
"Benarkah, aku lemah? Bukan karena ramalan kepala suku tentang aku yang akan memusnahkan kesombongan ras naga?" tanya Fang dengan tenang.
Teringat di masa lalu, kalau kepala suku meramalkan bahwa dia adalah pengkhianat ras naga, karena Fang akan menjadi naga terkuat yang membela kebenaran.
Maksud dari kebenaran di sini, Fang tidak akan pandang bulu. Dia tak segan membunuh atau menghukum mereka yang bersalah., Karena Fang di beri gelar "Dewa keadilan".
Ras naga yang mendengarnya kala itu pun tak terima. Tidak masalah kalau Fang menjadi yang terkuat, tetapi mereka tak terima kalau Fang akan menghukum mereka juga bila berbuat salah.
Di antara ras peri, duyung, siluman, ras naga lah yang paling kuat. Karena kekuatan mereka lebih hebat dari ras lain, membuat mereka sombong dan angkuh.
Para tetua ras naga pun menyegel kekuatan Fang yang kala itu baru lahir. Hingga dia tidak punya kekuatan dan lemah, lalu dia di buang dari kerajaan langit.
Tepat saat Fang terbuang ke bumi, Zeo lahir. Entah apa yang terjadi, jiwa dan raganya terseret ke dalam tubuh Zeo. Segel kekuatan Fang pun terlepas, saat Zeo menemukan cinta sejatinya yaitu Ziya.
Kembali lagi pada Naga Langit yang marah mendengar ucapan Fang.
"Kurang ajar?! Kau memang pantas di bunuh!" Xu Feng langsung menyerang Fang dengan kekuatan nya.
Perkelahian antara mereka pun terjadi, saling menyerang dan adu mekanik. Fang beberapa kali sempat terluka, namun dia terus menyerang Xu Feng.
Tiba-tiba terjadi gerhana bulan, membuat para manusia ketakutan. Karena tanpa perkiraan, gerhana bulan tiba-tiba muncul. Di tambah halilintar menyambar ke segala arah.
"Apa yang terjadi?"
"Apakah malam ini kiamat?"
Suara tangisan bayi terdengar dari segala penjuru kota. Seolah manusia kecil itu tahu apa yang sedang terjadi. Hewan di air tak berani mencari mangsa untuk makan, semuanya mencari tempat persembunyian.
Begitupun dengan hewan darat. Mereka tidak pergi berburu. Aura yang keluar dari dua naga itu sangatlah membuat mereka tertekan, seolah-olah tubuh mereka dihantam oleh batu besar.
Kembali lagi pada Ziya yang sedang berdiri ketakutan. Dia menatap perkelahian antara Zeo dan pria asing itu.
"Semoga kamu berhasil mengalahkan pria jahat itu, Zeo," ujar Ziya mendoakan keselamatan sang kekasih.
Banyak sekali serangan yang mengenai barier pelindung Ziya. Tetapi, langsung hilang tak berbekas.
"Boleh juga kekuatan mu! Ternyata kau telah berkembang!" ujar Xu Feng tersenyum angkuh melihat tubuh Zeo berada di bawah kakinya.
Serangan Xu Feng sangatlah kuat. Membuat Fang kewalahan, tetapi dia masih sanggup tersenyum, meski darah segar keluar dari mulut Zeo.
"Aku bukan hanya berkembang, tapi juga semakin maju dan hebat?!" tegas Fang lalu memegang kaki inang Naga Langit, kemudian dia patahkan dengan santai membuat inang naga Langit berteriak kesakitan.
"Akkk?!" teriaknya keras mengambil alih kesadaran tubuh. Sang naga Langit pun mengalirkan kekuatan nya ke kami sang inang. Kemudian, kaki nya langsung sembuh.
Tiga menit berlalu, sisa dua menit lagi waktu naga Langit memberikan kekuatan untuk inang nya.
"Xu Feng! Kau terlalu angkuh?! Kau menganggap remeh lawan mu?! Seolah-olah kau lebih hebat darinya. Padahal, tetua sudah mengatakan untuk tidak meremehkan lawan mu?! Bila kau berkelahi, maka gunakan seluruh kekuatan mu, bukan hanya 25% seperti ini?! Karena kita tidak tahu, trik istimewa apa yang dipakai oleh lawan mu!"
Fang berdiri tegak. Dia tersenyum penuh arti membuat inang Xu Feng mengernyitkan dahinya. Tak berselang lama, Zeo kembali mengambil alih kesadaran tubuhnya.
"Apa maksudmu?" tanya inang naga Langit. Tak seberapa lama, pria itu berteriak kencang penuh kesakitan. Dia jatuh ke tanah pasir, begitupun dengan Xu Feng ikut berteriak kesakitan.
Xu Feng ingin mengambil alih kesadaran inang nya, tetapi tak bisa. Begitupun inang nya tak bisa memberikan kesadaran nya pada Xu Feng.
