
Saat ini Ashborn dan Feld menuju tempat pelatihan mereka di area terbuka menggunakan kereta kuda sebelum mereka pergi Ashborn terlebih dahulu memberi tahu Rimuru dan Yuuki bahwa dia akan pulang
Feld juga sudah Ashborn beritahu bahwa dia berbakat dalam sihir saat dijalan Feld
"Hey Feld apa kau apa itu penyihir ?"
"Tentu saja seseorang yang ahli sihir" (Feld)
Ashborn terkekeh mendengar jawaban dari Feld dan menatapnya dengan sebuah senyum
"Ada apa sensei ?" (Feld)
"Kau salah besar Feld,ada seseorang yang bukan penyihir bisa memakai sihir. Biar kuberitahu penyihir adalah seseorang yang mampu merasakan energi pada tubuhnya ataupun sekitar lalu energi dia tarik dan disimpan"
"Energi apa itu sensei ?" (Feld)
"Energi itu disebut mana,mana ada dimana mana bahkan sekarang mana ada disekitar kita namun kita tidak bisa merasakan"
"Apakah benar itu ?" (Benar)
"Um,pada dasarnya bumi menyimpan mana yang sangat banyak dan terus bertambah dan saat seseorang dapat merasakan mana dari bumi lalu mampu menguasai mana bumi maka itu akan sangat kuat sebagai contoh seorang penyihir yang menciptakan hutan energi sihir yang dia gunakan adalah mana bumi"
"Lalu apakah mana dan mana bumi itu berbeda" tanya Feld dengan penasaran
"Pada dasarnya keduanya itu sama namun juga berbeda mana adalah sebuah energi yang berasal dari galaksi dan mana ada yaiti mana murni dan tidak,mana murni adalah yang langsung diambil dari sumbernya sedangkan mana tidak murni adalah mana yang tercampur dengan sesuatu contohnya adalah makhluk yang ada diplanet ini. Mana mereka berasal dari bumi dan itu tercampur dengan energi alam"
"Keren,pengetahuan sensei ternyata luas" kata Feld dengan mata berbinar binar,Ashborn hanya tersenyum kecut pada Feld dan menepuk kepalanya dengan lembut
"Aku tidak seperti itu kok,penahamanku tentang energi galaksi dan mana masihlah dangkal"
Butuh waktu setengah hari untuk sampai ditujuan setelah sampai hanya ada hamparan lahan kosong tak lupa Ashborn membayar jasa tumpangan mereka
"Sensei apakah ini tempat latihan kita" tanya Feld yang diangguki Ashborn
"Feld akan kutunjukkan bagaimana sihir alam"
'Sistem'
< Baik >
Ashborn meletakkan kedua tangannya ditanah kemudian dia mulai menyerap energi disekitarnya lalu sebuah akar pohon muncul
Feld yang melihat itu sangat kagum dengan Ashborn lalu akar pohon itu mulai membentuk sebuah rumah sederhana ini mirip dengan teknik Mokuton milik Hashirama
"Yosh semuanya sudah selesai"
Ashborn mengangkat kedua lengannya sambil tersenyum
"Baiklah Feld mari kita mulai pelatihannya"
"Baik sensei" (Feld)
Ashborn menginjak tanah dan muncul sebuah batang pohon yang berjarak 3 meter
"Feld sekarang apa kau bisa menggunakan sihir" kata Ashborn lalu Feld menggelengkan kepalanya
"Feld coba kau bayangkan sebuah percikan api"
"Akan kucoba" (Feld)
Feld kemudian memejamkan matanya Ashborn kemudian menonton bagaimana Feld menciptakan sebuah sihir
Ashborn POV
Bagaimana ya caranya Feld menciptakan sihir api aku penesaran,tunggu aku belum melihat statusku
'Open status'
Nama : Ashborn
Umur : 18
Ras : ?
