
Dari dalam retakan dimensi yang muncul disebuah tempat, keluarlah Ashborn dalam wujud rohnya.
"Tempat apa ini ?"
Ashborn berkata dengan bingung karena tempat yang dia datangi hanyalah sisa sisa bangunan yang hancur.
Tempat ini mirip seperti bangunan romawi pada jaman dulu, ada juga pilar pilar yang hancur walaupun beberapa tetap berdiri dan sebuah altar kecil.
Ashborn dengan pelan berjalan kedepan menuju altar itu dan berhenti disebuah prasasti yang dibentuk layaknya buku.
Ashborn menyapu beberapa batu dan daun yang menutupi tulisan prasasti itu dan melihatnya, tulisan pada prasasti itu bukan tulisan bumi yang artinya ini adalah tulisan asing yang belum pernah Ashborn ketahui.
"Sistem, bisa kau terjemahkan tulisan ini"
< Baik >
< Memulai analisis >
Sistem segera menscan prasasti itu dan perlu waktu hampir 10 detik agar sistem dapat menerjemahkan tulisan pada prasasti.
< Analisis selesai, apakah Host ingin membaca terjemahan prasasti ini Yes/No ? >
"Yes"
< Diterima, menampilkan terjemahan tulisan >
< Didalam bagian paling ujung dari dunia, terdapat sebuah pohon suci yang berdiri. Mereka yang melindungi pohon suci akan dianugerahkan hadiah yang besar, namun seseorang yang abadi akan tetap mati >
"Apa maksudnya ini ?"
Ashborn memegang dagu sambil berpikir apa arti dari tulisan itu, tapi selagi berpikir wilayah tempat Ashborn berpijak mengalami getaran yang tidak terlalu kuat.
Ashborn tidak terlalu terkena dampak itu dia hanya berdiri tegak namun beberapa pilar roboh akibatnya.
"Apa itu ?"
< Itu adalah getaran yang diakibatkan oleh sesuatu >
"Berarti bukan fenomena alam"
< Ya >
Ashborn melihat sekeliling dan berjalan menuju kedepan bangunan, ketika didepan bangunan yang jalan masuknya terhalang oleh dinding bangunan.
Ashborn dengan mudah menyingkirkan dinding yang menghalangi itu dan melemparnya agak jauh dari lokasi, Ashborn melihat kedalam bangunan yang gelap gulita.
"Sistem bisa kau berikan aku [Night Vision]"
< Ya, menggunakan skill [Night Vision] >
Pengelihatan Ashborn yang awalnya gelap perlahan mulai terang, kini Ashborn dapat sepenuhnya melihat bagian dalam bangunan ini.
Tidak ada yang spesial didalam kecuali 6 pilar sebagai topangan, beberapa mayat prajurit dengan armor lengkap, kursi takhta, dan gambar gambar pada dinding bangunan.
"Sistem, analisis tempat ini"
< Baik, memulai analisis >
Selagi sistem menganalisis, Ashborn berjalan menuju para mayat prajurit yang hanya kerangka kemudian Ashborn mulai mengecek satu persatu apakah mayat prajurit itu menyimpan sesuatu seperti informasi atau apapun yang cukup berharga.
< Analisis selesai, gambar pada dinding itu memiliki informasi tentang sebuah labirin dan pohon >
< Menurut data yang saya punya, gambar pada dinding mempresentasikan sebuah pohon yang dipuja layaknya Dewa oleh orang orang disini namun terdapat beberapa gambar yang rusak sehingga saya tidak dapat menganalisis gambar tersebut >
< Tapi saya mendapat sedikit informasi yang cukup berguna >
"Apa itu ?"
