
Beberapa hari setelah kejadian dungeon break dunia menjadi gempar akibat energi misterius yang besar bahkan kabar tentang moster yang muncul entah darimana sudah menyebar luas kenegara barat dan timur
Karena hal itu Gereja Suci Barat dan Kekaisaran Timur agak sedikit bergerak untuk menyelidiki hal itu bahkan para malaikat dan iblispun ikut mencari tahu perihal kejadian itu
Ashborn dengan serius mencari tahu apa penyebab terjadinya dungeon break yang seharusnya tak terjadi
Ashborn berpikir setelah kedatangannya kedunia Tensura banyak hal hal yang tak seharusnya tak terjadi malah terjadi bahkan dungeon break
Seharusnya para monster didalam dungeon break telah dihabisi oleh Sung Jin Wo saat dia meminta para ruler untuk menggunakan [RebirthTrophy] demi mengubah dunianya
Ashborn duduk termenung sambil menatap langit,Ashborn sama sekali tak mengetahui apa yang dilakukan Sung Jin Wo setelah menggunakan [Rebirth Trophy] karena yang hanya dia tau bahwa Sung Jin Wo menghabisi semua monster yang tersisa mungkin juga para monarch meskipun semua monarch sudah mati dan hanya menyisakan dia saja
Tetapi Ashborn masih curiga dengan jiwa para monarch ada kemungkinan mereka bisa bangkit kembali karena mereka pada dasarnya mereka tercipta sendiri bukan karena kehendak siapapun,mereka tercipta dari 'sesuatu' yang misterius sebuah kehidupan yang berubah itulah yang Ashborn tahu tapi untuk kasusnya dia masih bingung kenapa Absolut menyimpan kekuatan sebesar ini didalam tubuhnya terlebih lagi dia adalah Ruler yang menerima perintah langsung dari Absolut dalam artian Ruler dengan posisi tertinggi
Author Note : Gua Ngarang Cerita Tentang Kelahiran Para Monarch Karena Gua Gak Tau Alasan Mereka Lahir Dan Caranya Tehe\~
Namun ketika sistem memberikan sedikit informasi yang dia dapat tentang dungeon break Ashborn hanya bisa memegang kepalanya sambil mendesah
< Alasan terjadinya Dungeon Break adalah campur tangan dari Ten Of Eternal Chaos >
"Hah.....sial"
Flashback
Setelah dungeon break berakhir Ashborn,Yuuki dan para badut kembali ke Ingrasia dan mereka disambut meriah oleh para petualang
"Yuuki aku titipkan muridku padamu"
"Baiklah tapi guru mau kemana ?" (Yuuki)
"Aku harus pergi kesuatu tempat dahulu"
'Sistem teleportasikan aku ketempat Bellion'
< Dimengerti >
Sebuah lingkaran sihir muncul dibawah kaki Ashborn dan membawanya pergi dengan cahaya yang menyelimutinya dan ketika sampai para Shadow Soldier langsung bersujud hormat
Ashborn dapat melihat tumpukan mayat monster yang jumlahnya sangat banyak dan saat dia menoleh Ashborn melihat Rimuru,Benimaru,Diablo,Shion dan Souei beserta pasukannya
"Rimuru,sedang apa kau disini ?" kata Ashborn
"Aku merasakan energi besar disini jadi aku memutuskan untuk melihatnya" (Rimuru)
'Sistem 'mereka' melihat kejadian ini ?'
