
Dokter berkata bahwa Diva akan lumpuh meskipun tidak permanen . Ayah Diva sangat terpukul dan syok. Air mata keluar dengan deras nya hingga membasahi pipi beliau.
Beberapa saat kemudian Zaka datang bersama yang lain. Ia bertanya-tanya apa yang telah terjadi. Ia bingung kenapa semua orang di sana menangis. Ayah Diva tiba-tiba pingsan dikarenakan terlalu lama menangis.
Beliau di baring kan dilantai dulu, Dan di beri minyak kayu putih. Pada akhirnya mau tak mau Kalia yang memberi tahu Zaka dan keluarga yang lainnya.
"e... permisi maaf lancang, Anda siapa nya Diva? " tanya kalia.
"Saya suami nya"
Mendengar jawaban tersebut ia terkejut.
"Hah Diva udah nikah!?, kenapa dia tidak memberitahu ku? " gumam nya dalam hati.
"Oh ya, Bagaimana keadaan istri ku"
"dia.... ".Ia tak sanggup memberitahu Zaka.
" Dia kenapa!?, Jawab! "
"Dia lumpuh! " tegas nya.
Zaka tak kuasa menahan air matanya.
Pipi nya di basahi oleh air mata. Ummi berusaha untung menenangkan nya.
Tiba-tiba Ayah Diva bangun. Beliau langsung menceritakan semua yang terjadi. Zaka kecewa sekaligus khawatir.
Zaka pun masuk ke dalam ruangan Diva. Ketika ia melihat Diva yang masih terbaring lemas, Lagi-lagi air mata membasahi pipinya.
Ia sangat cemas dengan keadaan Diva. Tiba-tiba *pukk* tepuk Ayah Diva.
"Nak tolong jaga Diva dengan baik, Dia lah satu-satunya anak saya. Dan sekaligus orang yang paling berharga buat saya...Diva ini anak nya keras kepala, Meskipun begitu ia adalah anak yang kuat. Dia akan sembuh... Jaga dia dengan baik untuk saya yah" Ucap nya dengan senyum yang hangat dari beliau.
"Baik om, Saya akan membuat Diva bahagia. "
Balas Zaka.
Beberapa saat kemudian Diva terbangun.
"A-aku dimana? "
"Alhamdulillah g-"
Zaka langsung memeluk Diva.
"eh... ke-kenapa? "
"Kamu tau g seberapa khawatir nya aku?, Dan seberapa kecewa nya diri ku... kamu istri dari seorang Gus tapi kamu malah balapan liar"
Tegas nya. Mata Diva berkaca-kaca, Ia hanya bisa minta maaf. Sedangkan Zaka mata nya memerah di kerena kan menangis. Untuk sementara Diva di ajari oleh Ummi atau Abah selama ia masih sakit. Sedangkan Zaka ia masih marah atas perilaku Diva.
Beberapa hari telah berlalu Zaka masih mendiamkan Diva. Diva mulai kesal.
"Ay... Kamu masih marah? " Tanya nya dengan manja. Tetapi Zaka tak menanggapi Diva dan langsung masuk ke dalam ruang kerja nya. *Brak* ia menutup pintu dengan sangat kerasnya. Diva hanya bisa merasa terus bersalah...bahkan tambah bersalah kepada Zaka.
"huh... dia pikir dengan bersifat manja seperti itu akan membuat ku memaafkan nya... Ck... "
Pada akhir nya Ummi menyuruh Zaka untuk mengajari Diva, Meskipun dengan perasaan yang jengkel.
"Zaka... Sebaik nya kamu saja yang mengajari Diva selama ia sakit"
"Tapi Ummi ia masih harus di ajar"
"Maksud kamu dia masih belum cukup kamu ajar!?, Zaka selama Ummi mengajar nya ia selalu bengong dan ketika Ummi tanya ia sangat menyesal dengan apa yang telah ia perbuat... Ia sudah cukup terluka nak" Tegas Ummi.
"Hah... Dia menyesal?, bukan nya dia adalah anak yang sangat keras kepala? "
"Kamu ini, Dia sudah berubah demi kamu...Jadi Ummi ingin kamu menjaga nya dengan baik" Tegas Beliau lagi.
"Ba-baik Ummi" Balas Zaka.
...-𝚎𝚗𝚍-...
𝚙𝚎𝚗𝚞𝚕𝚒𝚜 𝚋𝚢:𝚣𝚊
𝚌𝚛𝚎𝚊𝚝𝚘𝚛 𝚋𝚢:𝚣𝚊
…………………………………………