
* * *
"Yaak! Kau memakan es ku diam diam Yoona-yaa. Ini tidak adil!" Ucap Soobin pada gadis di sampingnya.
Sedangkan gadis yang ia tegur malah mengeluarkan lidahnya untuk mengejek Soobin.
"Bweek.. aku suka es cream mu" ucapnya sambil berjalan lebih cepat dari Soobin.
"Yaak! Ini tidak adil! Sini kau Yoona. Awas jika sampai aku menangkapmu!!" Teriak Soobin sambil mengejar Yoona yang sudah berada jauh darinya.
Hari ini salju turun menutupi pinggiran jalan. Rasa dingin ini tertutupi dengan adanya aktivitas kejar mengejar antar Yoona dan Soobin.
"Kajjima! Hah- hah- " nafas mereka saling sahut menyahut. Sangkin lelahnya hingga tersengal sengal.
"Sini es cream mu! Haaap" Soobin merebut es cream milik Yoona lalu memakannya tanpa memikirkan insan yang sedang melongo. Terkejut saat sisa es creamnya hanya sedikit.
"Yaak! Oppa~!!! Kau jahat sekali!!"
Buk.
Buk.
Yoona memukul bahu Soobin dengan kekuatannya. Bukannya kesakitan, Soobin malah tertawa besar akibat merasa geli dengan pukulannya Yoona.
"Yaak! Kau berani tertawa eoh?! Setelah kau menggigit habis es ku. Huh!!" Yoona pergi meninggalkan kesal yang diakibatkan oleh Soobin
"Yak! Kajjima Yoona. Jangan jauh jauh dari ku!" teriaknya.
Gadis bernama Yoona itu tidak menghiraukan Soobin sama sekali. Ia telah merasa kesal dengan perbuatan sahabat yang satu itu. Ia kesal hingga ke ubun ubun miliknya.
Pipinya memerah padam seperti tomat, kakinya ia hentak hentakkan kasar pada tumpukan salju dipinggir jalan. Setiap ada tumpukan salju, ia kembali menginjak kasar salju itu hingga bentuknya menjadi lepes.
"Yaak Yonona-yaa itu hukuman
buatmu akibat kau makan es ku juga."
Kata Soobin yang sejak kapan sudah berada di samping Yoona berjalan.
"Jangan mendekat!" Ucapnya dengan sok marah pada sahabatnya.
"Eoh! Jadi kau benar benar marah padaku? Arasso!" Ucapnya sambil berjalan mendahului Yoona.
"Kau- ish! Kau menyebalkaaaan!!"
Yoona berteriak sangat keras hingga memekakan telinga orang yang mendengarnya.
Buk.
Benda keras menghantam tengkuk leher pria itu.
Dingin.
Kata pertama yang muncul dibalik ranum merah menggoda bagi Yoona waktu itu.
Soobin kembali membalikkan badannya untuk melihat aksi hantaman yang gadis nya itu berikan.
"Huh- huh- huh-"
Keadaan Yoona saat ini adalah, menggembungkan pipinya, mengepalkan tangannya yang kecil, melotot selebar lebarnya, dan diakhiri dengan emosi yang mengepul diujung tanduk.
"Terima ini! Yaaaak!!"
Buk.
Salju itu kembali mendarat dengan mulus di bahu kiri Soobin.
Akhirnya Soobin bisa merasakan emosi yang mengepul dari gadis di depannya. Yoona terlihat benar benar marah sekarang, oke Soobin mengerti.
"Baiklah. Aku akan membalasmu, terima ini" teriak Soobin tak kalah besar juga suaranya.
Buk.
'Kena! Yess!' Batin Soobin setelah menurutnya ia tepat sasaran.
Benar saja, saat ia kembali membuka matanya, ia sudah melihat kepala Yoona penuh dengan tumpukan salju putih yang dingin.
"AHAHAHA.. kau kena!" Teriaknya penuh pengejekan pada Yoona.
Soobin merasa benar benar lucu dengan ekspresi yang Yoona tunjukan. Gemas sekali melihat pipi gembulnya yang memerah menahan emosi, dan mata kecil Yoona yang mengerjap ngerjap imut sekali. Seperti boneka hidup saja, begitu fikir pria yang sedang tertawa puas ini.
