
Dihutan Jura, terdapat seorang wanita yang tengah berlari dengan air mata yang berlinang.
Wanita itu memiliki rambut blonde kuning keemasan panjang sedikit bergelombang yang dibiarkan terurai, wajahnya muda seperti wanita berumur 20 tahunan dengan dada yang agak besar(F cup), dia mengenakan pakaian seperti putri dongen yang sangat indah dimana pakaian bewarna putih bersih dan juga dia tak mengenakan apapun pada kakinya entah itu sepatu atau apapun tidak ada yang ada cuma kaki indah yang telanjang tapi sedikit kotor akibat noda tanah.
"Dimana kau penyelamat"
Ucap wanita itu yang terus berlari dengan sebuah batu kecil yang memiliki ukuran 10 cm bulat namun batu terlihat seperti permata indah.
Batu itu terus mengeluarkan cahaya samar seperti detak jantung.
...
Ashborn saat ini sedang berjalan ditengah kota sambil menikmati makan.
Penampilan Ashborn kini telah kembali seperti semula cuma ada sedikit perubahan dimana dia tumbuh sedikit tinggi dan tubuhnya semakin berotot ditambah pakaian yang Ashborn kenakan agak ketat menampilkan otot tubuhnya yang terlihat cukup menggairahkan.
Bahkan beberapa wanita nampak tersipu melihat Ashborn, bukan hanya tubuhnya saja wajah Ashborn semakin tampan mungkin karena efek naik levelnya dan sedikit evolusi tanpa disadari Ashborn sendiri.
Meskipun saat ini ras Ashborn belum diketahui tapi jika dilihat dari sudut pandang dewa mereka mengklarifikasikan Ashborn sebagai ras dewa meskipun dulu Ashborn termasuk kedalam golongan malaikat hingga dia menjadi monarch.
Tapi itu belum dapat dipastikan karena memang ras Ashborn saat ini cukup unik dan belum ada nama untuk itu terlebih lagi hanya ada segelintir entitas yang memiliki ras tidak diketahui seperti ini.
Selama waktu jalan jalannya Ashborn hampir tidak melakukan apapun kecuali berjalan dan karena bosan dia memutuskan pergi keatas bukit.
Sesampainya diatas dia duduk dibawah pohon dan mengeluarkan banyak sekali peralatan rusak entah itu pedang, armor, perisai dan lain lain.
Semua itu adalah peralatan yang dia gunakan saat menghadapi Zecht, Ashborn melihat dua gagang senjata dan mengambilnya.
Kedua gagang itu berasal dari Light Sword dan Blade Of Chaos.
Ashborn merasa sedikit sedih karena harus kehilangan senjata favoritnya terlebih lagi jika ingin memperbaiki senjata ini diperlukan bahan bahan khusus yang sangat susah dicari dan tidak dijual disistem ditambah cara penempaan yang hanya dapat dilakukan oleh penempa senjata ini.
Meskipun ada senjata yang sama tapi kualitasnya sangat berbeda karena senjata itu adalah versi lain dari senjata yang asli.
Ashborn hanya dapat menghela nafas berat lalu mengambil belati emas yang dia dapat saat walpurgis.
Dia masih ingat saat mengalirkan mana kedalamnya, seluruh mana sangat cepat habis akibat tersedot kedalam belati tapi itu juga sangat bagus karena berhasil memotong kulit Zecht layaknya kertas.
Kemudian dia mencoba menyalurkan mananya lagi kedalam belati dan selang 10 detik, Ashborn langsung melepaskan belati itu dan terjatuh dengan nafas berat.
'Yang benar saja'
Pikir Ashborn yang kelelahan akibat mananya yang habis tersedot kedalam belati.
Sebenarnya Ashborn akan pingsan jika kehabisan mana tapi berkat bantuan sistem dan staminanya itu cukup berhasil membuat Ashborn tetap terjaga walaupun harus mengalami kelelahan fisik yang sangat hebat.
Nampaknya belati itu tak hanya menghisap mana tapi juga kekuatan pemakainya untuk memperkuat tebasan dari belati itu sendiri.
Ashborn kemudian membalikkan badannya dan menatap langit, dia lalu menghirup nafas dalam dalam dan menghembuskan secara pelan.
Lalu perlahan menutup matanya dan membiarkan dirinya tertidur dibawah langit cerah dengan angin lembut yang menerpa tubuhnya.
Ashborn yang menutup matanya teringat masa kecilnya dimana dia juga sering melakukan hal ini tapi ditemani oleh Ibu tercintanya dan Ashborn tertidur.
Setelah tertidur beberapa menit Ashborn kini terbangun, dia lalu membangunkan tubuhnya dan menatap sekitar.
Dia masih dapat melihat peralatannya yang rusak dan belati emas itu dan segera menggerakkan jari tangannya, Ashborn kini sudah dapat merasakan bahwa seluruh mananya telah pulih.
