
Pagi telah berganti malam, awan yang cerah telah balik ke peraduan nya, datanglah awan hitam bersama ribuan bintang dan bulan purnama. Suasana sejuk tak membuat seorang pemuda tampan kedinginan.
Dia terus mengikat setiap halaman buku misterius yang ia dapat, Zeo mempelajari sejarah dan ilmu yang ia dapat. Hampir dua bulan dia mempelajari ilmu-ilmu dan sejarah buku tersebut.
"Ternyata kisahmu sama sepertiku," gumam Zeo berbicara dengan sosok naga yang bersemayam dalam tubuhnya.
"Apa karena itu kau memilih ku?" Zeo bertanya menggunakan telepati membuat sang naga terdiam.
"Tidak apa-apa, kalau kau tidak mau menjawab! Aku berjanji akan membalaskan dendam mu pada Naga Langit!" janji Zeo membuat sang naga mendengus kecil.
"Panggil aku Fang!" titah sang naga membuat Zeo melebarkan bola matanya, dia merasa sangat senang karena akhirnya naga yang bernama Fang itu mau berbicara dengannya.
"Fang! Yeah … aku akan memanggil mu begitu," balas Zeo senang.
Seseorang memeluk bahu Zeo membuat pria tampan itu tersenyum lembut. Dia segera menggeser kursi putarnya ke samping lau ia tarik Ziya sampai terjatuh ke pangkuan nya.
"Kenapa bangun, hemm?" Zeo bertanya dengan suara lembut seraya mengusap pipi sang kekasih.
"Kamu nya nggak ada di samping aku, makanya aku bangun," jawab Ziya dengan suara serak khas bangun tidur.
Mendengar jawaban sang kekasih membuat hati Zeo berbunga-bunga. Dia sangat menyukai Ziya, segera saja dia kecup bibir pujaan hatinya itu. Awalnya hanya kecupan lalu berubah menjadi ciuman panas.
Keduanya larut dalam ciuman tersebut, sampai Zeo melepas paksa ciuman tersebut. Segera pria tampan itu menyimpan wajahnya di ceruk leher Ziya.
Nafas keduanya memburu, menandakan hasrat terpendam kini bangkit. Zeo memeluk erat pinggang ramping kekasih hatinya.
"Kapan kita menikah? Aku benar-benar sudah tidak sabar," lirih Zeo pelan membuat sekujur tubuh Ziya merinding.
Suara pria tampan itu sangatlah serak basah, begitu memanjakan telinga Ziya. Gadis itu hanya terdiam saja memejamkan matanya saat Zeo mengecup lehernya.
"Zi?" panggil Zeo lagi dengan nada serak dan penuh damba.
"Beri aku waktu untuk memikirkan nya!" Ziya masih butuh waktu untuk berpikir, agar tidak ada penyesalan di kemudian hari, awalnya dia ingin menikah setalah lulus kuliah dan bekerja.
Namun, mengingat Zeo memiliki hasrat besar sebagai seorang pria dan duyung. Wanita itu memilih untuk mempercepat mereka menikah, tetapi jangan sekarang.
"Baiklah, aku akan menunggu mu!" Zeo tersenyum lembut lalu kembali mencium rakus bibir Ziya. Keduanya saling bertukar Saliva, segera saja Zeo membawa sang kekasih ke ranjang.
*
*
Sedangkan di sisi lain, seorang pria baru saja membunuh seorang wanita malam. Tubuh wanita itu terbelah dua dengan darah berceceran di atas ranjang.
Pria itu baru saja bermain gila bersama sang wanita, lalu karena bosan ia pun membunuh wanita yang baru saja memuaskan hasratnya itu.
"Kita harus segera membunuh Fang dan inang nya. Jika tidak, rencana kita untuk menguasai dunia akan hancur!" ujar seekor naga putih yang bersemayam dalam tubuh pria itu.
"Fang, apakah dia kuat? Sama seperti mu?" tanya pria itu penasaran.
Sang naga pun tertawa lepas. Suaranya terdengar mengerikan membuat si pria bergidik ngeri. Dia sendiri yang menjadi inang nya, tetapi sangat takut dengan sosok yang bersemayam dalam tubuhnya.
"Dia hanya seekor kadal di mataku!" balas naga itu penuh kesombongan.
"Lalu, kenapa kamu menganggap dia sebagai ancaman?" Pria itu bertanya lagi karena tidak mengerti.
Sang naga pun terdiam. Mata birunya berubah merah penuh dendam.
"Karena aku membencinya dan dia membenciku, artinya dia tidak akan membiarkan rencana ku berjalan lancar!" jelas sang naga ambigu membuat pria itu sedikit lebih banyak dia paham.
Pria itu tak lain adalah pria yang dulunya menabrak mobil Ziya dan Zeo. Ternyata benar feeling nya kalau Zeo merupakan ancaman.
Naga dalam tubuhnya bangkit karena mencium aroma kekuatan Fang yang kala itu sedang dipinjam oleh Zeo untuk membunuh jenderal Duyung.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Novel ini menuju tamat, dari awal memang author buat cerita ini pendek. Mohon maaf kalau selama ini up lambat 🙏🥺