My sister my love

My sister my love
3. MSML3



Dafa terus berjalan menyusuri lorong sekolah sampai dia berada di depan kelas pikirannya masih tertuju pada Ria. Saat Dafa sudah dekat dengan kursinya, ada seseorang yang menepuk punggungnya yang membuat dia tersadar dari lamunannya.


"Hei bro, tumben loe datang ke sekolah pagi gini biasanya loe datang udah hampir bel masuk" ucap Raka yang tidak percaya kalau Dafa datang ke sekolah lebih pagi dari biasanya.


"Berisik loe" ucap Dafa, beranjak keluar kelas.


"Mau kemana loe?!" teriak Raka dan mengejar Dafa dengan setengah berlari karna Dafa sudah pergi dari tadi.


"Mau kemana loe?" ucap Raka saat meraka sudah jalan berdampingan.


"Ke kantin" ucap Dafa singkat dan dingin.


Raka hanya diam karna dia tau pasti terjadi sesuatu lagi pada Dafa karna Dafa tidak akan bersikap dingin kepada sahabatnya jika pikirannya tidak kalut.


Saat berjalan menuju kantin sudah banyak pasang mata yang menatap mereka terutama para siswi.


"Yayang gue lewat"


"Oppa Dafa love you"


"Babang Raka, aku padamu"


"Makin hari makin ganteng"


Itulah yang selalu didengar oleh Dafa saat dia melewati lorong kelas. Tapi, Dafa selalu tidak menghiraukan semua itu, dia terus saja berjalan dengan sikap dinginnya. Hal yang wajar bukan kalau seorang the most wanted seperti Dafa memiliki banyak fans ditambah dia sedang bersama Raka seorang ketua tim basket yang juga tidak kalah tampan yang diidam-idamkan oleh para wanita. Mungkin hampir semua sisiwi di SMA Wijaya mengagumi mereka berdua kecuali tiga cewek yang terkenal cuek dan judes, siapa lagi kalau bukan Ria, Tasya, dan Mia.


Saat sampai di kantin Dafa langsung duduk di kursi pojok tempat biasanya. Sedangkan Raka dia pergi membeli makanan untuk dirinya dan Dafa.


Drrttt...drrttt...drrttt


Dafa langsung merogoh saku celana nya karna benda pipih milik nya sedang bergetar yang menandakan ada yang menghubunginya. Setelah mengetahui siapa yang sedang menghubunginya Dafa langsung menggeser tombol berwarna hijau pada benda pipih miliknya.


"Ya, ada apa?" ucap Dafa langsung saat panggilan sudah tersambung.


"........."


"Baiklah, aku akan menemui mu sore ini di cafe biasanya" ucap Dafa pada seseorang diseberang sana.


Tutt...tutt...


Dafa langsung mematikan sambungan telpon itu karna tidak akan ada yang ingin di bicaran lagi.


"Gue akan segera mengetahui tentang loe sore ini" gumam Dafa sambil tersenyum.


Dan kebetulan ada sisiwi yang melewati meja Dafa, saat melihat senyuman dari Dafa mereka langsung salah tingkah, padahal Dafa tersenyum kearah siswi itu tapi karna dia akan mengetahui kehidupan seseorang yang sangat mirip dengan orang yang sangat disayanginya. Tidak lama Raka datang dengan nampan berisikan makanan.


"Nggak sibuk gue, kenapa?" tanya Raka langsung karna pasti ada sesuatu yang penting.


"Entar sore loe ikut gue ke cafe biasanya!" ucap Dafa.


Raka hanya menganggukkan kepalanya tanpa menjawab karna makanannya belum habis.


*****


Sore harinya, di cafe blue love


Dafa sedang duduk di kursi pojok cafe bersama dengan Raka, mereka sedang menunggu seseorang. Tak lama orang yang mereka tunggu datang.


"Hai bro, apa kabar?" ucap orang itu pada Dafa dan Raka sambil duduk di kursi kosong di antara Dafa dan Raka.


"Kita baik, loe apa kabar?" ucap Raka bukan Dafa.


"Seperti yang loe lihat" ucap orang itu sambil tersenyum yang menampilkan wajah manisnya.


"Apa info yang loe dapat sampe-sampe loe minta ketemu hari ini juga?" kali ini Dafa yang bersuara.


"Sabar napa! Temen baru datang bukannya disuruh minum dulu malah diajak serius" ucap Dika dengan cemberut.


"Jijik gue liat muka loe" ucap Dafa bergidik ngeri sekaligus merasa geli. Dan itu mengundang tawa mereka bertiga.


Orang yang ingin di temui oleh Dafa adalah Dika salah satu sahabatnya. Dafa memiliki dua sahabat yaitu Raka dan Dika. Setelah lulus sekolah menengah pertama Raka dan Dafa melanjutkan pendidikannya di sekolah yang sama, sedangkan Dika dia melanjutkan pendidikannya di SMA Pradipa yang juga merupakan salah satu sekolah elite di kotanya. Walaupun mereka tidak satu sekolah lagi, mereka tetap bersahabat baik.


Setelah mereka selesai makan, baru lah Dika menjelaskan informasi yang dia dapat kepada Dafa, meskipun sebelumnya mereka berdebat hanya karna Dafa yang tidak sabar ingin mengetahui apa yang ingin diberitahukan Dika. Sedangkan Dika, dia bersikeras ingin makan terlebih dahulu sebelum menceritakan semuanya dengan jelas karna cacing diperutnya sudah demo ingin diberi makanan.


Setelah selesai menjelaskan semuanya Dafa meminta Dika untuk pindah ke sekolah yang sama dengannya. Dan itu tidak luput dari perdebatan lagi karna sikap seenaknya Dafa terhadap Dika yang membuat Raka pusing bagaimana mengatasi mereka berdua yang selalu berdebat seperti itu. Dan pada akhirnya Dika pun kalah debat dengan Dafa yang membuatnya benar-benar pindah ke sekolah yang sama dengan Dafa dan Raka.


Alasan Dika kenapa dia tidak mau pindah sekolah karna dia akan dicincang habis oleh papanya karna pindah sekolah, yang menjadi masalah bukanlah biaya sekolah tetapi karna Dika yang ngotot mau melanjutkan sekolah di SMA Pradipa sedangkan papanya mau Dika sekolah di SMA Wijaya, dan Dika harus berjuang untuk membujuk papanya agar mengizinkannya, bahkan dia nekat mogok makan dan akhirnya papanya menyetujui keinginannya. Tapi semua perjuangannya akan sia-sia karna Dafa.


Jangan mengira kalau Dika itu memiliki sifat cewek, dia adalah seorang cowok normal dan memiliki sifat tidak jauh berbeda dengan Dafa kalau berada dimana saja kecuali dengan orang tua dan sahabatnya, sifatnya akan berubah 180° dari biasanya.


"Emang temen k*mpr*t" gerutu Dika.


"Nyesel gue bantuin si Dafa" gerutu Dika lagi tidak terima karna sikap seenaknya Dafa yang membuat perjuangannya sia-sia, bahkan dia tidak henti-hentinya menggerutu dan menyumpah serapahi Dafa sampai pulang ke rumah.


*J**angan lupa tambahkan ke favorit❤, like, vote dan tinggalkan jejak. Semangat dan saran dari kalian sangat membantu😊*


Mohon maaf kalau ada banyak typo😊