
"Bisa dong! Ga ada aturan yang melarang lempar pertanyaan!" sahut Ria.
"Darenya untuk Bang Irwan adalah....." ucap Ria sambil tersenyum jahil.
"Rasakan kau Bang!" seru Tasya.
"Jangan kasih ampun Ri!" seru Mia.
"Kasih yang susah kak!" seru Alice.
"Keluarkan kebarbaran loe!" seru Dika.
"Wkwkwkwk... Panas-panas, kompor lagi berapi-api" seru Raka heboh.
"Nj*rrr... Kalian para ciwi ngomporin aja bisa nya!" sahut Irwan kesal.
"Awokawok, sabar aja!" ucap Dafa tertawa puas.
"Sialan loe!" ucap Irwan kesal.
"Dare dari ku buat Bang Irwan adalah joget," ucap Ria.
"What!!" ucap Irwan kaget.
Seketika mereka semua tertawa terpingkal-pingkal.
"Bang Irwan joget harus dengan ekspresi sesuai lagu, yang nyanyi lagu nya gue sama Dafa, yang main gitarnya Dika, yang videoin Raka, Tasya, Mia, dan Alice di ambil dari beberapa angel!" ucap Ria.
"Kalau sudah selesai, hasil videonya di upload di status wa!" ucap Ria lagi.
"Nj*rrr... Bikin malu!" ucap Dika tertawa.
"What!!" ucap Irwan kaget.
"Yang lain lah Ra!" ucap Irwan memelas.
"Gak mau, ayo cepetan!" ucap Ria.
"Lagu apa Ri!" tanya Dafa.
"Lagu Waktu Yang Salah-Fiersa Besari!" sahut Ria.
"Oke!" seru mereka menimpali.
"Siap ya Bang!" ucap Ria.
"Hmmm," sahut Irwan.
"Yang lain udah siapkan?" tanya Ria.
"Siap!" sahut mereka secara bersamaan.
"Oke, mulai!" ucap Ria.
Dika langsung memainkan gitarnya, Irwan mulai joget, Ria dan Dafa menyanyi, sedangkan yang lain mulai merekam.
Jangan tanyakan perasaanku
......
......
Di waktu yang salah
Saat lagu selesai mereka langsung tertawa terbahak-bahak karna melihat penampilan Irwan.
"Puas kalian!" seru Irwan dengan muka yang sudah merah karna harus menahan malu dan emosi.
"Udah! Cepet bikin status di wa!" ucap Ria.
"Nih! Udah!" sahut Irwan sambil memperlihatkan layar hpnya kepada Ria.
"Oke, permainan selesai karna sudah jam 12.00 malam! Sekarang tidur!" ucap Ria.
"Nj*rrrr... Dika sama Raka gak di kasih dare?" sahut Irwan tidak terima.
"Mereka berdua entar aja! Besokkan kita harus pergi ke pantai! Jadi tidur sekarang!" ucap Ria dan beranjak dari duduknya.
****
Keesokan harinya, Ria, Dafa, Dika, Mia, Tasya, Raka, Irwan dan Alice sudah siap untuk pergi ke pantai. Dan mereka sedang berkumpul di rumah Ria setelah tadi pagi pulang ke rumah masing-masing untuk mempersiapkan ke pergian mereka.
"Kita pamit ya Bun, Yah," ucap Ria berpamitan pada orang tuanya dan di ikuti oleh yang lain.
"Hati-hati! Kalau ada sesuatu kabari kami!" seru Ayah Ferdi.
"Pulangnya jangan terlalu malam ya!" ucap Bunda Lusi karna mereka pergi saat sore hari dengan alasan ingin melihat sunset di pantai dan mereka pergi menggunakan satu mobil.
"Iya Bun, Yah," sahut Ria.
"Kita pergi dulu, dahhh!!" ucap mereka bersamaan dan melaimbaikan tangan.
"Dahhh!!" sahut Bunda Lusi dan Ayah Ferdi.
