
Dengan segala cara Taehyung telah mempersiapkan keberaniannya untuk bertemu dengan Yoona setelah insiden pagi tadi. Ia berfikir bahwa tindakannya itu sangat tidak sopan. Inilah alasan yang ia rencanakan sebagai permohonan maaf.
Ia merasa dadanya seakan ingin meledak saat ini juga. Setelah melihat penampilan Yoona yang sangat mengesankan.
Setelah turun dari dalam mobil, seketika ia langsung datang menghampiri Taehyung.
"Ahjussi, kau.. mengajakku makan siang bersama?," Tanya Yoona dengan polosnya. Seketika mengundang senyum merekah pada ranum Taehyung.
Ia berjalan mendekati istri kecilnya itu dan berbisik lembut.
"Sebaiknya jangan panggil aku dengan sebutan itu jika kau tidak ingin menjadi tontonan mereka." Sambil mengedipkan mata pada gadis di depannya.
Merasa faham dengan apa yang Taehyung maksud, Yoona langsung menutup wajahnya malu.
Taehyung tertawa puas setelah berhasil menggoda istrinya.
"Yak! Kau mengatakan itu di depan umum! Sangat memalukan!." Marah Yoona yang sekali lagi mengundang gelak tawa sang pengusaha muda tersebut.
Tak henti hentinya ia menggoda Yoona dengan perkataan yang memalukan. Hingga tak jarang juga ia melihat wajah Yoona seperti buah tomat.
"Kau! Mengapa disaat seperti inipun berani menggodaku?!" Taehyung tidak peduli, ia terus saja mengeluarkan suara bariton itu sambil sesekali menoel lengan Yoona. Sangat lucu.
"Baiklah baiklah.. kajja!." Setelah puas sudah membuat Yoona salah tingkah, barulah mereka masuk ke dalam mobil dan pergi tak bergeming.
"Yaaak! TAEHYUNG! BONEKAMU!!!." Dari belakang Suga berteriak tak karuan. Tapi tetap saja mobil itu melaju menembus keramaian jalan.
Jangan ditanya seperti apa perasaan itu sekarang. Ia harus menerima ribuan suara tawa. Dan dia sangat malu untuk menghadapi hal itu.
"KIM TAEHYUUUNG!."
"Ada apa dengan sekretaris Suga? Apa dia sedang mengalami tekanan berat?."
"Entahlah, sepertinya begitu."
Benar saja, apa yang telah ia lakukan adalah pancingan bagi mereka yang suka menyebarkan gosip di perusahaan.
Begitu malang nasibnya, harus bekerja dibawah tekanan Taehyung. Dan saat ini telah menerima nasib dengan boneka '****' sialan.
Gelak tawa dilemparkan kepadanya. Hingga membuat hati ini kadang kadang ingin membuat mereka bungkam.
"Sekretaris Suga yang terbaik~" Ledek mereka yang membuat indra pendengarannya aka meledak. Tapi ia harus menahan sekuat tenaga.
"Sekretaris idaman para pemilik perusahaan~" Sambut yang lain.
Baiklah, sepertinya kesabaran tersebut cukup sampai disini. Suga membalikkan badannya guna menghadap ke arah mereka.
"Lihatlah wajah tampannya itu~"
Habis sudah canda tawa mereka setelah dengan mudahnya jari tangan milik Suga memaki semua dan membisukan segala macam suara.
"F*ck!."
πππ
Setelah menempuh perjalanan selama 1 jam lebih, mereka tiba disebuah restoran sederhana.
Taehyung memarkirkan mobilnya tepat di sebelah pagar yang membatasi antara pekarangan dan jalan besar.
"Ahjussi.. ini.. mmph-"
Taehyung menyambar ranum manis Yoona. Sehingga membuat dirinya melebarkan mata.
Cukup lama karena tidak hanya sekedar menempelkannya saja, Taehyung menggerakkan lidahnya sangat lembut. Sesekali ia meminta balasan dari Yoona. Namun ia tak kunjung melakukan itu.
"Hah.. hah.. kau-" Yoona mengatur nafasnya yang tersengal sengal. Ia tampak sangat salah tingkah akibat perilaku dari Taehyung belakangan ini.
Wajahnya seakan benar benar menjadi buah tomat. Rasanya seperti kepiting rebus. Pipinya benar benar merah, sangat tampak dengan jelas.
