
Setelah meneriakkan nama satu sama lain Asborn segera menurunkan tangan kirinya kepergelangan tangan kanannya dan menembakkan serangan terakhirnya kepada Zecht yang diberikan pemuda misterius didalam alam bawah sadarnya.
Hal itu juga dilakukan oleh Zecht yang membuat kedua serangan tersebut bentrok satu sama lain, akibat besarnya tekanan gelombang kedua serangan apapun yang ada disekitarnya langsung tersapu rata.
"AAAAAAAA!!!"
"HAAAAAAA!!!" (Zehct)
Kedua serangan tersebut saling dorong tanpa henti dan terus membuat kerusakan disekitarnya, mata kanan Ashborn semakin banyak mengeluarkan darah dan tangan kanannya yang terus terluka akibat serangan yang dia keluarkan.
Selang beberapa saat Ashborn sedikit terdorong akibat serangan Zecht yang semakin kuat bahkan tanah tempat dia berpijak hancur akibat bobot serangan yang semakin berat.
Ashborn tau jika dia kalah maka alam semesta akan mengalami kerusakan parah dan bisa jadi menuju kehancuran, Ashborn juga tau hal ini dapat membuatnya terbunub tapi Ashborn tidak akan berhenti hingga titik darah penghabisan karena Karena Seorang Prajurit Bertarung Bukan Karena Membenci Apa Yang Ada Didepannya, Melainkan Melindungi Apa Yang Ada Dibelakangnya hal itulah yang membuat Ashborn terus berjuang demi melindungi semua orang walaupun orang itu asing dan musuhnya.
Ashborn berteriak sekuat tenaga sambil terus mempertahankan posisi tangannya dan terus menembakkan serangan, tapi secara perlahan serangan Zecht dapat mendorong serangan milik Ashborn hingga itu membuatnya merasakan bobot pada tubuhnya semakin berat.
'Sialan !' Batin Ashborn.
"HUUUARRGHHH!!!"
Kini posisi tangan kanan Ashborn yang awalnya cuma 2 jari telunjuk dan dan tengah telah terbuka lebar menampilkan telapak tangannya.
Darah yang ada dimata kanan Ashborn semakin banyak keluar dan itu membuatnya pengelihatannya semakin kabur tapi Ashborn tetap akan terus maju dan tidak akan pernah mundur.
'Sialan, jangan kalah !, jangan kalah diriku ! aku telah berjanji agar menang dan janji itu akan KUTEPATI !'
Walaupun sudah berjuang sekuat tenaga serangan Ashborn terus didorong serangan Zecht dan itu semakin mendekat padanya.
Karena tubuh Ashborn sudah tak mampu menahan kekuatannya dan serangan Zecht mata kanan Ashborn langsung pecah dan mengeluarkan banyak darah dan tangannya terluka bakar.
Serangan Zecht mendekat dan terus mendekat, kali ini Ashborn sudah terpojok dan hanya menunggu waktu sebelum serangan Zecht mengenainya.
Tapi sesaat sebelum serangan Zecht benar benar mengenai Ashborn, dia menyeringai dan ketika serangan tersebut mengenai Ashborn seketika tubuh Ashborn pecah menjadi pecahan kaca.
Sontak hal itu membuat Zecht terkejut dan melihat sekitar untuk menemukan Ashbron.
"Diatasmu dasar bodoh !"
Zecht yang mendengar suara Ashbron segera mendongak keatas dan benar saja terlihat Ashborn yang bersiap menyerangnya, Ashborn terlihat memundurkan tangan kanannya dengan mata kanan yang tertutup akibat bola mata yang hancur/pecah dan bersimbah darah pada bagian pipi kanan.
Dengan hembusan angin karena energi yang terus berkumpul membuat Ashborn nampak keren dengan hanya mata kiri yang terlihat dan sedikit mengeluarkan darah.
"Mustahil !" (Zecht)
Zecht tidak percaya dengan apa yang dilakukan Ashborn, ternyata dia masih mempunyai banyak trik tapi itu juga karena bantuan sistem.
Teknik yang Ashborn gunakan tadi yaitu [Mirror Imitation] sebuah skill yang membuat tiruan Ashborn melalui ilusi kaca dan itu sangat kuat karena tiruannya bisa meniru 70% kekuatan pengguna jadi wajar kenapa tiruan Ashborn berhasil bertahan beberapa detik ketika terkena serangan Zecht.
"Zecht !, disinilah dirimu akan BERAKHIR !"
"NOVA BLAST !"
Ashborn langsung mengenggam pergelangan tangannya dan menjalarkan tangan kanan kedepan dan membuat sebuah tembakan energi galaksi.