< Dari beberapa gambar yang tidak jelas dan hancur terdapat beberapa bagian kecil yang masih tersisa, setelah saya analisis ternyata orang orang disini menggunakan tumbal manusia kepada sesuatu dari pohon itu >
"Begitu, oh ya sistem sebenarnya bahan yang kita cari ini"
< Tangkai Pohon Keabadian >
"Jadi yang kau maksud tadi adalah Pohon Keabadian yang kita cari"
< Bukan, saya sepenuhnya yakin itu bukan Pohon Keabadian >
"Um, aku mengerti"
Ashborn mengangguk pelan dan menggunakan skill miliknya yaitu [Shadow Monarch's Domain] dan [Shadow Extraction].
"Arise"
Ashborn melihat sekeliling dan tidak ada yang terjadi, Ashborn sekali lagi mengucapkan kata 'Arise' tapi tetap tidak ada yang terjadi.
"Sistem kenapa skill [Shadow Extraction] ku tidak bekerja"
< Itu karena jiwa dari para mayat itu telah lama hilang dan karena faktor waktu >
Ashborn hanya diam dan menghentikan skillnya kemudian berjalan menuju kursi takhta, Ashborn ingin mencoba duduk dikursi itu tapi karena bentuk rohnya terlalu besar dia mengurungkan niatnya walaupun sebenarnya Ashborn bisa melepas wujud roh miliknya.
Tapi sebuah permata diatas sandaran kursi takhta menarik perhatian Ashborn, Ashborn mendekatkan wajahnya untuk melihat permata itu lebih jelas.
Pertama itu cukup indah dimana warna adalah warna pelangi dengan 9 warna berbentuk berlian namun kedua sisinya terlihat cukup tajam dan permata tersebut ditahan oleh tiang emas dengan pola seperti sayap.
Ashborn lalu mengambil permata itu dengan perlahan dan tanpa merusak tiang yang menahan berlian itu, Ashborn memegang permata itu yang memiliki ukuran 10 cm meter dan cukup berat.
Ashborn memandangi permata itu dan sebuah cahaya mengenai salah satu warna yang ada dipermata, Ashborn menoleh kesumber cahaya dan menatap atap bangunan ini yang terlihat rapuh dan memiliki beberapa lubang kecil.
Setelah itu Ashborn kembali menatap berlian dan melihat warna merah yang diterkena cahaya matahari mengeluarkan cahaya cerah sebagai hasil dari pantulan, cahaya tersebut mengeraha kesandaran kursi takhta dan sedikit terlihat ukiran yang ditutupi debu disana.
Ashborn segera mengusap sandaran kursi takhta untuk menghilangkan debu yang menutupi ukiran setelah selesai Ashborn dapat melihat ukiran yang mana diukiran tersebut terdapat gambar kristal yang sama persis seperti digenggaman Ashborn namun kristal itu masih ditahan oleh tiang emas dan sebuah komponen lain yaitu sebuah benda dengan bentuk segi empat dengan ujung yang menjadi bagian sisi yang berada dibawah gambar kristal.
Ditengah gambar itu terdapat lubang tipis yang memiliki kedalam 1 cm selain itu bagian benda itu juga memiliki ukiran yang sama pada luarannya seperti ukiran pada tiang yang menahan kristal.
Ashborn menyipitkan matanya setelah melihat sebuah tulisan yang berada dibawah benda itu kemudian dia meminta sistem untuk menerjemahkannya.
"Sistem, tolong terjemahkan"
< Baik >
< Memulai analisis bahasa kuno >
< 1...23...57...77...84...99...100, selesai >
< Apakah Host ingin melihat terjemahan bahasa kuno ini, Yes/No ? >
"Yes"
< Diterima, menampilkan terjemahan >
< Kristal yang dibentuk oleh perasaan Dewa yang memberikan 9 warna kepada dunia tapi hanya ada 1 kunci untuk membuka pintu neraka >
'Perasaan Dewa yang membentuk 9 warna pada dunia dan hanya ada 1 kunci untuk membuka pintu neraka, apa maksudnya itu semua ?'