Hanya dalam beberapa menit mana yang jumlahnya sangat banyak dapat pulih, mungkin itu ulah sistem jadinya Ashborn berpikir keras dan berterima kasih pada sistem walaupun hanya ditanggapi dengan kata "Sama sama".
Memang sih sistem Ashborn hanyalah sistem biasa dengan sedikit ego dan tidak dapat bertindak jika Ashborn tak memerintahkannya tetapi sistem tersebut dapat bertindak sendiri jika Ashborn dalam bahaya sebagai bentuk pertahan diri kepada Ashborn mirip seperti sistem keamanan darurat.
Ashborn segera membereskan semua peralatannya dan memasukkan kedalam inventory jaga jaga kalau nanti bahan dari peralatannya dapat digunakan atau didaur ulang menjadi peralatan yang baru atau semacamnya yang dapat berguna.
Setelah itu Ashborn segera memegang belati emas dan melihatnya selama beberapa saat sebelum melakukan beberapa tebasan ringan yang berhasil membuat angin/udara terbelah secara halus.
Walaupun tebasan itu tak menguras mana tapi dapat terlihat bahwa wajah Ashborn sedikit tegang dan tangannya mengeluarkan beberapa urat yang dapat terlihat jelas.
Nampaknya untuk dapat menggunakan belati diperlukan kekuatan yang besar entah itu mana ataupun stamina tapi yang masih membuat Ashborn bingung adalah siapa orang yang menciptakan belati ini dan mengapa dia menciptakan ini dan berasal dari mana pula bahan/material yang diperlukan untuk dapat membuat belati ini dan hal itu membuat Ashborn mengingat mimpinya dulu.
Ashborn segera menyimpan belati itu kedalam inventory dan hendak beranjak pergi tetapi segera terhenti karena tiba tiba saja.
Crak !
Sebuah retakan muncul disekitar mata kanan Ashborn hal itu membuat iris dan pupil mata Ashborn berubah merah darah seutuhnya dan skleranya yang menghitam.
Retakan itu segera menjalar kebagian tangan kanan Ashborn yang membuat Ashborn segera jatuh tersungkur.
Nafasnya kini menjadi berat dengan keringat yang membanjiri tubuhnya.
"Apa....ini......" kata Ashborn yang nampak kesusahan untuk berbicara.
Gigi taring Ashborn segera memanjang dan tubuhnya mulai mengejang dengan urat urat yang memenuhi kepala dan tangan kanannya.
"Kuh !, sial"
Ashborn bergerutu sembari menahan rangsangan pada dirinya, rangsangan itu membuat Ashborn ingin membunuh dan merasakan darah.
Ashborn juga secara perlahan mulai kehilangan kesadarannya seakan sesuatu ingin mengambil alih tubuhnya.
Sistem yang dimiliki Ashborn juga nampak tak berfungsi dan mulai menunjukkan error.
Selagi Ashborn berusaha menjaga akal sehatnya dia melihat kedepan dan menemukan sosok bayangan yang bentuk tubuhnya sama seperti manusia cuma saja mata bulat putih dan mulutnya tersenyum tanpa ada apapun disana hanya terdapat warna putih.
"Arkh !"
Mulutnya mulai mengeluarkan air liur, kuku pada tangan kanannya memanjang dengan bentuk runcing.
Tangan kanan Ashborn secara perlahan mulai terbungkus kulit hitam dengan garis garis merah yang berantakan dan tak menentu.
Dan tanpa diduga Ashborn segera melesat dengan cepat dan ingin menyerang sosok hitam itu menggunakan tangan kanannya dan hanya mendapati bahwa dirinya menembus sosok itu.
Kini lengan bawah Ashborn sudah terbungkus dan menunjukkan tangan yang terlihat mirip seperti tangan iblis.
Dimana jari jari Ashborn menajam lalu pada beberapa bagian lengannya muncul kulit tajam dan garis merah pada lengannya sedikit lebih rapi.
Ashborn memalingkan wajahnya kebelakang untuk menatap sosok itu, penampilan Ashborn sedikit mengerikan dengan 2 gigi taring yang terlihat jelas dan tanduk kecil tipis ditambah matanya mungkin jika orang melihat ini mereka akan menganggap Ashborn sebagai iblis.
Jari jari tangan kanan Ashborn mulai bergerak dan tangannya hendak bergerak dan segera dihentikan dengan tangan kanan kiri Ashborn.
"K-ka..u.....sebenarnya...apa ?"
Sosok itu hanya diam namun seluruh tubuhnya mulai ditutupi oleh kepulan asap hitam dan segera asap hitam pekat itu menutupi seluruh tubuhnya tanpa memperlihatkan apapun namun beberapa detik kemudian muncul 2 tatapan merah tajam dari dalam asap hitam itu.
