
Jadi ini itu pas Penelope lagi hamil ya guys alias sebelum lahiran... Tapi bukan Penelope yang ngidam tapi Steve wkwkwkwk... So...
.......
.......
.......
...~Happy Reading~...
"Huekk... Huekk...." Percayalah itu bukan Penelope yang mutah tapi Steve. Penelope memijat tengkuk pria itu pelan agar bisa meringankan mualnya.
Padahal Steve hanya makan apel tapi ia langsung muntah hebat seperti ini. Tubuh Steve rasanya benar-benar lemas sekarang.
"Kau yang hamil kenapa malah aku yang mengalami morning sickness?" Bahkan Steve juga yang ngidam, mana ngidamnya aneh-aneh.
"Steve, anak-anak tidak mau ibunya menderita. Lagipula berbagi itu baik." Steve menatap Penelope dengan kesal, biasanya mereka akan adu mulut tapi kali ini Steve tidak ada tenaga untuk membalas ucapan Penelope.
Steve berjalan gontai keluar kamar mandi, ia memilih untuk berbaring di sofa yang ada di kamarnya.
"Berbaringlah di kasur."
"Aku bahkan tidak ada tenaga untuk berjalan lagi." Rengek Steve layaknya anak kecil. Penelope memakluminya, kasian juga suaminya itu.
Penelope mendudukan diri dilantai, ia mengelus surai Steve yang sedang tidur telungkup. Namun tiba-tiba Steve bangkit dari tidurnya dan menatap Penelope.
"Aku jadi ingin makan rujak."
"Hah?"
...🐺🐺...
Steve menatap Jake yang saat ini sedang menjelaskan sesuatu, ia menatapnya dengan serius namun pikiran Steve melayang entah kemana. Steve benci ini sungguh.
Tapi Steve tidak punya pilihan lain. 'Anak-anak kalau mau sesuatu jangan macam-macam dong.' Steve menggeram dalam hati. Kenapa anak-anaknya malah menyusahkan seperti Penelope. Rasanya Steve mau berubah ras aja dari mermaid.
"Yang Mulia apa anda tidak mendengarkan saya?" Tanya Jake sembari menatap Steve heran. Pria itu terlihat tidak fokus.
"Aku ingin mencium mu." Jake terdiam. Ia menatap Steve dengan senyum yang sangat tidak ikhlas.
"Maaf Yang Mulia sepertinya saya salah dengar."
Tentu saja Jake berharap jika dirinya salah dengar. 'Tidak, aku pasti salah—'
"Tidak, aku bilang aku ingin mencium mu."
Jake seketika langsung melongo dan kenapa juga wajah Steve memerah. "YANG MULIA!! SAYA SUDAH MEMILIKI ISTRI DAN TIGA ORANG ANAK!!"
"HAH?! KAU PIKIR AKU DENGAN SENANG HATI MAU MENCIUM MU?! INI KEINGINAN BAYI-BAYI KU TAU!! KENAPA JUGA KAU BERTERIAK?!!"
"Tapi keinginan Yang Mulia sangat tidak masuk akal!"
'Dan kenapa juga harus saya?!' Gk, Jake gk mau.
Selama ini keinginan Steve memang tidak masuk akal. Ingin melihat Warrior tergantung di pohon lah, ingin berendam di air dingin saat malam hari, ingin melihat Elder makan semangka. Sebenarnya otak siapa sih yang eror?!
Raja nya ini hamil atau gila sebenarnya?
Padahal Jake selalu berdoa agar sifat gila Penelope tidak turun ke anak-anaknya tapi kenapa malah sudah gila sejak dini?!
Hiks, ingin rasanya Jake risen. Tapi gaji disini sangat besar makanya Jake mampu bertahan. Setidaknya setelah ini Jake akan meminta bonus karena telah menuruti rasa ngidam tuannya dan pergi liburan dengan keluarganya.
Jake tiba-tiba tersenyum. "Baiklah Yang Mulia."
"Kenapa kau tiba-tiba tersenyum? Kau tidak menyukai ku kan?" Steve memicingkan matanya curiga.
"Yang Mulia, di hati saya hanya ada Carine."
"Dasar budak cinta."
'Saya harap anda bercermin Yang Mulia!' rasanya Jake ingin berkata seperti itu.
...~BERSAMBUNG~...