MY INNOCENT LITTLE WIFE

MY INNOCENT LITTLE WIFE
- Chapter 8(18+)



Sumpah sekali lagi aku ingati yah, ANAK KICIK GAK BOLEH BACA!😂


Mian kalau masih agak berantakan, masih pemula guys🌝🌚✔


Komen dong pendapat kalian soal kekurangan cerita ini~


.


.


Ruangan yang telah tertata indah bak suasana surga dunia. Hiasan hiasan yang menempel pada dinding, semakin membuat keadaan ruangan itu terasa semakin nyata. Bahwa ini adalah surganya dunia.


Lantai keramik yang berkilau bak berlian London, dinding bernuansan putih, dan pita pita pengikat tiang bernuansa biru laut. Sebagai penambah nilai di mata siapapun yang datang pada malam ini.


* * *


Jam sudah menunjukkan pukul 20:00 malam.


Pada akhirnya, seorang pria dengan menggunakan jas berwarna biru dongker telah siap menata rapi rambut berwarna hitam pekat. Ya, Taehyung telah mengecat kembali rambut miliknya. Sempat ia berkata akan terasa tidak masuk akal jika nuansa laut pada acara pernikahan, sedangkan ia menggunakan rambut berwarna abu-abu.


Tok tok..


Satelah ia mendapat kode dari sang pengetuk pintu kamar, sesegera mungkin dirinya menyelesaikan urusan rambut.


"Yak. Kajja!" Ia menyeringai pada dirinya sendiri di dalam cermin. Dan terlihat dalam suasana hati yang teramat baik. Mungkin saja ia merasa senang karena ia tidak akan tidur sendirian lagi dalam kasur berukuran king size itu.


"Ck, Taehyung-aa~ palliwa! Mereka sudah menunggumu begitu lama!" Tiba tiba saja Suga memasuki ruang rias milik Taehyung. Dan dengan perlahan, ia melangkah menuju sahabat karibnya itu.


Ia memandangi satu per satu riasan yang Taehyung gunakan. Luar Biasa. Adalah kata yang tepat untuk mendeskripsikan sosok di hadapannya itu. "Haaah~" Suga membuang pasrah nafas yang terdengar sangat berat. "Eoh? Ada apa hyung? Kenapa kau tidak mengetuk pintu dulu sebe-". Saat Taehyung ingin melanjutkan percakapannya, tiba tiba saja wajah menyeramkan milik Suga menatap lekat lekat manik hitam milik Taehyung.


"Waeyo? " tetap dalam keadaan yang sama. Tatapan paling tidak ingin ia lihat, sangat menyeramkan. Melebihi seekor serigala liar.


"Aah.. arasso arasso! Kajja kita mulai acaranya!"


Namun tidak seperti yang ia bayangkan. Suga yang tadinya hendak mengajak dirinya untuk segera keluar dari dalam ruangan, malah berhenti dan tidak merespon sama sekali perkataan Taehyung.


"Ada apa lagi hyung? Ayo kita keluar!"


Saat kedua kalinya Taehyung membalikkan badan, tiba tiba saja Suga menatap sendu ke arah cermin bernuansa putih dengan bunga di sekeliling ukiran kayu.


'Haah~ semoga acara ini berjalan dengan seharusnya' gumam Suga dalam relung hati terdalamnya.


'Suga hyung terlihat tidak bersemagat malam ini. Tapi.. bukankah sudah biasa kondisi hatinya selalu buruk? Ah! Jangan difikirkan Taehyung. Jalan lurus saja, dan nikmati malam ini sebagai malam terakhir kesendirian dalam kamar luas sialan itu!' Gumam Taehyung dalam hati.


* * *


Tap tap tap..


Semua mata tertuju hanya pada sosok yang sangat didambakan oleh semua orang. Pria kaya nan hebat, tinggi dan tampan, menguasai perusahaan saham di manapun. Namun, kekaguman itu akan habis pada malam ini. Karena sosok yang sangat didambakan, telah mengambil keputusannya sendiri. Keputusan antara hidup dan mati bersama. Belahan jiwa yang ia anggap telah menghilang, kini sudah berada beberapa langkah di depan.


Ia melebarkan sudut pandang, mencari sosok yang sedang dinantikan. Namun masih juga belum terlihat. Kini waktu sudah menunjukkan pukul 20:15. Sudah hampir waktu pengucapan janji suci pernikahan.


"Sst hyung!"


"Wae?"


"Di mana gadis itu?"


"Eoh? Kau menanyakan itu padaku?"


"Lalu? Kepada siapa lagi? Yeontan?!"