Ashborn yang melihat itu segera mengalami sakit kepala, dia memegangi kepalanya dengan tangan kiri.
Kemudian sebuah ingatan menerpa kepanya yang menampilkan kejadian sama seperti ini dimana terdapat sosok hitam tadi namun tubuhnya sudah tertutupi oleh kepulan asap hitam yang sangat pekat dan dari dalam asap juga terdapat tatapan merah yang tajam.
Ashborn yang masih sakit kepala akibat ingatan yang dia terima tak dapat bergerak tapi segera dia menggerakkan kepala kearah sosok hitam itu.
Kepulan asap itu makin menghitam sehingga sinar matahari seperti tersedot kedalamnya dan segera dari dalam asap itu muncul sebuah tangan manusia, tangan itu terlihat seperti memakai pakaian hitam berlengan panjang seperti Ashborn dan untuk bagian telapak tak mengenakan apapun.
Tangan yang muncul dari dalam asap itu segera menunjuk Ashborn dan terlihat jelas mata merahnya sedikit menyipit.
Ashborn hanya dapat diam sambil berusaha mengatur nafasnya dan menjaga kesadaran sekaligus akal sehatnya.
Namun tak berselang lama tangan itu kembali masuk kedalam kepulan asap dan itu segera menghilang.
Ashborn segera berlari mendekatinya untuk menghentikan sosok itu kabur tapi ketika sudah dekat sebuah sambaran petir merah menyambar seluruh tubuh Ashborn hingga membuatnya terlempar.
Serangan itu berhasil menjalar keseluruh tubuh Ashborn dan Ashborn hanya dapat menahan rasa sakitnya.
Meskipun tidak terlalu sakit tapi Ashborn seperti merasa keram, Ashborn melihat dan menyadari sosok itu sudah menghilang.
Tubuh Ashborn seketika lemas dan segera tumbang ketanah, secara perlahan tangan kanannya kembali semula lalu Ashborn menutup mata kanan dengan tangan kanannya.
Ketika tangan kanan tidak lagi menutupi mata kanannya, matanya sudah kembali normal.
Ashborn segera berdiri dengan penuh keringat dan meminta sistem untuk membersihkan tubuhnya.
Sistem kini telah kembali seperti semula tanpa ada tulisan error dilayar, Ashborn sedikit berpikir mungkin alasan errornya sistem karena perubahan tadi mempengaruhi sistem itu sendiri.
Ashborn menatap tangan kanannya dan segera mengepalkan tinju lalu menghela nafasnya.
Ashborn merasakan seseorang mendekatinya dan segera menoleh kearah bayang bayang pohon dan dari sana muncul Souei.
"Ashborn-dono, Rimuru-sama memintamu datang kekantornya" (Souei)
"Baiklah, pergi dan katakan aku akan datang"
"Baik" (Souei)
Souei segera menghilang kedalam bayang bayang pohon dan Ashborn segera pergi menuruni bukit.
...
Ashborn kini sudah berada didepan pintu kantor Rimuru lalu segera mengetok pintu.
Pintu terbuka dan memperlihatkan Shuna, Souei, Benimaru, Shion, Rimuru dan seorang wanita.
Wanita itu nampak memiliki wajah yang cantik tapi sedikit kotor dan ditangannya terlihat sebuah batu yang indah namun batu itu bersinar.
"Rimuru, ada apa ?”
Rimuru yang mendengar Ashborn bertanya menatapnya dan diam lalu segera menatap wanita itu.
Wajah Rimuru terlihat cukup serius kemudian Ashborn berjalan kesamping Rimuru dan berdiri didepan wanita itu.
Batu yang ada ditangannya makin bersinar, wanita itu terkejut lalu menatap Ashborn.
Ashborn dapat melihat bahwa kedua mata wanita itu merah akibat menangis namun hal yang tak diduga duga terjadi.
“Oh, Penyelamat !” (?)
Wanita itu segera memeluk Ashborn dan menempelkan dadanya ketubuh Ashborn.
Semua orang yang ada diruangan segera terkejut tak terkecuali Rimuru dan untuk Ashborn, perlu beberapa saat hingga otaknya merespon kejadian dan terkejut.
Dengan hal ini dapat dipastikan akan ada masalah baru yang harus Ashborn selesaikan.
Bersambung.
...———————————————————...
Yoo para Readers, maaf ya Gua baru bisa UP chapter setelah lebih 2 minggu gak UP
Sebenarnya Gua cukup sibuk dan sekolah juga harus setiap hari dan cuma dihari sabtu dan minggu aja mimin libur ditambah tugas akhirnya itu membuat Gua sibuk tapi tenang jika gua ada waktu luang dapat dipastikan gua bakal terusin cerita dan bersiaplah untuk chapter selanjutnya
Bye\~