
Yo Semuanya, Gak Nyangka Arc Pertama Novel Ini Telah Selesai.
Terima Kasih Buat Dukungan Kalian Semua Karena Udah Support Dan Dukung Gua Terus Dan Nanti Kita Bakal Masuk Di Arc Ke-2 Lalu Gua Pernah Janji Buat Scene UwU Ashborn Dan Rimuru.
Nah Nanti Di Arc Ke-2 Scene UwU Mereka Bakal Lebih Banyak Dan Ada Kemajuan Tentang Hubungan Mereka.
Jadi Untuk Ucapan Terima Kasih Gua, Gua Bakal Bikin Chapter Bonus Untuk Selesainya Arc Ke-1.
Nikmatilah\~
————————————————————
1 bulan telah berlalu sejak pertarungan Ashborn melawan Zecht yang membuat Ashborn sendiri terluka parah dan pingsan selama 3 hari.
Hal itu tentu membuat semua orang penting di Tempest panik apalagi Yuuki, bagaimana pun juga Yuuki pernah menerobos masuk cuma untuk melihat keadaan gurunya tapi dihentikan karena pada saat itu Ashborn memerlukan istirahat walaupun pingsan.
Zenovia dia juga panik tapi tetap tenang, dia tau tuannya tidak akan kalah dan pasti akan kembali seperti semula lagi.
Karena itu dia membuat Yuuki pingsan demi menjaga ketenangan dan pada saat Ashborn sadar semua orang dapat bernafas lega.
Tak terkecuali Yuuki yang menangis seperti anak kecil sambil memeluk kaki Ashborn layaknya anak kukang pada induknya.
.........
Hari cerah seperti biasanya dan Aku sedang bersantai dibukit, dia terlihat sangat santai walaupun dimasa mendatang musuhnya akan semakin kuat.
"Hey sistem"
< Ada apa Host ? >
"Sebenarnya bagaimana cara untuk dapat melepas batasanku kau tau kan"
< Hal itu tergolong cukup sulit, tubuh fana dan spiritual Host masih belum mampu untuk menggunakan 100% kekuatan penuh Host >
< Jika Host secara paksa melepas batasan tersebut dan menggunakan 100% kekuatan Host saat ini itu sama saja dengan bunuh diri karena tubuh Host tidak mampu menahan kekuatan itu >
< Sama seperti saat anda menggunakan Nova Blast, kekuatan tersebut terlalu besar dan merusak tubuh Host >
"Begitukah, lalu untuk saat ini seberapa besar aku dapat menggunakan kekuatanku ?"
< Host saat ini hanya dapat menggunakan kekuatan Host sebesar 68% tapi masih dapat ditingkatkan dengan metode leveling dimana setiap Host naik level tubuh anda akan semakin kuat dan itu akan membuat Host semakin mampu menggunakan kekuatan Host sendiri tanpa cedera atau kematian, tapi semakin Host naik level maka exp yang dibutuhkan juga semakin banyak >
Aku hanya dapat menghela nafas berat setelah mendengar penjelasan seperti sistem, memang sih setiap naik level maka exp yang dibutuhkan akan semakin banyak tapi masalahnya aku tidak bisa asal bunuh orang yang kuat demi mendapat exp.
Walaupun begitu Aaku masih bisa dapat exp dari memburu monster tapi jika diingat banyak monster monster lemah dan itu hanya akan sangat sangat sedikit sekali memberikanku exp untuk menaikkan level.
Satu satunya cara agar dapat menaikkan exp lebih banyak dengan cara membunuh entitas atau individu yang sangat seperti para Ten Of Eternal Chaos, em kurasa itu pilihan yang cukup buruk membayangkan pertarungan dengan Zecht saja sudah membuat cukup merinding apalagi mengingat kulitnya yang sangat amat teramat keras itu.
Dan kini Aku harus bergulat dengan pikirannya sendiri selama hampir 1 jam, karena lelah Aku menghentikan pemikirannya dan memutuskan untuk jalan jalan sebentar.
