My New Journey as Shadow Monarch Ashborn

My New Journey as Shadow Monarch Ashborn
Ronde Ke-3



Perkenalkan, namaku Ashborn seorang shadow monarch yang dulunya aku adalah manusia biasa.


Saat ini aku sedang menghadapi Zecht yang berubah menjadi raksasa yang mirip Kaiju, Zecht adalah salah satu anggota dari Ten Of Eternal Chaos.


Aku cukup terkejut saat Zecht berubah menjadi raksasa sebesar ini, padahal kukira dia akan mati tadi tapi nampaknya ini cukup merepotkan.


Kurasa ronde terakhir ini akan cukup menyusahkan.


Zecht dalam bentuk raksasa mengaum lalu aku berlari menuju dengan mengenakan armor yang kubeli dari sistem dan kutingkatkan hingga menjadi tingkatan yang sama dengan kedua senjataku.



Saat aku menoleh keatas, dapat terlihat ribuan bola energi yang siap menghujaniku. Itu cukup merepotkan untuk dihindari tapi akan kucoba.


"Sistem tolong beli kemampuan alien Evol untuk menciptakan black hole"


< Diterima.......Pembelian Berhasil >


Bola energi yang ada dilangit mulai turun dan dengan segera aku mengangkat kedua tanganku dan tercipatalah Black Hole yang sangat besar.


Black hole menyedot semua serangan Zecht kedalamnya lalu aku melihat Zecht yang telah mengumpulkan energi yang siap ditembakkan kepadaku.


Zecht menembakkan serangan tersebut dan dengan segera aku membeli perusai dan meningkatkannya hingga ketingkat tertinggi.


Saat perisaku menahan serangan Zecht aku dapat merasakan rasa sakit yang menjalar keseluruh bagian tanganku, rasanya sangat sakit dan membuat kedua tanganku mati rasa.


Crack


Perisai yang kebeli mulai retak dan aku berusaha menahannya bahkan aku menjadikan tubuhku sebagai topangan untuk menopang perisai.


Crack


Perisai ku semakin retak bahkan suaranya retakannya dapat terdengar ketelingaku, sial kapan dia berhenti melakukan serangan ini.


Lalu tiba tiba perisaiku hancur berkeping keping dan alhasil seluruh tubuhku terkena serangan hingga membuatku terpental jauh dan menghantam sebuah batu besar.


"Arkh"


Aku mengerang kesakitan, armor pada tubuhku semua hancur tak bersisa dan seluruh tubuhku dipenuhi luka dan entah mengapa rasanya sangat sakit.


< Peringatan >


< Seluruh tubuh Host terkena serangan yang berasal dari energi chaos >


"Siap, bisa kau netralisirkan semuanya"


< Itu cukup susah tapi saya akan mengusahakannya, mohon Host untuk bersabar >


Aku mencoba berdiri tapi saat mencoba aku terjatuh karena rasa sakit yang menggerogoti tubuhku.


"Berdirilah Ashbron, Berdiri !"


Aku menyemangati diriku sendiri dan berusaha keras untuk berdiri dengan rasa sakit.


"Sistem segera belikan armor untukku"


< Baik >


Seketika seluruh tubuhku diselimuti kegelapan dan saat kegelapan itu menghilang tubuhku sudah ditutupi oleh armor.



A/N : Gambar Diatas Adalah Bentuk Armornya


Zecht meraung dengan keras lalu berlari kearahku dengan langkah besar.


Aku kemudian berlari menuju dan lalu aku menggunakan kemampuan gravitasi dan menarik puluhan meteor yang kemudian menghamtam Zecht.


Zecht dihujani puluhan meteor meskipun meteor sudah menghantam tubub Zecht hal itu tak terlalu memberikan kerusakan pada tubuhnya.


Setelah itu Zecht mengaum dan mengeluarkan serangan energi chaos yang bertipe serangan area dan menghancurkan semua meteor yang telah kutarik.


Kemudian aku membeli tongkat Sun Wukong lalu meningkatkan tongkat tersebut dan berkata "Memanjang dan membesarlah" aku melempar tongkat Sun Wukong.


Tongkat tersebut memanjang dan membesar kemudian aku melompat dan berlari diatas tongkat yang mengarah kearah Zecht.


