
πππ
Suasana rumah yang seperti triller film horor, benar benar membuat seluruh tubuh Taehyung kehabisan tenaga.
Taehyung perlahan berjongkok, lalu meremas kuat rambut di kepalanya berharap malam ini bukanlah kutukan.
"TEPUNG-KUUUU!!!"
Setelah berteriak histeris, barulah sang insan yang merupakan penyebab dari kegilaan Taehyung berhenti untuk memastikan bahwa Taehyung baik baik saja.
"Eoh? ajusshi.. gwenchana?..."
Sumpah demi apapun! Rasanya ingin sekali dia memakan mentah mentah makhluk yamg tidak pernah merasa berdosa ini.
Rumah yang telah berubah menjadi warna putih, sofa, meja makan, meja dapur, dan yang paling parah adalah...
"Lantaiku~..."
Miris, benar benar miris sekali satu hari ini. Kejadian tak enak selalu menyambut dengan tangan yang terbuka lebar.
"Yoona... kenapa kau lakukan ini padaku???..."
Bahkan suara Taehyung sangat melemah dibandingkan tadi. Karena dia benar benar dibuat gila oleh istrinya sendiri.
"Yaaak! kenapa ajushhi menyembunyikan bahan bahan yang menyenangkan seperti ini? ahaha waaah lantainya licin sekali!"
'Tuhan... tolong berikan aku kesabaran extra untuk menanganinya...' Bahkan kata hatinyapun sudah tak sanggup menghadapi kenyataan yang pahit seperti kejadian ini.
Rambut yang berwarna putih, wajah, baju, dan bahkan, seluruh tubuhnya suda tidak memiliki warna lain selain putih.
"kyaaa.. ajusshi! coba lihat ini!!"
Tiba tiba Yoona memainkan tepung itu seperti memakai papan selancar.
"Ajusshi ajusshi. apa aku sudah terlihat seperti pemain ski yang handal? yuhuuu!! ini sangat menyenangkan ajusshi!!"
kau tau apa yang saat ini Taehyung lakukan untuk mengekspresikan hal tersebut?
jawabannya, TIDAK ADA. Ia dari tadi hanya berdiam diri tanpa adanya pergerakan sama sekali. Seperti patung pajangan. Termenung, terbodoh, tidak melakukan apapun sebagai respon, mengutuk nasibnya sendiri. Karena telah salah memilih pendamping hidup.
'Tuhan... aku sudah tidak kuat!' Gumamnya saat dengan tidak sengaja melihat Yoona melemparkan banyak sekali tepung ke lantai dapur.
ia bahkan menelungkupkan tubuhnya, dan menggerakkan tangan kanan dan kiri sebagai dayung untuk meluncur.
Tawa bahagia sangat jelas terpancar dari dapur. Namun tidak untuk orang yang bernasib malang ini.
"Lelahku hilang..." tanpa sadar Taehyung mengatakan hal yang benar benar sudah gila.
"Aku harus pergi ke dokter jiwa, sepertinya kejiwaanku mulai terganggu. Benar, yang salah adalah KAU! TAEHYUNG! Menikah dengan orang idio--"
"Yeeey.." suaranya benar benar berwarna cerah. bahagia, entah mengapa secara tidak langsung Taehyung telah merasakannya.
Dan dengan tanpa beban ia berkata,
"haah, ini hanyalah tepung Taehyung. jangan berlebihan, masih bisa di tangani. Dia pasti benar benar merasa kesepian, oleh karena itu dia mencari cara lain untuk menghilangkan rasa jenuhnya. Baiklah, tidak masalah!"
"Ajusshi! ayo kemari. Ini sangaaat..
menyenangkan..."
Awalnya ia tidak begitu yakin dengan keputusan tersebut, namun setelah mencoba sebentar, tiba tiba Taehyung sedikit tertarik.
'woaah.. daebak! seperti pemain ski sungguhan!' ucapnya dalam hati.
"yuhuuu!!! ahaha, ini menggelikan!" Lambat laun, suara tawa itu mendominasi ruang dapur keluarga kecil mereka.
'Jadi, seperti ini yah memiliki teman hidup? kadang suka, dan kadang duka.' ucapnya sambil memperhatikan prilaku sang istri yang menggemaskan.
"Eh. kenapa berhenti?"
