My New Journey as Shadow Monarch Ashborn

My New Journey as Shadow Monarch Ashborn
Ronde Akhir



Disaat para kaijuu bertarung melawan Zecht yang berusaha membunuh Ashborn yang kini terbaring lemah tak berdaya akibat energi chaos yang menggerogoti tubuhnya.


Saat ini sistem sedang menetralisirkan energi chaos yang ada didalam Ashborn tapi tak disangka sangka muncul ribuan kroco kroco yang mendekati Ashborn.


Ashborn tak dapat melakukan apapun kecuali hanya menatap dengan raut wajah yang kesal, sementara itu sistem tengah dalam proses penetralisiran energi chaos.


"Sial, sistem berapa lama lagi waktu yang dibutuhkan ?"


< Sekitar beberapa jam dan itu tergantung dari seberapa parah energi chaos yang menyebar didalam tubuh Host saat ini >


Ashborn yang mendengar itu hanya dapat berdecih kesal dan melihat para monster kroco yang semakin mendekat.


Ashborn menggeratakkan giginya karena kesal dan dia segera menarik nafas panjang dan menghembuskan secara perlahan.


"Kalian semua !"


Mendengar teriakan dari Raja Mereka yaitu Shadow Monarch Ashborn, para ashadow soldier yang berada didalam bayangan Ashborn dengan serentak segera bersiap karena mereka tau mengapa raja mereka berteriak.


"Keluar dan habisilah para monster yang memdekatiku !"


Bayangan Ashborn kemudian membesar dan menyebar kebelakang Ashborn, dari balik bayangan tersebut muncul jutaan shadow soldier termasuk shadow soldier tingkat tertinggi.


Igris, dan Beru, Bellion segera mendekati Ashborn dan segera berlutut dengan posisi lutut kiri menyentuh tanah dengan tangan kiri dibelakang dan kana didepan.


"Kami mendengar panggilanmu rajaku" (Igris)


Beru lebih dulu angkat bicara kepada Ashborn yang kini hanya dapat berdiam tak berdaya.


"Kalian semua, jangan sampai hilang"


Mendengar perintah rajanya ketiga Grand Marshal-Grade itu berdiri dan mengambil posisi bertarung para shadow soldier dibelakang mereka sudah bersiap.


"Kalian dengar apa yang dikatakan Raja, maju dan habisi para musuh !" (Igris)


Setelah Beru mengatakan itu, ketiga Grand Marshal-Grade langsung berlari kearah para monster kroco beserta jutaan pasukan mengiri mereka, Ashborn hanya dapat melihat Shadow Soldier dengan senyuman hangat sebelum kehilangan kesadarannya.


Ashborn pingsan karena tubuhnya yang sangat lemah dan itu juga termasuk campur tangan sistem yang membuat Ashborn pingsan.


Sementara itu para Shadow Soldier dan kroco monster hampir mencapai satu sama lain dan ketika mereka sudah dekat peperangan terjadi.


Beru dengan seluruh kekuatannya melesat dengan cepat dan membunuh puluhan monster dalam sekejap termasuk Igris dan Bellion.


Kedua belah pihak menberikan pertarungan yang sengit dan merusak, sementara para kaijuu yang bertarung dengan Zecht sudah mulai kewalahan dengan kulitnya yang keras dan serangan energi chaos yang sangat berbahaya.


Bahkan setelah diserang bertubi tubi opeh para kaijuu Zecht tidak terluka dan hanya sedikit menerima goresan dan saat Zecht menyerang dengan satu kali pukulan ekornya, salah satu kaijuu langsung terhempas cukup jauh.


Zecht lalu mengaum dan langsung menerima pukulan keras dari Arch Belial dan tembakan dari Hyper Zetton.


Kembali kepada para shadow soldier, Beru saat ini bertarung melawan sesosok monster mirip tanah liat dengan ukuran 2 kali lipat dari Bellion.


Ketika Beru memenggal kepalanya, kepala monster itu kembali beregenerasi dengan cepat dan dia tersenyum mengejek pada Beru, Beru merasa jengkel ketika dihina dan dia segera memotong tubuh monster itu hingga menjadi bagian bagian kecil tapi itu percuma tubuh monster itu kembali beregenerasi dan saat itu juga Red dan Blue datang membantu Beru.