Ashborn kemudian termenung dan mencerna arti dibalik kata kata tersebut, Ashborn memperhatikan kristal yang ada ditangannya lalu menatap ukiran pada sandaran kursi takhta lalu kembali menatap kristal dan menatap cahaya matahari yang mengenai kristal ini.
Seperti seorang pertapa agung yang mendapat sebuah pencerahaan, Ashborn mengerti maksud dari perkataan itu langsung mengambil sebuah batu kecil yang ada didekatnya dan melempar kelangit bangunan sehingga membuat atap rubuh dan menciptakan sebuah lubang yang agak besar pada atap.
Ashborn berjalan kedepan cahaya dan menggunakan kemampuannya yaitu [Ruler's Authority], kemampuan [Ruler's Authority] adalah bentuk telekinesis yang unik bagi Penguasa dan manusia yang mereka pilih untuk diberikan kekuatannya, mengingat seberapa kuat Rulers, dengan kekuatan penuh keterampilan ini hampir seperti lubang hitam dalam potensinya.
Itu juga dapat diterapkan pada radius besar seperti yang ditampilkan ketika Jinwoo menggunakannya untuk melumpuhkan patung Arsitek dan itu tidak mengkonsumsi mana untuk digunakan.
Meskipun kuat dan serbaguna keterampilan ini tidak berpengaruh dalam pertempuran melawan lawan yang lebih unggul/kuat tapi mengingat kekuataan Ashborn yang jauh lebih kuat dibandingkan saat dia menjadi Rulers dan Monarch dikehidupan sebelumnya maka kekuatan [Ruler's Authority] sudah jauh lebih kuat namun belum menyentuh potensi maksimalnya mengingat Ashborn jarang menggunakan kemampuan magisnya dan lebih condong kedalam kemampuan bertarungan.
Kristal yang ada ditangan Ashborn segera melayang akibat telekinesis yang Ashborn gunakan dari kemampuan [Ruler Authority], Ashborn memfokuskan letak kristal tepat berada dibawah sinar matahari yang membuatnya memancarkan 9 sinar berbeda yang terdiri dari warna merah, biru, hijau, pink, oren, ungu, abu abu, kuning, dan coklat.
Setiap warna bersinar diposisi yang berlawan arah dengan warna kristalnya dan membuat pola bersegi sembilan dimana letak 3 segi berada diatas dan warna yang ada ditengah sedikit tinggi dibandingkan warna lainnya yang mana posisi mereka sejajar.
Ashborn melihat itu kemudian berpikir apa yang harus ia lakukan selanjutnya kemudian untuk mencari tahu Ashborn kembali menatap ukiran pada sandaran kursi takhta dan memperhatikan komponen yang ada dibawah gambar kriastal.
'Apakah mungkin itu komponen dari kristal itu'
"Sistem tolong kau analisis tempat ini dan cari semua petunjuk yang berhubungan"
< Baik >
< Memulai analisis, mohon untuk menunggu Host >
Ashborn kemudian menarik kristal 9 warna kearahnya dengan [Ruler's Authority] dan mengambilnya kemudian berjalan keluar dan mencari petunjuk lain selagi sistem sedang menganalisis.
Ashborn berjalan menuju salah satu pilar yang masih berdiri dan menatap ukiran pada pilarnya, ukirannya cukup aneh dan abstark sehingga sulit untuk dipahami makna apa yang ada didalam gambar.
Ashborn menatap pilar lain yang masih berdiri dan menemukan ukiran yang sama sama aneh dan abstrak namun dengan pola ukiran yang berbeda lalu Ashborn berjongkok dan menatap bagian bawah pilar.
Pada bagian bawah pilar terdapat bagian yang dicat dengan warna emas dengan ukiran pohon yang sama seperti didalam bangunan takhta.
'Mereka disini menyebut itu sebagai pohon suci tapi mengapa mereka menggunakan tumbal, ini cukup membingungkan'
Ashborn segera berdiri dan melihat daerah sekitar yang hanya ada puing puing bangunan lalu menghela nafas panjang.
