
Saat ini Rimuru, Benimaru, Shuna, Shion dan Souei sedang duduk diruang tamu rumah Rimuru.
Flashback
Wanita itu yang tiba tiba memeluk Ashborn tiba tiba membuat semua orang diruangan terkejut.
Ashborn perlu beberapa waktu hingga dia merespon dengan senyum masam.
"P-permisi....bisakah anda melepaskanku" kata Ashborn dengan nada yang sopan namun sedikit gagap.
"Tidak wahai penyelamat" (?)
Ashborn hanya dapat tertawa paksa sebelum dia melihat Rimuru yang tersenyum penuh perhatian dengan shinigamu dibelakangnya.
Ashborn meneguk ludahnya dan berusaha melepaskan pelukan wanita itu tapi ketika dia mencobanya wanita itu tetap tidak mau dan malah makin mempererat pelukan sehingga dadanya yang lembut makin dapa Ashborn rasakan.
"Kumohon, dapatkan anda melepaskanku"
"Tidak akan !" Seru wanita itu
Tubuh Ashborn bergidik ngeri setelah merasakan hawa dingin mulai menjalar keseluruh tubuhnya, menyadari hal itu Ashborn dengan gemetar menoleh kearah Rimuru dan aura mengancam darinya makin dapat dirasakan.
"Hahaha, nyonya cantik dapatkan anda melepaskan sahabat saya" kata Rimuru dengan nada sopan namun sedikit mengancam.
Wanita itu kemudian menoleh kearah dan mulai meperhatikannya.
"Untuk apa aku melepaskan Penyelamat, lagipula kau hanya sahabatnya kan" balas wanita itu.
"Geuh !" (Rimuru)
Rimuru dapat merasakan bahwa hatinya terasa seperti ditusuk dan andai dia manusia mungkin Rimuru akan menerima serangan perasaan.
Memang wanita itu cantik bahkan Benimaru dan Souei sampai tersipu ketika melihat mereka pertama kali tapi berbeda dengan Rimuru, jika di anime aslinya Rimuru akan tergoda oleh gadis cantik maka disini Rimuru nampak tak menunjukkan perasaan apapun kepada wanita itu yah bisa dibilang 70% Rimuru tidak tertarik walaupun dia juga tergoda tapi sedikit.
Ashborn masih mempertahankan senyum masam tapi kali ini dengan keringat yang cukup banyak membasahi tubuhnya, Ashborn mengetahui jika ini terus berlanjut maka hal ini akan membuat Ashborn menerima hadiah dari Rimuru, hadiah yang sangat spesial\~
"Hey mari kita semua bicara ditempat lain, kurasa tempat ini kurang cocok" kata Ashborn
"Ide bagus Ashborn, bagaimana kalau dirumahku saja" balas Rimuru dengan senyum yang penuh perhatian dan perempatan urat didahinya.
'Oh sialan' pikir Ashborn, dengan begitu mereka semua pergi kekediaman Rimuru untuk berbicara dan menyelesaikan masalah ini.
Flashback End
Ashborn kini tengah duduk dengan wanita itu yang masih memeluknya sedangkan Rimuru dia duduk diseberang meja berhadapan dengan Ashborn dan untuk yang lain mereka cuma berdiri.
Sedari tadi Rimuru hanya tersenyum dan hal itu membuat Ashborn tak bisa berbuat apa apa.
'Hey sistem apa yang terjadi pada Rimuru'
< Menurut analisisku dia cemburu >
'Cemburu denganku yang dipeluk wanita cantik ?'
< Pikirkan sendiri >
'Oh ayolah, bisakah kau berikan saran ?'
< Kurasa tidak, masalah ini berada diluar kemampuan saya >
'Tunggu bukannya kau sistem yang hebat'
< Pada kenyataannya memang seperti itu, tapi jika menyangkut perasaan makhluk hidup maka itu adalah hal yang rumit >
< Saya memang bisa menebak perasaan orang tapi itu terkadang dan juga saya dapat mudah mengetahuinya karena ekspresinya >
< Saya adalah sistem, saya tidak mengerti tentang apa itu perasaan karena pada dasarnya saya memang tak memiliki ego untuk berpikir layaknya makhluk hidup, saya hanyalah sistem yang diprogram untuk membantu Host dan bukan kecerdasan buatan karena semua yang saya miliki adalah sistem dan program dalam saya sendiri >
< Itu saja >
Selagi Ashborn berbicara dengan sistem dalam pikirannya, Rimuru sedikit menyipitkan matanya kearah Ashborn dan wanita itu.