< Tenang saja Host,aku telah memblokir sihir pengamatan mereka baik itu iblis dan malaikat mereka tak dapat melihatnya >
'Syukurlah terima kasih sistem'
< Sama sama >
Kemudian Ashborn mengeluarkan semua mayat monster daru dalam inventory dan menyuruh para Shadow Soldier menyusun rapi para mayat tersebut,Rimuru yang bingung bertanya kepada Ashborn tentang apa yang akan dia lakukan
"Ne..Ashborn apa yang kau lakukan ?" (Rimuru)
"Lihat saja" jawab Ashborn dengan senyuman
Setelah beberapa menit mayat oara monster tersusun rapi para Shadow Soldier langsung kepergi ketempat kosong dan membungkuk hormat kepada Ashborn kecuali Igris,Beru dan Bellion karena mereka berdiri didekat Ashborn
Ashborn menggunakan [Shadow Monarch's Domain] lalu bayangan miliki Ashborn menyebar hingga mengenai semua mayat monster kemudian dengan senyuman Ashborn menggunakan [Shadow Extraction]
"Arise"
Seketika energi besar meluap dari para mayat monster dan memunculkan Shadow Soldier dari para mayat bentuk mereka tidak ada yang berubah cuma ukurannya saja yang agak berbeda
Setelah para Shadow Soldier baru bangkit mereka langsung bersujud kepada Ashborn tanpa memgucapkan sepatah katapun dan kenanyakan monster memiliki tingkat {Elite Knight Grade},Rimuru dan semuanya yang melihat ini sangat terkejut
"Ashborn-san kekuatanmu itu—" (Rimuru)
"Membuat jiwa monster menjadi pasukan bayangan abadi setelah mereka mati,itulah kekuatan dari Shadow Monarch"
Rimuru yang mendengar jawaban Ashborn hanya tersenyum masam sedangkan Benimaru,Shion dan Soeui mereka hanya terdiam dan untuk Diablo dia hanya tersenyum meskipun dia juga terkejut
Kemudian notifikasi muncul untuk memberikan mereka nama dan Ashborn hanya tersenyum kecut seakan malas memberikan nama
'Hey sistem bisakah aku tidak menamai mereka ?'
< Tentu Host >
'Bagus'
< Tapi Host harus memberikan nama kepada 2 Shadow Soldier bos dungeon >
'Apakah itu bisa ditolak'
< Tidak >
Ashborn kemudian berjalan menuju Shadow Soldier bos dungeon itu dan menunjuk yang ada disebelah kiri lalu kekanan
"Mulai sekarang namamu adalah Red dan kamu adalah Blue"
Kemudian sejumlah energi besar terserap kedalam tubuh mereka hingga mereka berevolusi dari tingkat {General Grade} menjadi {Marshal Grade}
"Terima kasih Rajaku" (Red&Blue)
'Sistem tolong evolusikan mereka semua ke {General Grade}'
< Diterima memulai evolusi >
Sejumlah energi besar muncul dan membuat tekanan yang kuat,awan mulai menjadi hitam dan dunia sedikit bergetar bahkan langit seakan mau runtuh
Kemudian tubuh para Shadow Soldier diselimuti oleh kegelapan dan dalam beberapa detik kegelapan itu meresap tak bersisa hingga menyisakan para Shadow Soldier yang sudah bervolusi menjadi {General Grade} para malaikat mengalami guncangan yang hebat akibat sedangkan para iblis mereka tertekan akibat luapan energi saat evolusi dan saat mereka mencoba mengintip sistem dengan cepat memblokirnya
< Evolusi selesai,selamat Host >
Saat Ashborn menatap Rimuru wajahnya sediki pucat dan Ashborn memberikan senyuman masam
Flashback End
Ashborn kemudian berjalan jalan didekat hutan jura dan tak sengaja menemukan sebuah lokasi yang penuh pohon sakura meskipun belum mekar tapi dapat terlihat bunganya yang masih tumbuh
"Cantik"
Ashborn berkeliling tempat itu dan melihat Rimuru dengan pakaian demon lordnya sedang duduk diatas batu besar didekat danau,Ashborn menghilangkan hawa keberadaanya dan saat dekat
"BA!" Ashborn mengejutkan Rimuru dengan menepuk bahunya
"Kya!" (Rimuru)
"Hahaha....haha...ha....."
Ashborn terhenti tertawa saat melihat Rimuru memeluk perutnya dan menatap Ashborn sambil mengembungkan pipinya dengan rona merah diwajahnya dan terdapat sedikit air mata diujung kelopak matanya
PLAK!!! Ashborn langsung menampar keras wajahnya yang membuat Rimuru bingung namun didalam pikiran Ashborn hanya kata kata 'Aku masih lurus' setelah pukulan pipi kanan Ashborn merah
"Pfft...hahahahaha!" (Rimuru)
Rimuru langsung tertawa terbahak bahak melihat kelakuan Ashborn dan Ashborn hanya tersenyum
"Rimuru-san apa yang kau pikirkan ?"
"Ah...itu aku cuma memikirkan Shizu" (Rimuru)
"..........apa kau menyesal tidak bisa menyelamatkannya ?"
