
-POV author
-18 πππππ π’πππ ππππ-
Dirumah π³πππ. Disaat π³πππ lahir Gus Zaka bersama abah dan ummi menjenguk ibu π³πππ dan melihat Baby π³πππ. yah mereka memang sudah saling mengenal sejak π³πππ masih bayi.Ibu diva dan ummi Gus Zaka adalah sepasang sahabat dari masa SMP.
Ibu dan ummi menjodoh kan mereka sedari kecil. Tapi tak menyangka bahwa sebelum ibu Diva melihat anaknya(Diva) menikah dengan Gus ia mengalami kecelakaan yang tragis pada saat Diva berumur 10 tahun. itu juga
lah yang menyebabkan π³πππ susah diatur dan menjadi nakal.
-POV Gus Zaka
Gus zaka dipanggil abah untuk ke ruang bacanya. Di ruang baca, Gus Zaka diberi tahu kan bahwa Diva adalah orang yang dijodohkan dengan nya.Pada awal Gus Zaka menolak perjodohan tersebut, Dikarenakan gadis kecil yang dulunya mudah diatur dan tidak nakal,sekarang menjadi susah diatur dan nakal.
"Tapi abah dia adalah gadis yang nakal"
"aku tidak menerima apapun alasan mu, jika kamu menolak ibu mu akan sangat kecewa".
Pada akhirnya Gus Zaka menerima perjodohan tersebut dengan perasaan yang sedikit kesal...
-POV Diva
Pagi itu aku dipanggil Aisyah untuk menemui Gus.
" Diva!!!, kamu dipanggil sama mas ku"
"hah, oh ok"
"tumben... biasa nya mas gak pernah manggil cewe kayak gini?, apa jangan-jangan aku akan
segera mendapat kakak ipar... hehe" gumam Aisyah sambil tersenyum dan tertawa kecil.
-Ruang baca Gus-
"em... ada apa Gus memanggil saya? "
"gak usah formal gitu, biasa nya kamu ga formal dengan neng"
"i-itu beda lagi"
"udah g usah formal"
"o-ok"
"oh iya aku ingin mengajak mu makan malam"
"hah!! " ucap Zira terkejut saat menguping bersama Aisyah. Untung nya Aisyah dengan sigap langsung menutup mulut Zira.
"husstt... jangan keras keras" busuk Aisyah.
"eh maaf neng" bisik Zira.
Aku terkejut mendengar ajakan Gus Zaka.
Aku berpikir sejenak lalu mengiyakan nya.
Aku meninggal kan ruangan Gus.Zira dan Aisyah langsung berlari supaya tidak ketahuan menguping.
-Malam harinya-
Aku menunggu Gus di depan pintu gerbang pesantren.
"loh neng Diva kok disini, lagi nungguin siapa neng? " tanya bibi kantin.
"ah itu bi...lagi nungguin seseorang"
"nungguin siapa tuh neng?, keluarga ya? "
"ah iya bi" ucap ku karena tidak tahu harus bilang apa lagi.
"ah iya bi"
Beberapa saat kemudian...Gus datang menghampiri Diva dengan mobil nya.
"masuklah" ucap Gus mempersilahkan ku masuk. Aku masuk ke dalam mobil.
-Cafe star-
"kamu mau pesan apa? "
"ini aja 1" ucap ku sambil menunjuk sebuah hidangan.
.....
Aku melihat keluar supaya tidak merasa canggung,tidak menyangka aku melihat seorang gadis kecil yang kebingungan. Aku keluar menghampiri gadis kecil itu.
"adik manis... kamu mencari apa? "
"itu kak, aku mencari ibu"ucap gadis kecil itu dengan lirih.
" kapan terakhir kali kamu melihatnya? "
"beberapa saat yang lalu aku menggandeng ibu di kerumunan, Lalu aku melepaskan gandengan nya untuk mengejar kucing dan aku kehilangan ibu"
"emm.. begitu ya, Bagaimana jika kamu ikut kakak?, kakak akan membantumu mencari itu mu"
"baik kak"
Pov Gus
"aku kira dia hanya lah gadis nakal tapi,.. aku seperti nya salah.Dia memiliki hati keibuan yang lemah lembut...eh tunggu dulu, kenapa aku berpikir begini? " .
Pada akhirnya aku membantu gadis kecil itu mencari ibunya, Gus juga membantu dengan cara menelpon polisi.
Sementara itu aku bermain untuk menghibur gadis kecil itu.
"oh iya, siapa nama mu? "
"aku Kayla, kalo kakak cantik siapa? "
"nama kakak Diva"
"ohh... ".
Aku pun bermain bersama Kayla.
Beberapa saat kemudian ibu Kayla datang menjemput Kayla. Pada saat itu aku meneteskan air mata karena sudah lama tidak merasakan kehangatan seorang ibu.
" Kenapa? "
"ah... gpp" ucap ku sambil menyeka air mata ku.
"udah cerita aja,kita udah dijodohkan masa g tau satu sama lain".
" Aku... aku rindu ibu ku hisk...hisk..."seketika setelah aku mengucapkan itu, aku meluapkan semua kesedihan ku.
-πππππ-
πΌπππ ππππ πππππ πππππ ππππππ πππ’π ππππ πππππ πππππππ ππππππ. π³ππ πππππππ πππ πππΏπΎ ππππ πππππππππ πππ’π πππππ ππππ πππ πππππππ πππ ππππ ππππ π’πππ ππππππ ππππππππ ππ ππππ πππ’π πππππ ππππ.
...-πππ-...
πππππππ ππ’:π£π πππ ππ
πππππππ ππ’:π£π πππ ππ
β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦β¦