MY INNOCENT LITTLE WIFE

MY INNOCENT LITTLE WIFE
- Chapter 6(18+)



Anyeong anyeong anyeoooong~πŸ˜‚πŸ‘‹ akhirnya aku bisa buat NCπŸ”ž story🌝


🌚 dosa tanggung sendiri yah!🌚


Happy reading🌺


* * *


"Hah- hah- YONAAA!! YOONA, GWENCHANA?" setelah kejadian tabrakan itu, Soobin bergegas menghampiri Yoona dengan wajah yang sangat panik. "Hey kau! Apa kau tidak bisa melihat ada orang yang sedang menyebrang jalan eoh?!!" Ucapnya dengan kasar. "Soobin-na~ sudah sudah.. gwenchana" katanya sambil menarik narik baju Soobin dari belakang.


Ia tampak ketakutan hingga ia bersembunyi di balik tubuh tinggi Soobin. Bukan karena merasa sakit atau apapun, Yoona merasa bahwa yang ingin menabraknya tadi memiliki aura yang sangat menyeramkan.


Tak lama setelah Soobin memarahinya, akhirnya pria itupun keluar dari dalam sarangnya.


Ceklek


Tap.. tap.. tap..


Semakin lama, langkahnya semakin mendekati mereka ber-dua. Tak habis fikir, secara otomatis sebagi pria sejati Soobin semakin merentangkan tangannya guna melindungi gadis kecil di belakangnya itu. "Wae? Mau apa kau eoh?" Tanyanya sambil masih melihat lekat pria tinggi itu. Ah tidak! Soobin memang tinggi. Tadi pria dihadapannya ini adalah pria dewasa yang tingginya masih melebihi dirinya.


"Menyingkirlah dari sini." Tegas pria itu kepada Soobin. "Wae? Mengapa aku harus menuruti kemauanmu?" Tanyanya lagi sambil masih melangkah mundur berharap makhluk kecil di belakangnya tetap aman. Sesekali ia juga melirik ke arah makhluk itu. "Tenanglah, aku akan-"


Bhug..


Satu hantaman keras tertuju pada uluh hatinya. "Aaah!! Oppa?!!" Seketika Yoona berteriak kencang sekali. Ia benar benar tersentak melihat Soobin yang dipukul begitu keras. "HEY KAU! BABBO-YA!! KAU YANG MENABRAK KU TAPI KAU PUKUL DIA EOH?! DI MANA OTAK MU?!!" bentak makhluk kecil itu pada sosok pria di depannya. Haah~ apa yang bisa dia buat lebih lagi? Ia hanya setinggi bahu pria itu. Yoona hanya makhluk kecil yang bisa kapan saja dipenyetkan.


"Kau! Tanggung jawab!! Palli!!" Katanya lagi sambil memangku kepala Soobin yang ternyata ia sudah pingsan akibat pukulan keras tepat di uluh hatinya. "Tunggu apa lagi eoh?!! PALLI!!!" senggak Yoona sekali lagi. Dan kali ini, bukannya menuruti permintaan gadis yang ada di depannya, tapi pria itu malah..


"Haaah?!! Aaah.. ah.. ah.. apa yang kau lakukan? Turunkan aku!!! Oppa. Oppa. Bangun!! Op- mmh mh" teriak Yoona memanggil Soobin tak kunjung berhasil, hingga ia jatuh pingsan di dalam dekapan pria dewasa itu.


Pria itu merogoh saku celananya mencoba mengeluarkan benda berbentuk persegi dan menekan tombol tombol nomor yang ada di sana. "Taehyung-a.. jangan lupa janjimu. Nee~ aku sudah menemukannya, nee~ segera. Apartemen mu? Kenapa tidak di rumahmu saja? Hmm baiklah, 10 mnt!" Dengan sigap pria itu kembali mengangkat Yoona masuk ke dalam mobil dengan meraih tekuk lututnya dan dengan ringannya Yoona kembali melayang.


