MY INNOCENT LITTLE WIFE

MY INNOCENT LITTLE WIFE
- Chapter 10



Jangan lupa vote dan komennya~


👑👑👑


"Jadi kau datang ke sini hanya untuk memberikan gula gula itu padanya?,"


"Ya~"


Benar, setelah dihadapi oleh masalah yang menegangkan tadi, akhirnya pria berkulit putih bening ini mengajak Yoona makan bersama di restoran sebelah kantor.


"Jika begitu kau adalah orang terpercaya itu bukan??!" Ucap Yoona yakin akan berita yang pernah menayangkan tentang pria tersebut.


"Aku adalah sekretarisnya." Jawabnya cepat saat melihat manik mata Yoona yang terlihat sangat berbinar saat sedang berbicara.


"Jangan tatap aku seperti anak monyet." Pekik pria itu kepada Yoona, namun gadis yang sedang ia beri peringatan malah tak tampak berkedip sedikitpun.


Mulut yang terbuka lebar, senyum yang aneh, dan raut wajah yang mengerikan. Ia hanya bisa mengutuk dirinya sendiri atas apa yang telag ia lakukan sekarang. Mengajaknya makan adalah hal terburuk hari ini.


"Kyaaa!!! Kau adalah orang yang paling sering appa dan eomma ku ceritakan!!! Kau hebat sekali. Aku mengidolakanmu OPPAAA!!"


Baiklah, keputusannya sudah bulat untuk disalahkan.


"Apanya yang hebat?" Tanyanya dengan ekspresi wajah datar, sedatar jalan hidupnya. Hiks.


"Kau- kau melawan semua wartawan itu dengan kata kata pedas mu!! Aku suka itu!! Kyaaa kau hebat sekali oppa!!!"


Akibat ulahnya, keadaan restoran yang pada semula senyap, kini menjadi ramai. Semua mata seakan akan hanya tertuju pada mereka.


Namun saat sedang asik menyantap kembali makanannya, Yoona merasa janggal dengan pertanyaan yang sangat ingin ia tanyakan.


"Tapi oppa, siapa wanita yang ada di-"


"Sudahlah, habiskan saja makananmu. Kau akan mengetahuinya nanti." Jawabnya pada Yoona yang sedang dilanda kebingungan.


'Gadis ini imut sekali.. Tidak suga! Tidak saatnya'


Setelah menghabiskan 1 mangkuk penuh ramen dalam kurun waktu 20 menit, merekapun keluar dari restoran itu.


Berjalan menuju kantor dan saling melemparkan beberapa pertanyaan pertanyaan yang ingin Yoona tanyakan pada pria di sampingnya itu.


"Aku harus memanggilmu apa?" Tanya Yoona yang mengambil inisiatif untuk bertanya lebih dulu.


Awalnya tak ada respon sama sekali dari mulut pria itu. Yoona merasa bingung ingin memanggilnya apa, tapi bukankah dari tadi dia sudah memanggilnya dengan sebutan 'Oppa?'.


"Panggil saja Yoongi." Jawabnya singkat.


Merasa mengerti, Yoona hanya membalasnya dengan menganggukkan kepalanya ke atas dan ke bawah pertanda ia telah faham.


"Tapi nama artismu bukan itukan?"


"Ya."


"Tapi kenapa-"


"Sudahlah. Turuti saja apa yang aku katakan!" Tekannya pada Yoona.


Karena hal itu, tiba tiba Yoona terdiam. Ia seperti kehabisan kata untuk membalasnya.


'Dingin sekali,' gumamnya pelan namun masih bisa didengar oleh pria di sampingnya.


Suga hanya berusaha mendengar celotehannya lagi. Ia kembali memasang telinganya tajam tajam.


'Padahal aku ingin memanggilnya dengan sebutan Suga Oppa.'


"Kenapa kau ingin memanggilku seperti itu?"


Deg.


Nafasnya terasa terhenti. Ia membulatkan matanya, merasa malu akan gumaman yang ternyata masih bisa didengar oleh Suga.


Dengan semangat Yoona menjawab, "KARENA KAU MANIS SEPERTI GULA!" Teriaknya penuh keyakinan.


Malu, adalah kata pertama yang menyelimuti pikirannya. Tanpa sadar Yoona mengatakan hal yang gila pada pria yang baru saja ia kenal.


'Aigoo! Kau bodoh Yoona-ya~'


Tak ada respon apapun dari suga. Tetap dengan gaya wajah yang sama. Datar, tanpa ekspresi sama sekali.


"Apa gunanya emosi diberikan untukmu, jika kau masih memasang wajah tanpa ekspresi itu??"


Jleb


'Gadis ini!!'


Mengenai sasaran, perkataan Yoona berhasil membuat Suga kesal dan berekspresi.


"Setidaknya itu lebih baik," ucap Yoona tanpa menunjukkan dosa.


