
Jam telah menunjukkan pukul 12:00 siang dini hari. Seharusnya saat saat seperti ini adalah puncak dari pesta keberhasilan mereka semua. Namun diluar dugaan, para manusia yang berkumpul tersebut dibuat gempar sekaligus bingung dengan peristiwa yang telah mereka saksikan sendiri.
Tatapan mata Taehyung benar benar terangat dingin dan membunuh disatu titik yaitu, Kai.
Pria yang sedang menjadi kunci dari permasalahan tersebut hanya bisa berdiam diri sambil mematung. Ia merasa takut dengan kelanjutan kalimat yang akan Taehyung keluarkan sebagai jawabannya. Tidak ingin kehilangan gadis yang sangat ia cintai berkali kali. Selama ini kejadian seperti sekarang pernah terjadi sebelumnya. Hati dan batin benar benar tersiksa karena menahan rasa sakit.
Kai tak tau harus merespon dengan kalimat apa, ia melihat bahwa pria itu memeluk Yoona dengan sangat agresif. Begitu pula dengan gadis yang selama ini telah berhasil mencuri hatinya. Merasa begitu nyaman hingga harus terus menangis dalam dekapan tersebut. Berkali kali rasa hati Kai kembali tertusuk sebilah pedang. Sesak yang berujung kesedihan namun anehnya, tidak pernah ada kata menyerah dari dalam lubuk.
Egois?
Entahlah, selama ini ia tidak pernah mengalami hal seperti sekarang. Jatuh cinta, adalah jurang yang dibuat sendiri dengan pola pikir yang berbeda. Jika cinta itu benar, maka akan menghantarkan sang manusia menuju kebahagiaan. Begitu juga dengan sebaliknya, cinta sendiri yang akan menggali lubang dan mengubur manusia itu hidup hidup.
Keheningan begitu kental hingga suara hisakan hisakan kecil dari mulut Yoona terdengar di telinga Taehyung.
'Yoona maaf.. mungkin ini saatnya..'
"Baiklah, semua mohon dengar! Aku, pemilik resmi perusahaan oneG ingin mengumumkan hal yang sangat penting dan mungkin tidak kalian ketahui sebelumnya! Bahwa DIA, Park Yoona sebenarnya adalah..."
Suga melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh. Ia khawatir jika Taehyung melakukan satu kesalahan saja, maka semuanya akan berakhir sia sia.
Setelah tiba di lokasi yang menjadi tujuannya, ia berlari dengan sekuat tenaga untuk menghentikan peristiwa yang tidak boleh terjadi sama sekali. Karena hal itu juga merupakan kesatuan dalam perjanjian kontrak.
Pria bermarga Min itupun menarik nafas dalam dalam dan mempersiapkan dirinya untuk menghadapi kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
'Tak ada waktu lagi untuk berfikir! Ayo lakukan saja, demi Yoona!'
Tapi topeng dingin pada wajahnya harus tetap terpasang agar terlihat begitu tenang dan meyakinkan.
"Istriku!." Pekikan tersebut berhasil mencuri perhatian mata orang orang. Kini sasaran mereka adalah dirinya, atas nama sekretaris oneG yaitu Min Suga.
"Apa?! Benarkah?."
👑👑👑
Nafas Taehyung tersengal sengal saat dengan susah payah ia menahan tangan yang sudah mengepal disana. Sedangkan pria tanpa ekspresi itu hanya bisa diam dan melihat reaksi Taehyung selanjutnya.
Saat ini mereka sudah tidak berada di lapangan sekolah Yoona lagi, tapi di sebuah lapangan rumput yang terdapat aliran sungai disana.
Suga menghampiri Yoona sambil berkata, "Air sungainya sangat bersih, pergilah ke sana." Ucapnya sambil menunjuk ke arah yang dimaksud.
Gadis berpakaian gaun selutut itupun langsung menurut tanpa harus bertanya lagi. Sepertinya ia sudah faham dengan masalah mereka.
Beberapa saat keheningan merajai suasana yang sebenarnya sangat bagus, tapi karena mereka sedang dalam emosi makadari itu pemandangan sejuk apapun akan terasa gersang.
"Apa masudmu?." Tiba tiba pria bermarga Kim memulai pembicaraan.
"Ini tidak seperti yang kau fikirkan, kau mengerti?." Jelas Suga
"Apa maksudmu?!." Nada bicaranya mulai meninggi. Taehyung hampir kehilangan kesabaran saat dengan lancang Suga tersenyum melihat gadisnya. Seolah tanduk dan taring yang ia punya akan memperlihatkan wujud asli dari seorang Kim taehyung.