"Kau- sudah menghabiskan es cream ku!! Lalu kau melemparku dengan salju!! Kau menertawakanku, kau jahat sekali!! Soobin-naaaa!!!" Teriaknya.
Kini topi rajut warna merah Yoona terlihat lebih lucu saat Yoona marah. Bola bulu bulu di pucuk topinya bergoyang ria akibat Yoona yang menggeleng gelengkan kepalanya saat marah.
'Aduuuh~ gemas sekaliiiii' gumamnya menahan rasa gemas sahabatnya itu.
"Aku marah padamu Soobin oppa! Aku marah! Huh!" Ucapnya berteriak, lalu langsung membalikkan badannya dan berjalan dengan cepat menjauhi sahabatnya itu.
"Yaak, kajjima Yoona.. mianhe. Ahahaha" ucapnya masih sambil tertawa puas dengan kelakuan Yoona.
"Yaak! Kau dengar aku?" Tanyanya yang ntah sejak kapan sudah jalan bersama Yoona di sampingnya
"Ani!" Jawab singkat oleh Yoona.
Otomatis itu membuat Soobin langsung terpingkal pingkal mendengar jawaban gadis di sampingnya ini.
"Ahahaha jika tak dengar mengapa kau menjawabnya? Eoh?" Tanyanya pada gadis yang wajahnya sudah seperti kepiting rebus ini.
"Aduuuuh aku jadi ingin sekali memakan pipimu dan menelannya bulat bulat" ucapnya sambil mencubit dan mengunyel ngunyel pipi gembul Yoona.
"Aduh oppa!! Sakit!" Katanya sambil memegang tangan Soobin yang masih dengan semangatnya mengunyel pipi gembul itu.
"Anioo~ sudah sejak lama sekali aku bermimpi menoel gemasmu ini" ucapnya geram pada Yoona. Dengan gaya yang menggoyangkan pinggulnya ke kanan dan ke kiri, tangannya yang masih dengan semangat mengunyel pipi gadis di depannya.
"Nanti kalau pipiku kendur bagaimana? Oppa harus tanggung jawab!" ucapnya masih dengan nada merengek. Sepertinya rayuan Yoona kali ini gagal untuk berusaha melepaskan diri dari Soobin.
"Nanti kalau pipiku merah bagaimana?" Tanyanya lagi pada pria yang masih setia dengan pipi gembulnya.
"Tidak peduli" ucap Soobin dengan santainya.
"Nanti kalau eommaku bertanya ada apa dengan pipiku?" Tanyanya lagi dengan bertubi tubi.
"Aku yang buat" ucapnya dengan santai. Lagi?.
"Nanti kalau-"
"Stop! Aku akan menjelaskan pada eomma mu dan menjawabnya dengan santai. Pasti dia mengizinkanku untuk mengunyel pipimu selamanya" jelas Soobin panjang lebar.
"Emm maksudnya dengan cara apa?" Tanya Yoona dengan lugunya.
Soobin terkejut bukan main, pertanyaan Yoona membuatnya tersipu malu sendiri. Senyum jahilpun terbit dari ranumnya.
Sedangkan Yoona sudah merasakan jantung Nya yang akan segera copot keluar dari rongganya.
Dengan ide jahilnya, Soobin memberanikan diri guna memperdekat jaraknya dengan Yoona. Dia membungkuk untuk melaraskan tinggi badannya denfan Yoona. Lalu mendekatkan bibirnya ke telinga gadis mungil di depannya dan berbisik.
"Dengan cara MENIKAHIMU.." ucap Soobin tepat di samping telinga Yoona dengan menggunakan nada Sensualnya.
Jangan tanya kini wajah Yoona seperti apa!!
Gilaaa!!
Jantungnya akan segera meledak keluar. Ia memegang pipinya menahan malu yang teramat besar. Ia merasakan penekanan kata yang Soobin ucapkan untuknya.
"Yaak!! Babbo! Oppa jahat!!" Ucapnya sambil berlari guna menjauhi Soobin karena menahan rasa malu di pipinya.
