
Tiba-tiba....*pukk* ada seseorang yang menepuk bahu Zira, ternyata orang itu adalah Aisyah.
"Assalamualaikum Zira" ucap Aisyah
"wa'alaikumussalaam, astaghfirullah Ning ngagetin aja"ucap Zira terkejut
"oh iya neng ada apa?"
"Tidak apa-apa nanti siang bisa bertemu saya?"ucap Aisyah.
"Insyaallah bisa neng".
-π¬π’ππ§π π‘ππ«π’π§π²π-
Siang harinya Zira bertemu dengan Aisyah. "Assalamualaikum,ada neng manggil saya?". "Saya ingin bertanya kepadamu siapa selain kamu teman sekamar Diva?" Tanya Aisyah.
"e-em ada saya,cinta,diva,..." Ucap Zira gugup.
" Oo begitu.. kamu tau apa yang terjadi antara saya dan diva?" Tanya Aisyah kepada Zira,
"S-saya t-tau neng" jawab Zira gugup. "Apakah kamu tau kenapa Zira mencuri uangku?"
"T-tidak neng"
"oo.. ya sudah jika begitu kamu bisa meninggalkan tempat ini " ucap Aisyah. "B-baik neng".
Zira pun pergi meninggalkan Aisyah.
Aisyah merasa aneh kepada Zira
"kenapa Zira ku tanyai gugup? Ada apa dengan nya?" Gumam Aisyah dalam hati.
- ππ¨π«π π‘ππ«π’π§π²π -
*Di sisi lain.
"Aisyah" panggil Gus Zaka,
"iya ada apa mas?" Tanya Aisyah,
"besok kamu ikut mas untuk mengungkapkan siapa yang mencuri uang kamu." Jawab Gus Zaka dingin
"baiklah mas" jawab Aisyah.
-π€πππ¬π¨π€ππ§ π‘ππ«π’π§π²π-
Aku dan Zira dipanggil Gus Zaka diruang keamanan yang Disana sudah ada Gus Zaka, Aisyah,dan juga keamanan.
"Ada apa Gus dan Aisyah memanggil saya?" Tanyaku kepada mereka. Gus Zaka dan Aisyah hanya diam dan dengan sikap dingin dan tatapan tajam khas Gus Zaka pun dia mengajukan pertanyaan kepada Zira
"apakah kamu yang mengambil barang bukti CCTV kasus pencurian uang adik saya?" Kata Gus Zaka, dengan gugup Zira menjawab "ma-maaf Gus kenapa Gus Zaka menuduh saya?"
"Karena saya kemaren tidak sengaja mendengar percakapan mu dengan seseorang dan kamu memberikan flashdisk ke orang tersebut dan mengatakan bahwa itu barang bukti dan juga kamu menyebut nama adik saya dan juga diva"jawab Gus Zaka. Dengan perasaan kecewa aku hanya terdiam Disana
"apakah benar kamu yang mengambil uang ku Zira?" Tanya Aisyah.
"B-bukan saya neng" jawab Zira
"A-anu, hufhh baiklah saya akan berterus terang,yang mencuri uang neng Aisyah itu adalah Cinta bukan saya,saya diiming-imingi oleh cinta ketika ia sudah mengambil uang neng saya akan diberi setengah olehnya saya menerima itu karena kemungkinan besar saya tidak akan bisa bersekolah di sini lagi di karena orang tua saya yang bangkrut 1 bulan yang lalu"jawab Zira dengan mata berkaca-kaca.
"jadi sebulan lalu cinta membuat kesepakatan itu,saya tidak Kenapa dia ingin melakukannya sebenarnya saya sudah menolak tetapi jika saya menolak dia mengancam saya akan difitnah dan dikeluarkan dari pondok biar saya bisa nurut kepadanya" lanjut zira. "KEAMANAN TOLONG PANGGIL CINTA " suruh Gus Zaka dengan nada tegas dan marah.
-beberapa saat kemudian-
Cinta terkejut ketika ia dipanggil dan juga Disana terdapat Gus Zaka, Aisyah,Diva,dan Zira.
"kenapa aku dipanggil? Apakah aku sudah ketahuan?"gumam cinta sembari menatap Zira dan Diva sebentar.
"Ada apa Gus,neng Aisyah memanggil saya". "Jujur apakah kamu yang mengambil uang adik saya?".
"E-ee a-anu"jawab cinta gugup
"jawab cinta! " ucap Aisyah dengan nada sangat kecewa.
"saya tidak menyangka bahwa kamu lah yang mencuri uang saya kanapa kamu melakukannya dan kenapa juga kamu menuduh Diva cinta.." ucap Aisyah kecewa. "I-iya.. s-saya lah yang mengambil uang neng Aisyah,a-alasan saya mengambil itu untuk mengfitnah Diva saya sedikit iri kepadanya karena dia dekat sekali dengan neng Aisyah" jawab cinta,
"tetapi yang kamu perbuatan mu itu salah cinta kamu bisa dekat dengan saya tapi tidak seperti ini caranya dengan mengfitnah orang sesuka hati"ucap Aisyah dengan sangat kecewa.
"B-baik neng maafkan saya" ucapan minta maaf cinta.
" Jangan meminta maaf kepada saya saja kamu juga harus meminta maaf kepada Diva" ucap Aisyah dengan nada yang tegas. "M-maafin aku ya Diva aku janji tidak akan mengulangi lagi "ucapan minta maaf cinta ke diva,
"aku juga minta maaf ya diva"ucap Zira juga meminta maaf,
Aku terdiam sebentar aku sangat kecewa dengan mereka tetapi hati kecilku masih mengasihani mereka terutama Zira yang sedang kesusahan tetapi masih ingin menuntut ilmu lebih dalam dan aku memutuskan....
"baiklah aku memaafkan kalian janji ya jangan diulangi lagi semoga ini menjadi pembelajaran bagi kita semua dan juga semoga kita menjadi teman baik"ucapku ikhlas memaafkan mereka
"Diva saya juga meminta maaf sempat tidak percaya dengan mu" ucap Aisyah
"tidak apa-apa Aisyah " jawabku.
Disisi lain Gus Zaka masih tidak terima dengan Cinta dan Zira yang sudah menuduhku mencuri.
"Saya tidak terima mulai besok kamu cinta di pulangkan atau dengan kata lain saya tidak ingin melihat muka kamu di pesantren ini lagi" ucapan terakhir Gus Zaka dan langsung meninggalkan ruang keamanan.
Aisyah terkejut dia pun mengejar Gus Zaka dan memohon biar Cinta tidak dikeluarkan dan juga mengatakan bahwa saya sudah memaafkan cinta kenapa masih harus dikeluarkan.
Mendengar itu Gus Zaka hanya mengatakan...
-πππππ-
πΌπππ ππππ πππππ πππππ ππππππ πππ’π ππππ πππππ πππππππ ππππππ. π³ππ πππππππ πππ πππΏπΎ ππππ πππππππππ πππ’π πππππ ππππ πππ πππππππ πππ ππππ ππππ π’πππ ππππππ ππππππππ ππ ππππ πππ’π πππππ ππππ
...-πππ-...
πππππππ ππ’:π£π πππ ππ
πππππππ ππ’:π£π πππ ππ
β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