izin ngajak Ria pergi ke pantai akhir pekan ini!" ucap Dafa yang ingin pergi bersama Ria atas izin dari orang tuanya.


"Berdua aja?" tanya Bunda Lusi.


"Sama Dika, Raka, Tasya dan Mia tant!" sahut Dafa.


"Iya! Tante izinin tapi jagain Ria ya! Takutnya jiwa barbarnya mode on!" ucap Bunda Lusi sambil tertawa.


"Tapi jangan pulang malem!" ucap Bunda Lusi serius.


"Siap, laksanakan!" ucap Dafa dengan mengangkat tangannya ke jidat sperti orang hormat dan itu mengundang tawa dari kedua manusia beda usia itu dan tanpa mereka sadari sudah ada seseorang yang baru saja datang menghampiri mereka.


"Seru banget! Lagi ngomongin apa sih?" tanya Ria dan dia langsung duduk di sofa sebelah Bunda Lusi.


"Bunda jangan jelek-jelekin aku di depan Dafa ya!" ucap Ria lagi.


"Bunda gak jelek-jelekin kamu tapi Bunda lagi muji kamu! Iyakan Fa?" ucap Bunda Lusi.


"Iya! Bunda bilang yang baik-baik kok tentang kamu!" ucap Dafa membenarkan perkataan Bunda Lusi.


"Bagus deh!" ucap Ria sambil tersenyum.


Tap....tap....tap....


Terdengar suara langkah kaki yang mendekat ke arah ruang tamu yang di tempati Dafa, Ria, dan Bunda Lusi. Saat mendengar gumaman orang itu atensi mereka teralihkan dan tertuju pada orang yang mendekati mereka.


"Selamat Sore semua!" ucap laki-laki yang baru saja bergabung di ruang tamu.


Yang berjalan mendekat ke arah ruang tamu itu adalah seorang laki-laki yang sangat tampan, memiliki kulit yang putih bersih, badan tegap, mata yang indah dan masih sangat muda, umurnya berkisaran 18 tahun.


Jangan lupa tambahkan ke favorit❤, like, vote dan tinggalkan jejak. Semangat dan saran dari kalian sangat membantu😊


Semoga kalian suka💕


Mohon maaf kalau ada banyak typo😊