Tiba tiba saja, Yoona berdiri dengan antusias. Dan menarik lengan taehyung secara paksa.
"Ada yang lebih seru lagi, ajusshi!!" ucapnya langsung menarik semangat sang suami, Taehyung.
"nah. taraaa~ ini jauh lebih profesional lagi ajusshi..."
Benar, jauh diluar dugaan. Saat Taehyung mencobanya, lantai ini jauh lebih licin dari yang pertama.
"Ahahah habis ini, kita tidak akan punya ruang untuk tidur Yoona- ya~ ahahaha"
Namun sepertinya Taehyung telah menganggap itu bukan masalah besar. Yoona si makhluk tanpa dosapun tak pernah merasa khawatir sama sekali bukan?
"Ahaha benarkan ajusshi? Ahaha ajusshi akan jauh lebih senang lagi jika ajusshi menggunakan seluruh isi shampo KORAL milik ajusshi!"
"HAHAHA ya! benar katamu. akan lebih menyenangkan jika kita menghabiskan seluruh isi shampo KORAL milikku~ AHAHAH"
"Mau aku ambilkan?"
"yayaya ambillah. Lagipula itu adalah Shampo KORAL milikku, benar....."
"Oke, baiklah ajusshi..."
"wah.. shampo KORAL milikku... TUNGGU! APA??!!! SHAMPO KORAL MILIK KU???!!!?!?!?! YOONA-YAAAAAAAAAAAAA!!!!"
πππ
Yoona hanya bisa menangis tersedu sedu. Dia tau bahwa prilakunya benar benar merepotkan banyak orang. Tapi dia masih anak anak, tidak sepantasnya ia dimarahi terus menerus seperti ini.
"Hiks.. hiks..."
"Kau tau berapa harganya ini?! 40 ribu Won perbungkusnya! Ini adalah shampo perawatan rambutku! Kau- berani beraninya... Huaaa Yoona-ya~ kau kejam sekali kepadaku~"
Taehyung benar benar merasa tidak tahan lagi dengan situasi saat ini. Ia juga ikut menangis bersama penyesalan nasib yang sungguh malang.
Bahkan tangisannya jauh lebih kuat dari Yoona yang baru saja ia marahi.
"Kau tega sekali Yoona-ya~..."
Namun bukannya merasa bersalah, Yoona malah menghapus air matanya dan tidak mempedulikan keadaan Taehyung.
"Ini salah ajusshi!"
Dan ini pasti akan terjadi,
"Jika ajusshi tidak pulang terlambat, aku pasti tidak akan melakukan hal ini! huh!"
Apa? Tunggu! seharusnya yang marah adalah Taehyung. Tapi ini?
"Sudah lama aku menunggu ajusshi pulang. Tapi tak ada suara dentinga Bell rumah! aku ketakutam Ajusshi! Aku ketakutan! Kau lama sekali- pulangnya... hiks... aku hanya mencoba menghibur diri, ini aku lakukan agar aku tak merepotkan ajusshi untuk mengajakku pergi jalan jalan.. hiks.. karena.. pasti ajusshi lelah setelah bekerja..."
"Maafkan aku ajusshi.. hiks.. aku hanya takut.. huaaa!!!"
Saat mendengarkan isi hati Yoona, tentu saja Taehyung tidak bisa memarahinya lagi. Ternyata ia hanya merasa ketakutan.
'Tapi shampoku~ ah! sudahlah. aku adalah pemilik perusahaan besar, tapi itu belinya jauh sekali... hiks.. begitu malang nasibku...'
Merasa paham dengan apa yang dikatakan oleh sang istri, akhirnya Taehyung tergerakkan untuk memeluk tubuh mungil Yoona.
'Jantungnya berdetak kencang sekali. Dia benar benar ketakutan?'
"Maafkan aku... ajusshi~"
"ah.. nee nee.. sudah sudah, gwenchana. Lainkali aku akan pulang lebih cepat saja. Atau jika aku lama, aku akan mengajakmu ke kantor. Bagaimana?"
ucap Taehyung berusaha membujuk dan merayu Yoona agar tidak menangis lagi.
"Tidal usah, aku pasti akan merepotkanmu ajusshi.. hiks.."