"Berani sekali kau!."
Pukulan yang hendak melayang di waja mulus Suga itupun berhasil ditangkis dengan mudah. Dengan ekspresi yang sama, suga menarik nafas simpul.
"Aku akan pergi jika kau tak mempercayaiku kali ini." Ucapnya sambil memandang lurus kedepan.
Raut wajah Taehyung seketika berubah perlahan. Tangan yang awalnya masih melekat di sisi Suga, kini dengan perlahan ia turunkan.
"Apa ada masalah?" Tanya Taehyung dengan raut serius.
Pria berkulit seputih susu itu memberikan selembar kertas pada Taehyung.
"Apa ini?." Dengan perlahan ia membuka isi dari lembaran yang baru saja ia terima.
Mata Taehyung seakan ingin keluar dari tempatnya. Dada dan paru paru seolah berhenti menyalurkan udara.
"I- ini!." Bahkan ia tak berani menatap ke arah benda tipis itu lagi.
"Benar, dia sudah mulai menunjukkan keberadaannya." Suga dan Taehyung terlihat sangat panik. Terutama pria bertubuh tinggi pemilik perusahaan oneG.
Perusahaan oneG adalah, perusahaan emas yang termasuk kedalam 3 besar jajaran bisnis paling banyak mendapatkan keuntungan. Selain itu, perusahaan ini termasuk kedalam kawasan tersebut, dan oneG berada diposisi ke 2.
Tidak mudah baginya mengolah bisnis sendirian dari awal. Tapi tak memakan waktu lama pula untuk membuatnya terkenal. Dengan omset puluhan hingga jutaan pertahun. Maka tak jarang jika ia menggarap banyak keuntungan, mereka juga top 1 kan kualitas. Hingga hasilnyapun luas biasa dengan harga yang membumbung tinggi.
Namun sekarang, tiba tiba saja oneG sudah berada ditepi jurang kesengsaraan. Ia melihat sahamnya cukup anjlok dan dapat dibilang dalam keadaan kritis.
"Apa maksudnya ini semua?!!." Dengan emosi yang meluap, ia kembali meneliti gambaran dan perjelasan yang mencangkup peusahaannya.
Taehyung mengulang ulang kata demi kata, hingga menganalisis gambar dengan lebih teliti.
"Bagaimana ini bisa terjadi?!!." Matanya teramat kejam saat bertanya pada sosok pria didepan.
"Suga hyung jawab aku!." Suga hanya bisa berekspresi datar dan tanpa merasa bersalah. Ia menggelengkan kepala pertanda juga tidak tau tentang hal yang terjadi ini.
"Aku sudah mencurikaginya sejak kau pergi rapat kemarin, itu sebabnya aku tak ingin kau berada dalam berita no 1. Jika mereka menyorot dirimu, dan ternyata semua terungkap, maka posisi yang selama ini kau impikan lenyap ditelan oleh-"
Suga menghentikan kalimat tersebut. Itu membuat Taehyung beralih pandang padanya.
"Maksudku mengatakan dia adalah istriku karena ini. Aku tak ingin Yoona terlibat didalamnya." Taehyung mengernyitkan dahinya. Berarti ia telah salah faham pada orang terpercaya miliknya ini? Dia pantas disebut idiot sekarang juga.
Entah fikiran liar mana yang menjalar keseluruh syarafnya. Seakan akan ia telah terjebak dalam perangkapnya sendiri.
"Aku tak ingin oneG ter-ekspos dulu, biar aku saja. Jadi kau bisa aman melakukan serangan balik pada si no 1." Jelasnya hingga membuat Taehyung malu sendiri akibat terlalu jauh dalam berkhayal. Ia pikir Suga sengaja melakukannya karena ia menyukai gadis miliknya ini. Benar benar kekanak kanakan.
'Kau bodoh Taehyung! Tidak, kau idiot!' Gumamnya sendiri
Ia yakin bahwa hyungnya ini sangat peduli dan ingin melindunginya.
"Arasso, gomawoyo Suga hyung." Kemudian ia merangkul tubuh pria yanh sedikit lebih rendah dari dirinya ini.
'pft, lagi lagi masih belum tinggi-'
"AW!" Taehyung memekik kesakitan saat Suga mencubit perutnya.
"Aku tau yang ada di otakmu." ucapnya dingin.
"Yak! ini sakit hyung!." Kini ia berteriak saat dengan gontainya Suga berjalan menjauhinya. Ia menikmati aliran sungai yang tenang. Sangat bersih hingga bebatuannya terlihat dengan jelas.
