My Love From The Blue Sea

My Love From The Blue Sea
Darah dan Hujan



Zeo merasa seseorang sedang mengikuti nya dari belakang. Perasaan pria itu tidak enak dan tak nyaman semenjak berpapasan dengan pria kejam itu. Zeo mampu melihat kejahatan yang telah di lakukan oleh pria itu.


Membunuh orang dengan cara yang amat sadis, hanya demi mendapatkan kepuasan batinnya saja. 


Zeo memilki beberapa kekuatan yang sengaja ia sembunyikan dari keluarganya. Yaitu mampu melihat masa lalu seseorang. Bisa mengendalikan air dan angin. Juga mampu menghapus rasa sedih dan mengambil ingatan seseorang.


"Sudah dapat minuman nya?" tanya Ziya lembut saat melihat Zeo tiba. Dia segera merangkul lengan kekasihnya itu dengan mesra.


"Sudah, bagaimana denganmu? Apa sudah selesai mengurus kepemilikan mobil itu?" Zeo bertanya balik membuat Ziya menganggukkan kepalanya.


Semua berkas-berkas dan surat jalan telah didapatkan. 


"Sudah selesai, mobilnya sudah siap di bawa pulang," balas Ziya semangat membuat Zeo tersenyum kecil.


"Kalau begitu mari pulang!" ajak Zeo yang sudah tak nyaman berada di mall itu. 


"Baik."


*


*


Ziya berencana mengemudikan mobilnya sendiri. Namun Zeo melarangnya, karena dia melihat banyak manusia laki-laki yang mengemudi mobil dan membiarkan wanita duduk di sebelahnya.


"Tapi, kamu tidak bisa bawa mobil!" tandas Ziya tak setuju bila Zeo mengemudikan mobilnya, karena takut sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.


Ziya masih sayang nyawa.


"Tunggu sebentar," ujar Zeo seraya memasang senyuman penuh arti.


Lalu dia melangkah mendekati seorang pria yang baru saja turun dari mobil. Dia menggenggam tangan pria itu, hingga ingatan dan cara mengemudikan mobil ia serap ke dalam ingatannya.


"Hey, lepaskan tanganku, Sialan. Aku bukan homo?!" sentak pria itu memandang jijik Zeo lalu mengelap tangannya seolah-olah Zeo adalah kotoran.


Pria itu beranjak pergi menjauhi Zeo. Sedangkan dari jarak jauh Ziya melihat semuanya. Dia merasa sangat penasaran akan apa yang Zeo lakukan.


"Di sedang apa?" gumam Ziya bermonolog pada dirinya sendiri.


Zeo tersenyum penuh arti, dia kembali melangkah mendekati Ziya. Lalu mengambil kunci mobil dari genggaman tangan Ziya.


"Ayo masuk." Zeo membuka pintu mobil mempersilahkan Ziya masuk. Ragu-ragu gadis itu duduk di kursi penumpang sebelah kursi sopir.


Diikuti oleh Zeo masuk ke dalamnya. 


"Zeo, aku tidak ingin mati! Cita-cita ku masih belum ku raih," ujar Ziya pelan membuat Zeo tersenyum geli.


"Tenang saja, umur mu akan panjang, karena kamu harus menikah denganku dulu."


Ziya berdecak kagum dengan cara Zeo mengemudi. Sangat bagus dan keren menurutnya, pria itu pintar menyalip mobil di hadapannya.


"Bagaimana bisa kamu mengemudi, Sayang?" tanya Ziya tak percaya akan apa yang ia alami sekarang.


Seekor duyung yang belum pernah mengemudi, kini berhasil membuatnya kagum dengan kemampuan mengemudi nya.


Zeo terkekeh kecil. Dia menoleh ke samping dan melihat Ziya tersenyum menatapnya.


"Aku belajar dari pengetahuan pria tadi yang aku sentuh di area parkir," balas Zeo jujur membuat Ziya tersenyum lebar.


Gadis itu tak bisa untuk menahan decak kagumnya. 


"Kamu sangat hebat," puji Ziya yang kesekian kalinya membuat Seo tersenyum cerah.


Ah … betapa manisnya pujian Ziya berhasil membuat Zeo tersipu malu. 


Namun, saat melewati simpang empat. Sebuah truk Fuso tiba-tiba melaju dengan kecepatan tinggi dari arah samping. 


"Zeo, awas?!" teriak Ziya membuat Zeo menoleh ke samping dan …


Brak.


Mobil Zeo dan Ziya di tabrak, hingga terbalik. Kaca mobil baru milik gadis itu pecah. Tanpa belas kasih pengendara truk Fuso itu melibas mobil mini milik Ziya, seolah-olah rem mobil truk Fuso itu rusak.


Kecelakaan beruntun pun terjadi, karena pengendara mobil lainnya tidak sempat menarik pedal rem mobil. Banyak korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.


Seorang pria memakai pakaian serba hitam keluar dari truk Fuso itu. Dia tersenyum puas melihat kecelakaan beruntun yang telah ia ciptakan.


Tiba-tiba langit mendung dan hujan pun turun membasahi aspal tempat kejadian kecelakaan maut itu.


"Hemm … aroma darah bercampur air hujan sangatlah harum," gumam ya pelan tersenyum cerah. 


*


*


Mohon dukungannya agar karya ini menang 🌹🌹❤️


Bersambung.


Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰


Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