My Husband Is Gus Zaka

My Husband Is Gus Zaka
Pulang!



Tiba-tiba ia terbangun dari mimpinya.


"Huft... Alhamdulillah hanya mimpi"


Siang nya Diva lalu menceritakan apa yang telah terjadi di dalam mimpinya. Saat ia sedang bercerita tanpa sadar air mata terus-menerus menetes dari mata nya hingga membasahi pipinya. Zaka juga meneteskan air mata nya.


"hustt, Udah ga usah dilanjutkan kalo ga kuat"


ucap Zaka sambil menyeka air mata Diva.


"la-lalu kamu ing hiks... ingin bunuh diri"


"husttt... Udah ga usah dipikir" ucap Zaka menenangkan Diva. Tetapi bukan nya berhenti menangis, Air mata malah menetes dengan deras.


"hustt, Aku ga akan ngelakuin hal itu"


*Cup* Zaka tiba-tiba mencium kening Diva.


"Jadi jangan menangis lagi ya? " lanjut nya.


"un... Janji loh yah? "


"iya, Janji"ucap Zaka dengan lembut.


" Istirahat lah, Nanti sore kamu sudah boleh pulang"


"Bentar, Kening mu kenapa? "


"Gpp hanya tergores, Tidak separah dirimu"


"Aku gpp, Tubuh ku hanya kaget dan kelelahan itu sebab nya pingsan"


"iya, iya"


Diva lalu beristirahat.Zaka juga beristirahat di bawah.


-Sorenya-


Zaka sedang membereskan barang-barang Diva.


"emm... "


"Ada apa? " Tanya Zaka dengan lembut.


"itu bagaimana cara ku menuju ke mobil? "


"Tenanglah, Aku akan menggendong mu keluar"


"A-apa!? " Ucap nya kaget. Pipinya memerah seketika.


Beberapa saat kemudian mobil Zaka pun datang. Ia segera membawa barang-barang Diva.


"Permisi Gus, Biar saya saja yang membawakan barang-barang neng Diva"


"Tidak perlu "


Zaka lalu memasukkan semua barang Diva kedalam bagasi mobilnya.


"Sa-sayang maaf merepotkan mu" ucap Diva sedikit malu.


"gpp, tidak merepotkan kok... Lagi pula kamu adalah istri ku"Ucap saja sambil tersenyum hangat dan membelai kepala Diva.


Pipi Diva menjadi sangat merah.Zaka lalu menggendong Diva. Diluar banyak orang yang melihat mereka, Diva hanya bisa menyembunyikan muka karena malu.


"Kamu tidak perlu menyembunyikan muka mu lagi atau jangan-jangan... tidak mau lepas dariku? "


Diva segera menunjukkan mukanya dan berkata...


"e-enggak kok"


"Tapi emang nyaman sih, pelukannya hangat(Dalam hati) "


-Beberapa saat kemudian-


Zaka dari tadi sibuk bermain handphone, Sedangkan Diva tertidur karena lelah dan bosan.


"Huh... kenapa kamu begitu lucu ketika tidur"


ucap Zaka sambil membelai kepala Diva lalu mencium kening nya.Ia lalu melanjutkan bermain handphone.


-Sesampainya dikediaman Gus-


"Gus, Sudah sampai"


"Ya" Zaka lalu turun sambil menggendong Diva. Ketika masuk kedalam Abah dan Ummi sudah menunggu mereka.


"Akhirnya ka-"


"Hustt" Ucap Zaka dengan pelan.


"Maaf Ummi ga tau, Cepat bawa dia kekamar"


"Baik Ummi" Balas Zaka.


-kamar Diva-


Zaka meletakkan Diva secara perlahan-lahan.


"Tidur nyenyak ya Cantik ku"


"emh... "


"Apakah aku membangun kan nya? (dalam hati) "


Ternyata Diva hanya berpindah posisi saja.


Zaka lalu merapikan semua barang Diva kedalam lemari dengan hati-hati supaya ia tidak terbangun. Beberapa saat kemudian Ummi memanggil Zaka untuk membantu Abah.


"Zaka! "Panggil Ummi.


Zaka lantas bergegas untuk keluar.


" Hustt, Ummi akan membangun kan Diva"Ucap Zaka memberi tau Ummi.


"Maafkan Ummi, Lupa... Biasa udah tua"


"Ya udah kenapa Ummi manggil Zaka? "


"Bantu Abah mu menyidang salah satu santri"Tegas Beliau.


-Ruang Sidang-


" Dinka kamu sudah keterlaluan karena meminum khamr (minuman keras) dan bahkan ketika kamu mabuk kamu menghamili salah seorang wanita yang ada di sekitar mu.Maka dari itu kamu dijatuhi hukuman.... "


...-𝚎𝚗𝚍-...