Tidak. tunggu. Jika Yoona tidak mau maka, hal seperti ini pasti akan terjadi lagi. Itu adalah pemikiran Taehyung selama ini.
"Tidak.. kau sama sekali tidak merepotkanku.." Katanya dengan nada yang lembut, selembut sutraπ. (ups)
Sebenarnya ia juga tak tega melihat sang istri kecil yang sedang ketakutan. Masih dalam keadaan memeluk Yoona, tak lupa juga Taehyung menepuk nepuk pundak kecilnya. Berusaha memberikan kehangatan untuk Yoona.
Sama seperti mengatakan, 'Tenanglah, ada aku di sini' begitulah apa yang sedang Taehyung fikirkan.
Tak berapa lama ia menepuk nepuk pundak sang istri, Taehyung sama sekali tidak mendengar suara sedikitpun. Dengan perlahan, ia sedikit mengintip ke arah poni Yoona, dan melihat matanya yang sudah terpejam dengan rapat.
'Apa dia tertidur? ah.. kiyowo~'
Setelah mengetahui hal itu, sangat ingin bagi Taehyung membangunkannya untuk segera pindah ke kamar. Namun, jangankan untuk menyuruhnya pindah, bahkan Taehyung tak tega untuk menegur Yoona.
Dengan mengandalkan tubuhnya yang jauh lebih besar dari sang istri, dengan gagahnya menggendong tubuh mungil Yoona. Menaiki satu persatu anak tangga, hingga akhirnya mereka tiba di tempat paling aman. RANJANG.
πππ
"Kau bisa membersihkan rumahku besok, aku harus istirahat.. ini sudah larut."
Setelah selesai dengan urusannya di kantor, Taehyung teringat akan tubuh Yoona.
"Ah iya! aigoo.. tubuhnya masih terbalut tepung. Haish.. bagaimana caraku untuk me---"
Ting tung~
"Eoh?!.. siapa lagi tengah malam yang larut ini masih ingih bertamu?!! Menyebalkan sekali!"
Ting tung~
"Ada apa?." Jawabnya merasa tak berekspresi.
"OPPAAA!! bogoshippoyo~"
Ditengah malam buta, seorang Jenni Kim masih berkeliaran secara bebas.
'Apa dia mabuk?...'
"Oppa.. hik.. aku cegukan.. hik.. bantu aku meng... hilangkan.. hik.. nya~" Dari nada bicara saja sudah tidak beres. Taehyung yakin bahwa adiknya ini mabuk mabukan lagi.
"aaaah~ hik.. kenapa aku tidak dipersilahkan masuk.. hik.. aku itu adikmu."
"Tidak Jenni, bukan begitu. Rumahku sedang berantakan, jadi sebaiknya kau-"
"Tidak tidaaak~ aku hanya ingin menghilangkan cegukan ini saja.. hik.. tidak perlu lama lama~ oppa.. hik"
"Haish... jinja! kau itu jika tak bisa menghadiri pesta menuman, jangan hadir. Nakal sekali!"
"ehehe~ akhirnya oppa memperhatikan aku.. hik.. jarang jarang akan ada.. hik.. moment seperti ini~"
"Oh ayolah Jenni! berdiri yang benar! Aku akan mengambilkan minum untukmu."
"Nee oppa.. hik"
Setelah itu, Taehyungpun pergi ke dapur untuk membuatkan minuman pereda mabuk Jenni.
"OPPAA.. AKU KE KAMAR SEBENTAR YAH!" teriaknya dari area ruang tamu.
"yaa!!" Sahut Taehyung tak kala kuatnya.
Hingga saat proses pembuatan TEH nya selesai, bagi Taehyung tak ada masalah sama sekali. Ia bahkan tak ingat akan kepergian Jenni.
"Eoh? ke mana dia pergi? Jenni!!!"
"KYAAAA!!!"
Beberapa detik kemudian, ada suara teriakan yang sangat melengking di telinga.
"Itu suara Jenni! JENNI?! GWENCHANA?!! Ah! YOONA!"
Saat telah terjadi, barulah Taehyun bergegas menyadari. Mengapa adik perempuannya itu menjerit setengah mati.
"Jenni! ada apa?!"
"o- oppa.. hik.. aku... takut-"
bruk!
Jenni akhirnya jatuh pingsan saat menyadari ada hal yang mengganjal di dalam sana.