* * *


Terasa saat Yoona hendak membuka matanya, ada gerakan memantul lembut pada ranjang yang ia tempati. Dengan sigap, ia kembali memejamkan matanya guna berpura pura tidur kembali.


"Hmm.."


Deruan nafas panas menghampiri kulit leher jenjangnya. Ia merasakan ada yang aneh tepat di sebelahnya. "Kau.. masih masu berpura pura tidur? Hmm??" Yaampun! Apa ini?! Suara bariton ditambah hembusan nafas berat dan panas yang membuat tubuhnya hendak melunjak bangun. Itu semua berhasil membuat Yoona merasa seperti, tikus kecil yang tertangkap predarornya.


Setelah kejadian itu, Yoona kembali dikagetkan dengan pergerakan yang tak wajar dari sampingnya. Pria itu kembali menghasilkan pantulan lembut di ranjang. Seperti sedang memperbaiki posisi tidurannya. "Ah.. wae chagi-ya? Padahal, aku sudah membayar mu begitu mahal. Bahkan, uang itu sudah digunakan oleh kedua orang tuamu." Katanya sambil memainkan rambut yang ada di pipi gembulnya. "Apa kau takut padaku? Hmm??" Gila! Taehyung semakin mendekatkan wajahnya pada Yoona. Semakin lama semakin dekat hingga..


Cup!


Deg!


Yoona terkejut bukan main, Taehyung mencium lehernya singkat. Ingin rasanya ia berteriak kencang setelah diperlakukan tidak sopan seperti itu. Menyadari Yoona masih mau berpura pura tidak sadarkan diri, maka ini adalah kesempatan Taehyung untuk memperlakukannya sesuka hati bukan. 'Ini adalah jackpot!! Teruslah merasa berpura pura, aku akan semakin menguasaimu'


Yoona menelan susah salivah yang ada dalam lehernya, hingga benar benar rasanya ingin ia pukul sangat kuat seseorang yang ada di sampingnya ini. "Wah.. ternyata.. kau masih bertahan dengan godaan ku yang tadi yah? Sepertinya, makhluk ini masih butuh yang lebih." Godanya pada Yoona untuk membuat Yoona bangun. "Masih belum mau bangun juga yah chagi? Hmm baiklah.. kita akan bermain malam ini"


Cup!


GILA! Akhirnya Taehyung meluncurkan niatnya sungguhan. Ia benar benar melakukan apa yang barusan ia katakan pada Yoona. "Mmh.. hah-" ia berusaha meraih tengkuk leher gadis di hadapannya guna memperdalam cumbuan mereka ber-dua. "Mmh.. mhh hah-" bukan seperti yang dia harapkan. Ia berniat untuk membuat gadis dihadapannya mendesah nikmat, tapi apa ini? Bukannya gadis itu yang mendesah, melainkan dirinya sendiri.


'Apa ini? Kenapa hanya aku menikmati lermainan ini? Dia? Bagaimana mungkin?!' Batinnya bertanya ada apa dengan gadis di hadapannya ini.


Merasa tidak mau kalah dalam permainan ini, akhirnya Taehyung mengambil siasat yang biasa ia lakukan pada gadis gadis di luar sana. "Mmmph.. cup.. mmhp.." perlahan, ia mulai mengeluarkan lidahnya yang berwarna merah itu untuk meraup bibir yang dari tadi terkatup rapat sekali. Siasatnya ia lakukan agar bibir ke duanya terlepas. Perlahan ia gerakkan menuju ranum merah tebal itu "mmph.." ia tempelkan terlebih dahulu, merasa ada yang tersenggak dengan tingkahnya. Akhirnya ia melanjutkan cara berikutnya yaitu, menggerakkannya ke kanan dan ke kiri guna menyapu permukaan ranum manis itu.


'Sial! Kenapa rasanya manis sekali. Gawat, jika aku meneruskannya maka- "


Bugh! Bhug!