"Um,aku menyesal namun itu wajar saat itu aku masih lemah dan tak bisa melakukan apa apa" jawab Rimuru dengan nada sedih
Ashborn mendekati Rimuru dan memeluknya dengan penuh kasih sayang
"Ashborn-san"
"Jangan kau pikirkan itu dia sudah tenang disana"
Rimuru meletakkan kedua tangannya didada Ashborn dan sedikit mencengkram pakaian Ashborn sambil membenamkan wajahnya
"Keluarkan lah semuanya jangan kau pendam,itu hanya akan membuat hatimu sakit"
Ashborn sedikit merasakan basah ditubuhnya dan terdengar suara tangisan Rimuru kemudian Ashborn mengelus-elus kepala Rimuru untuk menenangkannya
"Keluarkan semuanya aku akan ada disini"
"Whaaaaaaa!,maafkan aku hiks.....Shizu.....maafkan hiks.....maafkan aku" (Rimuru)
Ashborn sedikit menguatkan pelukannya sambil mengelus rambut biru Rimuru
"Whaaaa! Hiks.....hiks....hiks"
"Sudahlah jangan menangis anakku" (?)
"Tapi...ibu"
"Sudahlah" (?)
Kemudian seorang wanita dengan rambut hitam dan mata biru lautnya meneluk seorang anak yang menangis sambil mengelus kepalanya dengan senyuman manis
"Jangan kau tahan,keluarkanlah semuanya" (?)
"Whaaaaa!......hiks....hiks"
"Anak pintar......" (?)
"Ibu suatu saat aku akan menjadi orang baik yang selalu menolong orang"
Kemudian anak itu melepaskan dirinya dari pelukan sang wanita dan wanita hanya tersenyum sambil menatap anak tersebut
Sebuah cahaya muncul setelah itu wanita tersebut terbaring dikasur tubuh lemas sambil menggunakan infus ditangan kanannya
Seorang anak dengan rambut hitam menangis disebelahnya kemudian wanita itu mengelus kepalanya dan berkata
"Sudahlah jangan menangis,meskipun ibu pergi,ibu akan terus mengawasimu anakmu" (?)
"I....bu..hiks"
"Jangan menangis,jika kau menangis ibu akan merasa sedih" (?)
Setelah mendengar perkataan wanita itu sang anak berhenti menangis sambil mengusap air mata yang ada dipipi kanan dan kirinya
"Um"
"Bagus,ingatlah setiap orang memiliki hati yang rapuh jika dia berusaha menutupi perasaannya maka itu akan membuatnya semakin sakit" (?)
"Mudah saja,itu dapat terlihat dari ekspresinya"
"Ekspresi ?"
"Ekspresi orang yang sedih agak berbeda dari orang yang bahagia dan itu terlihat jelas pada senyuman dan matanya" (?)
"Dan jika kau menemukan orang seperti itu meskipun dia orang asing temanilah dia dan buat dia melepaskan semua perasaan yang dia pendam" (?)
"Mengerti ibu,aku akan melakukannya"
"Fufu\~anak baik" (?)
"Hehehehe aku mencintaimu ibu"
"Aku juga mencintaimu............Ryu" (?)
'Ibu,janjiku sekarang telah berhasil kutepati'
Rimuru lalu melihat wajah Ashborn yang sedikit sedih dengan senyuman pada bibirnya kemudian Rimuru menyentuh kedua pipi Ashborn hingga Ashborn menoleh kearahnya
"Hehehe ternyata kau punya masa lalu yang sedih ya" (Rimuru)
Ashborn menyentuh tangan lembut Rimuru dan menatap wajahnya yang cantik,kulit yang hampir seperti salju dengan iris emas pada matanya membuat Rimuru sangat menawan
"Setiap orang mempunyai masa lalunya sendiri"
Ashborn melepaskan kedua tangan Rimuru dan menyeka air mata Rimuru dengan senyuman hangat dan menyentuh pipi kanannya
"Terima kasih" jawab Rimuru yang tersenyum kini angin berhembus dan menerpa rambut biru Rimuru yang terurai
Kemudian Ashborn dan Rimuru melepaskan diri mereka dan duduk sambil menatap pohon sakura yang lagi tumbuh
"Ashborn-san mengapa kau melakukan ini" tanya Rimuru
"Ibuku dulu adalah orang yang energik dan ceria dia selalu baik kepada orang dan kepadaku suatu hari dia jatuh sakit,setelah diperiksa ternyata dia mengalami kanker jantung hari terus berlalu dan kesehatannya terus menurun namun dia tidak sedih ibuku tetap semangat meskipun dia waktunya tak banyak dan pada saat itu aku berjanji kepada ibuku untuk selalu membantu orang"
"Ibumu pasti orang yang sangat baik ya" (Rimuru)
"Tentu dan sekarang dia sudah tenang dialam sana"
Rimuru menatap Ashborn dan sedikit tertawa setelah melihat beberapa kelopak bunga sakura yang ada dirambutnya kemudian Rimuru mendekati Ashborn
"Ada apa Rimuru ?"
