
Β Suasana dingin kembali menyeruak ke dalam pori pori kulit keduanya. Setelah menghabiskan cukup banyak waktu, akhirnya mereka dapat keluar dari jalanan yang padat dan penuh. Keringat bercampur dingin menjadi dominan diantara mereka.
Menelusuri lampu lampu jalanan dengan perlahan sambil sedikit menjaga jarak apabila ada niatan buruk datang kembali. Begitu pikir makhluk kecil di samping pria bertubuh tinggi itu. Ya, mereka akhirnya memutuskan untuk berjalan kaki saja. Karena Yoona sudah begitu jenuh di dalam transportasi yang mewah itu. Katanya Ac yang terlalu dingin, tempat duduk yang terlalu banyak busa, hingga kaca jendela yang terlalu berwarna hitam pekat. Dan pada akhirnya, Taehyung benar benar mengalah dan mengambil keputusan yang Yoona buat secara sepihak.
"Sudah puas?" Tanya Taehyung pada gadis di sampingnya. Bukannya merasa bersalah, Yoona malah terlihat lebih baik dan senang dengan keadaan yang melelahkan ini. Bagi pria berkedudukan tinggi, ini adalah hal yang memalukan tapi bagi Yoona, ini adalah hal yang paling menyenangkan.
Ditambah lagi, ia ingin meluncurkan niatnya dari tadi untuk balas dendam kepada Taehyung. Karena sudah keterlaluan padanya.
Β Β Tiba tiba Yoona tersenyum Devil sambil melirikkan sorotan mata mengejek sedemikian rupa.
'Rasakan itu ajusshi mesum. Kali ini aku akan membalasmu dan aku akan menang! Huh. Lihat saja, seberapa tahannya kau berjalan hingga ke rumahku' Hingga batin dari seorang Yoona akhirnya kembali mengutuk seseorang selain Jenni.
"Jangan mengutuk ke sembarangan orang. Nanti kau akan menyukainya" sambung Taehyung pada gadis bersurai sebahu itu.
"Haaah~ sudah cukup. Ternyata kau hanya mengerjaiku! Kau membohongiku. Huh! " kata Taehyung yang sudah mulai kesal pada Yoona. Ralat, sebenarnya ia ingin mengatakan sesuatu pada Yoona tapi, ia masih ragu. Makanya ia mencoba memancingnya untuk berbicara.
Tanpa basa basi, Taehyung langsung menarik tangan mungil itu. Menuju suatu tempat yang gelap dan cukup lembab.
πππ
Pagi ini suasana OneG Company, sedang dalam masa yang aman, damai, dan tentram. Semua diakibatkan oleh suasana hati pemilik perusahaan ini sedang dalam keadaan merayakan kemenangannya.
Semua karyawan atas maupun bawah sedang menikmati hidangan yang telah disediakan oleh Taehyung itu sendiri. Ia rela mengeluarkan kocek sebesar ratusan ribu bahkan jutaan won demi kondisi hatinya yang baik.
"Waaah~ tidak sia sia aku bekerja keras bulan ini, akhirnya boss kita mengerti keadaan para karyawannya. Semoga saja sering sering seperti ini." ucap salah satu karyawan. "Iya, akhirnya ada waktu buat kita bersenang senang. Padahal aku mengira bahwa hal ini tidak akan pernah terjadi. Yah, kalian tahu sepeti apa boss tampan kita ini?" Gurau karyawan wanita bersama dengan teman teman perkumpulannya.
"Yap semuanya! Bagaimana hari ini? Apakah kalian menikmatinya?"
Saat sedang bersenda gurau, Suga datang memecah percakapan yang sedang mereka lakukan bersama.
"Ah! Sekretaris Suga? Waah~ dia selalu tampan yah. Waah~ andai saja aku bisa-"
"Wah wah~ daya hayalmu terlalu mengalahkan bulan! Jangan pernah terbang setinggi itu."
"Aish~ kau benar. Betapa beruntungnya wanita yang ia cintai nanti. Aku, jadi sangat sedih~"
Saat keduanya melakukan hal yang paling menyenangkan (gibah) tiba tiba saja Suga datang di hadapan mereka dan menawarkan 2 gelas aggur merah di tangannya. "Benarkah ? Kira kira, seberuntung apa wanita itu?" Tanyanya pada 2 gadis yang sedang ia hampiri.