Selama jalan jalan dikota Aku secara tak sengaja bertemu Veldora yang juga jalan jalan sambil makan.
Aku segera berlari kecil untuk mendekati Veldora dan mungkin akan mencoba sedikit berbincang dengannya untuk menghilangkan rasa bosan.
"Yo Veldora"
Veldora yang mendengar namanya segera berbalik dan menyapaku.
"Oh Ashborn, sedang apa kau disini ?" (Veldora)
"Aku cuma jalan jalan untuk menghilangkan rasa bosan dan tak sengaja melihatmu"
"Begitukah, kuhahahaha ! nampaknya kau memang tidak punya kerjaan !" (Veldora)
"Jadi mengapa kau ada disini, apakah kau juga sedang jalan jalan ?"
"Tidak, aku cuma membeli makanan untuk makan saat membaca kitab suci" (Veldora)
Kitab suci huh, kurasa itu manga tunggu sedari dulu aku penasaran bagaimana manga di anime Tensura ini hohoho lebih aku ikut Veldora untuk mengetahuinya.
"Veldora, bolehkan aku ikut"
"Tentu saja" (Veldora)
Akhirnya kami sampai dirumah Rimuru, tidak ada siapapun disana jadi kuasumsikan Rimuru pasti sedang bekerja.
Aku dan Veldora berjalan menuju salah satu kamar yang ada dirumah Rimuru, Veldora membuka pintu dan segera masuk.
"Kuhaha !, selamat datang diruanganku Ashborn" (Veldora)
Kurasa Veldora perlu diajarkan sedikit sopan santun, kemudian dia berbaring dan mengambil manga yang ada diatas meja.
Aku dapat melihat tumpukan manga didekat dinding, nampaknya inilah penyebab kenapa Veldora dapat tenang.
"Hey Veldora bolehkah aku melihat manga itu"
Kataku yang menunjuk tumpukan manga, Veldora seperti tidak peduli dan berkata.
"Baiklah" (Veldora)
Setelah mendapat ijin aku segera mengambil salah satu manga dan membacanya, manga yang kubaca adalah manga dengen genre utama mister dan setelah kulihat lihat ternyata Veldora cukup menyukai misteri.
Selain manga genre misteri, ada juga manga dengan berbagai genre seperti romansa, petualang, aksi, comedi, slice of life dan lain lain.
Kurasa untuk genre dewasa atau hal hal vulgar tidak ada didalam tumpukan manga ini yah mengingat kepribadian Veldora.
Tapi haruskah aku menyarankan untuk membaca doujin atau 177013 mungkin itu sesuatu yang buruk, apalagi kalau Veldora melakukan hubungan intim keberbagai wanita kurasa akan jadi masalah.
Jadi aku mengurungkan niatku untuk memberikannya sebuah doujin 18+, tapi kurasa untukku tidak apa apa hehehe\~
'Sistem, tolong beli 1 doujin Azur Lane yang berjudul Prinz to Kozukuri Jijou'
Lalu sebuah buku komik 18+ muncul ditanganku dengan sampul Prinz Eugen yang mengenakan pakaian sweter abu abu tapi baju itu ditarik hingga memperlihatkan dadanya yang mengenakan bra dengan tali hitam tipis dan kain yang berbentuk segitiga dengan garis merah dan kuning dibagian atasnya untuk menutupi putingnya, sementara tangan kirinya berusaha membuka sweter tangan kanannya terlihat menarik ****** ***** hitam yang cukup seksi dimana dia mengenakan ****** ***** yang menggunakan tali.
Aku menyeringai nakal setelah melihat sampul dan membuka doujin tersebut.
Author Note : Hehe Boy\~
Ketika aku membuka halaman pertama terdapat 2 foto Prinz Eugen yang mengenakan bra dan ****** ***** dan beberapa kaliamt dipojok kiri gambar kedua yang tertulis dalam bahasa Jepang.
Kemudian aku lanjut membalik halaman dan memperlihatkan scene pertamanya dimana Prinz terlihat menggunakan sweter yang sama seperti disampul sedang mengawasi/memandang suaminya yang berjabat seorang Admiral.
