
Pada hari Minggu, waktunya libur bagi semua mahasiswa. Ziya mengajak Zeo jalan-jalan, mereka menghabiskan waktu bersama. Tak lupa gadis itu mampir ke perpustakaan untuk belajar. Keduanya tampak serius membaca buku pilihan mereka masing-masing.
Zeo memilih banyak buku sejarah, membuka buku pertamanya. Cukup dengan meraba isi buku tersebut mampu membuat semua kalimat yang berada dalam buku itu terdapat ke dalam benak Zeo.
Berbagai macam penjelasan tentang apa saja yang pernah terjadi di masa lampau. Hingga suara naga dalam tubuhnya bersuara.
"Pergilah ke gudang perpustakaan ini sekarang juga!" titah Naga tersebut membuat Zeo terkejut.
Setelah pertempuran waktu lalu, baru kali inilah sang naga berbicara padanya lagi.
"Untuk apa aku ke sana?" tanya Zeo melalui telepati.
"Ambil buku kuno dengan sampul berwarna merah darah. Di bagian tengah-tengah sampul terdapat gambar bunga mawar merah! Kau harus mendapatkannya segera. Ini adalah permintaan pertama ku padamu!" tegas sang naga membuat Zeo mengerti.
"Tidak usah beri tahu tentang keberadaan ku pada kekasihmu," tambah sang naga membuat Zeo paham.
"Ziya, aku ke toilet dulu yah," bisik Zeo pelan tak ingin mengganggu waktu belajar orang-orang di sana.
"Apa perlu aku temani?" Ziya bertanya dengan suara pelan.
Zeo menggelengkan kepalanya.
"Aku bisa sendiri. Kamu tunggu di sini yah, jangan ke mana-mana!"
Ziya menganggukkan kepalanya. Gadis itu menatap punggung sang kekasih perlahan menghilang dari jangkauan pandangan nya. Dia pun kembali mengalihkan atensi nya pada buku nya.
*
*
Zeo menggunakan insting sang naga untuk mengetahui letak gudang di perpustakaan nasional itu. Saat tiba di gudang tak berpenghuni, Zeo segera membuka gembok pintu gudang dengan kekuatan nya.
"Sepertinya gudang ini sudah lama tidak di pakai," gumam Zeo seraya menutup hidungnya karena terlalu banyak debu dalam perpustakaan tersebut.
"Di mana bukunya?" tanya Zeo pada sang naga.
Sang naga tak menjawab. Namun, suara ketukan berasal dari kotak kayu berwarna hitam yang berada di pojok ruangan.
"Suara apa itu?" tanya Zeo pada diri sendiri. Dia melangkah mendekati kotak kayu tersebut.
Dia membukanya, lalu tampaklah sebuah buku usang bersampul merah dengan lambang mawar merah di tengah-tengah nya.
Senyuman Zeo terbit, dia senang bisa mendapatkan buku tersebut dengan mudah.
"Akhirnya ketemu juga."
Baru saja Zeo menyentuh buku tersebut. Tubuhnya langsung tegang, wajahnya menengadah ke atas menatap langit-langit kamar.
"Akk." Zeo berteriak kencang, segera saja pria itu dapat melihat kejadian masa lalu.
Tiba-tiba dia berada di hutan berantah. Zeo melihat naga kecil berwarna hitam, tubuhnya di penuhi luka-luka dan darah keluar dari perut naga tersebut.
Lima naga berwarna putih bersih menghampiri naga kecil itu. Salah satu naga bersih itu menginjak leher naga kecil itu.
"Aak … lepaskan aku, Dragon!!" teriak naga kecil itu penuh kesakitan terdengar memilukan di telinga Zeo.
Pria itu ingin membantu, namun tak bisa, karena nyatanya dia hanyalah bayangan di sana.
"Ha ha … dasar lemah. Menyedihkan, menjijikkan. Kau hanya aib bagi ras naga! Tidak layak kau hidup bersandingan dengan kami. Lebih baik kau mati saja, agar ras naga tidak di permalukan oleh ras lain!" ejek naga putih bersih itu membuat teman-teman nya tertawa.
Naga kecil menyedihkan itu hanya mampu meneteskan air matanya. Dia terlahir tanpa sihir, tak memiliki keluarga, karena dia di buang sejak lahir ke hutan oleh orang tuanya.
Naga putih bersih itu mengeluarkan bola angin dari mulutnya. Membuat naga kecil itu berteriak kesakitan, lalu terhempas ke lapisan tanah paling dalam menembus batasan dunia naga dengan dunia manusia
*
*
Hah
Hah
Nafas Zeo naik turun, keringat dingin membasahi keningnya. Pria itu baru saja mendapatkan terawangan, entah berasal dari masa lalu atau masa depan.
"Apa tadi? Masa lalu siapa itu? Naga … apa kau mendengarkan ku? Apa kau juga melihatnya tadi?"
Zeo bertanya dengan serius tak mendapatkan jawaban apapun dari sang naga.
"Pelajari buku itu!" titah sang naga dengan suara dingin lalu menghilang begitu saja.
Zeo semakin bingung apa yang baru saja terjadi. Hatinya berkata kalau apa yang ia lihat merupakan masa lalu dari sosok naga yang bersemayam dalam dirinya.
Tak ingin ambil pusing, Zeo segera beranjak pergi dari sana. Dia kembali masuk ke dalam perpustakaan, namun baru saja masuk ke dalam sana. Dia mencium bau siluman.
"Ada siluman rubah rupanya," gumam Zeo pelan menoleh ke samping.
Terlihat seorang gadis cantik sedang berciuman dengan pria. Mata biru Zeo dapat melihat aura negatif dari gadis itu.
"Apa yang harus aku lakukan? Aku harus menolong manusia itu?" gumam nya pelan bingung saat melihat energi tubuh pria itu di serap oleh siluman rubah.
*
*
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️🙏