"Beru-sama, kami datang membantu" (Blue)


"Ketika anda memotong tubuhnya menjadi kecil saya melihat sebuah core terselip disalah satu bagian tersebut" (Red)


Beru hanya diam dan mengangguk mengerti dengan penjelasan Red&Blue, Beru lalu menunjuk monster itu dengan hawa membunuh yang sangat pekat.


"Kalian berdua, potonglah tubuhnya hingga core tersebut terlihat dan aku akan menghancurkannya dalam sekejap" (Beru)


"Baik" (Red&Blue)


Red&Blue langsung berlari kedua sisi sang monster dan menyerang dengan senjata mereka, Red adalah pengguna pedang besar dan Blue adalah pengguna kapak besar.


Serangan keduanya berhasil ditahan dengan mudah oleh sang monster tapi dari belakangnya muncul Beru yang hendak memotong tubuhnya tapi tiba tiba muncul 2 buah tangan dari punggung sang monster dan menahan serangan Beru.


Monster itu memutar kepalanya kearah Beru dengan senyuman mengejek seperti tadi tapi Beru tidak marah dan terlihat dia seperti tersenyum walaupun tidak punya mulut seperti manusia.


Red&Blue kemudian berhasil melepaskan senjata mereka dari genggaman sang monster dan membelah kedua tangannya.


Beru dengan sigap berpindah posisi kedepan dan bersiap siap kemudian Red&Blue mulai memotong tubuh sang monster untuk mencari letak keberadaan core.


Beru memperhatikan setiap bagian potongan untuk mencari tahu keberadaan core dan berhasil menemukannya disalah satu potongan tubuh sang monster dengan kecepatan penuh Beru melesat kebelakang sang monster dan terlihat sebuah core merah ditangan kanannya.


Beru menghancurkan core tersebut dengan sedikit mendorong jari jarinya, monster tanah liat itu terlihat mulai mencair dan menyatu dengan tanah.


Beru hanya menatap kematian yang menyedihkan bagi sang monster dan menatap kedepan.


"Kau masih lemah"


Beru kemudian menghilang dan kembali membunuh para kroco monster.


Diposisi Igris, Igris kini berdiri didepan musuh yang seorang ksatria dengan full armor tanpa tubuh didalamnya.


Ksatria itu memiliki warna armor hitam dengan retakan merah diseluruh tubuhnya, Igris dan ksatria itu hanya diam menatap satu sama lain lalu mereka berdua berjalan dengan langkah kecil dan semakin cepat.


Keduanya berlari dan segera menghantamkan kedua pedang mereka, mereka berdua kemudian menjauhkan sedikit pedang mereka dan kembali membentrokkan pedang mereka.


Keduanta terlihat tenang walaupun tangan mereka bergerak sangat cepat menebas satu sama lain, dan lagi bentrokkan terjadi dan menahan kedua pedang mereka.


Igris tak habis akal dia lalu memutar pedangnya kebawah dan berhasil melepas pedangnya dari pedang musuh dan dengan cepat Igris menusuk dada sang musuh tapi ksatria itu mengangkat pedangnya dan menebas secara vertikal.


Igris menjuah dan melempar beberapa belati berbentuk pedang kecil yang ada dipinggang belakangnya.


Ksatria itu segera menepis lemparan belati milik Igris tapi Igris segera melaju kedepan dan memegang gagang pedangnya, Igris lalu mengangkat tubuhnya keatas dengan kedua tangan memegang gagang pedang dan segera menendang kepala ksatria itu dengan kaki kanannya.


Dengan kaki kirinya Igris meletakkan kaki kiri dibahu kanan ksatria itu dan menggunakannya sebagai tumpuan untuk memutar tubuhnya kesisi kiri kemudian Igris turun kebawah dengan cepat dan memutar tubuhya secera vertikal yang agak miring dan menyerang dagu ksatria itu dengan siku tangan kirinya dan upper cut menggunakan telapak tangan.


Igris mencabut pedangnya yang tertancap didada sang ksatria dan menebas tangan kirinya yang memegang pedang lalu memotong tubuhnya menjadi beberapa bagian hingga mati dan pertarungan ini berhasil dimenangkan oleh Igris.