"Ada kelopak bunga dirambutmu" jawab Rimuru
Lalu Rinuru menyingkirkan kelopak bunga sakura tersebut dan saat Ashborn melihat Rimuru terdapat beberapa kelopak bunga yang menempel dirambut Rimuru
Kemudian Ashborn langsung mendekat hingga kedua wajah mereka nyaris bersentuhan dan dengan lembut Ashborn mengambil kelopak bunga itu dan saat ingin mengambil kelopak yang ada dihelai rambut depan bagian kiri Rimuru Ashborn tanpa sengaja berkata
"Kau sangat cantik Rimuru"
Rimuru sedikit terkejut lalu langsung turun dari batu
"Sekarang kita harus kembali Ashborn-san" (Rimuru)
Saat Rimuru melihat wajah Ashborn yang memerah akibat malu Rimuru hanya tersenyum kemudian berjalan pergi
Tak jauh dari tempat tadi Rimuru bersandar disebuah pohon sambil menutupi wajahnya yang merah
'Tenanglah diriku tenanglah! apakah aku merasa malu saat dikatakan cantik.....apakah ini cinta.......tidak tidak tidak aku ini laki laki......benar aku laki laki' pikiran Rimuru yang kacau
"Kau sangat cantik Rimuru"
Wajah Rimuru semakin memerah bahkan sekarang wajah Rimuru terlihat seperti sebuah tomat yang hampir matang
'Apa sih yang terjadi padaku' (Rimuru)
Rimuru kemudian menghela nafasnya dan berjalan menuju kota Tempest dengan rona merah pada wajahnya sementara itu Ashborn yang diam menutupi wajahnya
"Sial itu sangat memalukan"
"Tapi—"
Ashborn mengingat wajah Rimuru yang tadi dan langsung memerah malu
"Dia memang sangat cantik,hah.....*mendesah* kenapa dirimu menciptakan karakter secantik dia Fuse sensei"
Author Note : Jika kalian merasa sedikit baper dan sakit hati aku sebagai Jones Vetaran hanya bisa menyemangati jiwa jones kalian BTW Fuse itu author Tensura
Setelah itu Ashborn tertawa kecil sambil memandang langit
“Aku mencintaimu,teruslah hidup dan jangan menyerah Ryu” (?)
Seketika air menetes kedua kelopak mata Ashborn,air mata yang menetes dan Ashborn menangis sendirian
"Aku tak menyangka Ryu kecilku menangis" (?)
