My Love From The Blue Sea

My Love From The Blue Sea
Satu Kelas



Suasana dalam ruangan kelas tampak hening, saat dosen killer mengajar. Di tengah-tengah jam mata pelajaran, Ibu Susi – Dosen killer menyuruh seseorang masuk. Tak lain adalah mahasiswa baru.


"Selamat pagi anak-anak, hati ini kampus kita kedatangan mahasiswa baru yang akan masuk ke dalam kelas ini. Ibu harap kalian semua dapat memperlakukan nya dengan baik!" ujar sang dosen dengan nada tegas.


"Siap, Bu."


Mereka menjawab serempak. Ziya duduk di bangku paling depan. Dia tersenyum manis, karena tahu siapa anak baru yang akan masuk ke dalam kelas mereka.


"Silahkan masuk, Zeo!" ujar ibu Sudi mempersilahkan membuat pria tampan ang sedari tadi berdiri di luar kelas pun segera melangkah kan kakinya ke dalam.


Huwaa.


Para mahasiswi berteriak histeris ketika melihat sosok pria tampan bak anime di dunia nyata masuk ke kelas mereka. Tidak pernah mengira bahwa akan melihat pria setampan Zeo.


Bahkan, ketampanan nya lebih parah daripada idol K-Pop. Banyak di antara mereka yang mimisan melihat ketampanan Zeo. Tak hanya para gadis, para pria itu terkejut dan terpana melihat ketampanan Zeo.


Mereka semua mengakui dalam hati ketampanan Zeo. Kali ini baik wanita maupun pria merasa sangat isri dengan kesempurnaan yang di miliki oleh Zeo.


"Ya, Tuhan. Dia sangat tampan."


"Ah … aku mimisan melihat ketampanan nya!"


"Bagaimana bisa ada laki-laki setampan dia di dunia ini."


"Bung, dia lebih tampan daripada Sasuke."


"Ya Tuhan, dia mirip sekali dengan Yuno di anime Black clover."


Banyak sekali pujian yang di berikan oleh para gadis itu. Tidak ada yang mampu memandangi ketampanan Zeo untuk saat ini. Semuanya ikut terlanaydan menatap Zeo dengan tatapan penuh damba.


"Sutt … jangan ribut, silahkan perkenalkan dirimu."


Sang Dosen menyuruh Zeo untuk memperkenalkan dirinya. Pria itu memasang wajah datar, dia hanya tersenyum saa bertatapan dengan sang pujaan hati.


Senyuman Zeo membuat kum Adam maupun Hawa meleleh. Mereka cemburu pada Ziya, karena di senyumin oleh Zeo.


"Aku Zeo."


Pria itu hanya memperkenalkan dirinya secara singkat. Dia tidak.terlalu suka banyak bicara dengan para manusia selain Ziya. Pria itu hanya peduli tentang Ziya, Ziya dan Ziya.


Dalam kepala dan hatinya hanya terpatri nama Ziya seorang. Gadis itu adalah manusia yang telah memujinya untuk pertama kali. Manusia yang telah memberikan secercah harapan.umtyk terus bertahan hidup. Ziya adalah kebahagiaan nya, mana mungkin dia bisa tak tersenyum pada sang kekasih?


Zeo masuk ke universitas yang sama dengan Ziya menggunakan ijazah yang di beli. Juga Zeo pandai menghipnotis orang, jadi tidak terlalu masalah.


"Baik, apa hanya itu saja?" tanya sang dosen pada Zeo membuat pria itu berdehem pelan.


"Kalau begitu kamu bisa duduk di tempat yang kosong. Di depan boleh, di belakang pun boleh."


Ibu Susi memberi perintah pada Zeo membuat pria itu segera berjalan cepat untuk duduk di sebelah Ziya. Pria itu memasang senyuman termanisnya saat bertatapan dalam jarak yang sangat dekat dengan Ziya.


"Semuanya beres, aku sudah bisa kuliah bersamamu mulai sekarang," bisik Zeo pelan membuat Ziya tersenyum lebar.


"Kau menyogok rektor yah?" tanya Ziya pelan membuat Zeo tersenyum samar.


"Bukan, ku menghipnotis nya." Zeo berjata dengan santai membuat Ziya terkekeh kecil.


Mereka pun kembali melanjutkan tugasnya untuk fokus mendengar penjelasan Ibu Susi. Tidak ada yang berani bersuara sebab takut dihukum oleh guru killer itu.


Berbeda dengan Zeo yang malah menangkap semua penjelasan Ibu Susi. Setiap kata yang tersusun menjadi sebuah kalimat lalu menjadi sebuah ucapan Ibu Susi dapat Zeo dengar dan pahami dengan jelas.


"Ternyata seperti ini kalau menjadi manusia, tidak buruk juga," gumam Zeo dalam hati.


*


*


Waktu jam istirahat telah tiba. Dita mengajak Zeo pergi ke kantin kampusnya. Ada banyak sekali anak manusia di sana membuat Zeo sedikit pusing melihatnya. Sebab dia dapat merasakan semua emosi manusia yang tak sengaja bersentuhan dengannya saat mengantri makanan.


Marah.


Benci.


Bahagia.


Sedih.


Putus asa.


Buruk hati.


Semuanya dapat Zeo ketahui. Dia menjauh dadipada orang-orang yang jahat menurutnya. Ternyata hanya Ziya manusia yang memiliki hati bersih dan emosinya stabil menurut Zeo.


"Cuma Ziya ku yang sempurna dalam akal nya," batin Zeo bahagia.


Tak sengaja dia berpapasan dengan seorang pria. Bahunya menabrak bahu milik orang itu.


Bugh.


"Maaf," ujar pria itu menundukkan wajahnya membuat Zeo melebarkan bola matanya.


"Dia," pekik Zeo dalam hati terkejut.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰😘


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