Mana : 100.000.000.000.000
Level : 356
Job : Shadow Monarch
Title : Ashborn Reincarnation
Skill : Ruler's Authority,Shadow Extraction,Shadow Preservation,Reanimation,Shadow Summon,Shadow Save,Shadow Exchange,Shadow Monarch's Domain,Regeneration,Vital Strike,Mutilate,Dominator's Touch,Dominator's Authority,Dimension Break,Photography Master
Kekuatan : MAX Kelincahan : MAX
Kecepatan : MAX Ketahanan : MAX
Wow levelku naik 200 lebih tapi aku penasaran sesuatu apakah semakin tinggi level maka exp yang dibutuhkan semakin banyak juga ya
"Sistem apakah exp setiap level itu berbeda ?"
< Tentu Host,semakin banyak level anda naik maka semakin banyak exp yang diperlukan >
Begitukah yah ini mirip seperti game yang dulu kumainkan lalu saat aku menatap Feld sedikit percikan muncul ditangannya
Aku tak menyangka dia cukup tau dasar sihir api,kurasa anak ini akan menjadi jenius dimasa depan
Lalu tiba tiba percikan itu membesar dan meledak,aku langsung berlari kearah Feld dengan perasaan khawatir
"Feld apa kau baik baik saja" tanyaku
"Uhok*Batuk*uhok aku tidak apa apa" (Feld)
"Pfft"
Aku hampir tertawa melihat wajahnya namun aku berusaha menahannya
"Sensei ada apa ?" Tanya Feld dengan wajah bingung lalu aku menjawab "Lihat sendiri" sambil memberikannya cermin dan selanjutnya yang terjadi
"Emang ada ap—EEEEHHHHH !" Feld terkejut dengan wajahnya yang hitam akibat ledakan tadi aku yang tak bisa memendung tawaku akhirnya tertawa terbahak bahak
Feld hanya diam lalu mencari cara agar membersihkan wajahnya kemudian aku menciptakan sihir dan menyiramkannya kewajah Feld
Wajah dan tubuh Feld basah kuyub kemudian aku menciptakan sihir angin untuk mengeringkan Feld
"Maaf sensei aku gagal" (Feld)
"Tidak apa apa ini baru pertama kalinya maka wajar kamu membuat kesalahan,pelan pelan saja"
Aku menepuk kedua bahu Feld sambil lalu kembali melihat Feld dari jauh,Feld menampar kedua pipinya kemudian memasang wajah serius meskipun kedua pipinya sedikit merah aku menantikan perkembanganmu Feld muridku satu satu tunggu sebentar kurasa aku tidak akan mengangkat murid lagi
"Feld murid satu satuku semoga kau berhasil"
Feld POV
Namaku Feld,aku adalah anak yatim dan tinggal digereja aku punya teman masa kecil bernama Aria kami tumbuh bersama dan menjadi petualang
Namun saat bergabung party Blue Ocean sifat Aria berubah dia mulai menjadi kasar dan selalu menyakitiku bersama anggota lain sampai pada suatu saat aku bertemu dengan King Of Adventure dan dijadikan murid olehnya
Aku tidak percaya aku menjadi murid petualang terkuat dikerajaan Ingrasi bukan hanya itu guruku memberi tahuku bahwa aku keturunan seorang sage dan memiliki kecocokan terhadap
Aku diajari caranya memilih keputusanku,hidupku adalah milikku bukan milik orang lain itulah yang guruku katakan
Saat ini aku sedang berlatih sihir api dari guruku,dia hanya memberiku sedikit saran dan menyuruhku melakukannya sendiri
Saat percobaan pertama aku berhasil memunculkan api ditanganku namun itu malah meledak dan membuat wajahku hitam lalu guruku dia tertawa terbahak bahak karena itu aku cukup malu namun tidak ada yang bisa kulakukan
"Tidak apa apa ini baru pertama kalinya maka wajar kamu membuat kesalahan,pelan pelan saja" (Ashborn)
Guruku menepuk kedua bahuku lalu mengawasiku dari jauh,benar apa yang guru katakan jangan tergesa gesa jadi aku menampar kedua pipiku dan memasang wajah serius
"Yosh mari kita coba"
Kemudian aku memejamkan mataku dan membayangkan api,ini cukup sulit karena pada dasarnya aku tidak pernah belajar sihir