Bersama dengan tangan kanan Ashborn, Bellion, Bellion kini tengah dikepung oleh sekumpulan monster yang cukup kuat terlihat Bellion sedikit mengerutkan keningnya dan para monster langsung melompat untuk menerjang Bellion tapi dengan tebasan memutar dari pedangnya yang berada dalam mode cambuk.


Seluruh tubuh monster itu terbelah menjadi dua bahkan Bellion berpikir seperti membelah kapas.


"Aku tidak akan pernah mengecewakan Rajaku" kara Bellion dengan nada serius, walaupun dia cukup dingin dan tidak banyak bicara.


Pertempuran terus berlanjut, Godzilla dan Tusk memberikan nafas api/atom mereka dan berhasil mengenai Zecht, dibantu para kaijuu lain yang menembakinya Zecht berjalan mundur tanpa dia sadari.


Sementara itu bersama Ashborn yang berada didalam bawah sadarnya, Ashborn membuka mata dan mendapati dirinya berada didalam sebuah tempat penuh bunga.


"Kau sudah bangun ternyata" (?)


Ashborn segera berbalik setelah mendengar suara itu dan dia melihat seorang pemuda dengan rambut hitam pendek, memiliki iris mata coklat dengan tinggi sekitar 170 cm, memakai pakaian kemeja sekolah bewarna putih berlengan pendek dan celana hitam panjang dengan sepatu.


"Siapa kau ?" Tanya Ashborn.


Orang itu lalu menyilangkan kedua tangannya dan menatap Ashborn.


"Apakah itu sesuatu yang penting ?" Balasnya dengan ramah.


Pemuda itu hanya mengamati Ashborn secara seksama dari ujung kaki hingga kepala lalu sebuah senyuman terukir dibibirnya.


"Ternyata benar, dirimu memang serpihan jiwa milik 'Dia' bahkan wajah kalian cukup mirip" (?)


"'Dia' apa maksudmu ?"


Melihat ketidaktahuan Ashborn pemuda itu tertawa kecil dan menatapnya dengan ekspresi bahagia.


"Yah 'Dia' adalah seseorang yang sangat penting bagiku dan sekarang dia sudah tertidur abadi dibawah pohon Yggdrasil"


Ashborn hanya terdiam setelah mendengar jawaban dari pemuda itu.


"Walaupun begitu dia nampak bahagia saat itu juga, baiklah kurasa kita tidak bisa berlama lama lagi"


Pemuda itu berjalan mendekati Ashborn dan mengarahkan telapak tangan kanannya yang terbuka lebar ketengah dada Ashborn, telapak pemuda itu nyaris menyentuh dada Ashborn kemudian sebuah cahaya menyinari telapak tangannya dan meresap kedalam dada Ashborn dalam kata lain dimasukkan.


Seiring berjalannya detik cahaya itu semakin memudar dan seutuhnya menghilang, setelah itu dia menurunkan tangannya dan menatap Ashborn.


"Aku telah memberikan kekuatan yang tersisa dariku untukmu, gunakan itu untuk mengalahkan lawanmu dalam sekali serang" (?)


"Kau, kau melakukan ini padaku, bukannya aku hanya orang asing ?"


"Sudah aku bilangkan, dirimu memiliki serpihan jiwaNya yang artinya kau juga adalah orang berharga bagiku" (?)


"Tapi—"


Sebelum dapat berkata pemuda itu mengarahkan jari telunjuknya kemulut Ashborn sambil menggerakkan tangannya kekiri dan kanan untuk membuat isyarat 'jangan'.


"Eits.....tidak ada, tidak ada kata 'tapi' lagi mengerti ?" (?)


Ashborn mengangguk dengan senyum masam dan pemuda hanya tetap tersenyum kemudian dia meletakkan kedua tangannya kebahu Ashborn dan berkata.


"Sekarang pergilah dan kalahkan pria bernama Zecht, lalu bawalah kedamaian pada alam semesta dan juga gunakanlah belati itu karena belati itu sangatlah kuat" (?)


"Baiklah"


Ashborn mengiyakan perkataan pemuda tersebut dan berjalan menjauh tapi Ashborn terhenti setelah beberapa langkah dan menoleh kebelakang untuk melihat pemuda itu.


"Sebelum aku pergi, bolehkah aku mengetahui namamu ?"