Setelah itu Taehyung bersiap siap kembali merapikan posisi dasi mahalnya. Berharap sang calon pengantin tidak terlambat.


"Yak hyung!! Jika sampai dia melarikan diri di saat saat seperti ini, maka aku tidak akan pernah mengampunimu!!"


"Yak! Jangan sembarangan bicara. Aku yakin dia pasti datang, bodoh!"


Ya, Taehyung memang selalu kalah berdebat dengan orang yang berada di sebelahnya ini.


"Ck. Mau sampai kapan aku dipermalu-"


Tap tap tap..


Dan didetik detik terakhir, sang Dewi yang ditunggu tunggupun telah tiba. Dengan gaun yang tidak terlalu besar dikarenakan ia masih sangat kecil. Tubuhnya yang mungil dibanding dengan Taehyung adalah alasan utamanya agar ia tidak terlihat tenggelam pada gaun itu sendiri.


Harum semerbak, bak putri kerajaan dalam kisah dongeng. Dengan kain yang berada tepat di kepalanya. Mahkota kecil yang terletak sangat manis di sana. Dan seikat bunga berwarna putih yang ia pegang dengan kedua tangan.


Ia berjalan dengan sangat malu dan perlahan. Tapi, setelah ia tiba di sisi depan panggung pengantin, tiba tiba saja Yoona menghentikan langkah berikutnya.


'Ada apa dengannya? Mengapa...'


Dan saat itu juga, Taehyung mengikuti arah pandangan kepala dan matanya Yoona. Benar, ia seperti sedang tidak fokus. Dapat, ternyata tepat sasaran. Ia sedang melihat ke arah orang lain. Dan dia adalah...


'Anak itu?!'


Deg.


Taehyung terkejut saat sudah mendapati Yoona yang sangat tegang dengan kondisinya sekarang. Tapi untung saja Taehyung tahu apa yang harus ia lakukan.


"Hey.." benar, mengulurkan tangannya. Itu Taehyung lakukan agar tidak ada perubahan fikiran saat mereka bertatapan.


"Kajja..Hap!" Berhasil, dengan bantuan tangan Taehyung, akhirnya Yoona sudah berada di samping pria yang akan menjadi teman seumur hidup.


"Baiklah. Tuan dan Nyonya, bisa kita mulai?"


Satu anggukan tergerak dari pasangan pengantin. Yoona yang hanya tertunduk diam, berharap rasa sakit ini tidak semakin membuat dirinya terluka. Terlebih lagi ia masih duduk di bangku sekolah. Masih butuh waktu 1 tahun lagi untuk lulus SMA.


Kata demi kata mereka ucapkan, saling balas membalas, jawab menjawab dan akhirnya pengucapan janji suci telah selesai.


"Baiklah, bagian akhir dari pernikahan ini akan kalian berdua lakukan."


Yoona terkejut bukan main, tidak karena hal apapun. Ia hanya baru mengetahui tadi saat berada di ruang tata rias. Perias wajah mengatakan akan bagian akhir dari pernikahan ini. Karena akan menjadi bagian favorite setiap orang.


Dan benar saja, bagian yang teramat perih untuk ia lakukan lagi.


Tapi bukankah ia sudah melakukannya dengan Taehyung kemarin? Bahkan, itu adalah ciuman pertamanya. Bagaimana bisa Taehyung memperlakukan seorang gadis seperti itu? Apakah ini akan baik baik saja?


'Oh tidak! Anio! Sirro! A- aku.. apa yang harus aku lakukan?? Eomma? Appa? Oppa!! Sirrooo!!' Hatinya terus saja meronta. Menolak acara terakhir yang harus mereka lakukan. Malu yang luar biasa pasti akan ia rasakan.


"Yoona." Lamunan itu berkeliaran begitu saja saat dengan tiba tiba suara bariton milik Taehyung menyadarkan dirinya.


Saat itu juga, ia menunduk. Menyelaraskan tinggi badan dengan gadis di hadapannya itu.


"Hey.. look at me~"


'Aku takut, Bodoh!'


Kira kira seperti itulah pandangan mata Yoona.


"Gwenchana~ lakukan saja seperti yang aku lakukan." Katanya dengan sangat santai.


'Apa kau gila! Aku bahkan tidak bisa menahan rasa malu ini! Bagaimana bisa aku melakukannya dengan-'


Deg.


Benar saja, tanpa adanya kode atau aba aba dari Taehyung, Yoona terkejut bukan main. Matanya bulat sempurna saat posisi kepala milik pria di depan sudah mengambil ancang ancang untuk 'Mencium'.


