
Gus dengan santai menjawab
"Tenang lah, memang ada yang berani bergosip tentang saya?"
dengan raut wajah bingung ku aku hanya menjawab"i-iya juga ya".
kami pun mencari bukti, tetapi tidak ada hasil sama sekali.
-𝐛𝐞𝐛𝐞𝐫𝐚𝐩𝐚 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐤𝐞𝐦𝐮𝐝𝐢𝐚𝐧-
"ini bagaimana Gus kita belum menemukan bukti sama sekali"tanyaku kepada Gus Zaka
Gus Zaka pun mempunyai ide untuk melihat rekaman CCTV di area rumah Abah.
"Tenanglah Diva, kita tidak boleh pantang menyerah, bagaimana jika kita melihat rekaman CCTV di keamanan"kata Gus Zaka dengan lembut.
Aku pun menyetujuinya "baiklah Gus"
Kami pun diam-diam keruangan CCTV yang berada di kantor keamanan,kami diam-diam kesana biar para santri tidak menimbulkan salah paham atau fitnah.
-𝐬𝐞𝐬𝐚𝐦𝐩𝐚𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐢 𝐤𝐚𝐧𝐭𝐨𝐫 𝐤𝐞𝐚𝐦𝐚𝐧𝐚𝐧 -
Para keamanan melihat kedatangan Gus pun seketika menundukkan kepala dan bertanya kepada Gus Zaka
"ada apa Gus?, kenapa Gus bisa sampai sini?" tanya salah satu keamanan.
"Kalian silahkan keluar"kata Gus Zaka dingin.
Mereka pun seketika keluar. Gus Zaka mempersilahkan aku masuk kedalam.
-𝐃𝐢𝐝𝐚𝐥𝐚𝐦 𝐫𝐮𝐚𝐧𝐠 𝐂𝐂𝐓𝐕-
Kami pun melihat rekaman CCTV didalam maupun dihalaman rumah Abah tetapi barang bukti tidak ditemukan.
"Bagaimana bisa barang bukti hilang" gumam Gus Zaka.
"kira-kira siapa yang mengambilnya?"umpatnya.
-𝐤𝐞𝐞𝐬𝐨𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐫𝐢𝐧𝐲𝐚-
Gus Zaka mengumpulkan semua keamanan pondok dan ditanyai satu persatu.
"bagaimana kita coba melihat rekaman CCTV dari belakang rumah Gus?" usul salah satu keamanan.
Kami pun melihat kembali rekaman CCTV itu,saat ini aku tidak sendiri dengan Gus Zaka dan keamanan tetapi aku juga ditemani oleh Aisyah juga.
Dan benar saja CCTV lain merekam sesosok santriwati dari dalam rumah Abah dan keluar dari pintu belakang tetapi tidak jelas wajahnya.
"kenapa sesosok itu seperti cinta?" Gumamku bingung.
Aisyah juga sama mengira itu adalah Cinta.
"apakah itu Cinta?" Tanya Aisyah
"tetapi kita harus mendalami lebih dalam siapa orang itu dan jangan sembarangan menuduh" ucap Gus Zaka.
"Kenapa Zira gerak geriknya mencurigakan? dan ia kenapa selalu kebelakang pondok ya?" Gumamku bingung.
𝐙𝐢𝐫𝐚 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐬𝐚𝐭𝐮 𝐭𝐞𝐦𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐦𝐚𝐫𝐤𝐮 𝐬𝐞𝐤𝐚𝐥𝐢𝐠𝐮𝐬 𝐭𝐞𝐦𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐭𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐜𝐮𝐫𝐡𝐚𝐭 𝐤𝐮.
Saat sebelum waktu tidur aku menyempatkan curhat ke zira tentang apa yang terjadi antara aku dan Ning Aisyah, Zira yang mendengar itu pun menunjukkan raut wajah 𝐠𝐞𝐥𝐢𝐬𝐚𝐡.
"kamu kenapa Zira"tanyaku.
"e-eh ti-tidak apa-apa" jawab Zira gugup
"Kenapa dia gugup?" Tanyaku dalam hati.
-𝐤𝐞𝐞𝐬𝐨𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐫𝐢𝐧𝐲𝐚-
Pada saat jam istirahat
"Mari kekantin yuk"ajak Zira.
Kami berdua pun pergi kekantin bersama, dipertengahan jalan terdengar ada yang memanggil nama Zira dengan pelan-pelan Zira pun ngeh,tetapi aku sama sekali tidak menyadarinya, sesampainya di kantin.
"Diva aku mau ketoilet dulu yaa" ucap Zira
"baiklah".
Bukanya pergi ke kamar mandi melainkan Zira bertemu dengan orang yang memanggilnya tadi di halaman belakang pondok dan berbincang-bincang hal itu tidak sengaja terdengar oleh Gus Zaka yang tidak sengaja lewat Disana. Zira dan orang tadi pun selesai berbincang-bincang dan Gus Zaka reflek pergi dari tempat itu
"kayaknya.. tadi ada seseorang yang mendengarkan percakapanku?, Ahh sudah lah lupakan saja"gumam dalam hati Zira.
"kok lama banget ngapain aja?"
Tanyaku kepada Zira
"sudahlah mari pesan makanan dulu" jawab Zira.
-𝐤𝐞𝐞𝐬𝐨𝐤𝐚𝐧 𝐡𝐚𝐫𝐢𝐧𝐲𝐚-
Saat jam pelajaran Zira izin ke kamar mandi. Selesai dari kamar mandi Zira berjalan menuju kekelas kembali tetapi di tengah perjalanan tiba tiba-tiba....
-𝚙𝚎𝚜𝚊𝚗-
𝙼𝚊𝚊𝚏 𝚓𝚒𝚔𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚋𝚊𝚐𝚞𝚜 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚜𝚎𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚖𝚞𝚕𝚊. 𝙳𝚊𝚗 𝚊𝚙𝚊𝚋𝚒𝚕𝚊 𝚊𝚍𝚊 𝚃𝚈𝙿𝙾 𝚊𝚝𝚊𝚞 𝚔𝚎𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚘𝚑𝚘𝚗 𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚍𝚊𝚗 𝚊𝚙𝚊𝚋𝚒𝚕𝚊 𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚞𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚗𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚑𝚊𝚝𝚒 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚒𝚗𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚊𝚏
...-𝚎𝚗𝚍-...
-𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚓𝚒𝚔𝚊 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚎𝚔 𝚢𝚊𝚑.
𝚙𝚎𝚗𝚞𝚕𝚒𝚜 𝚋𝚢:𝚣𝚊 𝚊𝚗𝚍 𝚜𝚊
𝚌𝚛𝚎𝚊𝚝𝚘𝚛 𝚋𝚢:𝚣𝚊 𝚊𝚗𝚍 𝚜𝚊
…………………………………………