
Hari ini adalah hari dimana Festival Tempest diselenggarakan, banyak orang berdatangan ke Tempest untuk menikmati festival tersebut baik itu para pedagang ataupun cuma warga biasa.
Dan saat ini banyak orang berkumpul dicolosseum untuk acara yang akan dimulai.
Kemudian para raja iblis dari Octagram mulai datang karena undangan yang diberikan oleh utusan Tempest.
Para penonton colosseum sedikit takut akibat kedatangan para raja iblis apalagi saat kedatangan Guy dan Velzard yang mana itu membuat seluruh colosseum ricuh dan dalam sekejap semuanya menjadi tenang.
Selain para raja iblis para orang orang penting seperti raja Gazel, ayahnya Elen(Eraldo Grimwald), dan lain lain.
Setelah beberapa menit persiapan Rimuru beserta eksekutif akhirny datang termasuk Diablo yang mana itu membuat Guy sedikit merasa jengkel.
Rimuru duduk dikursin yant telah disediakan dan dibelakangnya berdiri para eksekutif Tempest lalu Shuna pergi kedepan untuk membuka acara
"Selamat datang semuanya dan terima kasih sudah mau datang ke kota Tempest untuk festival hari ini" (Shuna)
Orang orang mulai bersemangat dengan pembukaan ini dan itu terus dilanjutkan oleh Shuna hingga pidato Rimuru.
Rimuru kemudian mulai berpidato dan hal itu berlangsung hampir semenit.
"Baiklah tanpa menunggu lama lama, dengan ini festival Tempest DIMULAI !" (Rimuru)
Orang orang mulai berteriak dengan senang lalu acara dimulai. Kini orang orang mulai memasuki arena colosseum dan tentu saja mereka berasal dari berbagai daerah dan yang menjadi perwakilan Tempest adalah Gobta.
Lalu untuk penutupnya nanti akan disuguhkan dengan pertarungan orang terkuat Tempest seperti Shion, Benimaru, Souei dan Diablo.
Kemudian pertarungan colosseum dimulai, banyak orang bersemangat dan bukan hanya itu ada juga yang bertaruh dengan uang layaknya judi, pertarungan tersebut sangatlah seru apalagi saat orang kuat melawan orang kuat.
Dan yang selalu menang adalah pihak Tempest yaitu Gobta.
Gobta saat ini berada dibabak final melawan seseorang yang misterius yang mana dia juga selalu menang.
Pertarungan keduanya cukup sengit namun pada akhirnya Gobta kalah akibat kelelahan, Ashborn sedikit curiga dengan orang itu namun dia hanya diam sekaligus mengamati orang itu.
Sedari awal Ashborn selalu mengawasi orang itu dan gerak geriknya nampak mencurigakan bukan hanya itu dari informasi yang dikatakan sistem orang itu nampak menahan diri.
Orang itu kemudian berdiri mengarah Rimuru, dia memiliki pakaian yang tertutup bahkan wajahnya tak terlihat sama sekali.
"Raja Rimuru, ijinkan aku meminta hadiah sebagai pemenang" (?)
"Jangan lancang kau !" (Benimaru) disaat Benimaru ingin mendatangi pria itu dia ditahan Rimuru
"Tahan dulu Benimaru" (Rimuru)
"Baiklah Rimuru-sama" (Benimaru)
"Selama permintaanmu tidak terlalu jauh maka akan aku kabulkan, jadi apa yang kau mau ?" (Benimaru)
Orang itu kemudian menunjuk Ashborn yang duduk dibangku penonton sambil menatapnya dengan tatapan serius lalu saat Ashborn ditunjuk olehnya dia hanya tersenyum.
"Aku ingin menantangnya bertarung" (?)
Orang orang termasuk raja iblis dan para petinggi negara lain menatap Ashborn yang sedang duduk santai.
Kemudian dia berdiri dan dengan cepat melompat ke arena dengan kedua tangan berada dikantong celana.
Ashborn berjalan mendekati orang itu dan menatapnya dengan tatapan yang menyipit.
"Apa kau serius menantangku ?"
"Benar sekali" (?)
Dari balik wajahnya yang tertutup, mata merahnya muncul dengan garis retakan yang beraja diujung matanya.
< PERINGATAN ! >
< Quest Dadakan Muncul >
< Dia yang ke-9 telah muncul, salah satu Ten Of Eternal Chaos berada didepan anda. Kalahkan dia secepatnya sebelum dia membunuh anda dan menghancurkan puluhan planet dan miliaran nyawa tak bersalah >
< Reward : Random Box(Unlimited)
Kegagalan : Kematian Host sekaligus kehancuran dunia >
Ashborn yang mendapatkan peringatan sistem, menatap pria itu lalu mengambil koin emas dari Inventory dan meletakkan diatas jempol kemudian melemparnya keudara.