'ANIOOO OPPA!! HELP ME!!'


Gerakan kepala yang dimiringkan dengan perlahan mendekati arah sasaran utama tumpuan. Lama kelamaan, jarak itu terkikis habis oleh penghapusan yang Taehyung lakukan. Deru nafas yang terdengar hingga ke telinga Yoona, membuat bulu di sekujur tubuh meremang. Hingga akhirnya,


Cup..


Benda kenyal itu menyatu dengan lembut ke arah sasaran. Kini mereka berdua telah resmi menjadi pasangan yang sah seumur hidup.


Hati Yoona terasa sangat sakit, perih yang ia tahan sejak tadi kini telah tumpah. Ditambah lagi dengan benda kenyal milik Taehyung itu tak kunjung melepaskan dirinya.


'Tidaaak~ hiks... oppa... mianhe~... hiks..'


Terbukti, jika Taehyung yang akan memenangkan permainan ini. Mungkin seperti itulah fikiran menuju kehidupan baru yang akan ia jalani.


"Mmph.. hah~ cukup oppa.. hah- hah- hah- "


Setelah mereka melakukan hal yang sama seperti beberapa minggu yang lalu, kini riuh piuh suara kagum dari penonton amatlah meriah. Suara tepuk tangan yang banyak telah mereka berikan untuk sepasang pengantin baru itu.


Yoona kembali pada posisi semula. Ternyata di luar dugaan, Ciuman mereka terlalu dalam hingga ia harus mengelap sisa cairan yang tertinggal di ranum tebal miliknya.


"Maaf.. jika terlalu lama.. aku-"


"Sudahlah.. lagipula.. itu sudah berlalu, selesai dari pesta ini, aku ingin tidur. Tolong jangan ganggu aku."


"Hey! Kau mau ke mana?"


"Ck. Acara sudah selesai bukan?"


"Siapa bilang?! Kita adalah pasangan suami istri sekarang. Kita harus menyapa para tamu terlebih dahulu"


Benar, ternyata pesta belum bisa ia tinggalkan. Dan luka itupun, belum bisa ia hapuskan dari memori memori.


"Kau saja yang-"


"Jika tidak maka---"


Taehyung melangkah mendekati Yoona berdiri.


"M- maka apa eoh?!!"


Matanya tertuju lekat pada salah satu bagian dari diri Yoona. Dan benar saja,


"Aku akan memakan bibir manismu itu secara..."


Tiba tiba Taehyung bergerak menuju telinga kanan Yoona dan membisikkan satu kata yang paling mengerikan.


"A G R E S I F..."


'AH! TIDAAAAK!!!'


* * *


"Hhng? Apa.. sudah sampai?" Tanya Yoona yang baru saja menyadari dirinya dari bawah alam sadar. Ya, sejak beberapa menit yang lalu ia sudah menutup mata guna memberi sedikit waktu pada tubuhnya. Ia meletakkan harapan untuk tidur di dalam mobil.


"Sudah, ayo kita turun." Sambut Taehyung yang langsung bergerak membukakan pintu mobilnya.


Ceklek.


Melihat kondisi istri kecil yang ternyata sudah terlelap, tampak rasa hiba dari sudut pandang.


'Haah~ ia pasti kelelahan. Tapi, kenapa wajahnya sangat imut saat sedang tertidur??? Aaakh.. berhenti berfikir Taehyung-aa~ ini sudah malam! Dia pasti lelah'


Tak tega melihat pengantin barunya, dengan senang hati Taehyung menggendong tubuh mungil itu ke dalam dekapan hangatnya.


Sambil menutup kembali pintu mobilnya secara perlahan, ia juga berusaha bergerak untuk melonggarkan sedikit dasi yang melingkar sempurna di leher jenjang miliknya.


'Eoh? Rasanya.. jika aku masih dalam keadaan yang sama seperti dulu, mungkin.. akan dengan mudah aku menghancurkan tubuh kecil ini'


"Tapi sayangnya tidak. Kau sudah menjadi sasaran empuk ku. Ingat itu!"


Setelah ia berhasil selesai dengan pemikiran adu argument, Taehyungpun membawa langkah kakinya menuju rumah yang sudah ia beli dengan harga yang fantastis.


* * *


Setelah tiba di kamar, Taehyung merebahkan tubuh istrinya ke permukaan ranjang empuk king size itu.


"Haah~ baiklah, aku mau mandi terlebih dahulu.. hooam." Tulang yang terasa ingin lepas dari susunannya juga ia rasakan sejak tadi. Hanya saja, ia juga terpaksa dalam hal menyambut banyaknya tamu tamu penting yang hadir dalam pesta pernikahan itu.