Tanpa dapat menghindar, Zecht kini harus menerima serangan akhir dari Ashborn, Zecht terus berteriak kesakitan dan berkata 'aku tidak akan pernah kalah' beberapa kali sebelum Ashborn meningkatkan daya serangnya hingga serangan tersebut menembus tanah, planet, tata surya bahkan sampai menembus alam semesta.
Setelah beberapa saat memberikan serangan terakhirnya, serangan tersebut terhenti karena sudah kehabisan energi.
"Kurasa hanya sampai sini saja" kata Ashborn yang terus mengatur nafasnya yang tidak beraturan, tangan kanannya kini hampir gosong dan mata kirinya semakin kabur hingga membuat Ashborn sedikit kesusahan melihat.
Terlihat tubuh monster Zecht yang gosong dan perlahan hancur dan pada bagian tengah kepalanya terlihat Zecht yang tidak sadarkan diri dan terjatuh kebawah.
"Sistem, segera teleportasikan aku dan dia kembali kedunia itu"
< Baik, tapi mohon tunggu dulu karena saya perlu waktu untuk menentukan koordinatnya terlebih lagi sistem saya sedikit error karena energi chaos >
Ashborn hanya menghela nafasnya dan menatap Zecht yang terus terjatuh dan menunggu waktu menghantam tanah.
< Koordinat telah ditemukan, bersiaplah >
Tubuh Ashborn dan Zecht tiba tiba mengeluarkan aliran energi biru layaknya listrik.
< 3.....2.....1 >
Tubuh Ashborn dan Zecht segera menghilang dan sedikit meninggalkan bekas berupa energi biru yang terus menjalar, mereka berdua lalu sampai didunia ciptaan Ashborn yang telah berantakan tak lupa Ashborn menarik Igris, Beru dan Bellion kembali kedalam bayangannya.
Melihat itu semua para anggota Ten Of Eternal Chaos segera pergi dengan rasa kecewa tinggi terhadap Zecht yang tak mampu membunuh Ashborn.
Kemudian terlihat salah satu anggota Ten Of Eternal Chaos yang masih memantau Zecht melalui bola kristal.
"Sungguh tidak berguna, kali ini biar aku saja yang membunuh Ashborn" (?)
Dia kemudian berbalik dan segera pergi meninggalkan ruangan.
Ashbron berdiri didepan Zecth yang tubuhnya terluka parah, kedua tanduknya patah dan kulit kerasnya sudah hancur dan hanya menyisakan sedikit kulit yang retak.
"Apakah.....aku..kalah......" kata Zecht yang sudah sangat lemas, Ashborn menatap Zecht dengan ekspresi serius tapu segera berubah menjadi ekspresi santai dan berkata.
"Ya, kau telah kalah"
"Begitukah.....aku kalah....hahaha terima kasih...sudah mengalahkanku" (Zecht)
"Mengapa kau berterima kasih ?"
"Aku*Cogh* *Cogh* *Cogh*bisa tersadar...dari hasrat kemenanganku....karena dirimu, aku dulunya hanya seorang pemuda*Cogh*biasa yang suka bertarung...dan menerima kemenangan atau kekalahan, aku bertarung demi mencari kesenangan tapi....saat dia datang semuanya berubah"
Ashborn yang penasaran segera duduk disamping Zecht dan menatap sinar matahari sambil mendengar cerita Zecht.
Zecht lalu menceritakan kisahnya lebih lanjut, diamana saat kedatang pemimpin Eternal Chaos yang saat ini dikenal sebagai Ten Of Eternal Chaos, dia membantai habis semua orang didunia Zecth dan memberikan energi chaos secara paksa pada Zecht.
Karena Zecht hanyalah manusia biasa jadinya tubuhnya tidak kuat menampung energi chaos dan perlahan merusak tubuhnya, karena pemimpin Eternal Chaos merasa bahwa Zecht adalah produk gagal dia hendak meninggalkannya tapi itu terhenti saat melihat Zecht yang memberika perlawan terhadap energi chaos hingga titik dimana energi chaos berhasil melakukan sinkronisasi dengan tubuhnya.
Pemimpin Eternal Chaos merasa senang dengan itu dan membawa Zecht masuk kedalam organisasi, pada awalnya Zecth terus menolak perintah pemimpinya untuk membunuh orang tidak bersalah dan hanya akan bertarung melawan musuh kuat tanpa membunuhnya.
Hal itu terus Zecht lakukan hingga seiring berjalannya waktu Zecht mulai kerasukan energi chaos yang membuatnya tamak akan kekuatan dan selalu ingin menjadi yang terkuar akhirnya dia mulai menantang orang orang kuat diberbagai alam semesta dan terus menang tapi saat dia mencoba melawan salah satu anggota Ten Of Eternal Chaos yang ke-2 dia langsung kalah, karena tan terima Zecht terus melakukan duel dengannya dan selalu kalah.