Pukulan keras akhirnya bisa Yoona layangkan pada pria di atasnya itu. Sebab kelengahan yang ia dapatkan dari orang yang sedang menciumnya, akhirnya ia dapat bergerak juga. Sebelumnya, tangan Yoona ditahan dan gerakannya benar benar dikunci oleh Taehyung sehingga ia tak dapat melawan sama sekali.


"Mmmph.. hah- hah- hah-" akhirnya, tautan mereka berdua dapat dilepas paksa setelah pergerakannya dikunci hebat oleh Taehyung.


Mereka saling menatap, dan betapa terkejutnya Yoona setelah melihat bentuk ciptaan tuhan yang Subbhanallah itu.


Deg!


Tiba tiba jantung ke duanya berdegub kencang, bahkan hingga terdengar satu sama lain. 'Sial! Ada apa denganku saat ini? Mengapa jantungku berdegub kencang sekali hingga terdengar seperti ini?' Batin Taehyung setelah berhasil mendapat contak mata dengan gadis yang berada di bawahnya itu.


* Yoona pov


Ya Tuhan! Apa ini? I- ini makhluk apa? Kenapa wajahnya??? TAMPAN SEKAAALII??


YAK! BABBO-YAK! Yoona!! Dia adalah dalang dari oenculikanmu! Kau harus sadar itu. Dan dia- dia- dia mencuri FIRST KISS KU? Aahh waaeeee? Kenapa hari ini aku sial sekali? Soobin oppa! Tolong aku


* pov end


Deg.


Tersadar dari lamunannya masing masing, akhirnya Taehyung bergerak menjah dari posisinya tadi yang berada di atas. 'Hmp, pria sejati memang harus bisa berada di atas dan memimpin semua pergerakan. Tapi? Tadi seolah olah dia yang menggerakkan ku? Bahaya! Jika begitu, aku tak akan bisa bertahan lama dalam menahan semuanya. Apalagi yang seperti itu 🌚🌝 baiklah. Aku akan mempercepat jadwal pernikahan secepatnya. Gadis, awas jika kau berani menolak ku. Tak segan segan aku melakukannya sebelum pernikahan itu dilangsungkan." Batin Taehyung.


"AAAAAAAH!!" Tiba tiba, Yoona berteriak kencang sekali hingga membuat Taehyung langsung bergerak menutup telinganya rapat rapat.


"APA YANG KAU LAKUKAN BARUSAAAN? EOH? INI LARANGAN SEBELUM MENIKAH! KAU! DASAR AJUSHI MESUUUM!!!" Teriaknya semakin histeris setelah sadar apa yang barusan ia alami.


"Yaak! Apa kau bilang? A- ajushi? Aku belum setua itu eoh!" Bentak Taehyung pada Yoona.


"Lalu apa tadi eoh?! Kau melakukan perbuatan persis seperti yang ajushi ku lakukan pada tunangannya!! Dasar makhluk MESUM!!".


BUGH!


Satu lemparan bantal yang mengenai wajah Taehyung sontak membuatnya kaget bukan main. Makhluk kecil dihadapannya ini benar benar membuat kasabarannya lenyap begitu saja.


"Yaak! Kau sangat tidak sopan! Itu- itu tadi-" kata Yoona terbata bata saat ingin mengatakan apa yang ada di dalam fikirannya.


BUGH!


Satu bantal berhasil mengenai wajah Taehyung.LAGI.


'MAKHLUK KECIL INI!!' batinnya yang sudah tak tahan untuk menghukumnya.


"Yak yak yak!! Apa yang kau lakukan.. ah.. ah.. aaaaah!! Turunkan aku! Palli!! Mesum mesum mesuuuum.. aaahh!!"


* * *


"APA?!! Y- Yoona? Bagaimana bisa?! Padahal aku sudah menyuruh mata mata khusus buat mengamankan pergerakan mereka. Dasar tidak berguna!!"


BRAK!


Prang..