Bagaikan kesatria berkuda, mereka berdua terpanah terlalu dalam pada visual sekretaris serta kepercayaan boss mereka itu. "Biar aku tebak!" Tiba tiba ia melanjutkan kalimatnya dengan sedikit keras. Akhirnya mereka tersadar dari lamunan satu sama lain. "Apa kalian berpikir bahwa ia akan mendapatkan apa saja dariku?" Tanyanya sambil menggoyangkan gelas yang berisi minuman itu memutar ke kanan dan ke kiri.
Lalu mereka merespon dengan cepat dengan anggukan yang antusias. "Haha, jika hanya itu. Itu sudah pasti aku lakukan." Katanya sambil melirik ke arah karyawan itu. "Tapi, akan lebih beruntung setiap wanita yang dicintai oleh Boss kalian itu." Kata Suga dengan setiap penekanannya. Terdengar seperti sebuah sindiran sekaligus teguran buat mereka agar tidak lagi terlalu mengagumi dirinya. Karena bagi Suga, visual Taehyunglah yang lebih pantas untuk dipuji bukanlah dia.
Baginya, hanya 'DIA' lah yang boleh memuji ketampanan sekaligus kekayaannya.
Tak sampai habis di situ saja, tak lama setelah acara tegur menegur akhirnya yang ditunggu tunggupun hadir di tengah tengah semuanya.
Taehyung melangkah bak seorang pangeran yang diminati 1000 putri cantik. Melangkah dengan gagah beraninya menelusuri kerumunan manusia. Sempat terbesit dalam pikirannya tentang kejadian tadi malam. Tapi, ia langsung menangkis itu semua dan kembali mengendalikan alam sadarnya.
Ia berhenti setelah berhasil menempatkan dirinya di tengah tengah lantai pesta. Melebarkan jarak pandangnya kepada semua karyawan karyawan teladan yang berhasil ia kumpulkan. Sudah pasti saat ini perasaannya adalah...
SENANG.
Ternyata tak hanya sampai di situ saja, kini kesenangannya sudah bertambah menjadi 2x lipat.
"Nikmatilah hari hari terbaik kalian. Selagi hatiku masih mau mengambil keputusan emas dan tidak akan pernah datang untuk kesekian kalinya. Lagi." Katanya sambil meletakkan kedua tangannya di dalam saku celana.
Pagi ini dia menggunakan style rambut yang sangat berbeda dari biasanya. Hal itu berhasil menyebabkan beberapa karyawan wanita yang bekerja di perusahaannya hampir jatuh pingsan akibat ketampanan visual boss besar mereka.
"Aigoo!! Dia bukan manusia biasa. Dia adalah alien! Benar benar pangeran negeri khayalan~"
"Benar. Lihat style rambutnya hari ini!! Kiyaaa >.< "
Tapi bagi Taehyung, style nya pagi ini tidak terlalu tampan. Karena biasanya ia biasa menggunakan berbagai macam style yang lebih tampan lainnya.
Contoh 1 hari yang lalu :
πwaaah~ authornya jadi ngiler nih~ tanggung jawab Tetet!!ππ
Contoh 2 hari yang lalu :
β€yaelah.. suka suka dia baek dah kalau mau pergi ke kantor. Lah itu kantor punya diaπ aduuh style nya pingin gigit. Bibirnyaπwoaa~
πππ
"Mianhe eomma~ "
Kini Yoona sedang berada di ruang pertemuan Mr.Park. Appa dan eommanya dari tadi hanya menginginkan penjelasan darinya. Mengapa ia melakukan hal sebodoh itu. Itu sama dengan menghancurkan seluruh saham appa dan eommanya.
"Ingat Yoona! Keputusan ini sudah kami ambil. Dan kau tidak bisa mengubahnya sama sekali! " bentak Mr. Park pada putri kecilnya. "Ta- tapi-" ucapannya terhenti saat seseorang datang dengan tergesah gesah.
"Mr.! " pekiknya cukup merasa kepanikan. "Ada apa?" Tanya Mr. Park pada bawahannya itu. "Mereka- i- itu!" pekiknya kembali. "Mereka siapa? Ada apa ini sebenarnya?" Sambung Mrs. Park ikut merasakan kebingungan.