Zeo berjalan tegak penuh wibawa. Dia mendekati inang Xu Feng. Kemudian dia injak dada pria itu, lalu ia menjulurkan tangan nya. Setelah itu, keluarlah sisik naga milik Fang dari jantung pria itu.
"Lain kali, jangan anggap remeh lawan mu!" ujar Zeo dengan nada dingin.
"Apa yang telah kau lakukan pada inang ku, Sialan?" teriak Xu Feng berhasil mengambil alih sisa kesadaran inang nya.
Xu Feng terkejut melihat kepala naga Fang yang tampak sangat gagah, menyeramkan dan kuat. Berbeda dengan ribuan tahun yang lalu, kepalanya seperti kadal. Bahkan, dia tak memiliki kumis seperti naga pada umumnya.
"Kau, apa benar, Fang?" tanya Xu Feng terkejut.
"Ya! Ini hanya roh ku saja. Kenapa? Kau terkejut? Ha ha … tentu saja kau harus terkejut. Karena aku bukan Fang yang dulu. Aku lahir menjadi naga lemah yang kekuatan nya tersegel. Tapi, aku tumbuh menjadi naga kuat dengan dendam yang membara! Keberuntungan memihak ku, karena memberikan ku inang yang kuat! Bisa menyatu dengan kekuatan ku tanpa menyakitinya!" desis Fang dengan nada suara yang menyeramkan.
Xu Feng berteriak histeris, rasa sakit yang ia rasakan semakin bertambah besar.
"Apa yang kau lakukan padaku, Fang?" tanya nya dengan suara putus asa menahan sakit.
"Aku menyerang mu dengan api abadi miliki. Tetapi, api itu aku sembunyikan di dalam sisik ku ini! Api abadi ku berbeda dengan milik leluhur naga, api ku kecil, tapi mematikan! Dia akan memakan jantung mu dan inang mu itu secara perlahan! Sampai kau mati!" balas Fang tersenyum licik.
Sedikit demi sedikit kesadaran Xu Feng baik pun inang nya menghilang. Zeo segera melangkah ke belakang. Tubuh pria itu perlahan menghilang terbakar oleh api abadi.
Zeo menoleh ke samping, dia tersenyum melihat roh kepala Fang.
"Ternyata kita sama. Kau sudah tak punya lagi saudara, aku pun begitu! Bagaimana kalau kita menjadi saudara?" ajak Zeo membuat Fang mendengus kesal.
"Terserah kau saja!" Setelah mengatakan itu Fang pun kembali masuk ke dalam tubuh Zeo. Perlahan semua atribut yang terpasang di tubuh Zeo menghilang.
"Zeo?!" teriak Ziya berlari ke arah nya.
Pria tampan itu langsung menarik pinggang Ziya dengan kekuatan nya. Lalu, gadis cantik itu jatuh ke dalam pelukannya.
"Hiks! Aku sangat takut! Aku takut kalau kamu mati!" tangis Ziya pecah dalam pelukan Zeo.
Gadis cantik itu menangis terisak-isak. Zeo tersenyum senang, dia teringat tentang apa yang ingin di katakan oleh Ziya tadi.
"Apa yang ingin kau katakan pada ku tadi!" tanya Zeo lembut lalu menjauhkan tubuh Ziya sedikit.
Ziya menundukkan kepalanya malu-malu membuat Zeo tersenyum kecil.
"Katakan saja, sebelum kejadian tadi terulang lagi!" ujar Zeo menakuti-nakuti Ziya.
Gadis cantik itu langsung takut dan mendongak menatap Zeo.
"Aku terima lamaran mu. Mari kita menikah!" ajak Ziya cepat dengan suara lantang membuat Zeo tersenyum lebar.
"Benarkah? Kau tidak akan berubah pikiran lagi, kan?" tanya Zeo serius membuat Ziya menganggukkan kepalanya.
"Aku serius. Aku benar-benar ingin menikah dengan mu! Aku ingin menjadi istrimu, aku ingin menjadi ibu dari anak-anak mu!" ujar Ziya mantap membuat Zeo senang bukan main.
Zeo langsung mencium rakus bibir Ziya, di balas tak kalah rakus oleh gadis cantik itu. Cuaca buruk kembali seperti semula, gerhana bulan menghilang di gantikan purnama.
Pada akhirnya, Zeo berhasil mendapatkan cinta Ziya, dan Fang berhasil membunuh musuhnya.
*
*
Tamat.
Mohon maaf, kalau selama berkarya ada kata-kata yang menyakitkan. Segala yang baik datang dari Allah, segala yang buruk datang dari author sendiri.
Terima kasih karena sudah setia pada author 🌹🥰❤️🙏 semoga Allah membalas kebaikan kakak-kakak semua.