Dalam satu pukulan, gelas teh hangat yang dari tadi sudah tersuguh di atas meja langsung terjatuh dan pecah. Jangan ditanya seberapa marahnya Mr. Park pada bawahannya itu. "Mianhe Mr, saya akan coba menghubungi mereka lagi. Mr tenang saja" bukuknya pada insan yang sedang meluapkan emosinya pada pucuk kepala. "Baiklah! Akan kuberi kalian waktu 2 hari untuk menghubungi mereka semua. Jika gagal maka.."


Ia berhenti melanjutkan perkataannya, Mr. Park berjalan menuju meja yang terdapat lemari kecil dan mengeluarkan sebuah benda yang mengkilat di sana. "Kalian lihat ini?" Katanya sambil melempar lempar benda itu ke dalam kepalan tangannya. "Jika sampai gagal maka benda ini akan bersarang tepat pada J A N T U N G kalian semua." Selesai Mr. Park berkata seperti itu, mereka semua langsung diam di tempat dan masing masing meneguk keras salivah yang terasa seperti tersangkut di leher. "B- baik Mr!" Ucap mereka antusias setelah tak ingin mengalami apa yang Tuan mereka katakan barusan.


"Huh! Aaakh!! TAEHYUNG, awas saja jika kau berani melukai putriku!" Marah Mr. Park pada pria yang bernama Taehyung itu. Tak lama setelah perundingan tersebut, Mrs. Park datang dengan wajah memelasnya. Ia merasa kasihan pada suami tercintanya yang telah bekerja keras guna membalaskan dendamnya pada keluarga KIM itu.


"Haah~ gwenchana suamiku.. aku yakin, putri kita akan baik baik saja." Ucapnya lembut pada sang suami agar emosinya sedikit menurun,dan benar saja. Walau hanya dengan kelembutan, Mrs. Park selalu berhasil membujuk suaminya dan kembali meluluhkan hati kerasnya. "Bukankah kau sudah mengajarkan ilmu bela diri padanya hmm? Aku yakin dia pasti akan memukul pria itu jika berani berbuat yang aneh aneh. Okey?" Katanya sambil memeluk tubuh kekar milik suaminya itu.


"Haaah.. arasso~ kita ber-do'a saja" ia membuang nafasnya pasrah dengan apa yang barusan ia alami. Benar benar hari yang buruk baginya. Mulai dari menurunnya harga saham sedikit demi sedikit, adik istrinya masuk rumah sakit karena mengalami kecelakaan, lalu ini? Yoona. Putri tunggal keluarga Park diculik.


* * *


Nepitamnumul~ nemajimak cumul da~ gajo-


*DERING RINGTONE TAEHYUNG~πŸ˜‚


"Yeobosso?EOH.Β  hyung? Ada kabar apa lagi?"


πŸ“±:"yak.. Taehyung-a~ bagaimana rasanya?"


"Yaak!! Apa maksudmu hyung? Rasa apa?"


πŸ“±:"haah~ tolong jangan berpura pura bodoh Taehyunga~ bukankah incaranku bagus hmm?"


"Aish! Kau ini"


πŸ“±:"eoh.. wae? Bagikanlah sedikit kebahagiaanmu padaku."


"Aish!! Jangan bicara yang aneh aneh! Tak ada enaknya sama sekali kau puas?!!"


πŸ“±:"AHAHA..apa maksudmu? Bukankah dia masih muda dan pera-"


"Cukup hyung. Sudah cukup dia melemparku dengan bantal tidurku!"


πŸ“±:"ah! Wae wae wae?? Kau benar benar ingin melakukannya tadi? Waah Taehyung-a~ kau benar benar tidak sabaran yah..ahaha aku tahu pilihanku memang sangat ba-"


"Aish!! Menyebalkan sekali! Apanya yang menyenangkan? Justru nafsuku langsung hilang dengan sekejap."


Β  Setelah menutup telepon secara sepihak, akhirnya Taehyung beranjak dari posisi duduknya dan pergi melihat makhluk kecil yang sedang berada di dapur.


. . .