Sesuai perkataan sistem Rimuru memang cemburu pada Ashborn karena dipeluk wanita secantik itu tapi rasa cemburu tidak lebih besar daripada rasa cemburu melihat Ashborn yang dipeluk oleh wanita itu.
'Kenapa rasanya sangat tidak nyaman melihat Ashborn dipeluk wanita itu' (Rimuru)
Rimuru sama sekali tak sadar akan hal itu tapi sistem yang dimiliki sudah menganilis Rimuru bukan hanya dari ekspresi tapi semuanya telah dianalisis.
Dan 1 hal yang didapatkan sistem adalah bahwa hormon wanita Shizu yang ada didalam tubuh Rimuru perlahan makin berkembang dan bertambah dan hal itu jugalah yang membuat sikap laki laki Rimuru perlahan hilang dan menjadi feminin tapi sistem hanya diam.
Kenapa sistem tidak memberitahu Ashborn tentang hal itu ?, karena Ashborn sama sekali tak memintanya seperti yang dikatakan sistem tadi bahwa dia hanyalah sistem biasa dengan program yang canggih bukan kecerdasan buatan yang dapat bertindak seperti punya ego.
Sistem hanya bertindak disaat genting dan pada saat itu juga sistem akan berada dalam mode darurat dimana dia akan mengambil tindakan agar Ashborn tidak mati.
"Baiklah sekarang, mari kita perjelas" (Rimuru)
Rimuru menyilangkan kedua tangannya sembari memejamkan mata selagi itu dia juga mengatur ketenangan dan setelah tenang Rimuru menghela nafasnya.
"Jadi nona, bisakah anda katakan siapa anda dan darimana berasal ?" (Rimuru)
Mendengar perkataan Rimuru barusan wanita itu segera melepaskan pelukannya dan menyeka air mata yang tersisa akibat tangisnya.
"Maafkan aku barusan, baiklah namaku adalah Elizabeth seorang Dewi" (Elizabeth)
Semua orang terkejut akan perkenalaan dari Elizabeth, yah bagaimana tidak terkejut dia adalah Dewi.
'Sistem'
< Baik, mohon tunggu sebentar >
Selagi sistem sedang menganalisis dan mencari informasi tentang Dewi Elizabeth, Rimuru melakukan hal yang sama.
'Raphael, apakah dia memang benar Dewi ?' (Rimuru)
< Benar, saya tidak dapat mencari informasi lain karena dia berasal dari dimensi yang berbeda > [Raphael]
'Begitukah, terima kasih Raphael' (Rimuru)
< Sama sama master > [Raphael]
Kembali lagi bersama Ashborn.
< Selesai, apakah anda ingin menerima informasi Yes/No ? >
'Tentu saja'
< Dari hasil analasis dan informasi yang berhasil saya dapatkan, Elizabeth memang Dewi dan dia termasuk golongan Dewa/Dewi yang kuat dan tempat dia tinggal cukup jauh >
'Dimana letaknya ?'
< Itu berada di alam semesta D73Z, bersebelahan dengan alam semesta J419 tapi ada sesuatu energi tipis menyelimutinya >
'Apa itu ?'
< Itu adalah kutukan >
'Apakah kau mengetahui kutukan itu ?'
< Tidak terlalu, saya hanya mengetahui bahwa kutukan ini sangat berbahaya dimana itu menyerang jiwa suatu entitas dan perlahan mulai menghancurkan jiwa tersebut. Siapapun yang menerima kutukan itu akan selalu mati dan dia harus dapat menahan rasa sakit yang luar biasa karena setiap bagian jiwanya hancur maka dia harus menahan rasa sakit yang luar biasa >
'Apakah memang sesakit itu ?'