"Feld !,agar mudah coba bayangkan percikan api terlebih dahulu sebelum apinya" (Ashborn)
'Guru,baiklah mari kita coba'
Aku mulai membayangkan sebuah percikan api kemudian aku sedikit merasakan kehangatan pada jari ditangan kananku
'Percikan lalu api'
Dari bayangan percikan aku mulai membuatnya menjadi api kecil,dalam pikiranku hanya ada kegelapan yang diterangi api kecil tanganku semakin hangat jadi aku membuka mataku dan melihat api kecil ditanganku. Aku merasa bahagia dan menatap guruku yang tersenyum
"Sensei aku berhasil !" Kataku dengan nada senang
"Bagus sekarang teruskan !" (Ashborn)
"Baik !" Aku mengiyakan perkataan guruku dan membayangkan api kecil ditanganku menjadi api yang agak besar kini rasa hangat menyelimuti seluruh telapak tanganku jadi aku terus membayangkan apinya menjadi besar
Saat aku membuka mata aku dapat melihat melihat yang seukuran dengan kepala orang dewasa
"Bagus Feld !,sekarang kau bisa tembak batang kayu yang tersusun disana" (Ashborn)
"Tapi aku tidak tau caranya menembakkannya"
"Mudah saja,bayangkan api ditanganmu seperti anak panah dan dirimu sebagai panahnya" (Ashborn)
Aku mengangguki perkataan guruku lalu mulai membayangkannya
'Fokuslah diriku'
Aku membayangkan api ditanganku sebagai anak panah,tubuhku sebagai panah dan pikiranku layaknya tali
Kini pikirkan anak panah yang ditarik tangan dengan tali namun entah kenapa aliran mana didalam tubuhku sedikit kacau tapi aku menarik nafasku dalam dalam dan memgehmbuskannya supaya tenang
Kini aliran manaku kembali teratur jadi aku meneruskannya,kini anak panah sudah ditarik dan siap dilepaskan
"Mari kita coba"
Aku menatap tajam kearah sasaranku lalu mulai melepas anak panah didalam pikiranku lalu api yang ada ditangan kananku tertembak kearah depan dan mengenai batang kayu
BOOM!
Serangan api milikku mengenai salah satu batang pohon namun itu hanya mengakibatkan gosong dan sedikit kerusakan
Padahal aku berharap batang kayu itu hancur nampaknya aku salah
"Jangan bersedih Feld,selama kau berlatih maka kupastikan seranganmu akan semakin baik" (Ashborn)
Guruku selalu memberiku semangat kurasa aku akan mencoba sekali lagi jadi aku mulai menciptakan bola api dan terus menembak setiap batang pohon dan itu berlangsung selama 5 menit
'Kepalaku sakit dan tubuhku sangat lemas,apa yang terjadi'
Lalu saat aku membuka mataku aku ada disebuah kamar,aku berdiri dari kasur sambil memegang kepalaku yang masih sakit lalu pintu terbuka dan menampilkan guruku
"Apa kau tidak apa apa Feld ?" (Ashborn)
"Ya,apa yang terjadi sensei" tanyaku
"Kau pingsan akibat kehabisan mana" (Ashborn)
Begitukah aku bertanya berapa lama aku pingsan dan guru hanya memberitahu bahwa aku sudah pingsan selama 3 jam
"Jangan merasa dirimu lemah Feld" kata guruku yang mengelus kepalaku
"Mari kita lanjutkan pelatihan muridku" (Ashborn)
"Baik"
Kemudian aku turun dari kasur dan mengikutiku guruku diluar kemudian berlatih setelah berhasil menguasai sihir api guruku memberi tahu dasar dasar sihir elemen
Aku kemudian diajari cara menguasai 5 elemen utama yaitu api,air,listrik,angin,dan tanah dan setiap elemen yang kupelajari akan memiliki tempat pelatihan yang berbeda dan caranya melatihnya
Ketika aku berlatih elemen air,aku dibawa guru menuju sebuah dan disuruh bermeditasi sambil menenangkan pikiran
Dasar elemen air itu ketenangan jadi untuk menciptakan sihir air sempurna aku perlu memasuki ketenangan kedalam pikiranku