Kurasa jabatannya sama seperti si Anjing Magma Sialan Penggila Keadilan Mutlak, siapa lagi kalau bukan si B*NGS*T Admiral Akainu yang ahli dalam membuat Donat panas hanya dengan tinju magma :)
Dan seterusnya kalian sudah tau kan, yap mereka melakukan apa yang dilakukan sepasang suami istri pada malam pertama mereka.
Melihat aku yang membaca manga, Veldora penasaran jadi dia juga bertanya.
"Ashborn, kau sedang membaca kitab suci apa ?" (Veldora)
"Oh, ini adalah kitab suci yang sangat terlarang, dan untuk membacanya kau memerlukan sebuah ritual terlebih dahulu"
Author Note : You Know Lah Ritual Sebelum Baca Doujin
"Oh...,bolehkan aku membacanya juga ?" (Veldora)
"Kurasa tidak"
Veldora kemudian sedikit sedih karena aku tidak mengijinkan membaca doujin ini, Veldora ketahuilah ini juga demi kebaikanmu dan membuatmu tidak menjadikanmu seorang predator wanita.
Setelah itu dia dan aku kembali membaca manga kami masing masing.
Well aku membacanya secara pelan pelan dan itu menghabiskan hampir 5 menit lebih dan yah endingnya sangat bagus dimana ketika beberapa tahun berlalu, ketika Admiral ingin berbicara dengan Prinz dan saat dia membuka pintu dia sedikit terkejut dan hanya tersenyum melihat pemandangan manis yang ada dihadapannya dimana istrinya Prinz sedang tertidur bersama putri mereka yang sedikit mengeluarkan air liur dan berkata 'mama' 'papa' seperti itulah akhir dari doujin ini.
Aku merasa cukup senang dengan ini dan segera menghancurkan doujin ini menjadi molekul molekul atom.
Alasan kenapa aku tau hal hal seperti ini adalah karena temanku yang awalnya merekomendasikan anime dan anime yang kutonton adalah Sword Art Online kemudian salah satu temanku menyarankan anim High School DxD dan dari itu aku berakhir kepada doujin 18+ dan anime H.
Walaupun begitu aku tidak terlalu suka melihat anime H atau doujin karena aku memang tidak terlalu tertarik.
Kemudian aku pergi dan meninggalkan Veldora sendirian membaca manga sambil makan.
Kemana ya aku lagi, hmm kurasa lebih baik aku menemui Rimuru.
"Hey sistem dimanakah Rimuru saat ini ?"
< Rimuru saat ini berada dikantornya, apakah anda bertelepor kesana ? >
"Ya"
Lalu sebuah lingkaran sihir muncul dan menelanku hingga membawaku kedepan pintu kantor milik Rimuru.
Ketika aku hendak mengetok pintu karena masuk tanpa mengetok atau menyapa itu kurang bagus tapu sistem segera berkata.
< Host tidak perlu melakukan hal itu, tinggal masuk saja >
"Tapi sistem it—"
< Masuk saja, dan nikmatilah\~ >
Entah mengapa aku punya firasat buruk tentang ini tapi ya sudahlah, saran dari sistem selalu berakhir baik untukku dan saat aku membuka pintu wajahku langsung memerah saat melihat yang mengenakan pakaian awalnya sebelum menjadi demon lord dengan selendang bulu tapi bukan itu masalahnya tapi bagian bawahnya sama sekali tak mengenakan apapun dan hanya menampilkan paha dan pantat yang mulus.
Author Note : Gua Cari Aman Bro, Kalau Mau Lihat Yang Gak Pake Apa Apa Bisa Aja Cek Di Web Sebeleh Yaitu W*ttp*d Lewat Link, Dan Untuk Linknya Sudah Gua Sediain Di IG Dengan Nama [sekai.novel.id]
Tentu kedatanganku membuat Rimuru terkejut dan langsung memasang ekspresi kesal nan lucu dan cantik dengan rona merah, dan untukku kurasa aku juga sama tapi bedanya ekspresiku saat ini ada sedikit rasa bersalah.