< Ya, bahkan kebanyakan Dewa/Dewi kalangan atas mereka tidak akan dapat menahan rasa sakitnya dan rasa sakit itu akan terus bertambah sakit seiring berjalannya waktu >
'Hebat seperti biasa ya, sistem' pikir Ashborn yang memuji kinerja sistem.
< Terima kasih atas puniannya tapi itu sudah tugas saya untuk membantu Host >
Ashborn hanya dapat sedikit tersenyum dan kembali kepermasalahannya saat ini.
"Jadi kau adalah Dewi ya" kata Ashborn yang dibalas anggukan Elizabeth.
"Kurasa kedatanganmu kesini bukan hanya kunjungan, mengingat sedikit energi kutukan mematikan menempel pada dirimu dan kau yang memanggilku sebagai penyelamat"
Perkataan Ashborn langsung membuat semua orang terkejut termasuk Elizabeth, dia pikir bagaimana Ashborn mengetahui hal itu tapi itu segera dihilangkan olehnya.
"Benar aku kesini untuk meminta pertolonganmu wahai penyelamat" (Elizabeth)
"Tunggu sebentar, aku perlu mencerna keadaan saat ini" (Rimuru)
Ashborn hanya terkekeh melihat Rimuru yang bingung namun segera bertanya kepada Rimuru.
"Sebelum itu bolehkah aku tau masalahmu ?"
"Tentu aku akan menceritakannya" (Elizabeth)
Semua orang segera diam setelah mendengar bahwa Elizabeth akan bercerita termasuk Rimuru yang masih bingung.
Elizaeth kemudian menceritakan semuanya dimana itu berawal dari hari itu, hari dimana dan kakak perempuannya seperti biasa melihat keadaan berbagai makhluk hidup diplanet bumi lain.
Ketika mereka sedang melakukan aktivitas itu sebuah sosok hitam tak berbadan dan hanya memiliki mata bulat dan senyum putih muncul.
Sosok hitam itu segera menyerang Elizabeth tapi segera kakaknya melindunginya dari serangan itu, setelah menerima serangan makhluk itu kakak Elizabeth merasa kesakitan dan energi hitam pekat mulai menyelimuti tubuhnya seperti miasma.
Makhluk itu segera menghilang tanpa jejak sebelum para tentara Dew datang, mereka semua segera membawa kakak Elizabeth keruangannya untuk disembuhkan.
Namun itu tidak berhasil bahkan setelah menerima sihir Dewa dan ramuan kelas mistik, tidak ada yang dapat menghilangkan itu dari kakak Elizabeth.
Seorang Dewa lalu memeriksa dan mengatakan bahwa kakak Elizabeth terkena kutukan yang misterius dimana jiwa kakaknya perlahan hancur.
Karena itu Elizabeth diperintahkan salah satu Dewa/Dewi disana untuk mencari penyelamat yang akan menyelamatkan kakaknya dari kematian abadi.
Dan untuk dapat menemukan penyelamat tersebut Elizabeth diberikan batu petunjuk dimana batu itu akan bercahay ketika sang penyelamat berada dalam jangkaun batu petunjuk dan akan semakin terang ketika semakin dekat hingga dia menemukan.
"Diriku benarkan" potong Ashborn.
Mendengar permintaan Elizabeth, Ashborn hanya diam sambil berpikir melihat hal itu Elizabeth sedikit murung kemudian dia segera menjauh sedikit dan bersujud kepada Ashborn.
Semua orang langsung terkejut oleh Elizabeth karena bersujud.
"Hey Elizabe—" sebelum Ashborn dapat selesai berkata dia segera dipotong oleh permohonan Elizabeth.
"Aku tau itu tidak akan gratis, tapi kumohon tolong selamatkan kakak saya dan ketika anda berhasil menyelamatkan kakak saya maka saya Elizabeth dengan senang hati menawarkan diri saya sendiri sebagai pembayaran"
Ashborn kembali terdiam sedangkan yang lain mereka tercengan karena sosok yang tinggi dan dipuji bahkan disembah sampai bersujud hanya untuk meminta pertolongan.