Zecht memunculkan puluhan bola energi dan menembakkannya kearahku dan untuk menghindarinya aku berlari sambil memutari tongkat.


Lalu saat jarakku dan Zecht tidak terlalu jauh aku melompat dan sampai keujung tongkat lalu memegang ujung tongkat Sun Wukong dan menghantamkannya kekepala Zecht secara vertikal.


Ketika tongkat Sun Wukong menghantam kepala Zecht tongkat tersebut hancur tapi serangannya berhasil melukai kepala Zecht.


Aku tersenyum setelah mengetahui itu lalu aku menarik tongkat Sun Wukong lalu membuatnya kembali utuh seperti semulai dengan bantuan sistem lalu menyerang Zecht dari samping hingga membuatnya terjatuh.


Meskipun ukuran Zecht besar dan kuat tapi hal itu membuat seluruh tubuhnya terbuka dan mudah diserang.


Saat aku menoleh kearah lain tiba tiba ekor Zecht sudah berada didekatku, karena tak sempat menghindar aku terkena serangan Zecht.


"Khuak"


Aku batuk darah saat terkena serangan Zecht tadi bahkan seluruh armorku rusak akibatnya, dan rasa sakit yang kuterima sangatlah sakit ini mungkin karena energi chaos yang masih berada ditubuhku.


Aku mencoba menggerakkan tubuhku tapi rasanya seperti seluruh tulangku remuk sialan, terlebih lagi saat ini aku hanya dapat menggunakan 50% kekuatanku.


Aku menoleh keara Zecht dan kini dia sedang mengumpulkan serangan energi chaos dari mulutnya.


Ini cukup menjengkelkan tapi yah kurasa aku tak dapat menghindar, Zecht lalu menembakkan energi chaos kearahku tapi aku segera menciptakan black hole yang sangat besar dan menyerap serangan chaos.


Saat black hole menyerap energi chaos, black hole tersebut seperti tak dapat menahan kekuatan dari energi chaos jadi aku meminta sistem segera memindahkan diriku ketempat yang jauh untuk menghindari ledakan sekaligus memulihkan luka yang ada ditubuhku.


"Sistem berapa lama kira kira kau dapat segera menyembuhkan tubuhku dari energi chaos ?"


< Untuk saat ini, itu tidak dapat dilakukan karena saat Host sedang dalam pertarungan. Lebih baik Host segera selesaikan pertarungan ini dan juga titik lemahnya berada di bawah rahangnya dekat leher >


"Hah.....merepotkan"


Aku berdiri dan mengeluarkan kedua pedangku, kemudian dengan memusatkan kekuatan pada kaki, aku bergerak dengan cepat menuju Zecht sambil menghindari serangan energi chaos.


"Sistem !, Melammu Dingir"


< Baik >


Dari bagian belakang Zech, muncul ratusan portal yang mengeluarkan meriam lalu meriam tersebut mulai mengumpulkan energi dan menembakkan ratusan serangan layaknya hujan peluru.


BOOM! DUAR! BANG!


Serangan tersebut tidak melukai Zecht tapi Zecht terlihat sangat merah.


Zecht membuat serangan bertipe area dan berhasil menghancurkan semua meriam dan gerbang Babylon, dikesempatan ini aku melempar Blade Of Chaosku dengan kekuatan penuh kearah kristal yang ada didada Zecht.


Blade Of Chaos berhasil menampac ditengah tengah kristal dada Zecht kemudian aku mendorong diriku dengan gravitasi dan menambah kecepatan dengan petir dan cahaya.


Aku melompat dan menendang ujung gagang pedangku hingga itu hancur tapi itu juga membuahkan hasil dimana kristal dada Zecht retak akibatnya.


Dengan serpihan pedang Blade Of Chaos, aku berjalan ke titik lemah Zecht yang sudah diberitahukan oleh sistem.


"Terima ini !"


Aku melompat dan menebas bagian bawah rahang Zecht yang ada diatas leher dan itu membuatnya terluka.


Zecht mengaum karena terluka lalu aku berpindah dengan [Teleportasi] ke ujung tangan kana Zecht dan melompat keatas kepalanya, setelah melakukan itu aku memasang kuda kuda untuk bersiap melakukan serangan.


