
Arfa memberi kabar kepada asruri bahwa tidak ada yang terjadi dengan serius pada luka Zulfa namun ayah Zulfa berusaha mencoba menyelidik siapa yang berani telah membuat putrinya menjadi seperti ituu hingga masuk rumah sakit.
" Clung " pesan dari Arfa.
" Asruri dia Zulfa baik baik aja dan gk ada luka yang serius di kepala hanya luka biasa tapi dia banyak kehilangan darah asruri" isi pesan Arfa.
" Huft baguslah tidak ada luka serius yang harus ku cemaskan aku sangat khawatir dengan zulfa kau tau fer dia adalah wanita yang cantik dan baik aku menyesal tidak bisa melindungi dia " ucap asruri.
" lo selalu aja bilang begitu sampe bosen gue dengernya bentar lagi kita sampai di TKP Lo harus serius nelitiinnya jangan sampai Lo ketinggalan banyak barang bukti di sono Lo harus denger asruri " ucap ferry.
" Yaa tenang aja gue gak bakal ketinggalan buat nyelidikin banyak hal yang harus gue lakuin " ucap Asruri.
" Jangan nyantai loo nanti nyantai kerjaan gk bner " kesal Ferry.
" Tenang saja sih jangan khawatir santai aja ingat yaa kita menyelidiki seseorang yang bner bener penting jangan sampai ada sesuatu yang tertinggal penyebab utama dia meninggal apa sebenarny" ucap asruri.
Asruri dan ferry menyelidiki kasus tentang kematian seorang wanita yang mati karena sesuatu yang membuatnya menjadi ia meninggal.
Asruri bingung apa yang sebenarnya terjadi apa yang membuat wanita itu tiada apa penyebab nya tidak ada tanda tanda yang bisa di temukan yang membuatnya menjadi bingung.
" Ferry apa ada tanda tanda ia meninggal kenapa apa ada suatu tanda yang menyebabkan ia tiada" tanya asruri.
" Tidak asrur kenapa tidak ada tanda yang membuatnya menjadi tiada dan apa penyebab utamanya, heran pembunuh ini sangatlah hebat membuat kita menjadi tidak tahu apa yang terjadi " ucap Ferry.
" Iya benar benar benar hebat pembunuh ini telat membuat barang bukti menghilang tanpa jejak tapi ingat tidak semudah itu dia dapat menyembunyikan barang bukti ingat kita akan bisa tuntas menyelidiki ini " ucap asruri.
" Pak asruri, lapor saya menemukan sesuatu yaitu Carter yang tipis mungkinkah itu alat yang digunakan oleh pembunuh untuk membunuh wanita itu " ucap staff asruri.
" Dimana kau menemukannya, apa ada sesuatu yang membuat wanita itu menjadi tiada " ucap Asruri.
" Ada apa asruri apa dia menemukan sesuatu ...???" tanya Ferry.
" Iya fer dia menemukan Carter fer tapi gue bingung gimana cara pembunuh buat ngebunuh wanita ini apa tujuan utama nya " ucap asruri.
" Benar apa yang membuat utama dia menjadi membunuh wanita ini " ucap Ferry.
" Sebentar sebentar apa mungkin itu adalah ulah dari mafia ituu yang telah membuat wanita ini menjadi meninggal apa yang dia mau yaa sebenarnya, apa mungkin saja wanita ini mengetahui tentang sesuatu " ucap asruri.
" Test, test apa ada perkembangan tentang wanita yang meninggal tersebut ganti" HT asruri berbunyi.
" Begini pak kepala, kita menemukan Carter diruang pembunuh dan TKP selebihnya kita masih belum menemukan kemajuan tentang alat yang di gunakan oleh pembunuh apa motif dia membunuh wanita itu " ucap Ferry.
" Baik, selesai kan kasus itu segera karena keluarga wanita itu adalah keluarga yang terhormat karena mereka telah menunggu kabar dari kita mengenai apa yang terjadi sesungguhnya " ucap kepala Intel.
" Siap pak kita akan segera menyelesaikan nya, apa ada yang harus kita lakukan, lagi pak" ucap asruri.
" Gue bingung kenapa pak kepala ngasih tugas wanita ini apa sebenarnya dan motif penjahat ngebunuh dia apa dia tau sesuatu" ucap Ferry.
" Entah lah Lo nanya sama gue gue nanya sama siapa Ferry dasar udah tau ini emang tugas kita emng ini kan kerjaan kita gimana sih loo " ucap Asruri.
"Iya juga yaa gue bisa lupa begini, ayo cepet selesaiin perkerjaan kita lo kan mau jenguk Zulfa di rumah sakit kalo lo lama nanti bakal semakin lama kita ketemu Zulfa" ucap Asruri.