Koin itu melayang keudara dan saat hampir menyentuh tanah wajah Guy tiba tiba berubah menjadi serius dan segera dia menciptakan barrier diarena dan saat koin menyentuh tanah orang itu atau Ten Of Eternal Chaos Ke-9 dengan cepat memukul wajah Ashborn dibagian kanan dan membuat tekanan udara yang sangat kuat akibat pukulan bahkan barrier yang dipasang Guy langsung hancur dan karena saking kuatnya pukulan efeknya tetap ada dan menciptakan hempasan angin dan getaran kepada seluruh arena.
Para penonton mulai panik, para penjaga mulai bersiaga dan para eksekutif Tempest bersiap siap bertarung termasuk Rimuru lalu para demon lord yang lain melihat barrier ciptaan Guy hancur dengan mudah hanya dapat melihat dengan terkejut.
"Hm ?" (?)
"....."
Asap yang menutupi seluruh arena hilang dan menampilkan kepalan tangan orang itu yang menyentuh pipi kanan Ashborn.
Orang itu menjauhkan tangannya kemudian Ashborn meludah darah ketanah.
"Sekarang giliranku"
Dengan sangat cepat tinju Ashborn langsung mengenai Ten Of Eternal Chaos ke-9 dan saat itu juga sistem mencipatakan barrier yang lebih kuat dari milik Guy untuk menahan hempasan orang itu.
BOOM !
Orang itu terlempar kedinding arena dan menempel lalu Ashborn menggerakkan pergelangan tangannya dan menatap orang itu, orang itu kemudian melepaskan diri dsri tembok dan berjalan menuju arena lalu dia melepaskan pakaian yang menutupinya.
Orang itu memiliki penampilan layaknya manusia laki laki namun matanya merah darah dengan 2 tanduk dikepala dan berpakaian layaknya petualang.
"Tak kusangka sang shadow monarch !, Ashborn memiliki kekuatan seperti ini !. Pantas saja Exspion Kalah !" (?)
"Kau mengetahui diriku" tanya Ashborn
"Tentu saja, kau dulu adalah seorang ruler dengan pangkat tertinggi dan menerima perintah langsung dari Absolut tapi karena pemberontakan akhirnya kau kalah dan bangkit kembali !, tapi tak kusangka ternyata kau juga mampu menjadi monarch terkuat diantara monarch lainnya setelah bangkit !"
Orang yang mendengar perkataan dari orang itu hanya bisa bingung tapi berbeda dengan yang sudah mengetahui identitas Ashborn.
"Tak perlu banyak bicara lagi !"
Ashborn mengeluarkan kedua pedangnya yaitu Blade Of Chaos dan Light Sword.
"Heh....itu curang lo memakai senjata, bagaimana dengan tangan kosong ?" (?)
Ashbron menyimpan kedua pedangnya kedalam inventory dan hanya menampilkan tangan kosong.
"Begitu dong" (?)
Setelah selesai berbicara orang itu melesat menuju Ashborn dan mengayunkan tinjunya kearah perut Ashborn namun itu segera ditahan dan dibalas balik dengan tendangan tapi orang itu dapat menahan tendangan Ashborn.
Lantai arena hancur akibat tak kuat menahan kekuatan dari keduanya kemudian Ashborn meningkatkan kekuatannya hingga ke-39% dan berhasil membuat orang itu jatuh dengan keras akibat tak dapat menahan kekuatan kaki Ashborn.
"Nampaknya kau cukup serius" (?)
Orang itu menghempaskan Ashborn dengan sangat kuat hingga memghantam dinding arena dan menghancurkan barrier yang telah dipasang sistem.
Ashborn keluar dari dinding membeli 2 buah gauntlets Yang dilapisi armor emas dan aura hijau mint, dibagian jari berubah menjadi hitam dengan retakan hijau mint.
Dan tentu saja Ashborn meningkatkan kedua gauntletsnya menjadi tingkat yang sama seperti kedua pedangnya.
Orang itu hanya tersenyum dan membuat kedua tangannya dilapisi semacam kulit hitam pekat dengan garis merah memiliki kuku tajam dan sedikit memiliki bagian tajam.
Kedua kemudian berlari dan saling beradu pukulan, hal itu membuat para penonton merasa takut sekaligus kagum dengan kekuatan dari keduanya.
Keduanya saling memberikan pukulan dengan kecepatan yang sangat gila hal itu membuat seluruh arena mengalami goncangan kemudian saat beberapa menit beradu pukulan mereka berdua mengarahkan tinju kewajah dan memukul dengan keras secara bersamaan
Alhasil Ashborn dan orang itu sama sama terpental akibat terkena pukulan.
Ashborn kemudian berdiri dan menguspa mulutnya yang mengeluarkan darah dan hal itu sama berlaku untuk orang itu.
Ashborn menatap arena yang sudah mengalami kerusakan dan orang orang yang takut.
"Sial, sistem segera buka portal menuju dunia ciptaanku"
< Baik >
Sebuah portal muncul dibelakang orang itu dan Ashborn segera berlari dan mendorongnya masuk kedalam portal.
Saat Ashborn berhasil membanya menuju dunia ciptaannya kemudian Ashborn dengan keras memukul perut orang itu dan membuatnya terpental cukup jauh.