"[The Nine Of Dancer Blade]"


"[Deminsion Slash] !"


< Diterima >


Aku melesat dengan cepat membuat 9 serangan zig zag dari atas kebawah.


Setelah melakukan tebasan aku kini berada dibawah Zehct dengan posisi jongkok dimana lutut kaki kiriku menyentuh tanah sambil memegang Light Sword memakai kedua tanganku.


CRACK!


Light Sword retak dan langsung berkeping keping layaknya kaca pecah.


"Khuack !"


Aku langsung batuk darah setelah itu, kedua tanganku mati rasa setelah melakukan serangan tadi.


< Host segeralah pergi, energi chaos pada tubuh Host mulai tak terkendali dan merusak tubuh Host ! >


Jadi itukah penyebab mengapa bagian dalam tubuhku rasanya seperti dikoyak koyak, tapi setelah melakukan sejauh ini mana mungkin aku akan mundur.


'Rajaku, biarkan kami membantu anda' (Beru)


'Beru'


'Kami semua siap berkorban untuk anda, jadi kami mohon biarkan kami membantu' (Beru)


'Untuk itu kurasa tidak bisa'


'Kenapa Rajaku' (Beru)


'Aku sebenarnya ingin sekali kalian membantu, tapi jika aku melakukan itu kalian bisa saja kembali kedalam keabadian lagipula monster ini sangat dan kemungkinan besar kalian akan hilang dalam sekali serangan'


Author Note : Saat ini Ashborn dan Beru sedang berbicara lewat telepati


'Aku tidak ingin tentara berhargaku hilang begitu saja, karena aku masih membutuhkan kalian semuanya'


'Oh...Rajaku.....' (Beru)


Ayolah Beru, jangan pakai nada sedih, mana mungkin aku mau mati disini karena masih banyak hal yang belum aku lakukan.


Aku menghela nafasku kemudian berteriak dengan sekuat tenaga, dan mengangkat tinju keatas. Dan dari bawah muncul sebuah tinju batu raksasa yang kemudian memghantam bawah rahang Zecht yang membuatnya mendongak keatas.


"Sistem tolong segera beli senjata berupa tombak dan tingkatkan"


< Baik >


Lalu dua buah tombak muncul didepanku dan aku segera mengambil kedua tombak itu dan menjauh dari Zecht untuk membuat jarak.


"Sistem, Gáe Bulg"


< Diterima >


Kedua tombak yang ada ditanganku mulai bercahaya yang keduanya sedang mengumpulkan energi serangan.


Setelah menunggu beberapa saat, aku mengangkat kaki kiriku keatas lalu menghentakkannya ketanah dengan keras dan melempar tombak yang ada dikiri dan berlanjut ketombak yang ada ditangan seperti melempar bola bisbol.


Zecht melihat kedua tombak yang kulempar dan menangkisnya dengan mudah bahkan langsung menghancurkan keduanya.


"Kau lengah Zecht"


Zecht lalu melihat kearah atas dan menemukan diriku yang sedang melayang diatas kepalanya sambil memegang sebuah tombak yang mana itu adalah senjata dari Karna Fate.



Yap, serangan Gáe Bulg hanyalah pengalih perhatian untuk dapat membuatku berada diatasnya


"Rasakan ini, Vasavi Shakti !"


Aku melakukan Noble Phantasm milik Karna dan menyerang bagian atas kepala Zecht, senjata Karna yang ada ditanganku langsung.


Serangan Vasavi Shakti, memberikan sebuah serangan yang cukup kuat hingga dapat membuat kulit kepala Zecht yang keras retak.


Kemudian aku berpindah kedarat dan mengambil sebuah pedang Excalibur.



"Ex....calibur !"


Setelah menyebutkan nama Excalibur, aku menebas secara Horizontal dan serangan tersebut hanya sedikit memberikan kerusakan pada kulit Zecht tapi aku tak tinggal diam.


Aku kembali mengeluarkan sebuah pedang Excalibur versi lain dan menggunakan teknik lain juga.



"King !, Giri Giri Slash !"


Dengan tebasan horizontal aku memberikan serangan kedua kepada Zecht lalu mengeluarkan pedang EA milik Gilgamesh.