"KYA !" (Rimuru)
Rimuru mengambil vas bunga dan melemparkan tepat mengenai dahiku dan lemparan itu berhasil membuatku tumbang kebelakang.
Selagi aku terjatuh dibawah Rimuru segera menutup tapi sebelum menutup pintu dia berkata.
Rimuru menutup pintu dengan keras dan meninggalkan aku yang berbaring dilantai dengan memar merah didahiku.
"Dahiku....cukup sakit"
Sial kenapa sistem malah menyuruhku masuk tadi sih.
"Hey sistem kenapa kau menyuruhku melakukan itu sih" kataku dengan ekspresi masam dan sedikit kesal.
< Itu bukan aku >
"Lalu"
< Itu adalah perbuatan dari Dewa yang menciptakanku, dan dia juga menitipkan salam padamu Host >
...< Yo\~ bagaimana rasanya melihat setelah melihat pemandangan indah dari calon istrimu\~, kau tidak perlu berterima kasih padaku >...
Ternyata ini ulah Dewa itu, hah kenapa dia jahil sekali sih tapi tunggu calon istriku ?, bagaimana mungkin Rimurukan seorang cowo dan dia genderless dikarenakan slime.
Tapi setelah kupikir pikir, Rimuru memang agak sedikit feminim ditambah wajahnya yang sangat cantik, pikiran yang tidak tidak tentang Rimuru yang jadi istriku mulai bergentayangan didalam pikiranku jadi aku segera menggelengkan kepala.
'Diriku tenanglah !'
Setelah beberapa saat aku berhasil tenang dengan ekspresi masam lalu pintu terbuka dan memperlihatkan Rimuru yang telah mengenakan pakaian demon lordnya dengan rona merah yang masih terpampang diwajahnya.
"Ma...masuklah" (Rimuru)
"Um"
Aku segera masuk kedalam ruangan dan duduk dikursi disamping dinding bersama Rimuru, wajah kami sama sama masih merona merah dan suasanya cukup canggung.
"Rimuru, aku.......minta maaf"
Aku berkata sambil menundukkan tubuhnya kearahnya tapi Rimuru malah mencibit kedua pipiku dengan lembut walaupun agak sedikit sakit, kepalaku terangkat dan kedua wajah kami bertatapan aku dapat melihat jelas ekspresi marah wajahnya dengan kedua pipi yang mengembung.
"Idiot, bodoh, kau sungguh sungguh orang yang bodoh" (Rimuru)
Kenapa kau berkata seperti itu dengan wajah ekspresi seperti itu pula, sial wajahnya sangat cantik dan jantung berdetak tak karuan.
AHHH SIALAN !, jika kau melakukan ekspresi seperti itu tidak akan adil dan itulah sesaat aku berdua melupakan fakta bahwa Rimuru itu laki laki termasuk Rimuru.
"Aku akan memaafkan jika kau melupakan kejadian tadi" (Rimuru)
"Akan kuusahakan walaupun kejadian tadi susah untuk dilu—aw sakit !"
Sebelum sempat menyelesaikan kata kataku Rimuru mencubit perut sampingku dan yap rasanya cukup sakit.
Rimuru kemudian menghela nafasnya sambil menahan malu, dia segera berdiri dan menatapku.
"Jadi ada kau menemuiku Ashborn ?" (Rimuru)
"Kurasa tidak jadi, aku akan segera pergi"
Aku segera berdiri dan berjalan keluar dan Rimuru yang melihatku hendak menghentikanku menuju keluar.
"Tunggu" (Rimuru)
"!"
Dia memegang tanganku dan itu membuatku terkejut hingga tak sadar akan langkahku dan membuat pergelangan kaki kananku terkilir hingga terjatuh dan membuat Rimuru ikut tertarik bersamaku.
