My Mate {END}

My Mate {END}
Side Story : Memories



Ekhm... Jadi sebelumnya akan Choco katakan kalau cerita di part ini adalah cerita masa kecil Penelope dan Steve, Cerita ketika mereka berteman saat kecil... 😁


So...


...~HAPPY READING~...


^^^Penelope (10 Tahun)^^^


^^^Steve (12 Tahun)^^^


"Maaf karena kami merepotkan." kata Selena sembari menatap Elsa dengan tatapan tidak enaknya.


Karena pekerjaan Adam yang mengharuskan mereka untuk pergi ke luar negeri selama beberapa Minggu dan Penelope dan Kai yang harus bersekolah membuat mereka terpaksa harus menitipkan Penelope dan Kai kepada keluarga Cameron.


"Kau seperti sama siapa saja sih." Elsa mengibaskan tangannya sembari tertawa kecil. "Lagipula tidak masalah kalau Penelope dan Kai berada disini, Steve kan jadi punya teman."


"Terimakasih banyak." kata Adam. Adam menunduk menyesuaikan tingginya dengan tinggi Penelope. "Jangan nakal ya nak, Papa akan segera kembali." Adam mengelus surai coklat Penelope dan Penelope hanya tersenyum.


"Aku akan jadi anak baik, karena itu Papa jangan lupa kirimkan aku uang ya." Penelope tersenyum riang dan memamerkan deretan gigi putihnya.


Ucapan Penelope mampu membuat mereka semua tidak bisa berkata-kata, Adam dan Selena bahkan hanya bisa tertawa hambar saat mendengar ucapan putri tunggalnya.


"Papa tidak akan mengirimkan mu uang." Adam menegakkan tubuhnya dan menyilang kedua tangannya didepan dada.


"Kalau begitu aku akan menjadi anak yang jahat!" jerit Penelope kesal.


"Anak ini benar-benar deh!"


...🐺🐺...


Penelope menatap keluar jendela yang memperlihatkan langit senja, Penelope bosan karena berhari-hari hanya terkurung di Mansion megah ini. Penelope ingin main sepeda di luar tapi sepedanya ada dirumah.


Jarak anda rumahnya dengan kediaman Cameron cukup jauh, butuh waktu sekitar 45 menit jika naik kendaraan. Tidak mungkin kan Penelope jalan kaki kesana.


Tante Elsa dan Paman Cristopher juga sedang keluar kota selama dua hari, mereka mendapatkan pekerjaan dadakan dan terpaksa harus kesana. Pada akhirnya Penelope bersama Kai dan Steve serta beberapa pembantu dirumah ini.


"Aku mau main sepeda ke luar." kata Penelope yang membuat Kain menyeritkan keningnya heran.


"Tapi sepeda mu kan ada dirumah."


"Makanya sekarang aku bosan."


"Hei bebek kau bosan?" tanya Steve yang sontak membuat Penelope menoleh kearahnya. Penelope mengangguk.


"Aku punya sesuatu untuk menghilangkan kebosanan mu."


"Sesuatu?"


Steve memperlihatkan kaset DVD milik ibunya, dari gambarnya sih sepertinya itu film horor.


"Apa kau berani menontonnya?" ejek Steve yang membuat Penelope mendengus kesal.


"Kau pikir aku penakut? Ayo kita menontonnya." Penelope merampas DVD itu dan berjalan kearah televisi. Ia sedikit merunduk dan mengutak-atik benda persegi panjang yang ada dibawah televisi.


Ia memasukkan DVD itu kedalam alat pemutar DVD itu dan tak lama kemudian film pun dimulai.


"Aku juga mau menontonnya." kata Kai yang langsung meletakan buku yang ia baca itu disofa dan berjalan mendekati Penelope.


Steve menyeritkan keningnya, apa benar Penelope berani menonton film horor ini?


"Aku tidak akan tanggung jawab kalau kau mimpi buruk." kata Steve sembari mengangkat kedua tangannya, ia berjalan dan mendudukan diri di karpet berbulu di samping Penelope.


"Aku juga tidak akan bertanggungjawab kalau kau ketakutan." ejek Penelope.


Alhasil Penelope duduk disana dengan posisi ditengah, sebelah kirinya ada Kai dan sebelah kanannya ada Steve. Mereka menonton film itu dengan serius dan tak ada yang berbicara satu pun.


...~BERSAMBUNG~...