Tak membuang kesempatan Ashborn segera berlari menuju orang itu namun dari bawah tanah, muncul sebuah tangan yang mana itu adalah tangan milik orang itu.
Orang itu segera menarik Ashborn kedalam tanah dan memukul wajah Ashborn hingga membuat ledakan yang menghancurkan wilayah seluas 43 KM.
Ashborn lalu menangkap wajah orang itu dan melakukan upper cut kepadanya, orang itu terbang keudara akibat upper cut.
Ashborn tak tinggal diam, Ashborn kemudian bergerak keudara dan menuju dia lalu menendangnya secara vertikal dan menghantam tanah hingga dunia ciptaan Ashborn mengalami dorongan akibatnya.
Dengan bantuan sistem Ashborn menghujani dia dengan pukulan api yang panasnya melebihi matahari secara bertubi tubi.
Dia kemudian menendang punggung Ashborn dengan kakinya sehingga Ashborn sedikit keskitan lalu dia memukul pipi kanan Ashborn dan membuanya terpental jauh.
Karena kekuatan pukulan dari Ten Of Eternal Chaos ke-9, Ashborn terpental dan menghantam gunung hingga gunung itu hancur berkeping keping.
Dengan kemudian mengangkat semua puing puing batu dengan kemampuan [Manipulasi Gravitasi] lalu membuat semua puing puing batu menjadi sebuah tangan raksasa memakai kemampuan [Gaia] sang titan.
Tak hanya sampai situ, Ashborn memanaskan batu batu itu dan membuatnya menjadi samgat keras dia yang ke-9 hanya menatap sambil diam lalu dia tersenyum dan berkata dengan keras.
"Majulah Ashborn !" (?)
"HUARGH!!!"
Ashborn mengarahkan tinju batu raksasa menuju dia lalu orang itu memasang kuda kuda dan memberikan pukulan kepada tangan raksasa, hal itu membuat sebuah tubrukan yang kuat dan tangan raksasa hancur berkeping keping layaknya debu akibat menerima pukulan dari dia.
Tanpa disadari olehnya, Ashborn dengan kecepatan penuh(45%) menghantam dia menggunakan kedua tinjunya dan membuat dia terpental sangat jauh kebenua lain.
"Hah...hah...."
Ashbron kemudian terbungkuk lemas akibat lelah namun secara tiba tiba dia berada disamping Ashborn dan menendang Ashborn dengan sangat keras.
Dari tendangan tersebut Ashborn dapat merasakan tulang miliknya remuk akibat menahan tendangan darinya tapi dengan skill penyembuhan dari sistem itu segera diobati dan stamina Ashborn yang hampir habis kini kembali pulih.
"Hey kau !,aku belum tau namamu !?"
"Oh maaf, namaku adalah Zecht ! Ingat itu" (Zecht)
"Baiklah Zect, mari kita mulai ronde kedua dengan serius"
Ashborn kemudian memasang kuda kuda dan meningkatkan kekuatannya menjadi 50% namun sebelum meningkatkan kekuatanya, Ashborn mendapat peringatan dari sistem untuk berhati hati agar tak menghancurkan puluhan dunia yang berada dalam jangkauan Ashborn.
Melihat Ashbron yang memasang kuda kuda, Zecht kemudian menjadi serius yang dimana tubuhnya dilapisi kulit keras seperti tangannya tak hanya itu tanduknya sedikit membesar dengan sebuah ekor muncul dan ujung ekornya memiliki bentuk runcing.
"Menarik"
Ashborn menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya dengan perlahan lalu mengubah dirinya kebentuk Ashborn(asli)
Lalu keduanya bergerak kearah mereka masing masing dan memberikan pukulan yang sangat kuat.
Hal itu membuat setengah planet ciptaan Ashbron mengalami kerusakan parah akibat gelombang tubrukan dari tinju keduanya.
"Menarik sekali Ashborn !" (Zecht)
"Zecht !"
Sekali lagi kedua saling memberikan pukulan yang sangat kuat dan membuat setengah planet tambah rusak, lalu keduanya membagi jarak dan melesat kearah masing masing dan mengayunkan tinju mereka kewajah dan yang terjadi selanjutnya adalah.
Pertarungan sengit antara Ashborn dan Ten Of Eternal Chaos Ke-9
Bersambung
Hello Guys Kembali Bersama Saya Lagi GojoNeko, Kalian Pasti Bingung Kenapa Gua Bikin Ashborn Tak Memakai Seluruh Kekuatan Penuhnya Agar Mudah/Cepat Menang
Alasannya Karena Untuk Membuat Scene Fighting Lebih Seru, Kalian Pengen Ashborn Baru Ketemu Kuat Lalu Musuhnya Langsung Modar Akibat Sekali Pukul Lagipula Ni Novel Lebih Merujuk Pada Scene Fighting MC Jadi Begitulah
Segini Aja Dulu, See You Guys In The Next Chapter Bye\~