Pemuda itu sedikit terkejut karena Ashborn tiba tiba menanyainya tentang namanya tapi ekspresi tersebut berubah menjadi sebuah ekspresi bahagia dengan senyuman tulus.


"Kurasa perkenalannya nanti saja, lagipula nanti kita akan bertemu lagi kok dan pada saat itu juga kau akan mengetahuinya" (?)


"Baiklah, kalau begitu selamat tinggal"


"Um, selamat tinggal" balas pemuda itu sambil melambaikan tangannya, pemuda itu hanya menatap tubuh Ashborn yang berubah menjadi butiran cahaya lalu menghilang.


Pemuda itu kemudian memejamkan matanya sebentar dan menatap langit biru dengan awan putih, dia lalu tertawa kecil dengan sedikit air mata yang keluar.


"Baik kau ataupun dia, sifat baik hati kalian memang tidak pernah berubah ya.........." (?)


Terdapat sebuah jeda yang cukup panjang sebelum akhirnya dia mengatakanmya.


Hembusan angin lembut menerpa dirinya dan alhasil bunga bunga bergoyang tapi saat bunga berhenti bergoyang pemuda itu sudah tidak ada lagi.


Kembali Lagi Bersama MC


Ashborn perlahan membuka matanya dan melihat para shadow soldier sedang bertarung, Ashborn mencoba untuk berdiri tapi langsung terjatuh karena tubuhnya sangatlah lemah.


"Kuh...!"


< Host, jangan bergerak saat ini kondisi tubuh Host sangat lemah dan proses penetralisiran energi chaos belum sepenuhnya selesai >


Ashborn menghiraukan peringatan sistem dan memegang pedang Azazoth Wrath kemudian menancapkan pedang tersebut ketanah dan menggunakannya sebagai topangan untuk berdir.


Ashborn sekuat tenaga berdiri dengan tubuh penuh luka dan gemetar, nafas Ashborn cukup berat dan dia menatap Zecth walaupun pengelihatanya sedikit kabur/buram.


Zecht yang diserang bertubi tubi merasa marah dan melepaskan ledakan gelombang energi chaos dan berhasil mementalkan para kaijuu hingga mereka hilang menjadi cahaya biru.


< Lapor, Hyper Zetton, Zog, Izmael, Arch Belial, Grimdo dan The One telah hilang >


"Sial" gerutu Ashborn.


Terlihat Zecht yang sedang mengumpulkan energi dan bersiap untuk menembakkan serangan energi chaos kearah Godzilla dan Tusk.


Ashborn yang mengetahui itu segera menarik semua shadow soldiernya.


"Sistem segera tarik semua shadow soldier sekarang !"


< Baik >


Semua shadow soldier ditarik paksa oleh sistem untuk kembali kedalam bayangan Ashborn dan Ashborn segera memerintahkan sistem untuk memindahkannya ketempat yang jauh dari jangkauan ledakan energi chaos.


Tapi ketika hendak berpindah Zecht sudah lebih dulu menembakkan energi chaosnya dan membuat ledakan yang sangat besar dan kuat.


Karena sudha tidak sempat, Ashborn segera berlindung dibalik pedangnya dan menyuruh sistem mengaktifkan sebuah pelindung berlapis.


Tapi hal itu tidak terlalu cukup kuat menahan serangan energi chaos milik Zecht dan menghancurkan perisai dan pedang Ashborn sekaligus membuat Ashborn terlempar cukup jauh akibat gelombang ledakan.


Setelah terlempar Ashborn mencoba berdiri tapi segera muntah darah, Ashborn mengatur nafasnya agar teratur setelah itu dia melihat tangan kanannya dan menemukan Azazoth Wrath yang hanya menyisakan gagangnya saja.


Ashborn kemudian berdiri walaupun salah satu kakinya sedikit menurun dan membuat Ashborn berdiri timpang.


< Host, segera larilah karena mustahil anda mengalahkan Zecht dalam kondisi seperti ini >


"Ha...ha...ha..., aku tidak akan mundur setelah mengalami kejadian ini"


Ashborn menatap Zecht dan dibalas balik oleh Zecht itu sendiri, kedua mata mereka saling bertatapan walaupun dengan jarak yang jauh.


"Igris, Beru, Bellion keluarlah"


Dari balik bayangan Ashborn ketiga Grand Marshal-Grade muncul dan segera bersujud hormat kepada raja mereka.