Setelah menerima ratusan kekalahan Zecht memutuskan untuk tidak pernah kalah lagi melawan orang lain kecuali dia.
Tapi karena hal itu, Zecht mulai menjadi jahat dan bringas hingga saat ini, saat dimana dia menerima kekalahan dari orang lain selain dia.
Zecht akhirnya tersadar ketika dirinya kalah dan hasrat untuk menjadi pemenang hilang karena pikirannya yang telah kembali jernih dari energi chaos.
Ashborn yang mendengar cerita itu hanya diam dan terus menatap matahari yang mulai bewarna oren, dimana itu menandakan bahwa hari akan berganti sore.
Secara tiba tibat tubuh Zecht mulai berubah menjadi partikel partikel emas yang berterbangan keudara.
Ashborn tau bahwa Zecht akan menghilang dan hanya mendoakan dia tenag disana walaupun dengan dosa yang banyak.
Tapi sebelum menghilang Zecht memberi tahu Ashborn sesuatu.
"Ashborn, sebelum aku menghilang ada sesuatu yang perlu kuberitahu" (Zecht)
"Apa itu ?"
"Kau taukan diriku dimasa lalu baik dan karena energi chaos aku menjadi seperti ini" (Zecht)
Ashborn kemudian mengangguk sebagai jawaban.
"Bukan hanya aku saja tapi masih ada anggota lain yang bernasib sepertiku" (Zecht)
Mendengar hal itu mata Ashborn membelak dan segera menatap Zecht yang keberadaannya semakin memudar.
"Katakan lebih jelas Zecht"
"Masih ada 2 anggota lagi, kau harus dapat menyadarkan mereka dari kendali energi chaos" Zecht lalu menarik kerah baju Ashborn dan menatapnya dengan serius.
"Aku berjanji"
"Bagus"
Zecht segera melepaskan tangannya dari kerah Ashborn dan menjatuhkan diri ketanah.
"Lalu apa kau tau siapa mereka ?"
Setelah mengatakan itu Zecht tiba tiba mengerang kesakitan dan membuat Ashborn panik.
"AARGH!!!" (Zecht)
"Zecht !"
"Nampaknya waktuku sudah tidak banyak lagi" (Zecht)
"Oi oi oi bertahanlah !, kau masih belum mengatakan siapa dia yang ke-2 !"
"Hahaha.....maaf, ayah....ibu...adik....aku akan bertemu kalian" (Zecht)
"Hey bertahanlah sedikit lebih lama lagi, Zecht !"
Ashborn memegangi kedua bahu Zecht dan menyuruhnya untuk mengatakannya lebih lanjut.
"Ashborn........terima kasih" Zecht tersenyum bahagia sebelum dirinya sepenuhnya menghilang.
< Host telah naik level >
< Host telah naik level >
< Host telah naik level >
< Host telah naik level >
Terdengar begitu banyak notifikasi yang menandakan Ashborn telah naik level tapi itu tak membuatnya cukup senang.
Ashborn yang melihat itu merasa kesal dan memukul tanah beberapa kali, kali ini dia kesal bukan karena Zecht tapi karena pemimpin Ten Of Eternal Chaos.
"Aku berjanji, akan membunumu lihat saja" gerutu Ashborn yang sangat marah.
Ashborn lalu menghela nafasnya untuk menenangkan diri sebelum berniat untuk kembali.
"Hey sistem, bisakah kau katakan sudah berapa lama aku bertarung ?"
< Pertarungan Host dan Zecht memakan waktu sekitar 17 jam 49 menit 26 detik >
"Apa !?, selama itu hah.....sialan"
Ashborn kemudian menggaruk kepalanya padahal tidak gatal.
< Host tenang saja, waktu ditempat ini dan dunia Tensura sangat berbeda dimana 1 jam didunia ini sama seperti 1 detik didunia Tensura >
Mendengar itu Ashborn sedikit lega kemudian dia berdiri, Ashborn mengambil belati emas yang dia letakkan disela sela pakaiannya dan segera memasukkan kedalam Inventory.
"Hey sistem, apakah penetralisiran energi chaos masih belum selesai ?"
< Masih belum >
"Begitukah, baiklah sistem buka celah dimensi untuk kembali kedunia Tensura"
< Baik >
Seketika didepan Ashborn muncul sebuah celah dimensi dan dia segera masuk kedalam, sementara itu didunia Tensura.
Semua orang yang ada dicolosseum panik saat Ashborn dan Zecht tiba tiba menghilang, dan dari semua orang cuma Rimuru yang paniknya tidak karuan.
Dia khawatir tentang kondisi Ashborn tapi [Raphael] segera membuat Rimuru untuk segera tenang dan memikirkan solusi untun menangkan orang orang.