Setelah selesai melepas semua pakaian dan perhiasan yang ia kenakan, Taehyung masuk ke dalam kamar mandi dan mulai membasahi tubuhnya dengan cairan hangat yang ke luar dari shower.


15 menit. . .


Taehyung sudah keluar dari dalam kamar mandi, kembali melihat makhluk kecil yang masih setia dengan menutup mata indah ciptaan Tuhan.


Dengan perlahan dan hati hati, ia berjalan mendekati ciptaan Tuhan yang teramat rapuh itu. Lalu ia mendekatkan wajahnya ke arah samping wajah istri kecil itu.


Sambil berbisik lembut, "hey, apa tidak ingin mandi?" Dengan suara khas bariton. Pasti.


Yoona yang masih setia dengan mata tertutup itupun sama sekali tidak ingin merespon perkataan Taehyung.


"Apa kau mendengarkanku?" Lanjutnya sambil bergerak melusuri pahatan pahatan wajah yang Tuhan ciptakan untuk Yoona. Taehyung menggerakkan tangannya guna menyentuh hidung, kedua kelopak mata, dan lanjut pada titik terlemah.


BIBIR YOONA.


Deg.


Seketika Yoona tersadar dari tidur dan menyadari akan perlakuan Taehyung barusan.


"Yaak!! Babbo, mengapa kau di sini??! Dan- i- ini?? Apa ini? Kyaaa!! DASAR AHJUSSHI MESUM!!"


Bruk.


* * *


Kini jam dinding sudah bergerak menunjukkan pukul 1 pagi dini hari. Yoona yang baru selesai dari aktifitas bersih bersihpun segera turun ke lantai bawah. Niatnya untuk membuat segelas susu hangat.


'Eoh? Siapa yang sedang berada di dapur?' Gumamnya sambil melihat secara detail seseorang yang bergerak di dalam sana akibat pantulan bayangan.


"Sedang apa kau?"


Terkejut bukan main, ternyata itu adalah Taehyung.


'Hah? Sedang apa dia malam malam begini di dapur? Apa dia tidak mengantuk?'


Melihat Taehyung yang sedang membuat segelas kopi, teringat akan sebuah kejadian serupa seperti yang pernah ia alami dulu.


"Kenapa kau di sini?" Dan tiba tiba saja lamunan Yoona terhenti saat suara khas orang letih itu merasuki indra pendengaran.


"A- aku mau buat susu" ucapnya tak acuh pada Taehyung.


"..." mengetahui tak ada respon sama sekali dari sosok tinggi tersebut, Yoona kembali bergerak membuka pintu lemari es milik Taehyung.


"Eoh? Mana susunya?" Yoona yang melihat tak ada apapun selain mie instan dan berbagai macam jenis keripik kentang dan ubi.


"..." namun tak ada respon sama sekali dari Taehyung. Sudah pasti Yoona mulai merasa kesal, ingin sekali menjambak rambut lebat milik Taehyung.


'Aish! Apa dia tidak punya mulut?!' Bicaranya dalam hati ternyata dapat ditebak dengan mudah oleh Taehyung.


Dengan sigap, Taehyung membalikkan badan besarnya ke arah Yoona. Otomatis hal itu membuat nyali seorang Yoona menjadi sangat kecil. Dan ia bingung jika ingin melawan. Selain tubuhnya yang mungil, tingginya yang hanya sebatas dada bidang milik Taehyung, sungguh keberanian yang hanya membuat dirinya semakin mengecil.


"Tadi kau bilang apa???"


Deg.


Seketika Yoona hanya bisa menggigit bibir merahnya karena merasa takut akan tatapan mata elang milik Taehyung itu.


Dada yang berdebar merasakan gerak kaki Taehyung melangkah semakin mendekat. Ditambah dirinya yang sudah terpojok ke arah meja wastafel. Dan berhenti seketika saat jarak diantara mereka hanya berkisar 2-3 sentimeter saja.


Dengan tiba tiba, Taehyung menatap lekat gadis di hadapannya. Ia meneliti setiap inci dari makhluk tak berdaya itu.


Yoona yang benar benar merasa garang pun, seketika lenyap entah kemana.


'Ahjusshi kumohon jangan makan aku~ eomma!' Ia hanya bisa menggerutu dari balik ketakutan yang ia rasakan. Takut akan perlakuan kasar dari seorang pria di hadapannya yang kini sudah menjadi suami sah.


"Tadi kau bilang mau susu bukan?.."


Deg deg deg.


