My Love From The Blue Sea

My Love From The Blue Sea
Jahat dan Kejam



Keesokan paginya, Ziya bangun tidur lebih dulu. Dia membersihkan rumahnya terlebih dahulu, karena sebentar lagi dia akan mengajak Zeo untuk pergi menjual emas yang Zeo beri kemarin.


Ziya tidak memasak, karena memang uangnya pas-pasan. Cukup untuk ongkosnya dan Zeo pergi ke Mall. Terpaksa dirinya dan Zeo harus menahan lapar sampai emas terjual.


Setelah selesai, Ziya memilih untuk membersihkan dirinya dahulu. Barulah ia membangunkan Zeo yang tertidur pulas atas ranjang kecil miliknya.


"Syukurlah sudah selesai," gumam Ziya setelah memakai pakaiannya. Dia tidak sadar bahwa sedari tadi Zeo sudah bangun dan melihat semua yang ada pada tubuh Ziya.


Tentunya Duyung itu menelan ludahnya kasar. Dia merasa sangat tergoda untuk menyentuh tubuh Ziya, namun sadar kalau kekasihnya tak mengizinkan nya untuk melakukan lebih dari ciuman.


Ziya berbalik ingin membangunkan Zeo. Namun betapa terkejutnya dia melihat sosok Zeo sedang duduk bersandar di dinding menatapnya dengan tatapan lapar.


"Eh, ka-kamu sudah bangun?" tanya Ziya dengan suara terbata-bata merasa sangat gugup. Pria itu menganggukkan kepalanya.


Wajah Ziya merah merona karena merasa malu. Zeo tersenyum kecil lalu berkata.


"Jangan takut, aku hanya melihatnya saja. Tapi, tidak akan menyentuhnya sebelum kamu memberi izin. Walau aku harus berperang dengan batin ku sendiri, tapi aku sanggup menahan nya!" balas Zeo santai dengan suara khas bangun tidur nya.


Ahh …Zeo sangatlah seksi. Lihatlah betapa indahnya ciptaan Tuhan. Rambutnya berantakan dan wajahnya sangat tampan dengan senyuman menawan terbingkai di wajahnya.


"Ekhm … lebih baik kamu bersihkan tubuhmu dulu. Aku sudah menampung air ke dalam bak, kamu bisa berendam di sana agar tubuhmu segar!" ujar Ziya mengalihkan pembicaraan membuat Zeo segera bangkit beranjak dari kasur tipis itu.


"Baik." Sebelum keluar dari kamar, Zeo melabuhkan ciuman di kening Ziya terlebih dahulu membuat gadis itu tersenyum malu.


"Dia sangat romantis," gumam Ziya menatap punggung Zeo menghilang dari pandangannya.


Banyak kebahagiaan yang ia dapatkan semenjak bersama dengan Zeo. Suatu hal yang telah lama hilang semenjak sang ibu meninggal, kini ia dapatkan kembali.


*


*


Ziya sengaja menyuruh Zeo memakai masker dan topi. Agar tidak ada orang yang melihat wajah tampan milik kekasihnya, biarlah dia di sebut egois, karena memang Ziya sangat posesif pada Zeo. Dia tidak ingin kekasihnya di rebut oleh wanita-wanita genit.


Seperti ayahnya dulu yang di rebut oleh wanita genit. Hingga hubungan nya dengan sang ayah tak lagi dekat seperti dulu.


Ziya berhasil menjual emas yang diberikan oleh Zeo. Uang yang ia dapatkan sangatlah banyak. Cukup untuk membeli mobil baru dan rumah minimalis modern.


Kata pemilik toko emas, emas yang di jual oleh Ziya adalah emas murni kuno. Itulah sebabnya mengapa harga nya sangat mahal dan Ziya mengatakan emas itu merupakan warisan leluhur Ziya.


Uang yang ia dapat ia masukkan dalam rekeningnya. Zeo seperti orang bodoh, dia melihat ke berbagai arah, terkadang dia takut melihat benda-benda aneh yang belum pernah ia lihat di lautan.