Jangan tanyakan juga bagaimana perasaan Soobin saat setelah mengatakan itu pada Gadisnya. Malu? Tidak! Senang? Ya. Tentu saja, ia berhasil membuat gadis yang ia sayangi merasa malu malu kucing. Sebelumnya juga seperti itu, Soobin telah melihat gerak gerik Yoona yang mengatakan bahwa ia mulai tertarik pada teman lamanya ini.
Merasa hal yang sama seperti Yoona, Soobin tak tinggal diam pastinya. Ia sangat senang dengan pengetahuannya yang belajar ilmu psikologi. Ia merasa ilmunya tak sia sia ia pelajari selama 3 tahun ini.
Ia baru bisa menggunakannya saat 1 tahun ia mempelajarinya. Ia bertemu dengan Yoona semasa kegiatan MOS dan mulai tertarik pada Yoona sejak pandangan pertama.
Ternyata usahanya selama ini benar benar membuahkan hasil yang setimpal dengan perjuangannya yang melelahkan mengejar hati gadis mungil di sampingnya ini.
Ada saja tantangan terberatnya, banyak sekali siwsa pria yang menyukainya. Soobin semakin merasa khawatir saat Yoona disukai oleh 'KAI' yang disebut sebut sebagai RAJA SEKOLAH. Kala itu hatinya benar benar bimbang, Karena KAI membawa Yoona ke sebuah lorong sekolah dan menyatakan perasaannya secara langsung di depan Yoona.
Soobin yang menyaksikan adegan itu, sempat terselubung emosi berat lantaran gadisnya diperebutkan banyak pria. Tapi setelah hal itu terjadi, ternyata Yoona menolak ajakan KAI. Dengan memberi alasan bahwa dia sudah menyukai seseorang. Tentu saja itu membuat hati Soobin semakin was was dengan jawabannya. Namun, sekarang Soobin tak perlu khawatir lagi. Pria yang ia sukai telah ada bersamanya sejak dulu.
"Oppa." Panngilnya
Melihat tak ada respon dari Soobin sama sekali. Yoona berusaha menegurnya kembali.
"Oppa!"
Deg.
Akhirnya suara Yoona berhasil membuat lamunan Soobin pecah begitu saja.
"Ne- nee~" ucapnya sambil mengelus pucuk kepala Yoona.
"Oppa sakit?" Tanyanya dengan mata yang membulat.
"Anioo.. aku tidak sakit sama sekali" kata Soobin sambil menggelengkan kepalanya pasti.
"Ada apa Yoona?" Tanya Soobin sambil menepuk nepuk kepala gadis mungilnya.
Yoona tampak mengedarkan pandangannya di ujung jalan.
"Aku lapar. Aku mau sosis bakar" katanya dengan nada polos dan lugu. Terlihat matanya mengerjap ngerjap lucu.
'Gemas' gumam Soobin yang teramat pelan.
"Di mana sosisnya?" Tanya Soobin sambil mengikuti arah pandang Yoona.
"Di sana! Di mobil penjual itu. Oppa di sini saja yah, jangan kemana mana. Awas kalau jahil lagi!" Ucapnya sambil menatap sinis ke arah Soobin.
"Eh- i- iya iya arasso" dilanjutnya sambil mengeluarkan senyum kikuk.
Tak berapa lama, Yoona pun akhirnya pergi untuk membeli sosis bakar di sebrang jalan itu.
Soobin masih terus memperhatikannya dari sebrang sana. Tampak tangan kecilnya menunjukkan angka 2 pada koki pembuat Sosis itu.
Beberapa saat kemudian...
. . .
Soobin memperhatikan lekat lekat mobil yang menurutnya sangat mencurigakan.
Benar saja, saat Yoona telah selesai memesan makanannya, ia kembali untuk menyebrang jalan.
Namun~
Tiba tiba
"Yoona kajjimaaaa!!!" Teriak Soobin dari sebrang jalan sana.
"Waee-?!! Aaa!!"
Ciiiit
Braaak!
NIHIL!
Terlambat sudah.