Aku sedikit menurunkan tubuhku dan memposisikan kaki kiri didepan dan kanan dibelakang.


Aku menarik pedang EA seperti seorang pengguna tombak yang siap menusukkan tombak mereka.


"Enuma ! ELISH !"


Dengan serangan berupa proyektil, aku mengarahkan Enuma Elish ketengah kristal yang ada didada Zecth dan saat Zecth terkena Enuma Elish, dia sepertinya kesakitan dan dapat terlihat beberapa kulitnya hancur.


Tanpa membuang waktu, aku mengambil pedang dengan nama Azazoth Wrath, sebuah pedang yang memiliki motif iblis.



"Huuu.....hah....."


Aku mengambil nafas dalam dalam dan mulai memusatkan semua kekuatan pada kaki dan tanganku.


CRACK! BOOM!


Saat aku menguatkan pijakan, tanah tempat aku berpijak retak dan saat aku melesat menuju Zecht tanah tersebut langsung hancur.


"9 Pondasi Petir"


Tubuhku mulai dipenuhi listrik dan dengan kecepatan yang sangat tingga aku menyerang Zecht 9 kali dengan gaya zig zag.


Setelah melakukan serangan, aku mencoba untuk mendarat tapi karena tubuhku tiba tiba sakit akibat energi chaos yang makin gila akhirnya aku malah terjatuh dan sedikit terguling.


Nafasku terasa sangat berat, aku cukup kesusahan untuk bernafas kali ini.


Saat mencoba berdiri tubuhku sangat berat seperti sedang membawa sebuah benda yang sangat berat.


Aku mengambil pedang Azazoth Wrath dan menggunakannya sebagai tumpuanku untuk berdiri.


Saat aku melihat keatas, Zecht langsung melayangkan ekornya dan menghempaskan diriku cukup jauh.


Ketika melayang diudara, aku meminta sistem untuk mengeluarkan perfect susanoo milik Madara agar tubuhku tak menghantam apapun karena itu akan sangat sakit.



Setelah berhasil membangkitkan ferfect susanoo, aku mencabut pedang yang ada ditangan sayap dan menebas Zecht tapi apalah dayaku.


Pedang tersebut langsung hancur ketika menyentuh kulit Zecht, aku lalu memberikan upper cut dengan tangan kiri dan itu langsung hancur walaupun berhasil memukul Zecht.


Zecht dengan ekornya menusuk dada susanoo dan melayangkan pukulan kebagian kananku, aku mencoba menahan pukulan itu sekaligus melindungi diriku yang ada didalam memakai lengan atas dan bawah.


Tapi itu percuma, pukulan Zecht berhasil menghancurkan tangan susanoo dan mengenai diriku.


Karena pukulan yang sangat kuat, aku terlempar dan terseret sangat jauh dan terhenti saat menghantam bebatuan.


“Khuack !”


Aku kembali batuk darah, kali ini aku tak dapat merasakan apapun pada tubuhku bahkan untuk bergerak satu incipun tidak bisa.


< Tubuh Host telah terluka parah >


< Sistem Darutat Telah Diaktifkan >


< Mode Otomatis Telah Ditetapkan >


< Menggunakan skill [God Healing], menambahkan efek penyembuhan >


Tubuhku mulai bersinar dan dalam beberapa saat, sinar tersebut berubah menjadi petir hitam merah.


“AAAARRKH!!!”


Aku berteriak kesakitan saat petir tersebut keluar, saat petir itu berhenti aku merasa sangat kesakitan bahkan untuk berkata kata.


< Skill [God Healing] telah ditolak, energi chaos yang ada ditubuh Host menolak energi suci >


< Hanya ada satu cara yaitu, menetralisirkan energi chaos tapi Host perlu tenang dan jangan bergerak agar proses tidak terganggu >


< Apakah Host ingin melakukannya Yes/No >


“Y.....es..”


< Memulai penetralisiran energi chaos >


< Peringatan, entitas Zecht saat ini sedang mendekati Host >


< Memulai pertahanan, melakukan sihir pemanggilan monster kelas calamity >


< Atas nama Asborn, aku memanggil kalian Hyper Zetton, Zog, Izmael, Arch Belial, Grimdo, dan The One >


Seketika lingkaran sihir muncul didepan dan mengeluarlan banyak kaiju/monster yang mana itu terlihat familiar.