Hal itu mengundang tawa Taehyung, lalu segera membukakan pintu untuk sang putri.
Ia mengulurkan tangannya yang besar, dan menuntun tubuh istrinya itu menuju kedalam.
"Jangan menilai restoran ini hanya dari penampilan saja."
Lamunan Yoona terhenti seketika saat suara berat itu keluar. Sepertinya ia telah tertangkap basah sedang menimbang nimbang bagaimana penilaiannya terhadap restoran ini.
"Hai sobat, bagaimana kabarmu?." Sapa Taehyung sambil menggerakkan anggota tubuh mereka sebagai salam keakraban.
"Yak! Taehyung! kapan kau tiba?!
Mari, akan aku sediakan menu baru!." Katanya sambil menyiapkan segala kebutuhan sebelum makanan utama siap dihidangkan.
Pada akhirnya dia menghilang di sudut ruangan. Sepertinya itu dapur.
Yoona yang merasa penasaranpun memandang wajah Taehyung dengan tatapan bingung.
Sedangkan orang yang dipandang melemparkan senyum kotaknya.
"Hihi.. dia adalah Baekhyune, teman mainku sejak kecil. Dia adalah koki hebat dulu, hingga akhirnya ia jatuh kedalam dunia perjudian. Berakhir deperti ini." Jelasnya yang diakhir kalimat dengan nada mulai melemah.
Terdengar sangat memilukan. Judi adalah kesalahan terbesar jika kalah. Namun beda arti jika menang. Bagi Yoona seperti itu, hingga ia tersenyum dengan sendirinya.
"Hey. Ada apa denganmu?." Tegur Taehyung yang berhasil membuat Yoona terkejut.
"em.. bukan apa apa." usahanya menutupi kebenaran.
'Bagaimana jika aku yang menang, pasti sangat menguntungkan!.' Tanpa sadar Yoona bergumam dan ternyata dapat didengar oleh Taehyung.
"Apa yang kau katakan barusan?!."
"ah. A- anio!."
Jantungnya berdegup kencang saat Taehyung menatapnya dengan sangat tajam.
"Teman temanku juga banyak yang seperti dia." Lanjutnya yang membuat Yoona kembali menatapnya.
"Ma.. maksudnya?"
"Mereka terjebak di dalam permainan setan itu juga."
Ia menyeruput minuman yang ada di meja sambil memijit pelipis mata.
Yoona memutuskan untuk menjadi pendengar yang baik saja. Ia tidak mengetahui apapun, hingga harus sabar menunggu kelanjutan cerita.
"Tapi yang anehnya, mereka jatuh di lubang yang sama. Sehingga semua saham mereka anjlok dan tidak dapat dipertahankan." Jelasnya kembali hingga membuat dahinya sedikit berkerut.
"Hal itu justru bertambah semakin aneh saat aku melihat surat pemindahan saham mereka. Nama yang tercantum di kertas tersebut semuanya sama!." Pendapat itu terdengar sangat meyakinkan, hingga Yoona berfikir ini adalah obrolan serius.
"Oppa menyelidikinya?..." Tanya Yoona dengan polos.
"Iya, aku membantu mempertahankan saham mereka." ucapnya dilanjutkan menyeruput kembali air segar itu.
"Bagaimana hasilnya?,"
Saat Yoona menanyakan hal itu, Taehyung terlihat sedang berfikir dengan sangat jelas. Alisnya benar benar menyatu, namun semuanya terlepas saat satu kalimat itu membuatnya melemah.
"Aku gagal.." Lirihnya dengan nada yang benar benar terdengar menyesal.
Sedikit terhuyung mendengar pengungkapan dari Taehyung. Wajahnya terlihat sangat lesuh saat selesai mengatakan kejadian beberapa waktu yang lalu.
Entah mengapa tiba tiba Yoona berdiri menuju belakang Taehyung. Ia meletakkan perlahan tangannya di atas kepala pria itu.
"Oppa jangan menyalahkan diri sendiri, yang terpenting oppa sudah melakukan yang terbaik."
Ucapnya yang entah mengapa sudah memijat kepala Taehyung yang sebenarnya terasa sakit. Otomatis hal itu mengundang warna semu pada pipinya. Taehyung merasa senang jika Yoona ternyata gadis yang peduli terhadapnya. Hingga perlahan rasa sakit itu sedikit berkurang.