Ritme jantungnya semakin cepat akibat Taehyung memegang dagu kecil Yoona untuk dibawa menghadap ke arah wajahnya.


'Aigoo~ jangan pukul aku..' sumpah demi apapun. Ingin sekali ia menangis saat ini juga. Menurut Yoona ini terlalu jahat, tatapan seperti itu seolah olah sangat membenci dirinya.


"Kenapa? Tadi berani mengataiku dengan 'tidak punya mulut' hmm??" Semakin lama tubuh Yoona akan merosot ke lantai. Ini lebih mengerikan dari tatapan seekor harimau pemangsa.


Cup.


"Mmph.. hah.. mmph~"


Tanpa persetujuan Yoona, Taehyung berhasil mencium lagi ranum manis itu


Terasa sangat agresif, mulai dari menghisapnya, menjilatnya, hingga menggigit pelan ranum sang istri.


Yoona yang masih merasa ketakutanpun tidak bisa melawan atau membantah. Jika ia melakukannya maka, bisa jadi malam ini adalah malam terakhir ia menghirup udara segar di dapur rumah.


Namun semakin lama, gerakan lidah milik Taehyung semakin lihai. Ia tidak hanya mecium, namun juga menyesap hingga suara suara nyaring itu terdengar hingga ke seisi dapur yang sedang menjadi saksi antara peraduan nafas mereka.


'Aah~ shit! Kenapa bibirnya terasa sangat manis? Gila! Sadarlah Taehyung. Belum saatnya, dia..masih sekolah!'


Namun, pemikiran yang baru saja terlintas itu sirna akibat suara yang berhasil lolos dari ranum sang istri. Suara sexy bercampur ketakutan akibat ulah dirinya tadi.


Seketika Taehyung memberhentikan sejenak aktifitas itu, dan melihat ke arah wajah Yoona.


"Lepaskan saja chagiya.. jangan ditahan~" godanya pada sang istri yang sudah tampak kewalahan akibat ulah Taehyung sejak tadi.


"Anio! Kau-"


Bugh.


Dengan tenaga kuatnya, Yoona berhasil kabur dari cengkraman tubuh Taehyung. Ia berlari tergesah gesah menuju kamar tidur.


Taehyung hanya bisa terkekeh geli akibat ulah sang istri.


"Aigoo~ kiyopta! Haha.. kita lihat saja nanti, kau... pasti akan jatuh hati padaku, Yoona-yaa~"


* * *


Yoona yang merasa sangat berantakan akhirnya masuk ke dalam kamar dan membanting sendiri tubuhnya ke dalam selimut tebal.


"Aaakh!! DASAR AHJUSSHI MESUM MESUM MESUUUM!! KYAAAA!!"


Ya, tepat setelah mengatakan hal itu Taehyung masuk ke dalam kamar dan telah mendengar semua teriakan kekesalan sang istri.


"APA DIA TIDAK TAU EOH?!! JANTUNGKU RASANYA INGIN PINDAH TEMPAT! KARENA ULAHNYA, RASANYA AKU INGIN MATI! APA ITU? TATAPAN MATANYA! BENAR BENAR MENAKUTKAN!"


Bugh bugh bugh.


Hingga ia harus memukul mukul bantal untuk meluapkan kekesalan sesaat itu.


Taehyung yang memperhatikan dari ambang pintupun ikut terkekeh geli akibat salah tingkah seorang gadis remaja di atas ranjang itu.


'Haish~ mengapa disaat seperti ini aku tidak boleh memangsanya? Padahal hasrat ini sudah seperti gunung berapi! Aaakh dasar BANGKU SEKOLAH SIALAN!!!'.


Dalam relung hati terdalam, terkadang ia bergumam kecil,


'akhirnya di atas ranjang ini ada yang menemaniku.'


Dan setelah itu, mereka tidur dalam satu ranjang bersamaan. Padahal ini adalah FIRST NIGHT mereka, tak ada hal yang gila terjadi selain 'ciuman tadi'.


"Hmm.. good night chagiya~"


Cup.


Lalu Taehyung mengecup singkat dahi sang istri dan memeluknya secara posessif.


Yoona yang merasa kasihan pada diri suaminya itupun hanya bisa pasrah saja. Yah, anggap saja pelukan ini adalah permintaan maafnya pada Taehyung.


* * *


Jangan lupa vote nya sayang sayang aku~


MAKSA!😂


Kelen kira gak susah bikin chapter kekgini pas ada adek aku hah?! Malah disuruh keluar kagak mao lagi.


makanya Vote!😬


Terimakasih~😊