Tunggu sebentar bukannya mereka berasal dari series Ultraman, bukan hanya itu mereka juga termasuk kategori kaiju terkuat.








< Kalian semua lawanlah monster yang ada didepan kalian >


Semua kaiju yang terpanggil langsung berlari menuju Zecht dan bertarung, dari kejauhan Hyper Zetton dan Arch Belial melakukan serangan jarak jauh.


Sementara itu Izmael dan Grimdo memberikan serangan dari jarak dekat berupa tembakan sedangkan Zog dia menendang Zecht hingga terlempar cukup jauh.


Hal itu wajar saja karena ukuran Zog 2x lebih besar dari Zecht.


Sementara para kaiju bertarung dengan Zecht, sistem menetralisirkan energi chaos pada tubuhku walaupun aku harus menerima sakit.


Yah ini lebih baik daripada rasa sakit yang tadi, kuharap ini segera selesai.


POV 3rd


Sementara Ashborn terbaring tak berdaya salah satu dari Ten Of Eternal Chaos, Unknown Hand sedang mengawasi Ashborn.


“Nampaknya kau sedang beristirahat ya Ashborn, kurasa aku akan memberi hadiah untukmu” (UH)


Unknown Hand menjentikkan tangannya lalu dari jarak beberapa puluh meter dari Ashborn, muncul para monster monster kecil seukuran manusia.


“Sekarang Ashborn, terimalah hadiah dariku” (UH)


Ucapnya lalu Unknown Hand membuka sebuah portal dan pergi kesuatu tempat yang disitu terdapat beberapa orang sedang mengawasi pertarungan Ashborn dan Zecht melalui bola kristal.


“Kau seharusnya tidak melakukan itu, Unknown Hand” (?)


“Yah aku cuma memberi hadiah saja kok” (UH)


“Hah....kau tau kan, Zecht paling tidak suka pertarungannya diganggu” (?) kata salah satu orang disana.


“Biarkan saja, lagipula saat ini Zecht sudah menjadi monster tak buas” (UH)


“Cih dasar kau Unknown Hand, selalu mengacau saat ada keseruan” decih salah satu orang disana yang geram dengan kelakuan Unknown Hand.


“Hm” (UH)


Unknown Hand hanya tersenyum sinis saat mendengar perkataan dari salah satu orang yang ada ditempat itu.


“Karena sekarang aku sudah kehilangan moodku, jadi aku akan pergi bye\~” (UH)


Unknown Hand berjalan pergi kesebuah lorong gelap dan dia terhenti lalu berbalik menatap ruang tadi.


“Ashborn ———————————— kami”


Setelah mengucapkan kata itu, Unknown Hand melanjutkan perjalanannya kedalam sisi lorong yang sangat teramat gelap.


...Yooooo semuanya, maaf ya gua telat UP soalnya gua baru selesai PAS...


...Gua kira bakal libur ternyata tidak, malahan nanti malah ada acara dibulan Desember dan Gua jadi semakin sibuk. Niatnya sih gua pengen hiatus hingga bulan Januari tapi gua kagak jadi....


...Tapi ya tapi, gua bisa aja Hiatus terlebih dahulu buat beresin kerjaan dan kemungkinan besar gua ditahun depan gua bakal rajin UP seperti biasa....


...Gua Lagi Mikir Apakah Harus Hiatus Atau Enggak Ya ?...


...|...


...|...


...|...


...|...


...|...


...|...


...|...


...|...


...|...


...|...


...|...


...|...


...|...


...|...


...|...


...|...


...|...


...|...


...Dan Setelah Beberapa Pemikiran Gua Mutusin Buat Hiatus Dulu Dan Akan Kembali Update Pada Tanggal 5 Bulan Januari, Tahun 2022....


...Jadi Untuk Para Reader Sekalian Maaf Ya, Kalian Harus Nunggu Tapi Yakinlah Nanti Gua Bakal UP Seperti Biasa...


...Gitu Aja Sih Pesannya, See You Guys In The Next Chapet, Bye\~...


...By : GojoNeko...