< Analisis selesai >
Ashborn sedikit terkejut karena suara sistem yang telah selesai melakukan analisis lalu mendengarkannya secara seksama.
< Dari hasil analisis saya hanya mendapatkan sedikit informasi >
"Lalu apakah itu ?"
< Saya mendapat sebuah ukiran pada tengah tengah daerah ini yang dikelilingi pilar dan mempunyai mesin beroda gigi didalam tanah yang memiliki hubungan dengan altar kecil serta sebuah mayat yang telah menjadi kerangka dengan tas kecil didekatnya >
"Apakah kau tau isi dari tas itu !"
< Tidak, ketika saya ingin menganalisis isi tas tersebut terdapat semacam sihir yang menghalangi saya >
"Begitu lalu dimana letaknya ?"
< Itu ada diarah jam sembilan 9 dari arah Host >
Ashborn menatap kesebelah kiri dimana tumpukan puing puing bangunan saling menumpuk dan menciptakan gundukan kecil setinggi 4,5 meter.
Ashborn berjalan menuju tumpukan itu dan menyingkarkan puing puing bangunan seperti itu hanyalah sebuah kertas lalu Ashborn dapat melihat sebuah tangan kerangka menjulur keluar dari lubang kecil didalam puing puing bangunan.
Ashborn segera menyingkirkan semua puing bangunan dan terlihat jelas kerangka manusia dalam posisi tiarap dengan armor yang sama seperti kerangka yang ada didalam bangunan takhta dan disamping kirinya terdapat sebuah tas dengan ukuran sedang dan dari dalam tas Ashborn dapat merasakan pancaran sihir yang menganggu mana disekitarnya termasuk mana milik Ashborn sehingga sedikit bagian wujud rohnya tidak aktif dan menampakkan wujud fisik.
Ashborn mendekatkan tangan kanannya menuju tas dan pancaran sihir itu semakin kuat dan membuat fisik roh pada tangannya hampir sepenuhnya hilang dan menampakkan tangan manusianya.
Ashborn mengerutkan keningnya dan mengambil tas itu kemudian membukanya, dari dalam tas Ashborn mengeluarkan sebuah benda yang sama seperti pada ukiran sandaran takhta.
Benda itu bisa dibilang berat sekaligus tebal dan jika Ashborn perkirakan itu mencapai 50 kg atau lebih tapi karena Ashborn kuat itu tidak masalah.
Ketika Ashborn menyentuhnya seluruh wujud rohnya hilang sehingga membuat dia kembali kedalam wujud fisik.
Ashborn kemudian menatap kristal 9 warna dam benda itu lalu mendekatkan keduanya, seperti sebuah magnet kedua benda itu sedikit bergetar dan ingin menyatu tapi Ashborn tahan.
Tarikan keduanya tidak terlalu cukup kuat tapi perlahan tarikannya makin kuat.
"Sistem"
< ———— >
Panggilan Ashborn tidak direaksi oleh sistem dan hanya mengeluarkan suara kabur seperti TV sehingga membuat Ashborn berulang kali menyebutkan kata sistem tapi tepat tidak ada reaksi.
"Sistem, hey sistem ! tolong jawab aku sistem !"
< ————— >
Ashborn sedikit merasa tidak enak tapi ketika dia mengingat perkataan sistem tentang pancaran yang menghalanginya, Ashborn menebak bahwa pancaran dari benda itu membuat mana dan apapun pada sekitarnya yang berhubungan dengan energi menjadi kacau.
Ditambah bukti mana dalam diri Ashborn dan data sistem yang kacau membuat tebakan Ashborn sepenuhnya benar.
Ashborn menatap sekeliling dan berjalan menuju tengah tempat ini, setelah ditengah Ashborn menatap kedua benda yang ada ditanganya dan melepaskan kedua benda tersebut.
Keduanya melayang dimana benda emas berbentuk persegi empat melayang ditengah tengah tempat ini yang dikelilingi oleh pilar semenatara kristal 9 warna melayang dan menempatkan diri ditengah tengah benda itu.