Author Note : Gua Yang Nulis Ni Chapter Bikin Gua Senyum Kagak Jelas Njir
Aku dapat merasakan jelas bahwa kepalaku terbentu kelantai cukup keras, tapi entah kenapa bibir dan mulutku agak hangat dan lembut tunggu apa ini ?
Aku membuka secara perlahan dan terlihat jelas bibirku dan bibir Rimuru saling bersentuhan(berciuman), wajah kami berdua seketika memerah seperti tomat lalu Rimuru segera menjauhkan wajahnya dariku dan duduk diatas tubuhku dengan wajah yang sangat merah.
Rimuru juga memegangi bibirnya dan langsung meledak layaknya mesin dimana dia mengeluarkan asap diwajahnya.
"A-a-a-a......" Tak sempat menyelesaikan kata katanya Rimuru segera berlari keluar dengan cepat dan meninggalkan diriku diruangan kantornya dengan wajah seperti tomat.
'AHHHHHH KENAPA JADI SEPERTI INI !'
Aku menghela nafasnya dan menutup wajahku dengan lengan bawah tangan tanganku.
"Haha, walaupun aku jiwanya laki tapi melihat ekspresi begitu hah....kenapa jadi seperti ini sih"
Dan begitulah ciuman pertamaku diambil oleh Rimuru atau haruskah aku menyebutnya ciuman pertama kami.
Hari kini telah menjadi malam dan aku berada didalam kamar penginapanku, aku menyiapkan diri sebelum tidur seperti godok gigi dan merapikan tempat tidur lalu secara perlahan membaringkan tubuh dan memejamkan mataku hingga tertidur.
Author Note : Biar lebih enak membacanya gua saranin dengerin lagu Night Change
.........
Disebuah rumah sederhana bergaya Jepang kuno dengan suasana pagi yang cerah dengan kicauan burung, seorang pria berambut hitam bertubuh dewasa terlihat duduk diteras rumah dengan mengenakan yukata hitam dengan sebuah kain ungu yang mengikat yukata dipinggangnya.
Pria itu terlihat tengah menikmati pemandangan langit yang indah tapi tiba tiba teriakan keras dan imut terdengar.
"Ayah !"
Seorang anak perempuan berumur 5 tahunan berlari menuju kearahnya, anak tersebut memiliki rambut panjang hingga setengah punggung dan iris mata biru laut cerah dengan pupil hitam vertikal, dia mengenakan kimono bewarna pink muda dengan bunga sakura sebagai motifnya yang mana jika seseorang melihatnya mereka pasti akan berkata itu sangat indah ditambah lagi dengan wajahnya yang sangat cantik dan imut.
Anak itu kemudian melompta dan meluncur layaknya roket hanya untuk ditangkap dan diputar kedalam posisi duduk diatas paha oleh pria tadi yang mana dia adalah ayahnya.
Setelah berada dalam pangkuan ayahnya gadis kecil itu tersenyum manis seperti seorang malaikat, melihat putrinya tersenyum pria itu membalas dengan senyuman hangat.
"Ayah apa yang kau lakukan ?" Tanya sang gadis itu, ayahnya tidak berkata apapun dan menunjuk kearah langit cerah dan indah.
Gadis itu melihat kelangit dengan mata berbinar binar dimana dia membiarkan imajinasi anak anaknya menghiasi langit.
"Ayah lihat !, itu mirip seperti kelinci"
Kata gadis itu dengan penuh semangat, melihat putrinya seperti itu dia hanya dapat tersenyum dan mengelus elus kepala putrinya dengan lembut, dia yang menyadari ayahnya mengelus kepalanya hanya dapat terkekeh bahagia sambil tersenyum manis.
"Hehehe\~"
Selagi mereka berdua menikmati waktu santai mereka pintu dibelakang mereka terbuka dan memperlihatkan sosok wanita berambut panjang biru laut agak sedikit perak yang terurai dengan bentuk tubuh yang sangat indah dan dada cukup besar(D cup) dan berpakaian kimono putih dengan motif bunga sakura.
"Sayang waktunya sarapan" kata wanita dengan lemah lembut.