.
.
"Apa?!!" Mr. Dan Mrs. Park berteriak sangat keras hingga membuat Yoona menutup rapat telinganya.
"Mana mungkin secepat itu! DASAR PRI--"
Deg.
"Aku harap tak ada yang namanya pelanggaran dalam perjanjian kita... Mr. dan Mrs. Park."
Dengan sigap, seorang pria masuk tanpa ada tanda tanda keberadaanya. Ya, pria bernama Taehyung itu masuk tanpa sepengetahuan sang pemilik rumah itu sendiri.
Ia masuk dengan gontainya tanpa merasa ada dosa atau beban. Mengambil ancang ancang untuk duduk pada sofa empuk milik Mr. Park dan mengangkat 1 kakinya diatas, dan kakinya yang lain menumpu di bagian bawah. Santai, dan menikmati alur hidupnya sendiri.
"Hey kau!" Panggilnya pada bawahan Mr. Park itu.
Β Tanpa basa basi, ia pun langsung mendatangi orang yang telah memanggilnya.
"Terima ini, dan pergilah!" Perintahnya pada pria muda di hadapannya itu. Ternyata ia sedang mengeluarkan kocek sebesar 100.000 won korea untuk menyuruhnya keluar. Pria itu sempat terpelongo tidak percaya, lalu ia menatap kembali Mr. Park dan dibalas dengan anggukan olehnya.
"Haah~ Mr dan Mrs. Park, ada masalah apa dengan keputusanku? Hmm?" Tanya pria itu sambil mengangkat sebelah alis tebalnya. "Atau jangan jangan, benar apa yang dikatakan sekretarisku? Kalian, ingin menipu seorang KIM TAEHYUNG?" Pertanyaan kembali bertubi tubi ia lontarkan pada pasangan suami istri itu.
"Ah itu," gugup Mr. Park
"B- baiklah- jika itu- m-mau Tuan Taehyung" sambung Mr. Park pada lawan bicaranya itu dengan sangat gelagapan.
"Apa? Mau apa kau datang ke sini? Ada urusan apa kau dengan keluargaku?!" Tiba tiba Yoona memasuki ruang obrolan yang sebenarnya tidak boleh ia ikuti. Jika tidak maka-
"Wah wah~ putri kalian ini belum tau sepenuhnya? Apa.. kalian belum memberitahu tentang hal itu..?" Senggak Taehyung kepada pasangan suami istri itu. "Tidak! Ka- kami sudah memberi tahukan semuanya." Sambung Mr. Park
"Hmm baiklah, kalau begitu.. lakukan apa yang aku perintah!"
Lalu Taehyung mulai beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah gadis kecil di hadapannya.
Ia berusaha menyelaraskan tingginya dengan Yoona. Dan benar saja, Yoona sangatlah kecil dan mungil dibanding tubuh Tinggi dan kekar milik Taehyung sendiri. kira kira tingginya hanya sebatas dada bidang milik dirinya.
"Aku memberimu waktu 1 bulan untuk mengenalku. Lalu setelah itu, aku ingin kita melangsungkan acara pernikahan. Setelah itu semua selesai, aku benar benar tidak sabar untuk melakukannya denganmu.. chagiya~"
Setelah menyelesaikan kalimatnya, tiba tiba Tangan Taehyung tergerak untuk mengusap pucuk kepala mungil Yoona, dilanjut hingga ke pipi buntalnya. Jujur, sebenarnya ia tak tahan dengan godaan yang ada di hadapannya ini. Berasa ingin langsung menerkam dan menghabisinya malam ini juga namun, niatan itu ia kurung terlebih dahulu.
Terkejut bukan main juga, Yoona membulatkan matanya. Ternyata hal itu disadari oleh pria yang sedang barada di depannya.
"Kiyowo~.."
Seperkian detik kemudian, Taehyung tersenyum hangat padanya. Dan mulai bergerak menjauhi ruangan Mr. Park.
Beberapa detik setelah ia pergi, barulah Yoona bisa mengembalikan pikiran normalnya. Ternyata sejak tadi ia merasa heran ditambah malu dengan apa yang Taehyung katakan padanya. Barusan.