< Quest Baru Telah Terpicu >
————————————————————
Dewi Elizabeth telah memohon kepada anda, sekarang anda harus menerima permohonannya.
Bantulah Elizabeth menyembuhkan kakaknya dengan mencari 5 bahan untuk membuat Rebirth Potion
Batas waktu : 1 bulan
Hadiah : Skill Absolut Territory
Kegagalan : Kematian kakak Elizabeth
Bonus hadiah : Mendapatkan Title baru yaitu 'The Man Loved By The Gods and Goddesses'
Apakah ingin menerima quest ini ?
Yes/No
————————————————————
'Tentu saja Yes'
< Quest telah diterima >
< Informasi Item >
| Air Mata Murni Dari Gadis Suci : 0/1 |
| Bulu Phoenix Sejati : 0/3 |
| Tangkai Pohon Keabadian : 0/1 |
| Fragment Bintang : 0/5 |
| Bunga Kelahiran : 0/1 |
< Memulai pencarian lokasi item >
< Mohon Host untuk menunggu >
Sementara itu semua orang masih terdiam melibat Elizabeth yang bersujud kepada Ashborn namun segera dia mendapat tepukan kecil dipunggungnya.
“Sudahlah Elizabeth, aku akan membantumu”
“Benarkah itu” (?)
“Um” angguk Ashborn
Wajah Elizabeth kemudian tersenyum dan segera memeluk Ashborn sekali lagi, semua orang hanya tersenyum masam kecuali Rimuru nampaknya Rimuru kembali cemburu namun dengan aura yang lebih kuat dan untuk Ashborn kurasa dia hanya dapat diam dengan wajah penuh keringat.
...
Setelah selesai berbicara dengan Elizabeth, Ashborn mengatakan dia akan berangkat sekitar 1 hari lagi karena harus bersiap siap sambil menunggu sistem memberikan lokasi dimana item untuk membuat Rebirth Potion berada.
Pada malam harinya Ashborn berjalan jalan ditengah kota dengan pakaian putih berkerah dengan kancing lalu dilapisi dengan sweater abu abu dan jaket mantel panjang bewarna hitam kemudian mengenakan celana jeans hitam dengan sepatu hitam dan sebuah selendang merah yang melingkari lehernya.
Ashborn dengan pelan berjalan, lalu Ashborn bernafas lewat mulut dan dapat terlihat asap keluar.
Ashborn memasukkan kedua tangannya kedalam kantong jaket dan terus berjalan sampai saat tengah malam, warga di kota Tempest sudah tidur.
Jalanan kota kini telah sepi dimana hanya ada beberapa penjaga kemudian disaat Ashborn sampai kealun alun dia menemukan Rimuru dengan pakaian sebelum dia menjadi demon lord yaitu pakaian berlengan biru panjang dengan mantel bulu.
“Rimuru”
Ashborn segera berjalan mendekati Rimuru yang menatapnya.
“Kenapa kau belum tidur ?”
“Aku......” (Rimuru)
Rimuru seakan tak bisa berkata apa apa dan dia hanya dapat menatap Ashborn dengan tatapan sendu.
“Hey Rimuru, ada apa ?”
“Tidak aku cuma......itu......” (Rimuru)
Hari semakin malam dan suasana makin dingin akibat suhu udara yang semakin rendah.
“Langit pada malam ini indah ya”
Rimuru yang mendengar perkataan Ashborn barusan segera menatap langit malam dengan banyak bintang yang terus bersinar, Rimuru merasa hatinya tenang setelah melihat bintang bintang yang indah kemudian Rimuru memegang baju lengan kanan Ashborn sehingga membuat Ashborn menatapnya.
“Hey Ashborn, apakah kau akan lama” (Rimuru)
“Aku tidak tau ?” Ashborn hanya dapat merenung sementara berpikir apakah akan terjadi perbedaan waktu ketika dia pergi kedunia lain.
Rimuru menundukkan kepalanya sedikit dan dengan lembut memegang tangan kanan Ashborn dan mengenggamnya.
Ashborn hanya menatap Rimuru dengan sedikit bingung sementara itu Rimuru hanya dapat menyembunyikan wajahnya yang memiliki rona merah.