"Kalian bertiga bisakah kalian meminjamkan kekuatan kalian"


"Bahkan jika kami harus menyerahkan jiwa kami, akan kami lakukan hanya untukmu wahai raja" (Beru)


"Ikuti aba abaku"


Ashborn kemudian membuka Inventory dan mengambil belati emas yang dia temukan saat walpurgis dulu, Ashborn menatap belati itu sebentar kemudian menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya secara perlahan.


"Mari kita coba"


Ashborn menyalurkan mananya kedalam belati karena dari yang dia tau gambar yang ditunjukkan disalah satu gagang adalah gambar yang mempelihatkan orang itu menyalurkan mananya kedalam senjata miliknya.


Hanya dalam beberapa detik Ashborn merasakan sakit yang luar biasa ditambah rentetan energi chaos yang mencabik cabik tubuhnya.


Ashborn segera terjatuh namun masih bisa mempertahankan posisinya yang berada dalam posisi jongkok sembari memegang tangan kanannya.


Tubuh Ashborn memang lemah dan lelah sedari tadi tapi kali ini rasanya berbeda, Ashborn serasa ingin pingsan karena sudah tak kuat menahan bobot tubuhnya.


"Sistem......apa yang terjadi"


< Mana Host telah habis, dan itu membuat Host menjadi kelelahan dan bisa saja membuat Host pingsan >


"Sial hanya dalam beberapa detik saja manaku sudah habis, sistem segera isi penuh manaku kembali jika bisa tingkatkan juga kapasitas manaku"


< Baik, apakah Host ingin melakukannya ? >


< Host memerlukan 10.000.000.000 untuk melakukan itu, apakah Host masih tetap ingin melakukannya Yes/No ? >


"Tentu saja"


< Diterima, menambah kapasitas mana sebanyak 400.000.000.000.000 >


< Memulihkan mana dalam sekejap, mohon tunggu sebentar >


< Proses telah berhasil >


Setelah mendengarnya Ashborn kembali menyalurkan mananya kedalam belati itu dan kurang dari 17 detik mana Ashborn kembali habis tapi Ashborn langsung menyuruh sistem untuk segera memulihkan mananya, hal itu terus dilakukan Ashborn hingga sebuah retakan terjadi pada tangannya dan menjalar hingga kesetengah wajahnya.


Ashborn kali ini harus menerima rasa sakit yang tidak pernah terjadi tapi sebaik mungkin Ashborn menahan rasa sakit itu.


"Huft.......baiklah kita mulai"


Ashborn segera berlari menuju Zecht diikuti oleh Igris, Beru dan Bellion dibelakangnya.


Zecht segera menembakkan ratusan proyektil energi chaos dari langit dan hal itu membuat Ashborn dan ketiga Grade Marshal-Grade sedikit kesusahan.


Ashborn dan ketiga Grand Marshal-Grade melompat demi menghindari terjangan ekor Zecht kemudian mereka berempat segera berlari diatas ekor Zecht.


Zecht tak membiarkan mereka untuk menuju keatas segera menyerang dengan serangan bola chaos.


Namun Bellion segera melompat dan menebas serangan tersebut hingga tidak jadi mengenai Ashborn walaupun Bellion terluka parah.


Ketika mereka hampir mencapai kaki Zecht, Ashborn menebas udara dan menciptakan beberapa bilah angin yang cukup besar dan berhasil melukai kaki Zecht.


Zecht segera meraung kesakitan disaat itu juga Beru langsung bergerak dengan kecepatan penuh mengelilingi tubuh Zecht, Beru kemudian terbang hingga kepala dan dengan cepat melukai mata kanan Zecht.


Ashborn dan Igris tetap berlari menaiki tubuh dan Igris segera melompat, Igris kemudian segera membalik tubuhnya dan merapatkan kedua kakinya menuju keatas, Ashbron kemudian melompat dan berada diatas kaki Igris.


Ashborn dan Igrissekuat tenaga mendorong kaki mereka dan berhasip membuat lompatan tinggi untuk Ashborn lalu Igris memposisikan tubuhnya secara normal dan memberikan rentetan tebasan petir ketubuh Zecht.


