My Mate {END}

My Mate {END}
Side Story : Love



Jadi gaess cerita kali ini adalah cerita sebelum Penelope meninggal. Sengaja aku bikin cerita agak ngacak hehehe 😁


Makanya aku bikin penjelasan ini biar kalian ngerti hehehe... maaf ya 😁


...~HAPPY READING~...


Acara pesta dilakukan di Mansion Lavender Moon Pack, Pesta kali ini adalah acara untuk memperingati hari ulangtahun putri sulung dari pasangan Sophie dan Daniel.


Setelah mengalami berbagai macam lika liku perjuangan akhirnya mereka pun bersatu dan memiliki 3 orang anak. Putri sulung mereka hari berulang tahun yang ke 10 tahun.


Renesme Macario, gadis yang memiliki kemapuan yang cukup hebat dan berhasil membangkitkan wolf nya diusia yang masih sangat muda.


"Selamat ulang tahun." kata Penelope sembari mengelus surai Renesme dengan lembut. Renesme tersenyum, ia menerima hadia dari pasangan Alpha dan Luna dari Rose Moon Pack.


"Terimakasih." Renesme tersenyum ceria yang membuat Penelope dan Steve gemas saat melihatnya.


"Ya ampun, andai saja aku punya anak perempuan." kata Penelope yang memang sangat mendambakan anak perempuan, tapi sangat disayangkan karena anaknya adalah kembar lelaki dan Penelope tidak bisa mengandung lagi karena suatu hal.


"Haha benarkan? Anak perempuan itu paling menggemaskan." kata Daniel yang sepertinya akan sangat memanjakan Renesme, apalagi kedua adik Renesme adalah anak lelaki.


"Aku setuju." sambar Kai yang tengah menggendong bayi perempuan berusia 1 tahun. Bayi perempuan itu tengah asik mengulum tangannya sendiri. Itu adalah anak kedua Kai dan Rosa.


"Ngomong-ngomong kemana si kembar?" tanya Sophie sembari menatap sekelilingnya namun tidak ada tanda-tanda kehadiran si kembar.


"Thom membaca buku di taman belakang dan Theo bersembunyi entah dimana." Penelope tertawa hambar. Anak kembarnya itu ibarat siang dan malam.


Penelope juga heran kenapa Theo sangat takut dengan Renesme, memang sih Renesme selalu menatap Theo dengan tajam setiap kali melihatnya. Entah apa alasannya tapi kalau boleh jujur Renesme sangat mirip dengan Sophie.


Buah memang jatuh tak jauh dari pohonnya.


Ketika para orang tua mengobrol, Renesme mengendus-endus bau yang begitu menggodanya, Renesme ingin sekali memakannya. Wanginya seperti padang rumput yang segar dan bercampur dengan wangi strawberry yang manis. Bukankah itu sungguh menggoda?


"Ayah, Ayah." Renesme menarik tangan Daniel yang sontak membuat Daniel merunduk dan tersenyum.


"Ada apa sayang?"


Renesme mendongak netranya agak bersinar dan ia tersenyum. "Aku mencium wangi yang begitu enak ayah."


"Wangi yang enak?"


"Iya, wanginya seperti padang rumput yang segar dan strawberry yang manis. Aku ingin memakannya." Renesme tersenyum.


Daniel, Kai dan Steve yang mendengar hal tersebut langsung membulat matanya dan tersenyum senang.


"Aku jadi penasaran siapa Mate mu." kata Steve. Renesme celingak-celinguk mencari asal bau itu. Renesme sendiri tidak tau siapa Mate nya dan ia hanya mengetahui baunya saja.


Renesme kemudian berjalan menuju kearah seseorang yang tengah asik memakan kue, anak lelaki berusia 10 tahun yang seumuran dengannya.


Renesme menarik tangan anak itu dan memaksanya untuk menatapnya. "Mate." kata Renesme sembari menyeringai.


"Theo?" kata Daniel dan Steve bersamaan.


"Mate." sosok serigala yang berada ditubuh Theo juga berucap hal yang sama.


Seketika kedua mata Theo berkaca-kaca. "Hiks... Huhu... Huwee..." Theodore seketika menangis histeris dan membuat dirinya menjadi pusat perhatian dipesta tersebut.


Theo tidak mau menjadi Mate Renesme, bagi Theo Renesme sangat menyeramkan dan Theo akan menolaknya dengan keras.


...🐺🐺...


...Beberapa Tahun Kemudian...


Thom berjalan dengan santai di dunia manusia, kedua matanya berkeliling menatap bangunan-bangunan menjulang tinggi.


Ia merasa tidak ada bagusnya kembali ke dunia Immortal selain untuk menemui keluarganya, ah tapi orangtuanya sekarang tinggal di dunia manusia dan hanya adik kembarnya saja yang tinggal di dunia Immortal.


Thom tidak harus mencari Mate karena Mate nya sudah tewas. Ia tidak begitu sedih karena Thom juga tidak begitu mencintai Mate nya sendiri. Tapi entah kenapa hidupnya merasa hampa dan kosong, ada bagian lain yang hilang dari dalam dirinya.


Serigala miliknya juga hanya tertidur didalam tubuhnya dan jara berkomunikasi dengan Thom. Usia Thom sekarang sudah menginjak 25 tahun namun tidak ada satupun yang mampu membuatnya tertarik, hidupnya monoton.


Sampai...


"Hallo." ucap seorang gadis cantik dengan dress berwarna putih, gadis itu membawa keranjang yang terbuat dari rajutan rotan, dalam keranjang itu terdapat beberapa bunga matahari.


"Ya?"


"Anda terlihat murung, ini untuk anda." kata gadis itu sembari memberikan sekuntum bunga matahari itu kepada Thom dan Thom menerimanya dengan senang hati.


Gadis itu tersenyum riang. "Saya harap anda selalu bahagia." katanya yang langsung pergi meninggalkan Thom.


Thom terdiam, ia menatap kepergian gadis itu dengan tatapan aneh. "Sepertinya sudah saatnya aku bersenang-senang."


'Bersama seorang vampir.' lanjutnya dalam hati dan kemudian Thom menyeringai.


...~END~...