My sister my love

My sister my love
16. MSML16



"Fa!" panggilnya.


"Hmmm... Ya ada apa?" sahut Dafa gugup karna dia baru bisa berbicara lagi dengan wanita ini setelah hampir setahun lamanya.


"Bisa bicara sebentar?"


"Iya,"


Mereka berjalan menuju meja yang di tempati oleh wanita itu.


"Maafin aku Fa!" ucap wanita itu saat mereka sudah sampai di meja yang di tempatinya tadi.


"Maaf buat apa?"


"Karna aku gak bisa bujuk Bang Irwan,"


"Gapapa Ra, aku minta maaf ya karna udah nyakitin kamu,"


"Iya Fa, gapap kok,"


"Gapapa nih kita ketemu kayak gini?" tanya Dafa karna dia tidak melihat keberadaan Irwan.


"Gapapa kalau Bang Irwan gak liat,"


"Hmmm... Ikut aku!" ucap Dafa.


"Kemana?"


"Kamu ingat, saat di telpon aku bilang aku ingin mengajak mu ke suatu tempat!"


"Telpon? Kapan?"


"Malam sebelum kejadian aku menarik tanganmu!"


"Hmmm," ucap Ria sambil mengingat ingat.


"Ohh aku ingat," ucapnya lagi.


"Ayo!" ajak Dafa.


Mereka berdua pergi menggunakan mobil Dafa menuju tempat yang dimaksud. Saat di perjalanan suasana hening tidak ada yang membuka suara, sampai mobil Dafa berhenti di parkiran sebuah restoran mewah.


Mereka masuk ke restoran itu dan di perlakukan sangat baik bahkan Ria bingung karna semua pegawai menundukkan kepala mereka saat dia dan Dafa melewati mereka.


Makanan langsung datang saat Dafa dan Ria baru saja duduk di salah satu meja, itu membuat Ria bingung karna setiap dia pergi ke restoran, dia tidak pernah di perlakukan seperti ini, padahal restoran tersebut terkenal dengan makanan yang enak dan pelayanan terbaik.


Saat mereka sedang makan, Ria melihat Irwan masuk ke restoran tersebut.


"Fa! Ada bang Irwan!" ucap Ria.


"Mana?" tanya Dafa kaget.


"Itu," ucap Ria sambil melihat ke arah Irwan.


Dafa mengikuti arah pandangan Ria dan benar saja, Irwan juga berada di sana.


"Ayo kita pergi sekarang!" ucap Dafa menggenggam tangan Ria.


-------------------------------------


Author : Mencari kesempatan dalam kesempitan ya Dafa! Awokawok


Dafa    : Sttt...


Dafa    : jan ganggu gue thor


--------------------------------------


Dafa dan Ria pergi dari restoran itu, saat mereka berada di ambang pintu, Ria menoleh kebelakang untuk memastikan Irwan tidak melihat mereka tapi Ria tidak melihat keberadaan Irwan di mejanya.


"Fa kok bang Irwan gak ada ya?" tanya Ria sambil menepuk-nepuk tangan Dafa dan Dafa menoleh ke arah meja yang Irwan tempati tadi.


"Ekhemm," terdengar ada seseorang yang berdehem di dekat Ria dan Dafa.


Saat mendengar itu, ada rasa cemas pada diri mereka berdua, mereka menoleh ke asal suara dengan perlahan. Saat mereka sudah melihat orang yang berdehem itu mereka berdua tersentak kaget dan badan mereka seketika membatu.


1 detik...


2 detik...


3 detik...


"Eh, ada bang Irwan!" ucap Ria cengengesan.


'Sialan kenapa gue gak kepikiran makan di ruangan gue aja,' gumam Dafa dan itu bisa di dengar Ria dan membuatnya bingung sekaligus penasaran.


"Apa kata loe?" tanya Irwan pada Dafa.


"Tidak ada," jawab Dafa santai dengan ekspresi sangat dingin.


"Berani ya kalian bertemu setelah gue pisahin hampir setahun lama nya," ucap Irwan lagi.


"Ria ayo pulang!" ajak Irwan dan dia ingin menarik pergelangan tangan Ria, tapi sebelum Irwan menarik pergelangan tangan Ria, Dafa lebih dulu menghempaskan tangan Irwan dari pergelangan tangan Ria.


"Ini kesalahan gue bukan kesalahan dia dan loe akan nyakitin dia dan melakukan hal yang sama seperti gue saat kejadian setahun yang lalu," ucap Dafa dengan meninggikan suara nya.


Saat mendengar perkataan Dafa, Irwan tersenyum kecut.


"Terserah gue lah mau gimana, dia itu adek gue, apa hak loe mau larang gue?" tanya Irwan dengan meninggikan suara nya juga.


Bukk...


Dafa langsung memukul Irwan dengan sangat keras tepat di sebelah pipi kirinya dan itu membuat Irwan tersungkur ke lantai.


Saat Dafa ingin mendekati Irwan, Ria langsung memeluk Dafa agar dia tidak memukul Irwan lagi. Security datang dan membantu Irwan bangun.


"Bawa dia ke ruangan saya!" perintah Dafa pada security itu.


"Baik tuan," jawabnya.


Ria semakin dibuat bingung dengan situasi yang seperti ini.


'Apakah Dafa bekerja di restoran ini? Apakah jabatannya sebagai manager? Tapi tidak mungkin restoran mewah kelas atas mau mempekerjakan seseorang yang bahkan belum lulus SMA!' pikir Ria.


Pertanyaan demi pertanyaan muncul di dalam pikiran Ria dan dia tidak menemukan jawaban dari semua pertanyaannya itu.


🍃🍃🍃🍃🍃



Sesuai janji, di eps 16 author bakalan kasih visual dari Dafa dan Ria. Jika menurut kalian visualnya tidak sesuai dengan yang kalian inginkan atau yang kalian bayangkan selama ini, kalian bisa terus bayangin visual yang kalian inginkan baik kalian sendiri yang jadi salah satu tokoh atau artis yang kalian sukai menjadi tokohnya, karna setiap orang beda-beda.


Jangan lupa tambahkan ke favorit❤, like, vote dan tinggalkan jejak. Semangat dan saran dari kalian sangat membantu😊


Semoga kalian suka💕


Mohon maaf kalau ada banyak typo😊


Terima kasih😊