"Baiklah ibu, ayo ayah" kata gadis itu sambil menarim ayahnya menuju ruang tamu untuk sarapan.
Kemudian mereka bertiga makan dengan santai, melihat ada makanan dimulut putri mereka sang ibu segera mengambil sapu tangan dan membersihkan mulut putrinya.
"Hehe\~ terima kasih ibu"
Sang ibu hanya dapat tersenyum hangat dan ayahnya terkekeh setelah melihat kelakuan putri mereka.
Setelah selesai makan mereka berdua duduk diteras rumah dan memperhatikan putri mereka yang berlarian sana sini sambil mengejar kupu kupu.
Tanpa disadari pria itu tangan istrinya menyentuh tangan kanannya dan dia segera menatap istrinya.
"Ibu !....ayah !"
Mereka berdua yang nendengar putri mereka memanggil segera menoleh kearahnya lalu putri mereka berkata dengan tangan terlentang dan senyuman cerag yang memperlihatkan gigi putihnya.
"Aku mencintai kalian !"
Mendengar perkataan itu dari putri mereka, ayah dan ibunya mereka membalas dengan senyuman kasih sayang dan berkata secara bersamaan.
"Kami juga mencintaimu, sayang"
"Hehehe\~"
Begitulah kehidupan harmoni dari keluarga tersebut.
.........
Hari sudah pagi dan terlihat Ashborn yang terbangun dalam posisi duduk dengan rambut yang acak acakan.
Yap Ashborn baru saja terbangun dari mimpinya dengan kebingungan, dia berpikir apa apaan mimpini itu, kenapa rasanya sangat nyata hal itu terus bergejolak didalam kepala Ashborn dan hal itu juga dialami Rimuru dimana dia bermimpi sama.
Keduanya langsung menggaruk garuk kepala mereka masing masing dan berteriak kecil, tanpa mereka sadari alasan kenapa Ashborn dan Rimuru dapat bermimpi seperti itu karena Dewa Agung yang mereinkarnasikan Ashborn lah yang melakukannya bukan hanya itu kejadian dimana Ashborn melihat Rimuru telanjang dan alasan mereka berciuman tanpa sengeja memang ulah sang Dewa Agung.
Dari bola kristal dia mengawasi Ashborn dan Rimuru dan melihat reaksi mereka.
"Sungguh, aku tak pernah bosan menganggu pasangan ini" katanya sambip tertawa.
"Walaupun aku tau masa depan dapat berubah karena ulahku tapi tetao saja, perjalanan kalian memang patut untuk diamati"
Dewa Agung menyeringai lalu menghadap kearah layar.
"Benarkan para pembacaku sekalian\~"
"Aku tau kalian semua melihat kami dari cerita ini tapi aku juga melihat kalian dari sini lo\~"
Sang Dewa Agung tertawa kecil, seluruh tubuhnya tidak terlihat karena tertutupi cahaya dan yang terpampang jelas hanya bagian bawah wajahnya.
"Aku melihat salah satu dari kalian bertanya siapa yang kuat antara aku dan para anggota Ten Of Eternal Chaos ?, dan jawabannya sudah pasti akulah yang akan menang kalian oasti sudah tahu jawabannya kan"
"Lagipula aku dan author telah mengetahui bagaimana cerita mereka akan berakhir dan seperti yang kalian ketahui, cerita dapat saja berubah jika kami berkehendak kan\~"
"Karena itulah sebaiknya kita hanya perlu mengamati tanpa terlalu banyak bertindak mengerti\~"
"Kalau begitu selamat tinggal pembacaku sekalian, kuharap kalian baik baik saja dan aku juga menyampaikan salam dari author untuk kalian yaitu 'Jagalah kesehatan dan selamat bertemu lagi di chapter selanjutnya yang ada di arc ke-2' begitulah yang dia katakan, jadi selamat tinggal\~" katanya dengan senyum.
Dan seketika layar menjadi mati, begitulah akhir dari arc pertama cerita ini.
Bersambung