Mr. Park yang menyadari kebelokan dari tingkah putrinya pun langsung menyuruhnya untuk melanjutkan pembicaraan mereka ber tiga.
"Yona." Panggil appanya.
"Kau sudah mendengar permintaan Tuan Taehyung barusan bukan?" Tanya Mr. Park pada putrinya.
Tak ada respon sama sekali yang ia lakukan atas perkataan appanya. Yoona hanya bisa terdiam, mencoba memikirkan hal apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
"Appa dan eomma rasa, kau tak butuh penjelasan lagi. Kami rasa sudah cukup jelas, jadi.. mulailah belajar guna lebih mengenalnya. Dan- satu lagi.." sambung Mr. Park.
Seketika Yoona menatap nanar yang sebenarnya dari tadi ingin meneteskan benda bening dari dalamnya.
"Bantulah appa~" pinta Mr. Park pada penerus saham tunggalnya itu.
Dan benar saja, bagi Yoona itu terdengar sangat lirih dan sangat melemahkan hati. Yoona yang hanya bisa menerima takdirnya itupun, hanya membalas perkataan itu dengan anggukan semata mata guna cukup menjawab permintaan orang tuanya.
Blam.
Suara tutupan pintu menggema halus dari balik sana. Yoona sudah meninggalkan ruangan itu dan mulai berjalan menuju kamarnya.
πππ
"Yaak!! Oppa~ hiks.. hiks.. "
π±: "Haah~ sudah.. tenanglah~ jalani saja, gwenchana.."
Suara pria di telepon terdengar sangat menyedihkan lantaran mendengar kabar soal pernikahan yang akan Yoona laksanakan.
"Tapi, bagaimana dengan oppa? Hiks.. aku tidak mau.. aku tidak mau! Hiks.."
π±:"kau sudah tidak bisa menghindarinya lagi. Kau juga, jangan pikirkan tentang diriku. Aku baik baik saja, jinjja!"
"ANIO!! OPPA TIDAK BAIK BAIK SAJA!! JANGAN BERBOHONG PADAKU! AKU TAU ITU!"
π±:"Hiks... haa~ kau tau?... Aku.. memang bodoh dalam hal berbohong. Haha benarkan?"
Tawa hambar yang dihasilkan dari mulut pria itu benar benar menggambarkan kepiluan itu semua.
"Oppa~ aku tidak mau menikah dengannya.."
π±:"aah~ wae?? Dia tampan bukan? Dia juga kaya! Semua gadis menginginkannya-"
"TAPI AKU TIDAK!!"
Tanpa segan segan Yoona membentak orang yang sedang berada di balik telepon itu.
π±:"Yoona-ya~ jangan membuatku semakin bersedih.. lakukan saja apa yang sudah ia perintahkan. Jika tidak maka,,"
Seketika pria itu terdiam dan dari balik layar persegi itu.. tanpa ia sadari terdengar samar suara sentakan hidung yang basah disertai rintihan sedih yang keluar.
"Oppa~ apa oppa menangis??" Tanya Yoona dengan saaangat lembut.
Tak ada respon sama sekalai dari sana.
"Oppa~ tolong beritahu aku, bagaimana cara menghadapinya?.. aku akan berusaha kuat untuk itu tapi, dampingilah aku. Selalu. Aku, akan melakukannya hanya demi keluargaku saja. Tapi aku mohon padamu... Percayalah, bahwa aku... "
π±:"nee~ hiks.. aku tau itu.. haha, aku..hanya merasa ini sedikit berlebihan tapi, semoga kau tetap kuat. Fighting!"
Tuut. pip.
Sambungan telpon terputus dengan tiba tiba, dan itu berhasil membuat Yoona merasa semakin sedih. Berharap bahwa orang itu tidak merasa kecewa dengan keputusan keluarganya.
"Hiks.. hiks.. mianhe~.. oppa~ jebbal.. hiks.. " senggakan suara lirih terus terpantul dari balik daun pintu berwarna coklat tua miliknya. Begitu lirih, perih dan memilukan bagi rungu yang mendengarnya.
"Semoga, cinta nona muda tetap aman~" Seru salah seorang dari balik sana.
πππ