"Haaah~ baiklah. Panggil aku sesukamu, sekarang masuklah! Taehyung sedang sendiri." Jelasnya sambil menekan kembali tombol lift yang akan menuju ke lantai atap perusahaan.


"Arasso! Terimakasih makanannya Suga Oppa!" Teriak Yoona girang setelah berhasil sampai di lantai tempat Taehyung bekerja.


Tok tok tok.


"Masuk!"


Terdengar suara dari dalam memberi izin untuk masuk ke dalam ruangan.


"Ajusshi~ selamat sore~"


Deg.


"Kau?! Sedang apa-"


"I- itu" kata katanya seperti Ikut tertelan oleh tenggorokan. Yoona tak bisa membuka mulutnya sama sekali.


"A- aku cuma-"


"Pulang."


"A- apa??!"


"Aku katakan, PULANG!!!"


"Tapi aku cuma-"


Tap tap tap..


"Aaah!!"


Taehyung menjambak kasar rambut istrinya, merasa sengat emosi dengan semua kejadia yang telah ia alami hari ini.


"Aku paling benci mengulangi perkataan yang telah aku ucapkan. Sekarang pergilah!"


Taehyung melepaskan dengan kasar genggaman kuat pada rambut Yoona.


"Sakit oppa!! Hiks.."


"Apa kau bilang?!"


"INI SAKIT!!"


"Tidak tidak! Bukan itu.. sakit.. lalu??"


"Sakit op- kyaaa!!!"


"Ucapkan itu saat susana hatiku sedang baik!!! Dasar wanita--"


👑👑👑


"Hah- hah- hah-" Yoona tersadar dari lamunanya. Ternyata dari tadi hanya berdiri layaknya seperti patung yang menghiasi ruangan megah ini.


"Tidak, dia pasti masih marah padaku. Yaak! Yoona bodoh! Kita pulang saja."


Namun saat hendak berangkat pulang, Yoona hanya meletakkan gula gula yang ia beli tepat di depan pintu ruangan kerja Taehyung.


"Ah, di sini saja tidak masalahkan??" Ia melihat ke kanan dan ke kiri. Seolah sedang memastikan tidak ada orang yang melihatnya.


"Kau, tetap di sini hingga dia membuka pintu yah. Jangan pergi jauh!" Ucapnya pada segumpal gula berwarna pink lembut itu.


Lalu dengan cepat ia merubah pikirannya, ia mengambil keputusan untuk pulang dan mengerjakan tugas sekolah.


'Semoga dia tidak hilang. Maafkan aku ajusshi, aku tidak mendengarkan perkatanmu. Kau pasti sangat kesal.'


Yoona mengambil nafas pasrah saja, dan menyerahkan semuanya pada yang MAHA ADIL.


Akhirnya ia pergi meninggalkan 'One G Comphany'.


Taehyung yang sedang menyeruput tehnya, merasakan ada yang aneh dari balik pintu ruangannya.


'Tak ada siapapun di sini. Aneh!'


Deg.


Ada yang aneh dengan perasaannya saat ini. Taehyung sepertinya sudah tau sejak awal, bahwa benda yang membuatnya terkejut berasal dari siapa.


"Haha.. kau mengirimku ini yah, untuk apa?"


Tanpa basa basi, ia langsung membuka bungkusan indah gula gula pemberian Yoona. Dengan segera ia mengambil gumpalan manis itu dan memakannya dengan sepenuh hati.


"Eoh?! Ini--- manis sekali~"


Reaksi di luar dugaan siapapun pastinya. Ternyata Taehyung menyukai hadiah gula gula milik Yoona. Bahkan ia memakan habis permen kapas lembut itu.


"Waah~ imut seka- eh??"


Namun saat ia ingin membuang tangkai gula gulanya, ternyata ada sepucuk surat kecil yang sangat imut tertempel di sana.


"Hah?? Apa ini?... eh?!!"


Saat membaca isi dari dalam surat tersebut, Taehyung tampak tertawa geli melihat maksud yang ada di dalamnya.


'A- ajusshi~ jika kau telah memakan habis gula gulanya, itu artinya kau sudah memaafkan ku. Tapi, jika kau tak menyentuhnyansama sekali, aku harap kau dapat mengerti situasiku pagi tadi. Tapi, tapi, tapi.. aku yakin kau sudah memakan habis gula gulaku, barulah kau menemukan surat ini. Ahahahaha gomawo-yyo~ ajusshi💜'


"Hey! Sejak kapan dia menulis hal seperti ini? Ini tidak adil! Dia meletakkan suratnya di tangkai gula gula! Apa ini adil?!"


"Tentu saja adil,"


Tanpa adanya tanda tanda kehadiran, Suga datang dengan wajah tersenyum.


"Itu artinya kau telah memaafkannya.Bukan?,"


Taehyung yang mendengarkan hal itupun langsung segera menangkis perkataan Suga dengan kalimat yang mengejutkan.