Disaat Rimuru tengah berpikir sebuah celah dimensi muncul ditengah tengah arena dan keluarlah Ashborn, semua orang yang melihat itu langsung bersorak bahagia dan sedikit khawatir tentang kondisi Ashborn.
Ashborn kemudian mengangkat tangan kirinya keatas menandakan bahwa dialah pemenangnya kali ini.
"Baiklah, sang juara kali ini adalah....ASHBORN !" (Komentator)
Ashborn hanya memberikan senyuman kepada semua orang, baik pihak Tempest ataupun Demon Lord sedikit lega tapi itu semua sirna saat melihat tubub Ashborn yang ambruk dan segera jatuh pingsan.
Semua orang yang melihat itu segera bergesa menolong Ashborn dan membawanya keruangan perawatan, didalam ruangan terdapat Rimuru dan Shuna yang tengah memperhatikan kondisi Ashborn yang terluka parah setelah pertarunganya melawan Zecht.
Rimuru segera mengeluarkan full potion dan menyiramkannya keseluruh tubuh Ashborn berharap full potion dapat menyembuhkannya.
Tapi itu tidak terjadi, full potion tidak bereaksi sama sekali terhadap lula Ashborn dan itu membuat Rimuru dan Shuna berpikir apa yang sebenarnya terjadi.
"Rimuru-sama, apa yang terjadi ?" (Shuna)
"Entahlah Shuna aku juga tidak tau" (Rimuru)
'Lebih baik aku bertanya pada [Raphael, hey [Raphael] apa yang sebenarnya terjadi ?'
< Menurut analisisku ada sebuah energi misterius yang menolak sihir penyembuhan pada tubuh Ashborn dan itu terus merusak tapi energi itu juga semakin menghilang, seperti ada sesuatu yang tengah menetralisirkannya >
< Dan juga luka yang diderita Ashborn cukup parah, seluruh tubuhnya rusak termasuk bagian dalam, tangan kananya telah terbakar dan mata kanannya hancur, untuk saat ini pengobatan biasalah yang dapat dilakukan >
Mendengar penjelasan dari [Raphael] Rimuru sedikit sedih dan menatap Ashborn yang pingsan.
"Rimuru-sama, apa yang harus kita lakukan selanjutnya ?" (Shuna)
"Kurasa kita hanya dapat melakukan pengobatan tanpa sihir saja terlebih dahulu" (Rimuru)
"Baiklah" kata Shuna yang segera pergi mengambil alat alat pengobatan seperti perban, air pembersih, alkohol, plester perban dan lainnya.
Setelah Shuna selesai melakukan pertolongan pertama dia segera pergi meninggalkan Rimuru bersama Ashborn untuk mengambil beberapa barang.
Melihat Shuna yang keluar beberapa eksekutif Tempest dan Demon Lord masuk kedalam ruangan untuk melihat Ashborn.
"Rimuru-sama bagaimana keadaan Ashborn-dono" (Benimaru)
"Seperti yang kalian lihat, dia terluka sangat parah" (Rimuru)
"Apa kau sudah menggunakan fulm potion untuk menyembuhkannya ?" (Valentine)
"Ya sudah, tapi tidak berhasil karena ada emergi misterius yang menolak sihir penyembuhan" (Rimuru)
Mendengar perkataan Rimuru semua orang mengangguk paham dan hanya berdoa untuk kesembuhan Ashborn.
Sementara itu Leon sedari tadi memperhatikan Guy yang terus menatap Ashborn seakan ada sesuati jadi Leon langsung bertanya.
"Guy, mengapa kau menatap Ashborn sedari tadi ?" (Leon)
Guy yang mendengar Leon bertanya hanya menjawab dengan santai.
"Tidak ada kok, hanya saja wajahnya cukup familiar untukku" (Guy)
"Kau juga Guy" (Velzard)
Mendengar perkataan Velzard sontak itu membuat semua orang terkejut kecuali Guy.
"Apakah kau—" (Guy)
Sebelum Guy menyelesaikan perkataannya, kata katanya langsung dipotong oleh Velzard.
"Ya, aku juga seperti nampak tidak asing dengan wajahnya seperti pernah bertemu" (Velzard)
Semua orang diam mendengar pernyataan Velzard tapi suasana hening berhasil Guy pecahkan.
"Kurasa memikirkan itu nanti saja" (Guy)
"Ya kau ada benarnya juga, Guy" (Velzard)
Kemudian setelah sedikit perbincangan semua orang memutuskan pergi keluar dan meninggalkan Ashborn yang beristirahat.
Tapi sebelum pergi, Rimuru berdia sebentar dan menatap Ashborn.
"Kuharap kau segera pulih, Ashborn"
Rimuru segera kekuar dan menutup pintu kamar tempat Ashborn dirawat.
Bersambung.