"Musim salju telah berlalu, selamat datang musim semi." gumamnya sambil menghirup dalam dalam udara yang dihasilkan oleh tumbuhan ini.
Ia merentangkan tangan dan menikmati suasana segar.
"SUGA OPPAAA." Tiba tiba tubuhnya terasa seperti diterjang tembok besar.
"Y- Yoo- Yoona?!."
Sedangkan gadis yang tengah bergelayut manja dipinggangnya itu hanya tersenyum yang menampilkan deretan gigi yang tersusun rapi disana.
"Hihi.. akhirnya oppa kembali. Kemana saja selama ini?." Wajahnya yang mendongak dengan sangat polos, membuat Suga ingin menarik pipinya itu. Tapi ia sadar bahwa sedang berada di ujung jurang neraka saat dengan killernya tatapan menusuk Taehyung mengenai sasaran.
Dengan cepat ia menyuruh yoona untuk tidak memeluknya. Tapi tidak berhasil, ia malah mengancam akan menangis jika dilepas Hingga Taehyung harus berusaha menariknya paksa.
"TAEHYUNG!" Suga tiba tiba membentak bosnya itu. Ia marah saat dengan kasarnya menarik tangan seorang gadis seperti tarik tambang.
"Apa ada yang sakit?." Lamunanya seketika berhamburan saat dirinya sendiri melihat Suga memegang tangan Yoona.
"Apa yang kalian lakukan?!!." Pekik Taehyung.
Namun bukannya merespon kalimat tersebut. Suga menatap matanya dengan sinis dan tajam. Kembali Taehyung terdiam tanpa kata.
"Gwenchana, saat di rumah akan aku obati."
"AH JINJJA?!." Tanpa ada sebab apapun, Yoona berteriak girang denga apa yang baru saja ia dengar. Beberapa saat kemudian dengan kasar juga Taehyung menarik paksa tangan Yoona.
"Tidak, aku saja yang akan mengobatimu!."
Bahkan Yoona berteriak memanggil nama Suga berkali kali.
"SUGA OPPAAA SUGA OPPAAA SUG-- mmph!."
Yoona mencoba untuk melawan perlakuan Taehyung. Ia memukul dan berusaha mendorong tubuh pria itu agar menjauh darinya.
Nafasnya sedikit berantakan karena Taehyung menekan tubuh mungil Yoona tadi.
"Ini masih diluar, jadi tolong jaga etikamu!." Sedikit terhuyung dengan perkataan Yoona barusan. Itu adalah kali pertama ia mendengarnya secara langshng.
"Ada apa denganmu, Yoona?." Taehyung bingung dengan ekspresi wajah gadisnya sendiri. Biasanya tidak pernah hal seperti barusan terjadi.
"Ah, mianhe. Aku cuma mau menyampaikan sesuatu." Lalu ia mengeluarkan benda berbentuk pipih dan menunjukkan sebuah foto seorang pria disana.
"Siapa dia?." Tanya Yoona bingung dengan tanggapan apa yang harus ia berikan.
"Berjanjilah padaku." Menyodorkan jari kelingking tepat di hadapan Yoona.
Yoona memiringkan kepalanya mencoba untuk berfikir tentang apa yang terjadi. Apa ia harus menautkan jari mereka saja agar urusannya selesai?
"Pasti kau bingung, aku tau itu. Begini saja, aku akan mengatakan hal yang sebenarnya. Jadi, besok aku akan pergi."
Seolah ia kembali terhuyung lemas mendengar pernyataan Taehyung.
"Lagi?." Ia benar benar sedih mendengar hal tersebut. Padahal mereka baru saja bertemu setelah urusan pekerjaan yang memakan banyak waktu. Namun sekarang benar benar harus terulang. Yoona benci menjalaninya sendirian.
"Tenang saja, kau tidak akan tinggal sendirian lagi. Suga hyung akan menemanimu." Mata Yoona melebar seketika saat mendengar nama pria berkulit putih tersebut. Rasanya akan segera meledak, karena selama ini yang ada di dalam fikirannya adalah bahwa ia sangat menggemari sosok itu. Apa tidak akan menjadi masalah bagi dirinya nanti?
"Tolong jaga kepercayaanku, jangan sekalipun kau melakukan hal seintim itu padanya." Sindir Taehyung
"Aku sangat menggemarinya, tidak masalah jika aku bertingkah layaknya seorang fans!." Tolak Yoona yang membuat mata Taehyung ingin menusuknya.