Setelah keduanya menyatu kristal yang ada ditengah mulai mengeluarkan 9 pantulan cahaya yang berbeda warna akibat sinar matahari kemudian kristal 9 warna berputar perlahan tapi perlahan mempercepat diri.
Kristal ditengah kini berputar dengan sangat cepat dan membuat 9 pantulan warna berputar dan memberikan warna campur aduk.
Udara disekitar mulai bertiup pelan dan tak berselang lama sebuah tekanan udara yang kuat muncul dari arah kristal 9 warna dan Ashborn sedikit terdorong mundur serta membuat semua debu dan krikil dibagian bawah tempat keduanya melayang hilang seketika.
Ashborn menatap lantai dibawah kedua benda itu dan terkejut karena pada lantai itu terdapat sebuah lingakaran sihir penuh rune yang rumit 9 lingkaran yang didalamnya terdapat pola aneh seperti angka namun cukup abstark.
Setiap pola mewakili 9 angka kemudian kristal 9 warna berhenti berputar dan membuat 9 pantulan warna menyinari setiap pola dimana warna merah menganai angka 1, lalu biru angka 5, hijau angka 3, pink angka 9, oren angka 7, ungu angka 15, abu abu angka 10, kuning angka 18 dan coklat angka 0.
Tekanan angin mulai mereda dan mana sekitar mulai kembali normal, wujud roh Ashborn perlahan kembali aktif dan gangguan pada sistem telah hilang.
< Host >
"Sistem ?, syukurlah kau berfungsi lagi"
< Maafkan saya, nampaknya benda itu membuat sistem dan data saya menjadi kacau balau >
"Tidak apa apa lagipula mana milikku juga mengalami gangguan"
Ketika Ashborn berbicara dengan sistem tanah sekitar mulai berguncang dan itu mengejutkan Ashborn.
"Ada apa ini !?"
< Tenanglah Host, guncangan ini diakibatkan oleh kedua benda itu >
Ashborn mulai menenangkan diri setelah mendapat penjelasan sistem tak berselang lama guncangan berhenti dan altar didepan tempat itu bergerak keatas dan sedikit membuat celah pada bagian bawah.
Ashborn yang melibat itu segera berjalan kesana dan setelah sampai Ashborn memasukkan tangannya kecelah dibawah dan menangkat altar kecil itu kesamping.
Ashborn lalu menemukan sebuab kotak yang berada dibawah altar tadi, Ashborn mengambil kotak itu dan membukanya.
Kotak itu hanya berisi sebuah kunci emas emas biasa dengan panjang 10 cm dengan tebal 3 cm dan memiliki ukiran kristal pada pegangannya.
Ashborn meletakkan kotak dan kunci ketanah lalu menatap tempat dimana kotak tadi berada, tempat itu bulat polos dengan bagian tengah berlobang dimana disitulah tempat kotak tadi berada.
Saat Ashborn menyentuh tempat itu dia dapat merasakan bahwa ini bukan sembarangan material, nampaknya material ini menyerap energi alam serta mana hal itu diperkuat oleh perkataan sistem.
Ashborn hanya menangguk paham dan secara tak sengaja membuat tempat itu sedikit bergerak, merasa ada yang janggal Ashborn mengangkat salah satu alisnya dan kembali menggerakkan tempat itu dengan cara memutarnya searah jarum jam.
Ashborn mengingat perkataaan sistem tentang dibagian bawah ini terdapat mesin dengan sistem roda gigi, Ashborn menyeringai dan memegang kedua sisi tempat itu dan memutarnya lagi.
Ketika Ashborn memutar tempat itu, mesin roda gigi dibawah mulai bekerja dan Ashborn dapat mendengar jelas suara mesin itu saling bergesekan dan bersentuhan.
Jika Ashborn asumsikan maka roda gigi dibawah itu mungkin sudah berkarat sehingga perlu beberapa saat agar mesin dapat kembali bekerja.
