My Mate {END}

My Mate {END}
Chapter 29 [End]



...~Happy Reading~...


Steve langsung berlari menuju kamar Penelope ketika mendengar jika wanita itu akan melahirkan. Steve agak panik dan bingung, usia kandungannya baru 7 bulan tapi kenapa anak-anaknya harus lahir sekarang?


"Yang Mulia tolong tenanglah." Perkataan Jake tidak Steve hiraukan.


BRAK. Steve membuka kamar mereka dengan kencang membuat orang-orang yang berada didalam sana terkejut.


Penelope berbaring di ranjangnya dengan ekspresi menahan rasa sakit yang teramat, tubuhnya basah karena keringat dingin. Beberapa pelayan membantu Penelope untuk mengusap peluhnya.


"Pene." Steve berlutut didekat ranjang sambil memegang tangan Penelope. Steve menangis.


"Sakit sekali..." Penelope meringis, wajahnya sangat pucat dan tubuhnya dingin.


"Pene, ku mohon kau harus bertahan."


"Tapi ini terlalu menyakitkan." Sangking sakitnya Penelope bahkan tidak bisa berteriak.


Yang menangani Penelope melahirkan bukanlah dokter biasa melainkan para penyihir dan Alchemist tapi entah kenapa proses melahirkannya kali ini sangat sulit.


Elsa dan Selena bilang ini adalah hal yang sering terjadi jika manusia melahirkan anak serigala. Kalau tau Penelope akan kesakitan begini lebih baik jika mereka tidak memiliki anak. Tapi di satu sisi Steve senang karena anaknya akan lahir.


Steve mengigit bibirnya, ia tidak tega melihat Penelope kesakitan begini. Apa yang harus Steve lakukan? Kalau bisa Steve akan mentransfer rasa sakit Penelope ke dalam tubuhnya, tapi itu mustahil.


Penelope mencengkram tangan Steve, sakit juga cengkeramannya.


"Yang Mulia, tolong keluar dulu. Kami akan melangsungkan proses melahirkannya."


"Aku mau disini."


"Tapi Yang Muliaβ€”"


"KAU TULI?! AKU BILANG AKU MAU DISINI!!" Bentak Steve membuat para penyihir itu takut.


"Jangan berteriak bodoh! Akh."


"Sialan! Kau fokus saja melahirkan. Aku akan menemani mu."


"Kau pikir karena siapa aku begini?!"


Kalau bukan dalam kondisi kesakitan mungkin Penelope sudah memfoto wajah memelas Steve dan menertawakannya, sayang sekali perutnya sangat sakit.


'Sayang, kenapa buru-buru keluar sih? Kamu mau cepat-cepat jadi beban keluarga ya.' Padahal Penelope masih ingin merasakan ngidam. Walaupun selama ini Steve sih yang ngidam bukan dirinya.


"Ka-kalau begitu kami akan mulai prosesnya." Kata penyihir itu yang membuat Penelope mengangguk. Penelope ingin buru-buru mengakhiri rasa sakit ini.


...🐺🐺...


Setelah beberapa menit berlalu akhirnya lahirlah dia orang putra yang sehat dan gemuk. Mereka berdua mewarisi darah Steve yaitu seorang Werewolf. Pipi kedua bayi itu memerah dan terlihat menggemaskan dimata Penelope.


Wajah mereka percampuran antara Penelope dan Steve karena itu saat ini Penelope hanya diam dan tidak protes sama sekali.


"Wah menggemaskan sekali." Kata Sophie sambil menatap dua bayi kembar itu. Kedua bayi itu lelaki itu berada diranjang Penelope yang disampingnya terdapat Penelope yang terduduk disana sambil menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.


"Tentu saja, mereka kan anak-anak ku." Penelope tersenyum puas, tangannya memegang ponsel dan berkali-kali memfoto anak-anak itu.


"Ngomong-ngomong kapan kau hamil?" Ejek Penelope yang membuat Sophie tersentak. "Kenapa tau-tau kau sudah memiliki anak?"


Sophie terdiam, beberapa minggu yang lalu sebelum Penelope melahirkan tiba-tiba saja Daniel mengumumkan jika Lavender Moon Pack sudah memiliki Luna nya. Dan orang yang dibawa Daniel adalah Sophie yang menggendong bayi perempuan, Daniel juga menyatakan jika bayi perempuan itu adalah putrinya dan kemungkinan akan menjadi penerus Daniel.


"Itu..." Sophie terlihat canggung kemudian tertawa kecil. "Ceritanya panjang."


Penelope jadi bertanya-tanya, apa hubungan mereka masih toxic seperti biasanya atau sudah berubah? Semoga Sophie bisa menemukan kebahagiaannya.


"Ngomong-ngomong aku minta maaf." Kata Penelope agak sedih.


"Karena ibu ku? Jangan khawatir, aku tidak marah. Sudah ku bilang kan kalau dia bukan ibu yang baik. Walaupun pada akhirnya aku masih berharap dia meminta maaf pada ku." Sophie tersenyum kecut, semua itu masa lalu Sophie tidak perlu mengingatnya lagi.


Marry dan pria tua itu sudah dieksekusi di Rose Moon Pack, lalu Kevin dan beberapa Elder yang kabur juga ikut di eksekusi namun di tempat yang berbeda, yaitu di Lavender Moon Pack.


Masalah sudah selesai sekarang, Penelope berharap jika tidak ada masalah lain lagi. Tapi entahlah, masalah datang tanpa permisi bukan?


...~BERSAMBUNG~...


Wahh gk terasa udah end aja cerita ini wkwkwkw 😁😁 Jangan khawatir guys... Bakal ada Epilognya kok, Choco up sekaligus hahahahah


Terimakasih buat para pembaca setia Choco yang udah ngikutin cerita gaje dan penuh kekurangan ini hehehe... I love you kalian semua 😘