
Zaka pun mengajari Diva, Dan benar saja yang dikatakan oleh Ummi. Ketika Zaka mengajar Diva ia selalu melamun menghap samping, Terkadang juga melamun kearah Zaka.
"Kamu ingin belajar atau melamun? "
Tetapi Diva masih saja melamun.
"DIVA! "
"A-apa? "
"kamu niat belajar tidak!? "
"Maaf"Ucap Diva sambil menunduk.
"Lagi-lagi aku membuatnya marah" Gumam Diva dalam Hati.
"Aku rasa kamu terlalu lelah, Cukup sampai di sini saja hari ini... "
....
Suasana menjadi hening. Diva menatap ke luar dan melamun sejenak.
"Huh... Bukan nya membuat nya senang aku malah membuat nya semakin marah ke pada ku....Huh... Aku benar-benar tidak berguna"
Tanpa ia sadari air mata telah menetes dari pipinya.
Zaka tak sengaja mendengar gumaman Diva.
Ia merasa Diva tulus meminta maaf kepada nya.
"Seperti nya ia benar-benar menyesal, Dan tulus meminta maaf kepada ku" ucap nya dalam hati.
Hari demi hari mereka lalui dengan saling diam.
....
Hingga Diva mencoba lagi untuk minta maaf.
"Em... A-aku minta maaf"
"Hmm.... Mana kata sayang nya? "
"A-apa? "
"Aku kan sudah pernah bilang panggil aku sayang"
"G-ga mau... "
"Ya udah kalo ga mau, Aku akan tetap bersikap dingin kepada mu, Dan juga aku tidak mau memaafkan mu... Bagaimana? "
"Dasar, Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan" bisik Diva.
"Apa kamu bilang? "
"Aku bilang maaf sayang"
"pftt... Baiklah aku akan memaafkan mu" ucap Zaka sambil mengusap kepala Diva.
Ia lalu pergi ke ruang kerja nya.
"Ke-kenapa rasa nya disini panas yah? "
"Apakah kaki istri saya sudah membaik dok? "
"Alhamdulillah kaki Neng Diva sudah ada perkembangan. "
"Jadi kapan saya bisa berjalan lagi? " tanya Diva tidak sabar.
"Kamu ini dasar tidak sabaran"
"diem huh"
"haha.... kalian pasangan yang serasi, Saya jadi iri"
Wajah mereka berdua memerah.
"uhuk... Jadi kapan dia bisa berjalan? "
"Ah, Untuk itu saya belum bisa memastikannya"
"Baik lah "
Mereka lalu pulang.
Di sepanjang perjalanan Diva tidur dengan sangat lelap karena kecapean.
"Kenapa kamu begitu lucu? "gumam Zaka dalam hati.
" Tunggu apa yang aku pikirkan!?, Apakah aku benar-benar sudah menerima keberadaan nya?"
Tiba-tiba ada seorang anak kecil yang menyebrang. Sontak Zaka kaget dan membanting setir. meskipun begitu ia tak sengaja menyerempet anak kecil itu. Sedangkan Zaka dan Diva mereka menabrak
pagar pemisah. Mereka semua terluka,Tapi hanya luka ringan. Zaka langsung keluar dan menolong anak kecil itu.
"Dek kamu tidak apa-apa kan? " tanya Zaka panik.
"Aku tidak apa-apa kak, hanya tergores sedikit karena jatuh saat kaget tadi... Tapi kepala kakak berdarah"
"Aku tidak apa-apa"
Zaka lalu membawa anak kecil itu ke tepi jalan lalu menggendong Diva, Dan membawa nya ke ptepi jalan.Zaka langsung menelpon Ambulan.
"Nak kamu tidak apa-apa? "tanya ibu dari anak itu.
" loh Gus Zaka?, Anda baik-baik saja? "tanya ibu itu.
" Saya tidak apa-apa, Tapi bagaimana dengan keadaan anak anda?, Saya minta maaf... Saya tidak sengaja menyerepet nya"
"Dia tidak apa-apa, Cepat minta maaf ke Gus Zaka... Kamu pasti menyebrang sembarangan lagi kan"
"Maaf Gus saya tidak sengaja"
"Tidak apa-apa dek" balas Zaka.
"Gus Zaka kepala anda berdarah"
"Saya tidak apa-apa"
Beberapa saat kemudian Ambulan datang dan segera membawa mereka ke rumah sakit.
...-𝚎𝚗𝚍-...