"Wah! Benar benar bersih? Ck ck ck.. ini. Masih ada 2 tumpukan lagi" katanya sambil meledek Yoona yang ternyata sedang diberi hukuman akibat ia melempar bantal ke arah wajah Taehyung.


"Cuci piringnya yang benar. Pelan pelan saja, jika pecah maka-"


"DIAM LAH! Setelah ini aku akan pulang!" Yoona benar benar kesal dengan sikap Taehyung yang seolah puas dengan apa yang ia lakukan. Piringnya banyak sekali, itu adalah kaliamat yang pertama muncul saat ia digeret paksa oleh Taehyung ke dapur. "Wah wah~ tikus kecilku sudah berani membentak predatornya yah~" Taehyung samakin dibuat gemas oleh ekspresi lugu gadis di hadapannya itu.


"A- ada apa? Ma- mau apa ka- kau mendekat?" Kata Yoona yang gugup atau bisa dibilang, SALAH TINGKAH! Semakin lama, semakin dekat hingga.


Deg!


Kakinya terhenti saat merasakan meja cucipiring menghalangi pergerakannya. 'Sial!'


Kini jarak antara wajahnya dan Taehyung hanya sebatas 3cm saja. Hingga desiran nafas mereka saling menerpa wajah satu sama lain. 'Tidak! Aku harus menghindarinya'


Cup!


Lagi. Taehyung mencium singkat pipi bulat itu. Yoona terlambat menghindarinya. Rasa seperti, kepiting rebus yang siap disantap oleh orang lain. Pipinya memerah sekali, malu. Yoona mengerjapkan lucu matanya guna menetralisirkan pikirannya dan berfikir apa yang telah terjadi. "Gwanchana? AHAHAHAHA.." Tiba tiba Taehyung merasa sangat puas dengan apa yang telah ia lihat. Ia benar benar gemas sekali melihat Yoona yang hingga sekarang masih terbengong kaku. Sepeti ikan mati, 'kiyowo~' batinnya saat berhasil mencoba menggoda makhluk kecil di hadapannya ini.


"Ah! Ternyata kau tidak berbohong. Apa benar benar aku yang pertama? Hmm??" Semakin lama Yoona semakin menarik perhatian Taehyung. Yoona seperti memiliki magnet tersendiri baginya. Ntah itu karena sikapnya pada Taehyung, ntahpun itu karena 'BIBIRnya'


Masih dalam keadaan yang sama, BENGONG. Yoona masih berusaha keras berfikir apa yang ia alami barusan.


"Ahaha sudah sudah, mungkin kau benar. Itu adalah yang pertama juga, baiklah. Akn aku antar kau pulang, kajja!" Taehyung menarik tangan Yoona untuk pergi namun. "Eoh? Ada apa denganmu? Kajja! Kita pulang ke rumahmu" ajak Taehyung sekali lagi padanya. Tak ada respon dari Yoona. Pandangannya kosong sekali, seperti tak memiliki jiwa.


'Ada apa dengannya? Tidak mungkin, ini ahanyalah kecupan di pipi biasa.' Batinnya. Karena Taehyung tidak suka menunggu maka, akhirnya menggendong makhluk kecil itu untuk diantar pulang. "Aaah!! Turunkan aku!!" Akhirnya, setelah sekiyan lama ia berteriak kembali. "Aakh kau memekakan telingaku." Ucap Taehyung padanya. "Kajja. Ku antar kau pulang" ajaknya langsung menurunkan Yoona. "Eh kajjima! Biar cepat." Setelah mengatakan itu, Tanpa berpikir panjang, Taehyung menggendong kembali Yoona di atas bahunya seperti membawa karung beras.


"Yak yak yaaak!! Pallii turunkan aku!! Aaaakh.. dasar MESUM! APA YANG KAU LAKUKAN?? AAAHH!"


🌝🌚🌝🌚note:


hayolooo~ 🌚 siapa yang belom gede baca ini? Ahaha akhirnya aku bisa come backπŸ˜‚ jangan lupa nantikan cerita aku selanjutnya yah..


Nih, dapat salam dari abang tetet😍