My Love From The Blue Sea

My Love From The Blue Sea
Serangan Naga Langit



Seminggu telah berlalu, Ziya telah memikirkan ajakan menikah Zeo. Gadis cantik itu akhirnya setuju, tetapi dia belum mengungkapkan nya pada Zeo. Dia ingin memberikan kejutan pada malam nanti.


Dia melirik sang kekasih sedang fokus mendengarkan dosen yang sedang berbicara di depan. Pria tampan itu sangat mengagumkan di lihat dari manapun dia tetap tampan.


"Beruntung nya aku punya dia," gumam Ziya pelan membuat Zeo tersenyum malu lalu menoleh ke arah Ziya.


Telinganya sangat tajam, mampu mendengar suara sekecil apapun.


"Aku juga," bisik Zeo membuat pipi gadis itu merona.


*


*


Pemandangan lautan biru tampak sangat indah, membuat Ziya terpana sedangkan Zeo merasa senang karena sekian lama di darat dia kembali lagi ke laut. Hatinya terasa hangat.


"Tumben kamu ajak aku ke pantai?" tanya Zeo memandang sang kekasih. Suasana matahari tenggelam menambah keromantisan momen tersebut.


"Aku mau ngomong sesuatu yang penting sama kamu," ujar Ziya gugup membuat Zeo berusaha menahan senyum nya. Pria itu tahu apa yang ingin di katakan oleh Ziya, karena energi yang di keluarkan oleh Ziya saat ini merah muda. Artinya gadis itu sedang jatuh cinta, merona, malu dan gugup.


"Kamu mau ngomong apa emangnya?" Zeo menaik turunkan alisnya membuat dada Ziya semakin berdebar kencang.


Gadis itu menarik nafasnya dalam-dalam, lalu ia hembuskan secara perlahan.


"Aku bersedia untuk me–,"


Belum juga Ziya menyempurnakan perkataan nya. Tubuh Zeo terlempar sejauh 50 meter dari tempat ia berdiri. Sontak saja Ziya berteriak histeris saat melihat seorang pria menduduki tubuh Zeo.


Di tangan kanan nya terdapat bola api berwarna merah kehitaman.


"Zeo?!" teriak Ziya kencang membuat pria itu langsung menoleh ke arah gadis itu. Dia tersenyum miring, lalu bangkit dari tubuh Zeo.


Bola api yang berada di tangan pria itu semakin besar lalu ia lemparkan ke arah Ziya. Tubuh gadis itu sangat berat, sampai dia tak mampu berlari.


Dia menutup matanya, pasrah akan apa yang terjadi. Rasa takut membelenggu jiwanya, membuat Ziya susah bernafas. Saat bola api itu hampir mengenai tubuhnya, sebuah pelindung transparan menyelimuti tubuh Ziya.


BOOM.


Suara ledakan terdengar memekakkan telinga, Ziya membuka matanya perlahan dan melihat Zeo berdiri di hadapannya.


"Ck, ternyata kau lebih kuat dari yang aku kira, pantas saja Naga Langit menganggap kau sebagai ancaman," berang pria itu menatap tajam Zeo.


"Fang, apa dia inang dari naga langit?" Zeo bertanya pada sosok naga yang bersemayam dalam tubuhnya.


Sang naga menatap sosok naga yang bersemayam dalam tubuh pria itu dengan sorot mata penuh dendam dan amarah.


"Benar, kau harus hati-hati. Dia sangat licik, sisiknya bagus, lagaknya terhormat dan baik. Tetapi, dia tak lebih iblis yang bersembunyi di balik topeng malaikat!" desis Fang penuh amarah melalui telepati.


"Ini saatnya aku meminjamkan seluruh kekuatan ku padamu, Zeo. Hidup dan mati mu akan dipertaruhkan, kalau kamu kalah, maka jangan harap dunia manusia akan baik-baik saja, termasuk kekasihmu!" tambah Fang membuat Zeo mengepalkan tangan nya erat.


Dia tidak akan membiarkan Ziya terluka sedikitpun.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Novel ini menuju tamat, dari awal memang author buat cerita ini pendek. Mohon maaf kalau selama ini up lambat 🙏🥺