
Tangan Zeo bergetar saat memangku kepala sang kekasih. Dia melihat wajah Ziya pucat pasi seperti tak akan tertolong nyawanya. Butiran kristal keluar dari pelupuk mata pria tampan itu. Dalam hati dia hanya mampu menjerit menyalahkan diri sendiri sebab tak kuat. Sehingga sang kekasih terluka parah.
"Ziya, aku mohon buka matamu. Jangan bercanda! Kamu bilang kalau kamu akan kuliah dulu dan bekerja setelahnya.kuta berdua menikah. Tapi, kenapa kamu malah tidur sekarang hemm? Ayo buka matamu!" teriak Zeo dengan suara tertahan.
Sang naga yang berada dalam tubuh Zeo pun tersenyum penuh arti ketika mendengar teriakan Zeo. Tak akan lama lagi dirinya bisa terbebas untuk melihat dunia luar.
"Bagus, perasaan putus asa dan murka hampir sempurna. Setelahnya aku pasti akan keluar dari sini!'"
Sang naga tersenyum penuh misteri. Setelah beberapa saat dia melihat Zeo menangis pun memutuskan untuk menolong gadis menulis itu.
Dia merasa kalau Ziya bisa menjadi penyemangat bagi Zeo untuk menjadi kuat. Dan semakin kuat Zeo maka semakin besar kemungkinan untuk dirinya bebas.
"Apa kau butuh bantuan ku anak muda?" tanya sang naga lagi membuat tangis Zeo terhenti.
Dia teringat akan sosok naga yang bersemayam dalam tubuhnya. Naga itulah yang meminjamkan kekuatannya sebanyak 2 persen, sehingga jenderal mati terbunuh.
Benar-benar kekuatan yang sangat mengerikan. Bagaimana kalau sang naga meminjamkan nya kekuatan 100 persen, sudah pasti dia akan sangat kuat luar biasa.
"Apa kau bisa menolongnya?" Zeo bertanya dengan suara penuh harap. Dia melihat wajah sang kekasih semakin pucat dan bibirnya sudah putih seputih kapas.
Terlebih lagi tubuh Ziya sudah sangat dingin seperti es beku.
"Tentu saja aku bisa menolongnya, tapi, kau harus membayar ku dua kali lipat, karena tadi juga aku telah menolong mu!" ujar sang naga dengan suara mengerikan nya membuat Zeo bahagia.
Secercah harapan untuk membuat Ziya pulih ada dan dia sangat berharap kalau sang kekasih kembali sehat seperti sedia kala.
"Berapapun bayarannya aku tidak peduli. Aku akan membayarnya, tolong selamatkan kekasihku!" pinta Zeo penuh harap membuat sang naga tersenyum lebar.
"Aku suka gayamu, Anak muda! Baiklah, aku akan menyelamatkan nya dulu. Setelahnya aku akan meminta bayaran ku padamu."
Setelah mengatakan hal itu. Sebuah api berwarna putih keluar dari telapak tangan Zeo membuat pria itu terbelalak tak percaya. Api di tangannya ini adalah api keabadian yang keberadaannya sangatlah misterius.
"I-ini api keabadian," gumam Zeo terbata-bata.
"Arahkan api keabadian pada luka manusia itu!" titah sang naga membuat Zeo segera melakukan nya.
Di letakkan tangan kanan Zeo ke dada kanan Ziya. Tak lama kemudian api keabadian itu menjalar ke semua luka Ziya, bahkan tombak berwarna hitam milik jenderal terbakar tak tersisa.
Perlahan luka Ziya pulih seperti sedia kala, bahkan bekas pun tak ada. Kemudian api keabadian itu menghilang begitu saja saat luka Ziya sembuh.
Hekk ..
Ziya membuka matanya lebar dan menarik nafasnya dalam-dalam. Nafasnya masih naik turun, hingga perlahan teratur. Dia melihat wajah Zeo sangat dekat dengannya. Gadis cantik itu menangis dan langsung memeluk leher Zeo.
"Hiks … aku sangat takut … aku takut kalau kamu terluka, takut kalau kita berdua terpisah! Baru beberapa hari ini kehidupan ku membaik dan aku tidak ingin berakhir singkat seperti tadi. Aku tidak mau mati … hiks."
