My New Journey as Shadow Monarch Ashborn

My New Journey as Shadow Monarch Ashborn
Pemuda Itu



Pada pukul 08.35 pagi didalam ruang perawatan, terlihat pemuda yang terbaring lemah diatas kasur dengan hampir seluruh tubuhnya ditutupi oleh perban.


Dia adalah Ashborn, seorang teincarnator yang terluka parah akibat pertarungannya melawan anggota ke-9 dari Ten Of Eternal Chaos.


Kelopak mata Ashborn sedikit bergerak dan dia sedikit mengeluarkan erangan sakit dan lelah, secara perlahan Ashborn membuka matanya dan melihat langit langit ruangan yang terbuat dari kayu.


Ashborn kemudian melihat sekitarnya dan mencoba untuk berdiri hanya dengan satu tangan.


"Dimana.....ini ?"


Ashborn bertanya tanya dimana dia saat ini tapi selanjutnya tubuhnya ambruk kekasur karena sangat sakit saat dia menggerakkan tubuhnya.


Ashborn menoleh kesamping kanan dan melihat tangan kananya, dia mencoba untuk menggerakkan tangan kanannya tapi tidak bisa.


Ashborn tidak dapat merasakan apapun ketika dia mencoba untuk menggerakkan tangan kanannya.


Dengan perlahan Ashborn mengangkat tangan kirinya dan meletakkan kewajah bagian kanannya.


Ashborn merasakan sesuatu membungkus wajah kanannya dan dia beramsumsi itu adalah perban.


Kemudian pintu terbuka dan memperlihatkan sosok kijin wanita berumur 16 tahun kimono putih baru dengan sulaman merah sederhana namun anggun dan rok kimono merah yang diikat dengan pita merah, memiliki rambut bergelombang bewarna merah muda dengan iris mata yang sama tapi sedikit lebih merah.


Dia adalah Shuna sekretaris dari Rimuru Tempest, Shuna terlihat sedang membawa secangkir gelas dan makanan diatas nampan sederhana.


"Ashborn-san, ternyata anda sudah bangun" (Shuna)


Shuna tersenyum kemudian berjalan mendekati Ashborn lalu meletakkan nampan tadi.


"Beristirahatlah dahulu, tubuhmu masih lemah" (Shuna)


"Terima kasih Shuna-chan"


"Sama sama, lebih baik aku melaporkan ini pada Rimuru-sama" (Shuna)


Ketika Shuna ingin mengatakan Ashborn telah bangun kepada Rimuru di segera dihentikan oleh Ashborn sendiri.


"Shuna-chan tunggu"


"?" (Shuna)


"Jangan beritahu siapapun bahwa aku sudah sadar"


"Tapi kenapa ?" (Shuna)


"Tidak ada yang penting, cuma aku tidak ingin menganggu mereka"


"Baiklah, Ashborn-san"


"Terima kasih"


Shuna kemudian pergi keluar meninggalkan Ashborn.


Ashborn memejamkan mata sebentar dan menghela nafasnya, setelah itu menoleh kesamping untuk melihat makanan apa yang dibawa Shuna tadi.


Makanan yang dibawa Shuna cuma makanan yang terdiri dari daging dan beberapa saus itu saja.


Ashborn merasakan perutnya mengeluarkan bunyi dan hendak meraih makanan itu tapi tidak bisa, tubuhnya masih sangat lemah.


"Sial, hey sistem sudah berapa lama aku pingsan ?"


< Host telah pingsan selama 3 hari >


"Begitukah, lalu bagaimana keadaanku saat ini ?"


< Menurut analisaku tubuh Host sangat lemah mirip seperti anak berusia 5 tahun, tangan kanan Host lumpuh akibat saraf yang rusak dan mata kanan anda hancur hal itu disebabkan oleh serangan yang anda sebut [Nova Blast], karena tubuh Host tidak sanggup menahan kekuatannya akhirnya terjadi hal ini, apakah masih ada lagi yang ingin ditanyakan Host ? >


"Ya itu, bagaimana penetralisiran energi chaos pada tubuhku ?"


< Saat ini energi chaos yang sudah dinetralisirkan sebesar 95% dan memerlukan waktu sekitar 1 jam 20 menit untuk dapat menetralisirkan semua energi chaos pada tubuh Host dan juga Host dilarang menggunakan sihir sebelum energi chaos hilang karena energi chaos bisa mengakibatkan efek terbalik pad berbagai macam sihir dan mana >


Ashborn hanya diam setelah mendapat penjelasan dari sistem dan selang beberapa menit perut Ashborn kembali berbunyi.


"Bagaimana caranya aku makan sih" kata Ashborn dengan ekspresi kesal, bagaimanapun juga dia belum makan 3 hari karena pingsan jadi wajar dia sangat lapar.


< Saya sarankan gunakan shadow soldier anda saja untuk melakukan pelayan >


"Benar juga"


Bagaimana dia bisa tidak memikirkan itu, akhirnya Ashborn mengeluarkan Igris dari dalam bayangannya.


