My Husband Is Gus Zaka

My Husband Is Gus Zaka
Awal mula



-𝚙𝚎𝚜𝚊𝚗-


𝙼𝚊𝚊𝚏 𝚓𝚒𝚔𝚊 𝚝𝚒𝚍𝚊𝚔 𝚋𝚊𝚐𝚞𝚜 𝚔𝚊𝚛𝚎𝚗𝚊 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚓𝚞𝚐𝚊 𝚖𝚊𝚜𝚒𝚑 𝚜𝚎𝚘𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚙𝚎𝚖𝚞𝚕. 𝙳𝚊𝚗 𝚊𝚙𝚊𝚋𝚒𝚕𝚊 𝚊𝚍𝚊 𝚃𝚈𝙿𝙾 𝚊𝚝𝚊𝚞 𝚔𝚎𝚜𝚊𝚕𝚊𝚑𝚊𝚗 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚘𝚑𝚘𝚗 𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚍𝚊𝚗 𝚊𝚙𝚊𝚋𝚒𝚕𝚊 𝚊𝚍𝚊 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚔𝚊𝚝𝚊 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚔𝚞𝚛𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚎𝚛𝚔𝚎𝚗𝚊𝚗 𝚍𝚒 𝚑𝚊𝚝𝚒 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚖𝚒𝚗𝚝𝚊 𝚖𝚊𝚊𝚏.


Hari ini adalah hari dimana seorang gadis nakal akan pergi ke pesantren. Ia menentang keras perintah Ayahnya untuk pergi ke pesantren.


"pah aku g mau masuk pesantren"


"kamu ini kalo g sekolah dipesantren mau jadi apa?.Papa lelah menghadapi kamu, Sejak ibu mu meninggal kamu menjadi nakal. Papa mau kamu masuk pesantren. " ucap beliau dengan tegas.


"tapi-"


"jika kamu masih membantah papa akan


menyerah kan mu kepada polisi di luar." ucap beliau dengan marah.


"b-baik"


Aku hanya bisa mematuhi nya jika tidak... aku akan ditahan oleh polisi diluar. Papa pun menjelaskan yang telah terjadi kepada polisi diluar.


-𝐒𝐞𝐡𝐚𝐫𝐢 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐧𝐲𝐚-


Aku pergi balapan liar bersama teman-teman ku.Aku tidak menyangka bahwa akan ada razia, aku berhasil kabur. Tidak menyangka para polisi itu menemukan ku.Itu lah yang terjadi.


𝐇𝐚𝐢 𝐚𝐤𝐮 𝐍𝐚𝐟𝐡𝐢𝐬𝐚 𝐀𝐚𝐥𝐢𝐲𝐚𝐡 𝐀𝐝𝐞𝐞𝐯𝐚. 𝐈𝐧𝐢 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐤𝐢𝐬𝐚𝐡 𝐤𝐮 𝐝𝐢 𝐩𝐞𝐬𝐚𝐧𝐭𝐫𝐞𝐧.


-𝟏 𝐦𝐢𝐧𝐠𝐠𝐮 𝐤𝐞𝐦𝐮𝐝𝐢𝐚𝐧-


Aku masuk pesantren ال امين(Al amin).Disana aku bertemu dengan Aisyah.Dia seorang ning atau anak kyai yang memiliki pesantren ini. Aisyah mau menjadi teman ku, padahal orang-orang menjauhi ku karena adab dan ahklak ku yang buruk.Tapi dia tidak peduli.Aku merasa sangat senang.


-𝐤𝐞𝐞𝐬𝐨𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐚𝐠𝐢-


"Divaa...bangun, cepet bangun" ucap Aisyah sambil menggoyangkan tubuhku.


"Jam berapa ini? " ucap sambil mengusap mataku.


"Udah ayo bangun"


"iya.. aku bangun neng"


"udah sana mandi"


Aku pergi mandi lalu sholat tahajjud dan sholat shubuh.


-𝐃𝐢 𝐤𝐞𝐥𝐚𝐬-


"emm... neng"


"udah panggil aja Aisyah"


"Tapi kan g sopan"


"ga pa pa kok, aku lebih suka kalau kamu memanggil namaku" ucap nya dengan nada yang tenang. Aku hanya menuruti nya.


"itu aku inggin kamu mengajari ku tentang agama" ucap ku


"Alhamdulillah... aku senang akhirnya kamu mau belajar agama" ucap Aisyah dengan senyum halus.


Mulai hari itu Aisyah mengajariku tentang agama. Meskipun aku sering mengeluh, Tapi ia mengajariku dengan sangat sabar.


Hingga pada suatu hari aku difitnah oleh seseorang yang tidak menyukai ku dikarenakan dekat dengan Aisyah. Aku difitnah mencuri uang Aisyah. Sayang nya Aisyah percaya bahwa aku lah yang mencuri uang nya.


"kenapa kamu mengambil uang ku? "


"aku tidak mengambilnya"


"jika kamu butuh uang, kamu bisa bilang kepada ku bukan mencuri uang ku diva" ucap Aisyah dengan dana kecewa.


"Tapi aku-" belum selesai aku bicara Cinta(orang yang memfitnah ku) menyela ku.


"sudah lah neng, pencuri tidak ada yang mengaku" ucap Cinta dengan nada ketus.


Aku hanya bisa terdiam dan putus asa.


Gus zaka (kakak Aisyah) datang menghampiri ku. "kenapa bersedih?, kamu kan sudah bilang bukan kamu yang melakukan nya" ucap gus menghiburku.


"gus percaya dengan saya? " tanya ku sambil menyeka air mata ku.


"iya saya percaya bukan kamu yang mencuri uang adik saya"


"kenapa Gus bisa sepercaya itu dengan saya?"


"karena Aisyah adalah satu-satunya teman kamu, bukan? "


"iya.. dia lah Satu-satunya teman yang setia bersama saya"


Gus menenangkan ku dan menghiburku.


"Bagaimana jika aku membantu mu mencari bukti? " tanya Gus Zaka.


"tunggu... jika Gus Zaka membantuku bukan nya akan timbul salah paham? "


Gus dengan santai menjawab-


-𝚖𝚊𝚊𝚏 𝚔𝚊𝚕𝚊𝚞 𝚙𝚎𝚗𝚍𝚎𝚔, 𝚜𝚊𝚢𝚊 𝚔𝚎𝚑𝚊𝚋𝚒𝚜𝚊𝚗 𝚒𝚍𝚎.


...-𝚎𝚗𝚍-...


𝚙𝚎𝚗𝚞𝚕𝚒𝚜 𝚋𝚢:𝚣𝚊 𝚊𝚗𝚍 𝚜𝚊


𝚌𝚛𝚎𝚊𝚝𝚘𝚛 𝚋𝚢:𝚣𝚊 𝚊𝚗𝚍 𝚜𝚊


…………………………………………