Ziya menjatuhkan butiran kristal membasahi pipinya. Gadis cantik itu tidak dapat mengontrol emosinya, dia begitu ketakutan. Bayangan saat pria asing itu menyakiti Zeo dan melemparkan tombak ke arahnya sangatlah mengerikan.
Sungguh, Ziya mengira kalau dirinya akan mati. Tetapi, Dewi Fortuna masih memberikan nya kesempatan. Di a memeluk erat tubuh sang kekasih seolah takut terpisah jauh.
Zeo membalas pelukan Ziya, dia menepuk punggung gadis itu dengan lembut. Berusaha menenangkan Ziya. Tak hanya, Ziya yang menangis. Pria itu juga ikut menangis takut kalau sesuatu yang buruk menimpa Ziya.
Dia tidak ingin berpisah dengan pujaan hatinya. Bahkan, mereka belum sampai sebulan tinggal bersama. Tetapi, masalah sudah datang.
"Tenanglah, Ziya. Semuanya akan baik-baik saja. Pria tadi sudah pergi dan dia tidak akan mengganggu kita lagi!" ujar Zeo dengan lembut membuat Ziya tersenyum manis dengan air mata yang membasahi pipinya.
"He'um. Lebih baik kita menginap di hotel saja!" ajak Ziya membuat Zeo menganggukkan kepalanya.
Ziya tidak mau masuk ke dalam kos lagi. Dia takut melihat mayat, mereka juga pergi begitu saja tanpa melaporkan pada polisi. Sebab pelaku pembunuhan ini bukanlah manusia.
Zeo pun menjelaskan kalau mutiara itu berasal dari air matanya.
*
*
Tiga hari berlalu pasca kejadian itu.
Kehidupan mereka kembali normal dan keduanya telah tinggal di rumah minimalis modern. Hari ini Zeo akan ikut berkuliah di universitas yang sama dengan Ziya.
Pria itu ngotot ingin ikut bersama Ziya. Alhasil, gadis itu mengusulkan kalau Zeo kuliah saja mengambil jurusan yang sama seperti nya.
Yaitu sejarah.
Keduanya turun dari mobil sport Lamborghini milik Zeo yang baru saja di beli kemarin sore setelah Ziya menjual mutiara asli juga emas milik Zeo.
"Waww … dia sangat tampan!"
"Siapa dia? Apakah anak baru?"
"Pindahan dari mana?"
"Ya Tuhan … lihatlah wajahnya sangat tampan, mirip sekali dengan anime!"
Para mahasiswa terpana melihat ketampanan Zeo yang bersinar. Pria itu seperti anime di dunia nyata, tampan, tinggi dan kharismatik.
Ziya merasa sangat cemburu mendengar bisikan-bisikan para mahasiswa memuji kekasihnya. Namun dia tidak bisa berbuat apa-apa, karena memang pantas Zeo mendapatkan pujian.
"Huff … pacar ku memang sangat tampan. Asal nya juga bukan dari daratan, tapi dari laut biru!" gumam Ziya pelan.
Tidak jauh dari tempat Zeo dan Ziya berdiri. Seorang gadis cantik dan seksi berpakaian minim menatap tajam ke arah Ziya. Tadinya dia cukup terkejut melihat saudara tirinya kembali berkuliah.
Sebab Ziya sudah libur 4 hari lamanya. Dia mengira kalau Ziya akan vakum sebab tidak memiliki dana untuk membayar uang kuliah.
Tapi, apa sekarang? Gadis itu memiliki kekasih kaya raya dan tampan rupawan seperti Zeo.
"Sial! Ini tidak bisa di biarkan, aku tidak ingin kalah dari gadis itu! Pokoknya aku harus merebut kekasihnya, sana seperti aku merebut papanya," gumam Melisa penuh ambisi.
Dia tidak akan membiarkan Ziya bahagia dengan pilihannya. Bagaimanapun gadis itu sangat menjengkelkan, dan tentunya dia membenci Ziya. Sebab dengan adanya Ziya dia merasa tersaingi.
Terlebih lagi penampilan Ziya saat ini seperti gadis konglomerat. Apa yang di pakainya semuanya barang limited edition.
"Gila! Seberapa kaya pria itu sampai mau memfasilitasi kehidupan dan gaya hidup, Ziya?" tanya nya pada diri sendiri semakin terdorong untuk merebut Zeo dari Ziya.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏
Mampir juga ke novel temen author 🥰🥰