Aku diajari teknik teknik elemen air dasar hingga tinggi setelah menguasai elemen air dan itu terus berlanjut ke elemen tanah,angin dan petir
Tak hanya pengajaran tentang sihir elemen guruku juga mengajari pertarungan jarak dekat karena akan menyusahkan jika penyihir tidak menguasai pertarungan jarak
Aku awalnya menggunakan pedang dan melakukan latih tanding namun guruku mengatakan aku tidak cocok dengan pedang
Jadi dia mengajariku teknik bertarung tangan kosong,pada awalnya aku tidak mau tapi setelah melihat guruku yang melakukan teknik pertarungan tangan kosong ditambah sihir aku jadi tertarik
Guruku mengatakan pertarungan tangan kosong dapat ditamba dengan sihir saat guruku mencontohkannya
Dia meninju pohon yang dia ciptakan lalu saat pukulannya mengenai pohon,pukulan guruku menciptakan ledakan akibat sihir api yang dia tempatkan ditangan
Bukan hanya ledakan api guruku juga memperlihatkan pukulan api yang mana kedua tangan diselimuti sihir api
Guruku juga mengatakan bahwa sihir elemen dapat berevolusi seperti api yang menjadi blaze,air menjadi es,angin menjadi badai,petir menjadi halilintar dan tanah menjadi bumi
Pada hari pertama latihan memang cukup mudah namun keesokan hari latihanku menjadi sangat berat
Disela sela latihan guru menjelaskan bahwa sihir itu ada 2 tipe yaitu sihir rapalan dan sihir tanpa rapalan,sihir tanpa rapalan samgat susah dikuasai hingga kebanyakan orang memakai sihir rapalan dan sihir rapalan itu ada 3 yaitu rapalan panjang,sedang dan pendek
Aku terus berlatih sihir sambil berlatih gaya bertarung tangan kosong pada awalnya aku cukup kesusahan namun aku mulai terbiasa
Latihan milikku sangat keras namun itu semua harus kuhadapi demi menjadi kuat dan saat ini aku sedang bersiap siap melakukan latih tanding dengan guru,aku sudah dilatih guruku selama 1 bulan lebih itu meskipun itu adalah latihan neraka
Kami berdua kemudian berdiri dan membagi jarak kami lalu dia mengeluarkan koin dari kantong celanannya
"Ketika koin ini menyentuh tanah maka pertandingan dimulai mengerti ?" (Ashborn)
"Mengerti"
Guruku melempar koin keudara lalu saat menyentuh tangan aku langsung maju menuju guru dan memberikan serangan sihir [Bola Api]
Guruku sangat mudah menghindari serangan [Bola Api] ku namun aku tak menyerah aku kemudian meluncurkan serangan [Duri Tanah] dan serangan [Bilah Angin] tapi guruku melakukan pukulan dan menciptakan dorongan angin yang kuat
Aku terpental namun aku langsung berdiri kembali kali ini menggunakan [Hujan Api] dan ditahan guruku dengan sebuah dinding air aku sedikit kesusahan karena guruku bisa melakukan sihir tanpa rapalan meskipun saat ini aku sudah menguasai teknik rapalan pendek
Author Note : Kasian Feld Dia Gak Tau Ashborn Memakai Skill God Of Element
Kemudian dengan elemen petir aku memusatkan petir dikakiku untuk menambah kecepatan dan sihir angin untuk meringankan tubuhku
Guruku menatapku dan mengeluarkan sebuah semburan api dari mulutku dan dengan cepat aku menghindari itu hingga berada dibelakangnya
Dengan sihir petir aku menciptakan [Lightning Blade] yang memiliki panjang 50 cm dan mulai menyerang guru tapi dengan tangan kosong guru dapat menahan [Lightning Blade] milikku
"Kau sama sekali tak memberikan muridmu ini kelonggaran ya sensei ?" Tanyaku yang hanya dijawab guru dengan senyuman kemudian aku menginjak dan menciptakan duri batu besar dari sihir [Duri Tanah] guruku melompat untuk menghindari serangan [Duri Tanah]
"Tertangkap kau sensei [Lighting Ball]"
