My Mate {END}

My Mate {END}
Chapter 24



...~Happy Reading~...


Crash.


"KYAAA...." Marry menjerit histeris ketika tangan kirinya terpotong.


"Penelope!" Kata pria yang baru saja datang.


"Paman Ranov." Ucap Penelope begitu melihat Ranov yang merupakan pamannya datang. Ranov memang sering mengunjunginya waktu Penelope kecil hingga dewasa.


Ranov menggenggam rantai itu hingga terputus dan membebaskan leher serta kedua tangan dan kaki Penelope.


"Ada peperangan di luar sana. Kita harus pergi." Ranov dengan sigap menggendong keponakannya dan membawanya lari.


"RANOV KAU PENGKHIANAT BAJINGAN!!" Teriak Marry penuh amarah. Marry juga ikut mengejar Ranov.


...🐺🐺...


Marry melompat dan berdiri dihadapan Ranov membuat pria itu memundurkan langkahnya dan menatap Marry dengan tajam.


"Bagaimana bisa kau mengkhianati kami?!"


"Sejak awal aku tidak berpihak pada kalian! Kalian bodoh karena mau terpengaruh oleh ucapan Elder."


"Aku akan membunuh mu!" Marry mengangkat tangannya yang tersisa membuat bola api yang cukup besar itu melayang di udara.


Marry melemparkannya kearah Ranov namun dengan sigap Ranov menghindari serangannya. Marry dapat dengan mudah Ranov kalahkan. Namun ia akan menyerahkan Marry pada pihak yang bersangkutan.


"Sebentar lagi Steve datang, jangan khawatir dan pegangan yang erat." Penelope mengangguk dan menuruti ucapan Ranov. Disaat seperti ini Penelope merasa dirinya hanya beban.


Penelope menggigit bibir dalamnya, ia merasa sangat tidak enak.


"GRAAA..." Sosok serigala yang sangat Penelope kenal tiba-tiba datang dan menghantam tubuh Marry hingga terpental jauh.


"Biar aku yang menghadapinya. Kau urus Penelope." Ranov meletakan tubuh Penelope diatas tubuh Tev. Penelope terlihat begitu lemah saat ini, padahal biasanya ia selalu berteriak.


Steve menurut, ia segera membawa Penelope menjauh.


...🐺🐺...


Perang telah berakhir dengan kemenangan di tangan mereka, tentu saja. Tapi Kevin dan beberapa Elder berhasil melarikan diri. Steve akan meminta bantuan Adam untuk mencari mereka.


Green Moon Pack hancur, tidak bersisa. Orang-orang yang tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian ini bebas memilih kelompok mana yang akan mereka masuki nantinya, atau ingin menjadi Rogue?


Walaupun Penelope tidak memiliki luka serius selain lebamnya tapi wanita itu belum sadar juga dari pingsannya. Dokter yang memeriksa keadaan Penelope berkata jika wanita itu tengah mengandung. Jelas saja hal tersebut membuat Steve senang sekaligus sedih.


"Tenanglah, Pene pasti akan segera sadar." Kata Rosa sambil menepuk pelan bahu Steve.


"Aku tau tapi aku tetap khawatir. Bagaimana jika lukanya lebih parah dari yang kita bayangkan? Aku harus membawanya ke dunia manusia dan merawatnya disana."


Bagaimanapun juga Penelope adalah manusia biasa.


"Kalau besok Pene belum sadar juga kita akan membawanya ke dunia manusia."


"Pene itu kuat, aku yakin dia akan segera membuka matanya." Sambung Kai yang membuat Steve mengangguk paham.


"Kami pergi dulu." Rosa berbalik meninggalkan Steve dan di ikuti oleh Kai. Steve menundukkan kepalanya, hukuman para penjahat akan Steve tunda sampai keadaan Penelope membaik.


Prioritas utama Steve adalah Penelope. Kalau sesuatu yang buruk terjadi pada Penelope dan calon anak-anaknya Steve bersumpah akan memberikan kematian yang mengerikan pada mereka.


"Pene, ku mohon buka matamu. Aku janji akan menuruti semua kemauan mu. Bahkan kalau kau mau aku membuka salon di hutan aku akan menurutinya... Karena itu, buka mata mu." Steve berucap dengan air mata yang mengalir membasahi wajahnya. Ia menatap Penelope yang masih bergelut manja dengan mimpi indah.


...~BERSAMBUNG~...