
"Apa yang harus aku lakukan?,aku belum begitu nyaman dan belum bisa membuka hati untuk dia (Diva), tetapi jika aku menolak akan mengecewakan umi dan Abah nanti. Hmm... Baiklah aku akan membuka sedikit hatiku untuknya demi umi dan abah juga orang tua nya"ucap Gus Zaka.
-pov diva
"Mengapa belakangan ini Gus Zaka perhatian dengan ku...?"
"Hmm... Ahh sudah lah mengapa aku harus memikirkan hal itu. Lagi pula sebentar lagi aku akan ujian huhh tidak terasa aku sudah 1 tahun disini"
-beberapa hari kemudian
Saat makan malam keluarga abah
"Esok adalah hari ujian apakah aku harus memberi ucapan semangat untuk diva?"gumam Gus Zaka
"Nak esok hari ujian apakah kamu tidak ingin memberi ucapan semangat untuk diva?, Ucapkanlah biar mas bisa semakin dekat dengan diva"ujar umi
"Ee-em tapi um-"
"Tidak apa-apa mas jika mas canggung aku saja yang menyampaikan dari mas kepada diva"
"Tidak usah Aisyah biar mas kamu sendiri saja yang mengucapkannya"
Makan malam pun selesai
-pov diva
"Diva kamu dipanggil mas"ujar Aisyah penuh semangat
"A-ada apa?"
"Sudahlah kamu kesana saja"ucap Aisyah sambil mendorong Diva.
.....
Sesampainya di rumah Abah.
"Ada apa Gus memanggil saya "
"H-hah disini juga ada Abah dan juga umi?"gumam dalam hati.
"Tidak perlu takut aku memanggilmu untuk mengucapkan semangat belajar biar nilai kamu bagus dan jangan terlalu banyak pikiran "ucap Gus Zaka menyemangati ku.
"Apa aku tidak salah dengar,hanya ingin mengucapkan ini sampai ada Abah dan umi"gumam ku dalam hati.
"Baiklah Gus saya akan semangat belajar... Jika sudah, saya izin pamit ingin kembali ke kamar untuk belajar. Saya pamit Abah... Umi.... Assalamualaikum"
lalu semua nya mengucapkan Wa'alaikumussalam.
-dikamar
"Huhh kukira ada apa sampai dipanggil ke dalem"
-keesokan harinya-
Saat ujian aku benar-benar kesulitan apalagi ujian hari pertama ini adalah Nahwu.
Btw author juga g bisa Nahwu hehe, Susah banget
Y allah... eh kok aku malah curhat yah... ya udah kembali ke ceritanya.
"Aaaa kenapa hari pertama harus pelajaran nahwuuu tidak-tidak aku harus mendapatkan nilai bagus demi Gus Zaka"
"Eee tidak ada aku hanya kesulitan mengerjakan soal ini"
"Bolehkah aku membantumu?"
"Beneran?"
"Iyaa"
"Terimakasih Aisyah "
"Jadi ini itu....."
Aisyah mengajariku secara diam-diam, Sampai hampir ketahuan pengawas ujian.
-beberapa saat kemudian-
"Huh akhirnya ujian hari ini selesai,ini begitu melelahkan padahal ini baru hari pertama "
-pov Gus Zaka
"Gadis itu benar-benar memegang ucapanku dia dapat nilai yang cukup bagus"gumam ku.
"Sepertinya dia seorang gadis yang patuh walaupun dulu dia dikenal sebagai gadis nakal dan keras kepala, banyak sekali perubahannya".
Aku bertanya-tanya dengan diri ku sendiri kenapa aku sering memikirkan Diva.
"Kenapa akhir-akhir ini aku selalu memikirkannya apakah aku sudah menerima nya dalam hati?"
"Kayaknya benar aku sudah menerimanya"
"Ada apa Zaka "
"Eh umi... sepertinya saya sudah bisa menerima diva"
"Betulkah terimakasih nak kamu sudah menerimanya"
"Sama-sama umi"
"Emm umi tanya sekali lagi kamu benar-benar menerimanya atau hanya demi umi?"
"Insyaallah saya sudah menerimanya dengan sepenuh hati"
"Hmm baguslah kalau begitu,jeng sebentar lagi anakmu akan menikah dengan anakku semoga kamu tenang Disana ya aku janji akan menjaganya"gumam dalam hati umi.
Ummi sangat senang karena ia sudah hampir berhasil melaksanakan apa yang ada pada surat wasiat sahabat nya(ibu Diva).
"Tampaknya umi senang sekali, dan sepertinya aku tidak memilih jalan yang salah"gumam Gus Zaka dalam hati.
-πππππ-
πΌπππ ππππ πππππ πππππ ππππππ πππ’π ππππ πππππ πππππππ ππππππ. πππ’π πππππππ πππ πππππππ ππππππ πππππ πππ’π. π³ππ πππππππ πππ πππΏπΎ ππππ πππππππππ ππππ πππππ ππππ πππ πππππππ πππ ππππ ππππ π’πππ ππππππ ππππππππ ππ ππππ ππππ πππππ ππππ.
...-πππ-...
πππππππ ππ’:π£π πππ ππ
πππππππ ππ’:π£π πππ ππ
β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