****
Pantai
Saat mereka sudah sampai, Ria dan Mia langsung berlari ke arah tepi pantai dan ombak sedang tenang, jadi Ria dan Mia bisa berlarian kesana kemari seperti anak kecil, berbeda dengan Tasya dan Alice, mereka berjalan dengan santai dan bergaya karna mereka termasuk golongan wanita feminim. Sedangkan Dafa, Raka, Dika dan Irwan membawa barang yang mereka bawa.
Dika sedang bermain gitar dan bernyanyi bersama Tasya, Raka, dan Alice. Sedangkan Dafa sedang memperhatikan Ria yang terlihat sangat bahagia.
"Loe suka sama adek gue ya?" ucap Irwan secara tiba-tiba.
"Hah?" ucap Dafa tersentak kaget.
"Kalau loe beneran suka sama dia perjuangin dia," ucap Irwan lagi.
"Maksudnya?" tanya Dafa masih tidak mengerti apa maksud dari perkataan Irwan tersebut.
"Loe harus cepat sebelum ada yang mendahului loe," ucap Irwan tanpa menggubris pertanyaan dari Dafa.
"Gue yakin loe suka sama dia! Dan loe akan jagain dia," ucap Irwan lagi.
"Gue tau apa yang harus gue lakukan," ucap Dafa tersenyum.
"Gue percaya sama loe! Jaga dia dan jangan sakiti dia," ucap Irwan sambil menepuk punggung Dafa dan pergi menjauh.
"Ria! Mia!" ucap Irwan saat dia sudah berada di dekat kedua perempuan itu.
"Ada apa?" sahut Ria.
"Ayo gabung sama mereka! Kita nyanyi sambil nunggu sunset!" ucap Irwan.
"Ayo!" sahut Mia dan beranjak dari duduk nya dan diikuti oleh Ria dan Irwan, karna dia dan Ria sedang duduk di tepi pantai dengan kaki yang menyentuh air laut.
Mereka bernyanyi dan terkadang mengambil foto selfi untuk kenang-kenangan. Dan tiba lah saat yang di tunggu yaitu sunset.
"Ri!" panggil Dafa dengan serius.
"Iya?" sahut Ria.
"Aku mau jujur sama kamu, kalau aku cinta sama kamu dan aku gak tau sejak kapan aku mencintaimu tapi yang ku tau saat ini aku sangat mencintaimu dan aku tidak ingin menyesal karna tidak mengungkapkannya. Perlu kamu tau, saat aku mendengar pernikahan mu, hatiku terasa begitu hancur, dan aku merasakan ada sesuatu yang menusuk hatiku. Awalnya aku ragu, apa yang sedang aku rasakan, apakah aku mencintaimu? Atau aku hanya sekedar mengagumimu. Tapi sekarang aku yakin kalau aku memang mencintaimu. Jadi mau kah kamu menjadi kekasihku, calon ibu dari anak-anak ku, dan menjadi pendamping hidup ku?" ucap Dafa menggenggam tangan Ria dengan perasaan yang nano-nano.
Sedangkan Tasya, Mia, Alice, Dika, Irwan dan Raka hanya diam karna mereka tidak ingin mengganggu suasana yang sangat romantis itu, dan mereka sangat terharu menyaksikan itu semua.
Sedangkan Ria, dia menatap begitu lekat pada manik mata Dafa, mulutnya seperti terkunci dan tidak bisa berkata-kata karna terkejut dengan apa yang Dafa lakukan.
"Bagaimana?" tanya Dafa lagi karna tidak mendapat jawaban dari Ria.
"Aku gak bisa," ucap Ria.
Saat mendengar jawaban dari Ria Dafa menjadi lemas dan hatinya begitu hancur saat mendengar penolakan yang Ria berikan.
Jangan lupa tambahkan ke favorit❤, like, vote dan tinggalkan jejak. Semangat dan saran dari kalian sangat membantu😊
Semoga kalian suka💕
Mohon maaf kalau ada banyak typo😊
Terima kasih😊