Ketika mencapai diketinggian tepat didepan kepala Zecht Beru bergerak dan menangkap tangan kiri Ashborn, Beru memutar tubuhnya beberapa kali dan melempar Ashborn kelangit.


Ashborn kemudian membalik tubuhnya kearah bawah dan menatap Zecht, dengan membuat sebuah tekanan udara pada kakinya Ashborn bersiap menebas Zecth.


Zecht mendongak keatas dan melihat Ashborn, penampilan Ashborn saat ini cukup para dengan luka bukan hanya itu retakan yang dialaminya juga sudah berubah menjadi merah dan mata kananya mengeluarkan darah.


Ashborn memegang belatinya dengan erat dan mengayunkan tangan kanannya kebelakang, Zecht segera mempersiapkan serangan energi chaos untu membunub Ashborn tapi sebelum itu terjadi Igris, Beru dan Bellion memberika serangan didagu bawah Zecht dan membuat mulutnya tertutup dan energi chaos yang hendak dia temabakkan tadi malah meledak dimulutnya walaupun tidak memberikan luka yang cukup para tapi sudah terlihat beberapa daging Zecht dan darah darah yang terus keluar.


Ashborn membungkuk dan memusatkan kekuatan pada kakinya dan segera menerjang kearah Zecht, Ashbor. Segera memberikan luka vertikal pada tengan wajah Zecht kemudian turun kebawah dibagian perut, sama seperti tadi Ashborn memusatkan angin kemudian melesat dan menebas perut Zecth.


"HAAAAAARRGHH!!!"


Ashborn melakukan hal itu terus menerus dengan gaya zigzag tapi serangan tersebut mencakup semua bagian tubuh Zecht,


Zecht tak bisa berbuat apa apa dan hanya dapat meraung kesakitan setiap kali menerima tebasan Ashborn.


Setelah puluhan tebasan pada Zecht, Ashborn segera turun kebawah yang memiliki jarak sekitar 482 meter dari Zecht.


Kini tubuh Zecht telah dipenuhi luka dengan kulit bergaris seperti terkena cakar kucing sebenarnya bukan cakar kucing tapi karena mirip bisa kita bilang begitu.


*Cogh* *Splash* *Sreet*


Ashborn langsung mengeluarkan banyak darah dari sekujur tubuhnya baik dari mulut, mata, dan telinga.


Ashborn segera tumbang dengan kesaradan yang masib tetap terjaga.


Dia bernafas secara tak beraturan dan hanya dapat terbaring lemas tak berdaya.


< Host, sudahlah tubuh anda sudah tidak kuat lagi untuk bertarung >


"Masa bodoh dengan itu, selama Zecht belum kalah maka aku juga belum kalah"


Ashborn secara perlahan membalik tubuhnya menghadap Zecht.


"Bagaimana rasanya, Zecht !"


"A...was..kau...ASHBORN !" (Zecht)


Zecht berteriak dengan keras saat menyebutkan nama Ashborn, dia menatap Ashborn yang berada dibawah dan membuka mulutnya lalu energi chaos mulai terkumpul dimulutnya.


"Akulah yang terkuat......akulah akan selalu menang.....kali ini adalah penetuannya......ASHBORN !"


Ashborn yang mendengar itu hanya memberi seringai dan dia menatap Zecht dengan serius.


"Baiklah, mari kita akhiri ini dalam satu serangan terakhir !"


Ashborn kemudian membuat tangannya dalam posisi setengah sipang dimana tangan kanan diatas dan tangan kiri dibawah dengan posisi jari digenggam kecuali jari telunjuk dan tengah, setelah itu Ashborn langsung merapatkan kedua tangannya dimana posisi tangan kiri dibawah dan tangan kanan diatas lebih tepatnya diatas jari jari.


Kemudian Ashborn melebarkan kedua tangannya kesamping dan langsung mengarahkan tangan kanannya kedepan dengan tangan jari kiri berada diatas pundak.


Seketika sebuah lingkaran besar muncul dibelakang Ashborn dan mengumpulkan energi didalam lingkarannya.


Terlihat Ashborn yang cukup badas dengan wajah serius, mata kanan yang mengeluarkan darah dan angin yang menerpanya akibat kumpulan energi.


"Matilah ZECHT !"


"Matilah ASHBORN !" (Zecht)


Bersambung.