“Entah mengapa setelah mendengar kau akan pergi, aku merasa seperti kesepian” kata Rimuru dengan pelan.
Ashborn kemudian tersenyum dan membalas genggaman Rimuru lalu berjalan kedepan Rimuru.
Ashborn segera menurunkan badannya untuk menyamai tinggi Rimuru lalu segera memegang tangan lain Rimuru.
“Apakah kau takut aku tidak akan pulang ?”
“Entahlah aku juga tidak tau” balas Rimuru dengan sedikit rona merah dan menunduk.
Ashborn hanya terkekeh melihat tingkah feminim Rimuru sebelum dia melepaskan tangannya dari tangan Rimuru.
Kemudian menyodorkan jari kelingking kanannya untuk melakukan janji kelingking dengan Rimuru.
“........” (Rimuru)
Rimuru terdiam sebelum senyum kecil muncul dibibirnya dan segera memeluk Ashborn, Ashborn tentu sedikit terkejut namun dia hanya dapat tersenyum.
“Apakah kau berjanji akan kembali ?” (Rimuru)
“Um, aku janji” balas Ashborn dan memeluk pinggang Rimuru, mereka berdua berpelukan dibawah sinar bulan sebelum akhirnya Rimuru mendorong tubuh Ashborn dengan perlahan untuk melepaskan pelukan kemudian berbalik dan berjalan.
“Kurasa sebaiknya kita tidur” (Rimuru)
Melihat Rimuru yang berjalan Ashborn segera menyusulnya kemudian berpisah untuk kembali kekediaman masing masing.
...
Keesokan harinya Ashborn dan Elizabeth berada dijalan masuk kota Tempest dimana mereka ditemani oleh Rimuru dan para eksekutif.
Elizabeth tetap memakai pakaian yang sama dan untuk Ashborn, dia saat ini dalam wujud Rohnya atau dalam wujud Shadow Monarch.
“Bagaimana apakah kau siap ?” tanya Ashborn kepada Elizabeth dan hanya diberi anggukan sebagai jawaban.
“Bagus, sekarang pimpin jalannya menuju lokasi kakakmu saat ini”
“Baiklah” (Elizabeth)
Elizabeth kemudian memejamkan mata dan mulai merapal mantra sihir dengan bahasa yang tidak semua orang pahami lalu pada bagian bawah Elizabeth muncul lingkaran sihir yang membuat sebuah portal sihir didepan mereka.
Setelah selesai Elizabeth menatap Ashborn dan mengangguk sebelum Ashborn membalas dengan anggukan juga.
Keduanya berjalan menuju portal namun terhenti ketika Rimuru memanggil Ashborn.
“Ashborn !” (Rimuru)
Ashborn segera berbalik dan Rimuru melempar sesuatu lalu Ashborn tangkap dengan tangan kanannya.
Ashborn membuka telapak tangannya dan melihat sebuah ukiran kayu kartun chibi dirinya dan Rimuru.
“Anggap itu sebagai hadiah dan juga sebagai pengingat agar kau tidak lupa !” (Rimuru)
Ashborn hanya dapat sedikit tersenyum walaupun terlahan armor wajahnya.
“Tentu saja, semuanya sampai jumpa lagi !”
Ashborn melambaikan tangannya kepada semua orang.
Semua orang membalas dengan lambaian kecil dan ucapan selamat tinggal kemudian Ashborn dan Elizabeth segera masuk kedalam portal sihir dan menghilang.
Setelah Ashborn dan Elizabeth pergi semua eksekutif Tempest segera pergi untuk melanjutkan aktivitas beserta tugas mereka.
Rimuru juga segera kembali kekantornya dan tanpa sadar kini ancaman akan datang kekota Tempest yaitu ke Kaisaran Timur dan diluar angkasa dari celah dimensi, sesosok pria yang tubuhnya tertutupi oleh bayang bayang menyeringai.
“Sudah dimulai kah, kukuku....hahahaha !” (?)
Sosok itu tertawa dengan keras sebelum dia menghilang kedalam celah dimensi.
Bersambung.