"Wah wah.. apa aku mengganggu moment ini,." Baekhyune datang dengan membawakan beberapa nampan di tangannya.
'Wah! Dia hebat sekali.' Yoona terkesima melihat kemampuan yang dimiliki oleh teman Taehyung.
Namun baru saja ia hendak mengerjapkan mata, sepasang mata Taehyung telah lebih dulu menghampiri pandangannya. Seperti sebuah tanda 'Jangan memuji dirinya'.
Sontak hal itu mengundang tawa yang terbilang lepas dari mulut Baekhyune. Apalagi setelah ia mendapati nyali Yoona yang mulai menciut dibuat oleh sahabatnya itu.
"Hey Taehyung-ssi, jangan terlalu kejam kepadanya. Coba lihat mimik wajahnya itu, ia akan menangis.." Ucapnya sambil memberi peringatan kepada Taehyung.
Sedangkan pria yang dimaksud malah mengeluarkan smark nya saja, dan berusaha untuk tidak peduli.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya perut mereka dapat terisi oleh makanan lezat dari restoran ini. Sambil sesekali mereka berbicara dan bersenda gurau.
"Wah! Jadi bagaimana hubunganmu dengan... nya?." Taehyung sengaja memperjelas ucapannya perlahan. Berharap temannya itu segera memberi jawaban yang pasti.
Tak ada kata kata setelah itu, Baekhyune hanya memasangkan senyum pahit saja.
"Yah.. mau bagaimanapun.. aku tetaplah salah dimata mereka.. jadi.. aku.. menyerah." Terdengar sangat menyedihkan. Seorang pria kuat nan pemberani ini tiba tiba menyerah karena beranggapan usahanya selama ini tidak berarti apapun.
'Kasihan dia' Yoona hanya bisa berkutik didalam hati saja. Karena jika ia ikut menyambungkan pembicaraan maka habis sudah.
Taehyung memberikan tawa renyah sebagai respon dari pernyataan Baekhyune.
"Tenanglah.. Rencana Tuhan jauh lebih pasti dari rencanamu."
Sumpah demi apa kata kata suci itu keluar dari mulut seorang Kim Taehyung?!
Yoona melebarkan matanya seketika setelah mendengar kalimat itu. Baekhyune yang menyadari hal tersebut, seketika teralih kepada Yoona.
"Hey, darimana kau mendapatkan gadis secantik ini?."
Lain hal nya dengan pria disebelahnya yang memasang wajah datar biasa saja.
"Aku mengutipnya dari pinggir jalan." Ucapnya dengan santai.
Yoona terperanjat mendengar jawaban Taehyung. Ia merasa tidak terima akan hal itu.
"Ekspresinya lucu sekali." Sekali lagi pria itu tertawa dengan gembira.
Itu berhasil membuat hati Yoona menjadi hangat. Senyuman pria itu sangat indah dan terlihat tulus. Namun seketika hal itu ditepis oleh pria berwajah datar.
"Jangan berlebihan."
Demi apapun! Ingin sekali Yoona memukul wajah sok angkuh milik Taehyung. Padahal belum lama ini ia telah terpincut dengan aset miliknya.
'Huh! Dasar munafik!' Gerutunya dari dalam hati.
"Yow man.. jangan mengatakan itu kepadanya. Gadis seperti ini sangat jarang ditemukan. Manjakanlah dia sebelum itu semua berakhir."
πππ
Sepanjang perjalanan mereka hanya bisa berdiam diri. Menyibukkan kegiatan masing masing tanpa suara. Taehyung yang teramat fokus dengan jalanan yang ada di depan, dan Yoona yang menarik ulur akun media sosial miliknya.
Sekitar 25 menit lagi baru mereka bisa merenggangkan syaraf dan otot. Dengan keadaan yang seperti ini 25 menit akan terasa seperti 25 jam.
Ditambah lagi benar benar suara mesin mobil yang tertangkap oleh gendang telinga. Keadaan seperti ini terjadi sejak pria itu mengatakan kalimat terakhir yang membuat Yoona bingung.
"Manjakanlah dia sebelum semua itu berakhir."