Ashborn memuatar tempat itu seperti tuas dan setelah memutarnya selama hampir 30 detik terdengar bunyi dentangan besi yang nyaring dari bawah.
Tanah tempat Ashborn berpijak dan sekitarnya kembali mengalami guncangan dan tempat dibawah benda kristal 9 warna mulai membuka layaknya 2 pintu otomatis.
Pintu pada bagian bawah perlahan terbuka dan tangga dibagian dalam mulai muncul, Ashborn melihatnya dari kejauhan mengambil kunci emas tadi dan berjalan mendekat kesana.
Setelah tempat itu sepenuhnya terbuka Ashborn sedikit mengintip kedalam dan dia hanya dapat melihat sedikit tangga didinding tanah dan untuk seterusnya hanya kegelapan yang sangat gelap.
Bahkan dengan [Night Vision] miliknya tetap tidak dapat melihat ujung dari tempat itu, Ashborn kemudian berjalan menuruni tangga sembari memperhatikan sekitar untuk jaga jaga kalau ada monster atau musuh muncul.
Ashborn lalu melanjutkan menelusuri tangga kebawah tapi karena Ashborn berpikir ini akan menghabiskan bangak waktu dia berniat langsung terjun kebawah tapi sebelum melakukan itu dia bertanya kepada sistem untuk memastikan keadaannya nanti aman.
"Hey sistem, apakah tidak apa apa jika aku langsung terjun kebawah ?"
< Tidak apa apa >
Setelah mendapat kepastian dari sistem Ashborn segera melompat keluar dari jalan tangga dan membiarkan dirinya terjatuh kebawah dengan kecepatan yang tinggi.
Ketika Ashborn mendarat kebagian paling ujung dia membuat sebuah ledakan akibat pendarataanya dan kawah yang cukup luas.
Ashborn mendarat dengan cara super hero landing yang dia ambil dari serial DeadPool, Ashborn melihat sekeliling dan menemukan sebuah pintu dengan ukiran tengkorak, kelabang, mayat, jaring laba laba, dan sosok berjubah tak berwajah dengan sabit.
Tinggi pintu itu sekitar 10 meter dengan lebar 7 meter dan warna pintu adalah hitam dan untuk ukirannya bewarna abu abu.
Ashborn menatap lubang kunci dibagian tengah pintu dan menatap kunci emas yang ada ditangannya.
Ashborn kemudian memasukkan kunci itu dan memutarnya, terdengar bunyi 'klik' yang cukup keras dan memiliki gema lalu pintu sedikit terbuka.
Ashborn menyentuh kedua pintu itu dan mendorongnya sehingga pintu tersebut terbuka lebar, Ashborn merasakan hawa yang mencekam dan dingin dari dalam ruangan yang gelap gulita.
Tapi karena Ashborn adalah entitas kematian jadi hal seperti ini tidak membuatnya takut, Ashborn dengan perlahan masuk kedalam pintu itu dengan kedua tinju dikepalkan.
Ashborn perlahan menghilang kedalam kegelapan diikuti oleh pintu yang tertutup keras.
Setelah pintu itu tertutup lalu 2 buah mata merah muncul dari gambar sosok berjubah dengan sabit yang mempresentasikan Malaikat Kematian kemudian terdengar suara halus namun menyeramkan, suara itu berkata.
"Bersiaplah.....bersiaplah......BERSIAPLAH !"
Suara itu berteriak diakhir kalimat dan tiba tiba hilang secara tiba tiba seakan suara itu..........memang tidak pernah ada.
Bersambung.
Jangan kupa likenya karena like itu gratis dan setiap like kalian akan berharga bagi gua dan gua ucapin terima kasih udah baca novel Fanfic ini.
Ok sampai jumpa dinext chapter dan tolong bagi readers intuk selalu menjaga kesehatan OK.
Bye\~
By : GojoNeko