Setelah muncul Igris membungkuk hormat kepada Ashborn yang terbaring.


"Saya memberi hormat pada anda, Rajaku" (Igris)


Walaupun Igris saat ini sudah bisa bicara tapi dia lebih sering diam, termasuk para shadow soldier lain kecuali Beru terkadang Beru bisa mengoceh hal hal yang tidak penting akibat menonton drama mau bagaimana pun juga itu tidak bisa disalahkan mungkin sedikit mengurangi durasi nonton drama akan baik tapi jika dipikir pikir lagi Beru dan Diablo hampir memiliki sifat yang sama.


"Igris, bisa kau bantu aku untuk duduk"


"Baik" (Igris)


Igris kemudian membantu Ashborn duduk lalu Ashborn menyuruh Igris untuk menyuapinya makan, hal itu dilakukan oleh Igris dengan senang hati setelah melihat pertarungan Ashborn sebelumnya itu membuat Igris semakin loyal pada Ashborn.


Meskipun Ashborn telah menghabiskan makanannya dia tetap merasa lapar jadi Ashborn membeli makanan dishop sistem dan memakannya sampai habis dibantu Igris.


Setelah merasa kenyang Ashborn menatap jendela, pengelihatannya agak sedikit kabut hal itu juga sama seperti saat dia bertarung dengan Zecht dimana pengelihatannya mulai menjadi kabur/buram.


Tapi Ashborn tidak mempermasalahkan hal itu dan hanya memikirkan caranya untuk keluar dari ruangan ini.


Setelah berpikir selama beberapa detik Ashborn akhirnya dapat ide walaupun itu akan membuat menarik perhatian.


"Sistem, tolong belikan aku kursi roda"


< Baik, silahkan pilih kualitas dari kursi roda >


Sebuah layar muncul didepan Ashborn dan menampilkan 3 kata berjejer kebawah dimana paling atas adalah 'Kualitas Terbaik' lalu 'Kualitas Sederhana' dan terakhir 'Kualitas Rendah' lalu Ashborn memilih.


"Kurasa kualitas sederhana saja"


< Baik >


Kemudian layar berganti dan menampilkan berbagai macam kursi roda sederhana setelah melihat lihat Ashborn memutuskan kursi rodanya.


"Sistem beli yang itu"


< Diterima, apakah Host ingin membelinya seharga 100 point Yes/No >


"Yes"


Kemudian sebuah kursi roda sederhana muncul.



"Igris tolong dudukkan aku disitu"


Igris mengangguk mendengar perintah Ashborn kemudian mengangkat tubuhnya dengan perlahan dan mendudukkan Ashborn dikursi roda.


"Karena bosan sekarang mari kita jalan jalan keluar"


"Baik" (Igris)


Igris lalu membawa Ashborn keluar untuk jalan jalan, selama mereka menikmati waktu untuk memghilangkan rasa bosan Ashborn menjadi pusat perhatian.


Alasan mengapa mereka jadi pusat perhatian tidak lain adalah Ashborn yang menjadi juara saat turnamen, Igris dan tentu saja Kursi roda.


Tapi Ashborn menghiraukan iru semua dan menikmati jalan jalannya.


"Oh ya sistem, kalau tidak salah ada hadiahkan saat aku mengalahkan Zecht"


< Tentu, karena Host pingsan hadiah tersebut saya simpan apakah Host ingin membuka {Random Box(Limited)} tersebut ? >


"Tentu saja"


< Baik, membuka {Random Box} >


"Tunggu Card Servant ?"


< Card Servant adalah sebuah kartu pemanggilan servant secara acak sedangkan Card Servant yang Host dapatkan adalah kartu pemanggilan kepada servant yang sangat kuat dan persentasi mereka hadir dalam Holy Grail War adalah 1% terlebih lagi mereka berada lebih kuat daripada Grand Servant >


Ashborn merasa bingung dengan ini tapi segera dia tahu, Card Servant ini pasti berasal dari series Fate Grand Order dimana terdapat 7 master bersama servant mereka bertarung untuk memperebutkan Holy Grail.


< Apakah anda ingin menggunakan {Card Servant} sekarang juga ? >


"Kurasa nanti saja"


< Baik >


Sementara 13 meter didepan, terlihat Rimuru yang sedang berjalan melihat keadaan kota sendirian.


Para warga seperti biasa menyapa Rimuru dan disapa balik oleh Rimuru juga.


"Hari ini juga sama" gumam Rimuru sambio menghela nafasnya, sebenarnya Rimuru masih mengkhawatirkan keadaan Ashborn dan saat ini dia hendak menjenguknya.


Tapi Rimuru langsung terkejut saat melihat Ashborn yang berada dikursi roda dengan salah satu Shadow Soldiernya.


Rimuru segera berlari menuju Ashborn, kedatangan Rimuru cukup membuat Ashborn terkejut juga.


Bagaimanapun juga Ashborn mengira Rimuru sedang sibuk mengerjakan dokumen dan lain lainnya.