Setelah itu semua hening tak bergeming. Ini sangat aneh bagi Yoona. Taehyung yang biasanya akan menanggapi semua pembicaraan, malah diam tak ingin membalasnya sama sekali. Terlihat sangat tidak sopan jika ia memperlakukan sahabatnya sendiri seperti itu.
Hingga berakhir dengan suara sambungan telefon yang memecahkan keheningan.
"Ya, ini aku."
π±"~~~"
"Kau tak perlu ikut campur!."
π±"~~~"
"Urus saja urusanmu! Jangan urus urusanku! Kau mengerti?!!."
Prak.
Ia membanting benda pipih itu di depan stir mobil hingga menghasilkan suara yang cukup keras.
Taehyung terlihat frustasi setelah menanggapi panggilan barusan. Ia memijat kedua pelipisnya menggunakan jari jari besar itu.
Sesekali terdengar seperti sedang menggerutu tak jelas. Namun yang semakin membuat Yoona penasan adalah ada apa dengan kalimat itu? Mengapa ia jadi marah setelah Baekhyune mengucapkannya? Apa ada masalah dengan hal tersebut?
Sudahlah, kepala Yoona juga akan ikut pecah jika terus memikirkan yang belum sesuai dengan usianya.
Dengan perjalanan yang panjang, akhirnya mereka tiba di rumah. Taehyung yang pergi begitu saja setelah memarkirkan mobilnya di garasi. Tanpa membukakan pintu mobil untuk sang istri.
Ada apa ini? Entahlah, Yoona masih berusaha untuk tidak peduli.
Mereka masuk ke dalam kamar dan berakhir pada kamar mandi.
Taehyung mandi sedangkan Yoona melepaskan riasan dan menghapus make up nya yang tipis.
Suara percikan air dari dalam sana terdengar sangat jelas. Yoona bingung harus bertindak seperti apa.
Ia juga berfikir untuk membujuk Taehyung agar menceritakan masalahnya, tapi hal itu sama dengan memasukkan diri kedalam kandang singa. Habis sudah kepalanya dipenuhi oleh masalah hari ini.
Bukannya makan siang yang romantis, melainkan makan siang yang dramatis.
Setelah 20 menit duduk menunggu suaminya itu keluar, akhirnya Taehyung memunculkan dirinya di depan pintu kamar mandi.
"O- oppa sudah siap? A- aku.. ma- mau mandi juga." Perkataan Yoona menjadi sangat berantakan. Tiba tiba nyalinya menciut saat melihat raut wajah Taehyung yang tidak bersahabat.
Segera mungkin ia berlari memasuki kamar mandi tersebut. Namun baru hendak membuka pintu, tangan Yoona ditarik cukup kasar oleh Taehyung.
Dengan jantung yang berdegup kencang tak karuan, hingga ia sulit untuk menelan salifa nya.
Taehyung mengatakan hal yang membuat bulu disekujur tubuh Yoona meremang.
"Kau.."
Yoona terperanjat hebat setelah suara dingin itu berhasil ia dengar.
"Jangan dengarkan perkataannya tadi." Jelasnya yang diakhiri oleh mengotak atik pakaian yang ada di dalam lemari.
Bahkan tanpa diberi tahu olehnyapun, Yoona benar benar sudah tidak mengerti dari awal. Ia juga mencoba untuk tidak memikirkan hal tersebut.
Tapi karena Taehyung malah mengingatkan hal itu, otomatis rasa ingin tahu Yoona muncul kembali.
'Tenang Yoona, gadis polos akan selalu menang.'
Dilanjutkan oleh ritual membersihkan diri. Menyetel bagian air hangat pada shower, dan memberi cairan berbusa yang wangi pada kulit tubuhnya.
Yoona sangat ingin untuk tidak memikirkan hal itu, namun semua sia sia belaka. Selama proses bersih bersih ini, ia selalu terpikirkan untuk kalimat tersebut.
"Sebenarnya ada apa dengan mereka? Mengapa jadi sinis seperti ini? Apa.. oppa memiliki rahasia besar dengan pria cantik itu? Haaah.. sudahlah, biarkan pemikiranku tetap polos."
Yoona hanya bisa menghembuskan nafasnya ke udara. Menyatu dengan harumnya shampo dan sabun. Membuat ciri khas tersendiri bagi tubuh mungil itu.
