My Mate {END}

My Mate {END}
Chapter 21



...~Happy Reading~...


Penelope mengerjapkan kedua matanya, kepalanya terasa sangat sakit, kedua tangan dan kakinya dirantai. Ia menatap sekelilingnya, sebuah kamar yang sangat sepi.


Bukan hanya tangan dan kakinya saja tapi juga lehernya ikut dirantai.


"Kau sudah bangun keponakan ku?" Sosok pria yang mirip dengan ayahnya berdiri dihadapan Penelope sambil menyeringai. Penelope bahkan tidak tau siapa pria dihadapannya ini.


"Karena ku dengar kau hanya manusia biasa jadi aku hanya mengikat mu dengan rantai biasa juga." Pria itu kembali melanjutkan ucapannya. "Pertama kali aku bertemu dengan mu, kau masih kecil umur mu sekitar 5 tahun. Kau pasti ingat."


Penelope ingat, dia adalah pria yang di usir ayahnya setelah mencoba untuk menculik nya. Apa tujuan orang itu sekarang adalah membunuh dirinya? Sepertinya paman itu takut Penelope menjadi Werewolf yang akan menguasai Pack ini.


Sekalipun Penelope menjadi Werewolf ia tidak akan pernah mau menjadi Alpha, menjadi Luna saja merepotkan apalagi menjadi seorang Alpha.


"Sayang sekali, seperti kau akan mati muda." Kevin menampilkan smirk nya.


Begitu juga dengan Penelope yang ikut tersenyum sinis. "Sepertinya paman sedang membicarakan diri sendiri ya." Penelope tidak akan menyombongkan dirinya saat ini, Penelope tau kalau kemungkinan sekarang Steve sedang mengajukan perang pada Green Moon Pack dan mungkin Adam akan mengamuk jika tau Penelope di culik.


Wah pembantai besar-besaran, kira-kira Penelope akan demam lagi tidak ya saat melihatnya?


'Duh, rambut ku lengket dan bau darah.' Penelope menyerit tak suka saat melihat ujung rambutnya yang terdapat noda darah.


Kevin yang melihat Penelope memikirkan hal lain membuatnya sangat kesal. Ia mencengkram wajahnya dengan kencang membuat wanita itu meringis sakit.


Penelope berpikir apakah menculik dirinya memang keinginan Kevin atau Kevin hanya mengikuti perintah seseorang? Kalau dilihat-lihat pun Kevin bukanlah orang yang pintar dan kuat.


Ia justru terlihat bodoh dan sangat mudah untuk diperalat. Lagipula bukankah seharusnya Kevin bersyukur jika Adam menjadi Rogue, dengan begitu Kevin tidak perlu bersusah payah untuk membunuh Adam dan mengambil alih posisinya.


Kevin melotot marah. "Berani sekali kau memikirkan hal lain saat berbicara dengan ku!" Geramnya yang malah membuat Penelope mendelik malas.


"Terus apa? Apa aku harus memikirkan wajah jelek paman? Lucu sekali." Penelope tersenyum sinis membuat Kevin menyentak wajahnya marah.


"Aku akan menggantung kepala mu di mansion Adam saat kau mati nanti."


Bukannya takut Penelope justru terkekeh. "Tidak sekalian dibuat gantungan kunci?" Ejeknya yang justru malah menantang maut. Kevin tidak menjawab, ia menatap Penelope tajam sebelum akhirnya keluar dari ruangan itu.


BRAK. Kevin menutup pintu dengan kasar.


"Sial! Bagaimanapun juga aku harus keluar dari tempat ini." Penelope menatap sekelilingnya, banyak celah untuk dirinya bisa keluar tapi masalahnya adalah rantai yang mengikat leher dan kedua tangan dan kakinya ini.


"Aku ini manusia brengsek! Bukan anjing!"


Penelope harus tenang, ia harus menggunakan otak cantiknya untuk berpikir.


'Sial! Aku tidak bisa memikirkan apapun.'


Menunggu bala bantuan akan terasa lama, tapi Penelope tidak memiliki ide. Andai saja dirinya seorang Werewolf.


"Tidak! Aku beruntung menjadi manusia, kalau aku seorang Werewolf itu akan berbahaya." Penelope menghela nafas pasrah.


Penelope melirik kearah kirinya, ia menemukan sebuah kawat. "Itu mungkin bisa digunakan."


...~BERSAMBUNG~...