"Ashborn-san, apa kau tidak apa apa" (Rimuru)


"Seperti yang kau lihat aku cukup baik, lalu mengapa kau ada disini ?"


"Y-yah.....itu" (Rimuru)


Rimuru memalingkan wajahnya sambil meletakkan kedua jari telunjuk diujung jari dengan sedikit keringat.


"Apa kau bolos kerja"


"Tidak kok....aku cuma ingin menjengukmu" (Rimuru)


Ashborn menatap Rimuru yang hanya tersenyum kecut sambil tertawa kecil.


"Hey, kau tau kan aku tidak mudah dibohongi"


Rimuru hanya terdiam mendengar perkataan Ashborn.


"Apakah aku harus melaporkan ini pada Shuna"


Rimuru langsung menggelengkan kepalanya berkali kali mengisyaratkan untuk Ashborn tak mengatakan ini pada Shuna.


Terlihat wajah Rimuru yang sedikit takut, kurasa mengerjakan dokumen itu sangat mengerikan ya.


"Bercanda kok, aku tidak mengatakannya"


"Benarkah, terima kasih" (Rimuru)


"Baiklah kalau begitu aku pergi dulu Rimuru"


Ashborn hanya bisa tersenyum sebagai perpisahan karena dia masih tidak bisa menggerakkan tubuhnya.


Rimuru melambai kecil kepada Ashborn dan melanjutkan jalan jalannya, sementara itu Ashborn sedang menuju keatas bukit untuk bersantai disana sambil melihat penandangan kota Tempest.


Setelah sampai disana, Ashborn dapat merasakan hembusan angin sepoi sepoi yang lembut dan udaranya juga sangat segar disini.


Ashborn menghela nafasnya dan melihat kota Tempest dari atas, seperti biasa pemandangannya cukup bagus kemudian Ashborn lalu memejamkan secara perlahan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Disebuah ladang bunga, terdapat seorang pria berambut hitam pendek tengah tertidur lalu secara perlahan dia membuka matanya.


Terlihat jelas iris mata biru lautnya dengan pupil bulat hitam, mata sang pemuda sangat indah ditambah lagi wajahnya yang cukup tampan memiliki kulit putih tidak pucat.


Pemuda itu adalaha Ashborn sendiri, Ashborn kemudian berdiri dan menatap sekeliling.


'Kupikir aku sedang berada dibawah alam sadarku' pikir Ashborn lalu dia melihat sebuah pohon besar yang agak bercahaya.



"Ternyata kau sudah disini" (?)


Ashborn segera berbalik setelah mendengar suara tersebut dan mendapati pemuda yang sama saat dia bertarung dengan Zecht orang yang membantunya mengalahkan Zecht.


"Kau....."


"Bagaimana apakah kau sudah menendang pantat monster itu ?" (?)


Mendengar dia bercanda padahal suasanya cukup canggung tapi Ashborn hanya dapat tersenyum.


"Ya aku sudah menendang pantat kerasnya"


Pemuda itu kemudian tertawa setelah mendengar jawaban Ashborn.


"Hahahahaha, baguslah tapi kurasa dirimu pasti terluka setelah menggunakan kekuatanku" (?)


"Begitulah"


"Tapi syukurlah kau masih baik baik saja Asuka otousan" (?)


"Heh ?, otou-chan"


"Tidak tidak tidak, kau salah dengar maksudku tadi Ashborn" (?)


'Sial aku kecoplosan' pikir pemuda itu


Ashborn melihat itu hanya menghela nafasnya bagaimanapun juga dia itu pembohong yang sangat buruk tapi Ashborn masih belum bisa mengambil kesimpulan.


"Jadi apakah kau akan mengatakannya yang sebenarnya"


"Yah karena aku sudah berjanji maka akan kukatakan" (?)


Pemuda itu berjalan mendekati Ashborn kemudian menunjuknya.


"Didalam jiwau terdapat potongan jiwa dari orang yang berharga bagiku dia bernama Shin Asuka, sejak kecil aku hidup terlantar tanpa siapapun tapi suatu hari dia datang merawatku, dia dengan penuh hari merawatky layaknya anak sendiri dan aku menganggapnya sebagai ayah lalu seiring berjalannya waktu aku tumbuh semakin besar bersama dia dan ibuku tentu saja ibuku itu ibu tiri sama seperti ayahku lalu suatu dia memberitahu aku mempunyai potensi besar kemudian aku bergabung dengan organisasi yang dia dirikan yang bernama Legion dan seterusnya kami semua berjuang melindungi alam semsta dari ancaman monster" (?)


"Begitukah, lalu bolehkan aku tau namamu ?"


Pemuda itu hanya tersenyum kemudian mengarahkan telunjuk jari kanan kedahi Ashborn lalu jarinya bercahay dan tiba tiba terpaan ingatan orang asing atau Asuka menerpa kepalanya.


Berbagai macam kenangan muncul didalam kepalanya seperti saat dia dulu menghabiskan waktu bersama.


Bersambung.