"Kita mau ke mana lagi?" tanya Zeo lembut pada Ziya yang menggandeng tangan nya.


Mereka baru saja keluar dari toko pakaian pria. Banyak pasang mata menatap mereka dengan tatapan iri, walau wajah Zeo tertutup masker. Orang-orang dapat membayangkan ketampanan Zeo melalui punggung dan tinggi tubuh pria itu.


"Kita ke showroom mobil dulu, aku ingin beli mobil mini yang cukup untuk kita naiki berdua!" jawab Ziya semangat membuat Zeo menganggukkan kepalanya.


Saat tiba di showroom mobil, Zeo melihat benda besar beroda empat yang ia tumpangi bersama Ziya tadi ke mall (taksi).


Namun yang ini lebih bagus daripada yang tadi pikir Zeo.


"Bagaimana menurutmu, Sayang? Bagusnya warna putih atau hitam?" tanya Ziya manja memanggil Zeo sayang membuat pria itu bersemu merah.


Jantungnya berdegup kencang, dia tidak bisa menahan senyumnya di balik masker.


"Aku lebih suka kamu memakai mobil berwarna putih," balas Zeo pelan membuat Ziya tersenyum cerah.


"Baik, Nona. Silahkan urus biaya administrasi terlebih dahulu agar kami segera memproses surat penting yang bersangkutan dengan mobil ini," ujar pria itu semangat membuat Ziya tersenyum cerah.


Cuaca begitu terik membuat Zeo kepanasan dan gerah. Kulitnya mengering di balik baju kaos yang ia pakai.


"Ziya, aku pergi untuk mencari minuman dulu, ya." Zeo berkata membuat Ziya terhenyak.


"Eh, kamu haus? Ayo aku temani beli minuman," ajak Ziya membuat Zeo menggelengkan kepalanya.


"Tidak usah, kamu di sini saja. Aku hanya sebentar," balas Zeo yang tak ingin mengganggu Ziya mengurusi biaya administrasi dan proses untuk mendapatkan mobilnya.


"Baiklah, kalau begitu bawa ini. Kasih untuk penjual nya nanti agar kamu di beri minum," ujar Ziya seraya menyerahkan tujuh lembar uang merah kepada Zeo.


"Terima kasih, aku pergi dulu."


Zeo pun beranjak pergi menjauhi Ziya, dia mencari tempat yang menjual minuman.


*


*


Di sisi lain,


Seorang pria berumur kisaran 40 tahun, memakai pakaian serba hitam dan wajahnya tertutup masker berjalan terburu-buru di mall.


Dia melihat 4 orang polisi berjalan menuju arahnya, segera pria itu berbalik arah masuk ke dalam restoran. Guna menghindari polisi itu.


Saat berjalan, tak sengaja dia berpapasan dengan Zeo. Bahu keduanya saling menabrak membuat Zeo dna pria itu saling bertatapan.


Mata biru muda Zeo bertemu dengan mata hitam pria tua itu. Bagaikan gerakan slow motion membuat Zeo mampu menyelami kelam nya kehidupan pria itu melalui mata nya.


"Jahat dan kejam," gumam Zeo dalam hati menilai pria itu.


"Dia," batin pria berumur 40 tahun itu.


Tanpa mengucap sepatah katapun Zeo segera melanjutkan jalannya.


Eugh.


Pria itu memegang kepalanya yang terasa sakit. Telinganya berdengung kencang membuat nya merasa pusing dan tuli untuk sementara waktu.


"Bunuh dia, bunuh … bunuh pria bermata biru itu … bunuh … dia ancaman … dia ancaman," gumamnya pelan menatap punggung Zeo dengan tatapan menusuk.


Senyuman psikopat terbingkai di wajahnya.


"Mangsa baru," ujarnya pelan lalu melangkah mengikuti Zeo dari belakang.


*


*


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰 🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