"Yak! yoona?!"
"Ajusshi!"
"Pft---"
"Eoh... wae??"
"AHAHAHAHA... AHAHAHA" Taehyung benar benar dibuat geli oleh yoona. Rasanya hampir mati jika menahan tawa lebih lama lagi.
"awaaaeee??! kenapa tertawa eoh? tak ada yang lucu!!"
Marahnya pada Taehyung justru sangat menggemaskan saja. Masih sama seperti kebiasaannya. Menggelengkan kepala saat marah.
"Haish.. hais.. kau menyiksaku Yoona-ya! Aahahaha..."
Tak henti hentinya Taehyung menertawakan keluguan Sang istri.
Ternyata selama ini ia masih belum menyadari. Tepung yang masih setia membalut tubuh, itu sebabnya Jenni jatuh pingsan saat bertemu dengannya.
ia bahkan baru tau saat memegang wajah dan melihat warna pada tanganya.
"Haissh. kenapa kau tidak membangunkanku eoh?!! ajusshi jahat sekali!"
"Aahhah..." hingga saat inipun, Taehyung masih merasakan geli pada perutnya.
"Pergilah mandi! pft-- kau terlihat seperti--"
"Seperti apa??..."
"......."
Tiba tiba raut wajah Taehyung berubah di detik itu juga.
Glek.
Ia melihat prilaku Yoona yang berbeda. Lebih tepatnya, kepala Yoona yang tertunduk, dan sedikit kejang kejang. Hal itu berhasil membuat Taehyung merasa khawatir.
"Y- Yoona?! Gwenchana??"
Tak ada respon sama sekali. Bahkan Yoona mengeluarkan hisakan hisakan kecil dari mulutnya.
"Hiks.."
"Yoona.. gwenchan?! Yaaak! YOONA!!!"
"WAAAAAKH GRRRR!!"
"AAAAAAKH!!! Kau kira aku akan bereaksi seperti itu hah???!"
"haissh! ck. oppa tidak seru! seharusnya pura pura takut saja!"
Yoona sedikit kesal kerena ia mengira rencana menakut nakutinya akan berhasil. Melainkan tidak sama sekali.
Padahal itu berjalan lancar pada Jenni tadi.
Namun ada yang berbeda dari tatapan mata Taehyung. Dia seperti sedang mengingat kembali apa yang barusan terjadi.
"Yoona??.."
"hmmm!"
"Bisa kau ulang perkataan mu yang tadi?" tanyanya pada Yoona.
"Perkataan yang mana? ada banyak kata yang aku sebut dari tadi!"
"Tidak. Tidak. bukan itu, maksudku.. yang barusan."
"Haish.. padahal kau mendengarnya tadi! baiklah."
Lalu Taehyung memasang telinganya jelas jelas, agar moment yang langka ini terkenang selamanya.
Lalu Yoona mengatakan hal yang sama.
"haissh! ck. oppa tidak seru! seharusnya pura pura takut saja!"
"a- apa???..."
"haissh!! ck. oppa tidak seru!! seharusnya pura pura takut saja!!"
"Bisakah sekali lagi? kumohon....."
"Kau tu-"
"Jebbal Yoona-ya~"
"haissh!!! ck. oppa-"
"NAH! SEPERTI ITU!"
Deg.
Setelah memahaminya, Yoona langsung merasakan pipi mulus itu seperti kepiting rebus. Bagaimana bisa dia menyebutkan kata yang mahal itu pada orang seperti Taehyung?
"Panggillah aku seperti itu Yoona-ya~ jebbal.."
Melihat perubahan sikap Taehyung yang tiba tiba duduk tertunduk, berhasil membuat hati Yoona bak tersentuh berlian mahal.
'Akan jarang sekali melihat pemandangan seperti ini bukan?' begitulah fikirnya sejenak.
"a- aku mau MANDI!"
tap tap tap.
"pft- ahaha.. dia pasti sangat malu.. hah-"
Taehyung yang masih dalam keadaan geli sendiri, berusaha mengangkat tubuh Jenni menuju tempat tidur. Ia membaringkannya dengan perlahan, dan segera membersihkan tubuh yang masih terbalut tepung juga.
πππ
Kyaaa Chapter kali ini khusus buat pengantin baruβ₯
Jangan lupa vote dan komennya~