Dirrumah sakit Zulfa sadar dan mencari asruri Arfa menemani zulfa di rumah sakit dan melihat zulfa sadar Arfa sangatlah bahagia.
" Asruri, asruri" ucap Zulfa.
"Lo sadar Zulfa, ini minum dulu " ucap Arfa.
" Gue ada dimana Arfa, apa yang terjadi ...??"tanya Zulfa.
" Tadi kita tabrakan dan Lo luka di kepala banyak banget gue pikir Lo bakal di jait ternyata enggak " ucap Arfa.
" Asruri dimana fa, apa dia baik baik saja...??" ucap Zulfa.
" Iya dia baik baik aja Lo ini kenapa malah mikirin asruri, dasar awalnya kan Lo gak suka sekarang Lo malah suka sama dia mentang mentang dia ganteng dasar loo " ucap Zulfa.
" Apa Lo udah ngabarin asruri kenapa dia gak kesini yaa " ucap Zulfa.
" Huft Lo emang gak inget kalo die juga kerja tadi gue udah ngabarin sih dia langsung ke loo tapi gak lama ada tugas dari kerjaannya jadi asruri pergi buat selesaiin perkerjaan nya " ucap Arfa.
" Oke gue telponin nih " ucap Arfa.
" Tuuuut tuuut " hp asruri berbunyi.
" Arfa menelpon ada apa yaa ...?? " ucap asruri dalam hati .
" Sebentar yaa gue pergi dulu, ada telpon dari Arfa siapa tau ini penting " ucap asruri pada Ferry.
" Iya iya " jawab Ferry.
" Hallo, ya Arfa apa Zulfa baik baik aja, gimana keadaannya apa dia udah sadar " tanya asruri.
" Iya dia baik baik aja Lo kemana lama benget ngangkat telpon nya " ucap Arfa dengan marah.
" Kan gue lagi nyelidikin kasus penting Arfa, ngomong aja cepetan gue lagi pengen nyelesain tugas nih biar cepet " ucap asruri.
" Enggak Zulfa mau ngomong sama loo dia khawatir sama loo " ucap Arfa.
"Dia udah sadar ...???" tanya asruri .
"Udah sadar malah nanyaiin loo bukan nanyain gue kan gak jelas " kesal Arfa.
" Yaudah Kasih aja ke Zulfa mungkin dia mau ngomong sama gue " ucap asruri.
"Iya nih Zulfa " kata Arfa dan memberi hpny pada Zulfa.
" Hallo sayang asruri, Lo dimana, apa Lo masih kerja....??" tanya Zulfa.
" Hallo sayang iya tadi kepala Intel ngasih tugas ke gue padahal tadi gue mau nemenin loo, gimana keadaan Lo apa masih sakit " tanya asruri.
" Iya lumayan, kapan Lo kesini gue nunggu Lo nih " ucap zulfa.
" Nanti selesai tugas gue bakalan cepet ke loo Zulfa maaf yaa, gak bisa nemenin loo " ucap asruri.
" Iya gapapa kan Lo juga kerja, hati hati kerjanya jangan sampe Lo kenapa napa asruri " ucap Zulfa.
" Iya, yaudah sehat sehat yaa kalo butuh apa apa bilang aja Ama Arfa kan disana ada Arfa " ucap asruri .
" Iya daah semangat buat nyelidikin kasus nya yaa " ucap Zulfa.
" Yaa, yaudah sudah yaa ku tutup dulu dadah sayang " ucap asruri.
" Dasar kalian " kata Arfa dengan kesal.
" Cie kesel nie, makanya jangan jomblo Lo" ucap zulfa.
" Yaa yaa gini gini kan gue temn Lo juga Zulfa jangan gitulah nanti gue bilangin sama ayah loo yaa " ucap Arfa dengan kesal .
" Ngaduan kayak anak kecil " ucap zulfa.
" Biarin aja kalo kali gue bilang sama ayah Lo kalo Lo pacaran sama intel hahah " kata Arfa dengan meledek.
" Lo gak kenapa napa fa apa Lo luka juga....???" tanya Zulfa.
" Gapapa gue gue cuman luka kecil aja " jawab Arfa.
" Apa Lo mau minum gue ambilin nih kalo Lo mau minum...??" tanya Arfa.
" Enggak gausah nanti aja gue lagi gak haus kok " jawab Zulfa .
" Owh yaudah" ucap Arfa.
" Ayah kemana fa apa dia sedang ada sesuatu....???" tanya Zulfa.
" Iya ada perlu sesuatu jadi dia pergi " jawab Arfa.
" Owh gitu yaudah " ucap Zulfa .