My Mate {END}

My Mate {END}
Chapter 27



...~Happy Reading~...


BRAK.


"STEVE!!"


"Pene berhentilah berlari kau bisa terjatuh." Kata Steve. Bahkan saat hamil Penelope masih sangat aktif.


Penelope cengengesan kemudian ia mendudukan diri dipangkuan Steve. Steve mengibaskan tangannya memberikan kode untuk Jake pergi. Jake pun membungkuk hormat dan unsur diri dari sana.


"Kali ini apa lagi? Kuku mu?"


"Bukan. Lihat ini!" Penelitian mengangkat bajunya dan menunjukkan garis-garis halus yang ada di perutnya. "Ada garis-garis diperut ku. Padahal perut ku belum 7 bulan." Kata Penelope agak merengek.



Usia kandungannya sudah mencapai 5 bulan dan terlihat cukup besar. Mungkin karena Penelope mengandung bayi kembar.


Steve menyentuh perut Penelope dan merasakan adanya pergerakan didalam sana. "Oh, janinnya bergerak." Gumam Steve yang terlihat sangat bahagia.


"Bagaimana kalau anak-anak terlahir sebagai manusia?"


"Hm? Apa kau khawatir aku tidak mencintai mereka walaupun mereka manusia?"


"Aku takut anak-anak menyusahkan mu seperti diri ku." Penelope agak cemberut.


Steve menatap Penelope dengan tatapan berbinar. "Aku terkesan karena kau sadar diri." Katanya yang membuat Penelope melotot kesal. "Jangan khawatir, apapun ras mereka aku akan tetap mencintainya. Lagipula memang kewajiban ku untuk menjaga kalian."


Steve memeluk Penelope erat membuat wanita itu nyaman. "Sudah menjadi kewajiban mu untuk melindungi kami."


"Iya iya aku tau."


"Ngomong-ngomong aku mau perawatan." Steve agak tersentak dan menghela nafas. Ujung-ujungnya kenapa perawatan lagi?


Seorang wanita cantik bersurai hitam panjang bersama seorang pria yang juga memiliki surai hitam legam itu memasuki Mansion. Ia berjalan santai membuat para pelayan langsung menunduk hormat ketika mereka mengenali pasangan paruh baya itu.


Bahkan hanya dengan langkah ringan dan tegap membuat aura kewibawaan mereka menguar dengan sangat kuat, seluruh Pack sangat segan dengan pasangan Werewolf ini.


Beberapa pelayan membuka pintu ruang tamu itu begitu sang mantan Alpha atau biasa disebut sebagai Elder menyuruhnya. Pintu terbuka dan menampilkan ruangan mewah namun sepi.


"Dimana Steve dan Penelope? Apa mereka tidak tau kedatangan kami?" Elsa menyerit saat melihat ruangan yang kosong itu.


"Mereka ada diruang bawah tanah." Jawab Jake yang kebetulan berada disana.


"Hah? Apa yang ibu hamil lakukan di ruang bawah tanah?! Panggil mereka!" Perintah Elsa kesal yang langsung membuat Jake menuruti perintahnya.


Perintah Ratu tidak bisa dibantah, bahkan mendengar suaranya saja sudah membuat Jake merinding.


"Ya ampun Steve itu benar-benar deh!"


"Sayang, jangan marah-marah begitu." Christopher memegang bahu istrinya dan tersenyum lembut.


"Bagaimana bisa dia membawa istrinya keruang bawah tanah begitu?"


"Tenanglah istri ku."


Yang menjadi Alpha sebelumnya bukanlah Cristopher, melainkan Elsa. Sang serigala hitam yang ditakuti pada zamannya. Christopher adalah Beta Elsa, mereka adalah Mate yang sempurna.


Elsa yang sulit mengendalikan kekuatannya pada saat itu dan Cristopher yang menjadi penetralisir kekuatan Elsa. Awalnya Elsa tidak berniat menjadikan Cristopher sebagai Beta nya, namun pada saat itu Elsa tanpa sengaja menemukan serigala malang yang terluka dan pada akhirnya membawa serigala itu.


Elsa merawatnya dan menjadikan Cristopher sebagai Beta nya. Siapa sangka jika ternyata serigala jinak itu terobsesi pada tuannya? Dan berakhirlah mereka seperti ini. Cristopher mengerikan namun ia akan menjadi sangat penurut jika sudah bersama Elsa, bahkan waktu kecil Cristopher sempat cemburu dengan anak semata wayangnya sendiri.


...~BERSAMBUNG~...