Lalu beberapa bola listrik muncul dibelakang guru dan mengeluarkan listrik yang menyambar dirinya namun dia dengan cepat menghindar tapi karena aku sudah menduga itu dengan elemen air aku menciptakan [Penjara Air] sehingga guru terperangkap didalam bola air
Aku tak menyiakan kesempatanku jadi aku melompat dengan pijakan angin dan ketika sampai aku menusuk guru dengan [Lightning Blade] dan itu berhasil menembus guru dan membuat setruman pada air yang mengurungnya namun saat aku melihat wajah guru dia hanya tersenyum
Tiba tiba tubuh guru berubah menjadi listrik yang menyambar tubuhku hingga aku terjatuh keudara
'Sial tubuh palsu'
Dengan sihir angin aku membuat tubuhku mengambang sehingga tabrakan dengan tanah dapat dihindari
Ketika mendarat aku sama sekali tak bisa menggerakkan tubuhku selama beberapa detik dan saat aku menoleh kearah kiri
Aku melihat guruku tersenyum manis kearahku dan aku membuat ekspresi masam saat tubuhku bisa bergerak aku langsung memukul tanah sehingga sebuah batu runcing muncul dan memerangkap tubuh guru
Kemudian aku menggunakan elemen petir untuk mempercepat gerakan dan menuju guru tak lupa aku merapalkan sihir api yang aku pelajari
"Wahai naga api terimalah panggilanku dan pinjamkan aku kekuatanmu [Dragon Blast]"
Aku mengarahkan kedua tanganku keguru lalu dari telapak tanganku muncul semburan api yang besar dan membakar guruku
Secara tak terduga guru tak terbakar sama sekali aku berusaha menjauh namun tidak bisa
Kini tubuhku sangat lemas,mungkin karena manaku hanya tersisa sedikit lagi
Guru semakin dekat dan dekat lalu ketika dia berada dihadapanku dia tersenyum dan menciptakan bola api dikedua tangannya namun aku menyiringai dan menciptakan [Lighting Blade] dengan sisa manaku kemudian menusuk tubub guru
Tapi ketika guru tertusuk [Lightning Blade] sebuah kepulan asap muncul dan tubunnya berubah menjadi potongan kayu kemudian sebuah tepukan halus memgenai kepalaku
Saat aku menoleh kebelakang aku menemukan guru yang masih tersenyum dan aku membalasnya dengan senyuman puas sebelum pingsan
3rd POV
Saat Feld terbangun dari pingsannya dia disambut Ashborn yang sedang duduk disebelahnya menatap langit
“Guru” (Feld)
“Kau sudah bangun Feld”
Kemudian Feld berdiri dengan posisi duduk lalu Ashborn mengeluarkan sebuah potion bewarna biru laut dan memberikannya kepada Feld
“Apa ini sensei ?” (Feld)
“Ini adalah potion untuk pemulihan mana sekaligus menambah jumlah kapasitas manamu Feld”
“Tapi sensei” (Feld)
“Jangan kwahatir Feld,minumlah”
Feld lalu mengambil potion itu dan meminumnya
“Bagaimana rasanya ?” Tanya Ashborn
“Rasanya seperti tubuhku segar” jawab Feld sambil menggerakkan tubuhnya,Ashborn yang melihat itu hanya tersenyum kepada Feld kemudian Ashborn berdiri dan mengulurkan tangannya kepada Feld
“Ayo kembali Feld”
“Baik sensei” (Feld)
Feld menangkap uluran tangan Ashborn dan ditarik untuk berdiri kemudian mereka berdua berjalan menuju kerajaan Ingrasi
Ashborn juga menghilangkan semua hal hal yang dia ciptakan ditempat ini seperti rumah dan lain lain
Lalu saat perjalan menuju Ingrasia sistem memberikan peringatan
< PERINGATAN HOST >
‘Apa yang terjadi sistem’ batin Ashborn yang bertanya kepada sistem
< SEBUAH DUNGEON BREAK DENGAN RANK SSS AKAN MUNCUL DIDEKAT INGRASIA DAN HUTAN BESAR JURA DENGAN SEDIKIT INFO UNTUK HOST ITU ADALAH RED GATE >
“Apa !?”
BERSAMBUNG
————————————————————
Gua Selaku Author Mau Bilang Minta Maaf Untuk Typo Yang Bertebaran Di Chapter Ini Dan Chapter Sebelumnya