"Tidak! Aku tidak memaafkannya sepenuh hati. Dia tetaplah salah!" Tekannya yakin pada sosok di samping.


"Apa kau yakin? Dia tidak mengerti maksud perkataanmu. Kau kekanak kanakan sekali."


"Yaak! Suga hyung-"


"Sudahlah. Terima saja kekalahanmu. Beres."


"Kau ini! Mudah sekali berbicara!"


"Ya benar. Makanya aku hanya berbicara saja padamu." Ucapnya tak acuh pada reaksi wajah Taehyung.


"K- kau... hah! siapapun akan Selalu kalah berdebat denganmu!"


"Makanya kau harus pandai berkata kata sepertiku."


"Ah. Tidak tertarik, titik!"


Setelah selesai dari tugasnya, Suga akhirnya meminta izin kepada Taehyung untuk pulang. Dan Taehyungpun memberikannya izin.


Ia ikut mengambil jasnya, dan keluar dari dalam ruangan kerja.


"Hyung."


"hmm.."


"Hati hati."


Lalu Taehyung dan Suga berpisah di basement yang berbeda. Mereka bergerak untuk mengambil mobil masing masing.


Setelah mereka pulang, para satpam penjagapun memberikan salam hormat kepada pengusaha ternama itu.


Taehyung menginjak gasnya secara santai dan perlahan. Alasannya agar ia dapat melihat lihat seisi kota dengan detail dan teliti.


"Haah~ lain kali aku harus mengajaknya jalan jalan. Dia pasti bosan berada di rumah terus. Baiklah!"


Setelahnya, Taehyung buru buru ingin segera sampai ke rumah istananya. Punggung dan tulangnya terasa ingin patah akibat bekerja seharian penuh.


"Eeh! waah.. kiyowo!!"


Saat hendak masuk ke area perumahan miliknya, ia melihat di seberang jalan ada seorang penjual permen, bunga, es cream.


Tehyung bingung akan memilih yang mana. Karena semuanya pasti kesukaan para wanita.


Tanpa berpikir panjang, Taehyung memarkirkan mobilnya di depan toko penjual itu.


Ia tampak bingung memilih yang akan ia beli untuk Yoona sang istri.


'Kurang ajar! kenapa semuanya bagus bagus sekali?! aku bingung akan memesan yang mana.'


Karena sang pemilik toko melihat pelanggannya merasa kebingungan, dengan segera ia menghampiri Taehyung.


"Untuk pacar?,"


Karena Taehyung terkejut bukan main, ia langsung mengambil barang yang sedang ia pegang.


"Pilihanmu itu agak--"


"Sudah! B- bungkus saja!!"


Dan karena ia merasa malu, akhirnya sang penjual pun membungkus apa yang ia minta.


"Tapi tuan.. apa anda yakin akan memberikan itu padanya?"


Tanyanya kepada Taehyung.


"Te- tentu saja!"


"Baiklah, ini barangnya. terimakasih~"


"Nee."


Jawabnya langsung pada sang penjual.


"hihi, pasti baru pertama kali berpacaran. Anak muda yang lucu."


Akhirnya Taehyung kembali ke tujuan awalnya, yaitu pulang.


👑👑👑


Setiba di rumah, ia berniat untuk memberikan Yoona kejutan. Namun ia sendiri merasa bingung. Bagaimana cara masuk ke dalam tanpa harus ketahuan.


"Aaah!! kenapa jadi begini?! kyaaa!"


Saat hendak masuk ke dalam, Taehyung mendengar suara jeritan seorang wanita di dalam.


'Yoona!'


Brak!


Setelah ia mendobrak pintunya, barang yang Taehyung bawa langsung ia sembunyikan di dalam bajunya.


"Yoonaaa!!"


Deg.


"eoh? ajusshi??"


Gila. Rasanya ia ingin menjadi gila! Setelah tau apa yang telah terjadi di dalam rumahnya.


"kau?? apa ini???!!"


"E- Hehe a- aku hanya..."


Jantung Taehyung rasanya ingin lepas dari tempatnya. Melihat keadaan rumah beserta pelaku utama yang tampak sangat tidak merasa bersalah. Ingin rasanya ia menangis saat ini juga.


"Yoona-ya~ apa yang kau lakukan???... hiks..."


Tiba tiba wajah taehyung tampak begitu menyedihkan. Tatapan matanya yang kosong, seakan akan tidak yakin dengan penglihatannya sendiri. ia merasa lemas bukan main karena ulah sang istrinya yang masih remaja.


"ihihi.. ajusshi! kemarilah, ini sangat menye... nang... kaaaan uwuuu!!" Teriaknya dari sudut ruangan yang terlihat sangat.Tidak baik.


👑👑👑


note: ehehe kira kira, apa yah.. yang dilakukan oleh Yoona?


ayoo baca terus cerita aku~


👑👑👑