Ashborn yang mendengar suara itu langsung melihat kearah belakang dan menemukan seorang wanita berambut hitam panjang terurai dengan iris mata biru laut menggunakan dress putih bersih
"I......bu" kata Ashborn yang gemetar
Kini Ashborn tak bisa berhenti membendung tangisannya dan menangis seperti anak kecil sambil berlari dan memeluk ibunya
"Tapi bagaimana ibu seharusnya"
"Mati,itu benar ibu mati tapi jiwa masih hidup dan terus mengawasimu Ryu-chan dan kau pasti bingung bagaimana caranya ibu bertemu denganmu" (Ibu Ryu)
Ashborn mengangguk sebagai jawaban dan itu membuat ibunya tersenyum manis
"Saat itu ibu sedang jalan jalan dan ada sebuah suara yang mengatakan 'Saat ini Hostku Ryu membutuhkan kasih sayang orang tua' seperti lalu saat aku mengiyakannya tiba tiba tubuh menghilang dan saat menyadari aku ada disini" (Ibu Ryu)
"Sistem apakah ini ulahmu" kata Ashborn yang menyipit
< Benar Host,maaf telah melakukan ini tapi saya mendeteksi emosi yang tak stabil dari Host makanya saya melakukan ini >
"Terima kasih sistem"
< Sama sama Host >
"Sudahlah Ryu-chan berhenti menangis" (Ibu Ryu)
"Um"
"Selagi ibu disini bagaimana kalau Ryo-chan bercerita tentang hidup Ryu-chan" (Ibu Ryo)
"Baiklah"
Ashborn kemudian menceritakan kisah hidupnya dari setelah kematian ibunya,dirundung,hidup bersana ayahnya dan kekematian sampai saat ini
Pada awal mendengar cerita Ashborn,ibu Ryu(Ashborn) menangis sambil meminta maaf namun Ryu(Ashborn) mengatakan itu bukan salah ibunya
"Nampaknya hidup Ryu-chanku cukuk keras" (Ibu Ryu)
"Hahaha yah mau bagaimana lagi itu sudah takdir"
Lalu tubuh ibu Ryu mulai memudar dan hal itu membuat Ryu(Ashborn) panik namun segera ditenangkan oleh sistem
< Tenanglah Host,ibu anda tidak apa apa hanya saja waktunya untuk ada didunia ini habis >
"Mustahil,apakah tidak ada cara lain untuk membuat ibuku semakin lama bertahan"
< Maaf tapi tidak cara untuk melakukan itu >
Wajah Ashborn sangat putus asa namun ibu Ryu mengangkat tubuh Ryu agar tegas
"Sudahlah Ryu,kau tidak perlu sedih bahkan jika ibu tidak ada ibu akan selalu mengawasimu Ryu-chan" (Ibu Ryu)
"Oh ya kau harus mendapatkan wanita tadi,karena ibu sudah menyetujui wanita tadi menjadi menantu ibu" (Ibu Ryu)
"Tu....tu...tunggu apa yang ibu katakan dan berapa lama ibu melihat" sahut Ashborn yang wajahnya sedikit memerah
"Ara Ara\~sedai tadi,ibu tau kok Ryu-chan cuma malu dan jika ada kesempatan serang dia dan buat dia menjadi istrimu Ryu-chan" (Ibu Ryu)
Author Note : Rimuru dah dapat restu dati mertua hihihi\~
"I..ibu"
Ashborn hanya bisa berkata gagap dengan omongan ibunya,Ashborn bisa saja sih tapi masalahnya dia adalah laki laki
"Fufu\~ Ryu-chan tidak perlu buru buru.....dan selamat tinggal*menghilang*" (Ibu Ryu)
"Umu selamat tinggal Ibu"
Setelah mengucapkan selamat tinggal tubuh Ibu Ryu menghilang sepenuhnya dan hanya menyisakan Ryu(Ashborn) sendirian kemudian Ashborn pergi menuju kota Tempest
Lalu saat tiba diTempest Ashborn melihat Rimuru bersama Benimaru dan Souei kemudian Ashborn mendekati mereka
"Yo Rimuru ada apa"
"Oh Ashborn aku....cuma um" Rimuru sedikit gagap menjawab dan terdapat sediki rona merah diwajahnya Ashborn yang melihat itu kembali teringat kejadian tadi dan ikut memerah
Benimaru dan Soeui yang melihat itu cukup tau namun mereka tak terlalu peduli
"Uhuk*batuk* Rimuru-sama bagaiama keputusanmu ?" (Benimaru)
"Oh ya nanti kita bicarakan bersama semua eksekutif saat rapat dan Souei kembali kumpulkan informasi" (Rimuru)
"Dimengerti" (Benimaru&Souei)
Benimaru dan Souei pergi lalu Ashborn menatap wajah Rimuru yang agak cemas
"Hey Rimuru apa yang terjadi ?"
"Nampaknya Gereja Barat mulai bergerak" (Rimuru)
"Begitukah,kalau begitu aku juga akan ikut rapat bersama kalian"
"Tapi Ashborn-" (Rimuru)
"Sudah iyakan saja"
Rimuru mendesah kemudian mengangguk lalu pergi dan hanya meninggalkan Ashborn sendirian setelah itu Ashborn berjalan menuju penginapan sambil membeli makanan
Bersambung