"Tidak! Aku akan memasang cctv disetiap sudut, jika kalian melakukan hal yang membuatku marah maka aku akan melakukan hal 'ITU' padamu. Malam itu juga! Kau mengerti?!." Langkah Taehyung terlihat kesal saat hendak berjalan mendekati Suga. Sedangkan Yoona tertawa kecil dalam menanggapi sikap suaminya itu.
"Maaf oppa, justru sebaliknya." Kemudian membuka pintu mobil dan mengambil kotak P3K.
👑👑👑
"Berjanjilah untuk menjaganya, kau taukan? DIA sangat berbahaya jika sampai mengetahui sosok Yoona di sisiku." Kemudian Suga mengangguk dan mencoba faham.
"Apa balasannya?"
Taehyung tertegun dengan tanggapan Suga, "hey! Aku kira kita teman!."
"Tentu saja bukan, jika dalam bidang bisnis." Jawabnya santai.
"Ck, baiklah baiklah. 10 juta won hingga misi ku selesai."
"DEAL!." Ucap Suga dengan penuh semangat
"Dasar kau mata duitan!." Sindir Taehyung yang membuat lawan bicaranya itu tergerak untuk membalas.
"Dasar pedofil." Lalu Suga berjalan dengan langkah gontai menuju mobil tanpa menghiraukan Taehyung sedikitpun.
Rasanya ia ingin teriak sekencang mungkin untuk mengutuk pria es itu.
"SUGA HYUUUNG!!!."
"Berhentilah berteriak seolah kau benar seorang pedofil!." Seketika mulutnya terhenti untuk menggemakan nama yang selalu bertingkah sesuka hati itu.
"Oppa, jadi benar besok dia akan pergi?." Yoona memasangkan kembali sabuk pengaman dan menengguk minuman.
"Taehyung?"
"Hmm.."
"Benar."
"Ck, bisakah kau mengatakan lebih banyak kata lagi?!." Seketika gadis itu merasa kesal dengan setiap tanggapan Suga pada semua orang, kecuali Taehyung.
Diam, ia benar benar tidak mengatakan apapun karena baginya masih banyak hal penting lain yang harus dibahas.
"Selalu saja seperti ini, oppa tidak berubah yah.." Yoona menundukkan kepalanya pasrah mengetahui pria di depannya ini benar benar tidak memperdulikan apun.
"Ya."
Yoona terkejut dengan tanggapan tersebut. Saat hendak kembali bertanya, Taehyung sudah sampai di dalam mobil. Ia mengoceh banyak hal tentang perkataan Suga barusan.
Yoona memperhatikan mereka berdua dengan sangat teliti. Seolah ia melihat ada banyak warna pada pertemanan mereka.
'Rumah akan kembali terasa sunyi' Gumamnya pelan sambil menutup rapat kedua kelopak mata. Gelap, benar benar terasa gelap hingga ia tak bisa melihat warna apapun selain hitam. Warna kehampaan, kekosongan, dan kesepian.
'Aku harap dia baik baik saja'
Perjalanan terasa begitu singkat saat Taehyung dengan sangat mudahnya mengangkat tubuh Yoona yang masih tertidur. Ia memasang senyum yang begitu hangat saat melihat wajah Yoona yang sangat damai.
'Andai saja kau berusia 1 tahun lebih tua dari sekarang, aku pasti tidak akan menahan hasrat yang sangat menyiksa ini' Lalu ia membawa tubuh istrinya itu menuju kamar mereka.
"Suga hyung, beristirahatlah di kamar tamu yang ada di sebelah sana. Aku akan mengantar gadis ini terlebih dahulu." Kemudian Suga berjalan menuju tempat yang Taehyung maksud.
Setelah tiba, Suga membuka knop pintu dengan gerakan yang teramat malas. Hingga dengan perlahan ia melihat benda benda yang ada di dalam kamar.
Ia melangkahkan kakinya menuju ranjang yang sangat besar. Kemudian membaringkan tubuhnya sejenak. Mengingat bagaimana peristiwa hari ini pada dirinya sendiri.
"Sangat melelahkan." Ia membuang nafasnya pasrah karena lelah.
Tanpa sadar ia membuka 1 laci yang menurutnya sangat unik. Dengan bentuk love namun berwarna hitam pekat sehingga ia tertarik untuk membuka benda tersebut.
"I- INI-!."
Betapa terkejutnya ia saat melihat benda yang sangat terlarang berada di dalam kotak yang sedang ia pegang.
"I- ini adalah-!."
"Suga hyung???."
👑👑👑
Jangan lupa vote dan komennya~