Saat hendak mengambil handuk untuk mengelap sisa buliran air, tiba tiba Yoona teringat dengan gambaran wajah Baekhyune.
"Kalau di-ingat kembali, wajahnya cantik sekali."
Pipi Yoona bersemu merah setelah dengan lancangnya ia mengingat wajah pria lain.
"Kyaaa! Apa dia seorang idol? Kulitnya bagus sekali. Benar benar tanpa flek dan mengkilat. Haah.. apa aku gagal menjadi seorang wanita? Huf! Menyebalkan!." Yoona menggerutu dan menatap wajahnya tepat di depan cermin.
Ia meneliti setiap inci dari tubuhnya. Yah, walau banyak yang telah mengatakan komposisi tubuhnya sangat bagus, tapi ternyata ia kalah dibanding dengan komposisi wajah seorang pria.
"Ternyata ini yang disebut dengan 'di atas langit masih ada langit' aaakh! Menyebalkan!." Kembali ia mengacak acak rambutnya yang basah.
Setelah memakan waktu hampir 30 menit, ia keluar dengan keadaan yang sudah rapi dan lengkap.
Yoona berinisiatif untuk membuatkan Taehyung kopi atau teh hangat. Agar mengurangi rasa frustasi tersebut.
Namun baru saja ia menginjakkan langkah yang ke 3 menuju dapur, tiba tiba Taehyung menarik tangan Yoona hingga menabrak tubuhnya yang kekar.
Yoona mengelus hidung minimalis miliknya. Bisa bisa itu akan hilang jika terus mengalami rasa sakit seperti ini.
"Yoona.." panggil Taehyung
Sosok yang merasa terpanggil mendongakkan kepalanya sebagai respon. Ia menuntun tangan Yoona menuju sofa. Ia merebahkan tubuhnya sejenak, dan membiarkan Yoona ikut duduk di sampingnya.
Yoona sudah menunggu selama 5 menit agar Taehyunh berbicara, tapi bukannya mengeluarkan suara, Taehyung hanya diam tak berkutik. Hingga akhirnya terpampanglah ekspresi wajah yang selalu membuat jantung lepas dari rongganya.
οΏΌ
'Sangat tampan~' bahkan hatinya pun tak sanggup mengucapkan kata kata tersebut. Rasanya ia ingin pingsan walau sudah cukup lama mereka tinggal bersama. Rasanya wajah Yoona benar benar merah padam.
"Yoona.." panggil Taehyung yang seketika membubarkan lamunannya.
"Y- ya~" sahut Yoona dengan gugup.
Tampak seperti sedang berfikir cukup lama. Taehyung akhirnya membuka mulutnya kembali.
"Bolehkah aku bertanya?."
Yoona bingung harus menjawab apa, bukannya ia harus mengangguk saja. Tapi mengapa firasatnya jadi tidak enak?
"Ya, si- silahkan saja." Sepertinya ia harus mengurangi pikiran buruk tentang Taehyung. Apa lagi mereka adalah suami istri, tidak baik jika harus berprasangka buruk terhadap suami sendiri.
"Jika aku meminta sesuatu, apa kau akan menurutinya?." Ucap Taehyung dengan memasang ekspresi yang tidak dapat ditebak.
"Mu- mungkin aku bisa." Jawabnya dengan sedikit ragu dengan apa yang akan Taehyung nyatakan.
"Itu adalah jawabanmu, maka aku akan mengingatnya." Dilanjutkan dengan Taehyung yang mulai terasa sedikit aneh.
Sepertinya firasat buruk akan kembali menghampirinya sekarang. Dasar Yoona yang polos dan lugu, pasti ia sudah terjebak dalam perangkapnya Taehyung.
"Bolehkah kita melakukannya sekarang?."
"A- APA?!." Yoona memekik dengan begitu keras hingga ia harus berdiri menjauhi Taehyung.
"Hey, hanya malam ini saja." Rengek Taehyung semakin menjadi jadi.
Runtuh sudah nyali Yoona saat dengan tiba tiba tubuhnya terangkat ringan di udara.
Benar, Taehyung mengangkatnya dengan paksa dan tidak merespon apapun atas teriakan dari gadis mungil di bahunya.
"YAAAK! DASAR AHJUSSI MESUUUM!"
πππ
Jangan lupa vote dan komennya~
Dapat salam dari Yeontanπ